
...Volume 1...
...Bab 1...
...Identitas Asli...
********
'' Nah gadis kecil aku rasa kamu sangat familiar ! , Di mana ya kita pernah bertemu ! '' Mata rubah itu menyipit dan seolah dia tengah menerawang ke dalam mata Viyona .
*******
Tidak ada ketegangan di wajah gadis itu ketika dia di interogasi , dia hanya melirik Mill tanpa berkata sepatah kata apa pun .
Rambut-rambut halus di tubuh berdiri , tatkala nafas dingin menerpa kulit leher nya . Namun karena kerah gaun nya yang tinggi , jadi tidak terasa terlalu panas .
Gadis itu menjauhi Rein dan menatap nya garang , pipi gadis itu mengembung dan rona merah misterius di kedua pipi nya sangat menggemaskan .
Rein nampak memiliki minat aneh di sini , Pria itu merasa bahwa gadis kecil ini cukup imut dan menarik untuk pelihara untuk sementara waktu .
Viyona tidak mengetahui pemikiran Rein yang menganggap nya Hewan peliharaan yang lucu , jika tidak mungkin wajah datar gadis itu akan meledak menjadi kemarahan .
'' Hei ... Kulkas dua pintu menjauh lah dari Little Rose ku ! , Hei jangan menganggu nya kau tahu ! '' Theo mendengus dan mencibir .
Sebenarnya Theo cemburu , mengapa dia tidak bisa sedekat itu dengan Little Rose . Sebelum mendekat dia sudah di tinju plus di tendang , betapa perilaku yang berbeda .
Viyona bukan bermaksud berperkara berbeda dengan Rein , tetapi itu juga terpaksa entah mengapa tubuh gadis itu akan terasa lemah secara tiba-tiba ketika berada di dekat Rein . Sebelum nya Gadis itu berpikiran bahwa itu perubahan nya yang terlalu lama , nyata nya tidak setiap kali tubuh nya mendekati pria ini tubuh lemah dan tidak percaya . Perasaan ini baru pertama kali di rasakan gadis itu , jadi dia berusaha menjauhi Rein .
Mill selalu memperhatikan gerak-gerik Viyona , dan wajah yang lebih cantik dari pada wanita menyeringai . Sudut mulut nya terangkat , siapa sangka hal kecil yang di culik pulang agak menarik perhatian begini .
'' Hal kecil ! Um ... Kucing Kecil ! Rubah kecil ! , Imut kecil ! Manis kecil ! . Nama panggilan mana yang bagus menurut mu Gadis kecil ! '' Tanya Mill yang nampak bingung .
Tiga garis hitam di dahi gadis itu , dia di panggil kecil . Tinju gadis itu terkepal erat dan hendak ingin memukul seseorang saat ini .
Melihat perubahan wajah pada gadis kecil itu , membuat Hati Mill berbulu . Kulit itu begitu halus , putih , dan seperti nya sangat lembut . Bagaimana jika kulit yang seputih salju itu di lumuri darah , pasti akan sangat indah dan maha karya yang luar biasa .
'' Aku ingin pulang ! , Kalian sekarang biarkan aku pergi . Kira tidak saling mengenal '' Dengus Viyona
'' Aku sama sekali tidak ingin mengenal ketiga penjahat ini , padahal aku sudah sangat berhati-hati . Tetapi mengapa malah terikat dengan erat pada ketiga iblis jahat ! '' Batin Viyona .
'' Tidak mungkin ! '' ( Rein)
__ADS_1
'' Tida bisa! '' (Mill)
'' Tidak pernah ! '' (Theo)
Viyona :" ....."
Rein :"...." Kali ini kesepakatan bersama
Theo : "...." Rein tidak terduga
Mill:"...." Pikiran kami bertiga ternyata sama
Ketiga pria itu berkata bersamaan , Wajah gadis itu menjadi jelek lagi . Gadis memutar otak nya berpikir bagaimana cara kabur dari sini , Karena pesta malam ini dia tidak membawa obat bius atau apa pun , Bahkan ponsel nya dia tinggal kab di kamar nya .
" Jangan berpikir untuk lari dari sini ! " Ancam Rein Dengan mata menyipit .
Gadis itu sama sekali tidak memperdulikan ancaman Rein ,di otak nya kini terputar berbagai rencana pelarian baik yang ekstrim dan terencana.
" Rubah kecil yang imut ! , Kamu tidak bisa lari kemana pun sebelum semua nya jelas di sini . Jangan memikirkan hal yang macam-macam mengerti ! "
Mill melengkung kan senyum lembut nya , dia nampak pria bangsawan yang terhormat dan tidak berbahaya sama sekali . Namun siapa tahu di balik senyum pria itu tersimpan penyimpangan dan kekejaman terpendam .
Viyona bergidik ngeri , apakah selama sebulan tinggal dengan ketiga iblis ini tidak mungkin .
Melihat kerutan di wajah Viyona , Rein mulai curiga lagi . Aroma pada tubuh gadis ini membuat tenggorokan nya haus , dan tubuh nya benar-benar terasa nyaman ketika dekat dengan gadis ini . Mirip seperti ketika bertemu gadis misterius itu , namun apakah gadis di depannya dengan gadis misterius itu.
Viyona merasa pusing dan lemah , seperti nya batas waktu penyamaran akan habis . Ini gawat , gadis itu seperti nya nampak mengkhawatirkan sesuatu . Tubuh nya bergetar , reaksi aneh ini terlihat oleh ketiga pria itu .
Mill memiliki ekspresi aneh di wajah nya , apa yang terjadi pada gadis di depan nya .
Bahkan Rein yang tanpa ekspresi sedari tadi menarik seringai .
'' Little Rose apakah kau baik-baik saja ? '' Hanya Theo yang khawatir saat ini .
Wajah Viyona pucat , entah mengapa perubahan nya tiba-tiba lemah begini . Seharusnya tidak seperti ini , Viyona hendak berdiri dan akan berlari pergi . Namun tubuh nya yang sudah mulai lemas tidak dapat lagi menopang nya , Hingga gadis itu terjatuh .
Namun sebelum terjatuh gadis itu di tangkap dan masuk ke pelukannya yang hangat bagi nya , karena terasa nyaman Gadis itu mengebor ke dalam pelukan hangat itu .
Melihat hal ini , Rein entah mengapa tersenyum , Hal kecil ini sangat imut .
Wosh ......
__ADS_1
Siapa yang menyangka perkembangan selanjutnya , Rein dan Mill saling berpandangan dan tertawa dalam waktu bersamaan . Bahkan Theo terkejut dengan perkembangan selanjutnya .
'' Ternyata memang benar gadis waktu itu !'' Ujar Mill
'' Ya ampun siapa sangka Little Rose ku ternyata Gadis misterius Surai perak itu , CK ... Pantas saja tidak terasa asing ! '' Ujar Theo dengan mulut mengerucut.
Rein hanya menatap perubahan warna Surai gadis itu dengan takjub , Dalam sekejap mata Surai kelam itu berubah menjadi warna keperakan , Dan bahkan wajah yang tadi nya cantik menjadi luar biasa cantik . Aroma gadis itu semakin membuat Pria itu menjadi mabuk , dan dia membungkuk dan mengendus leher gadis itu .
'' Cabul tua apa yang kamu lakukan pada Little Rose ku , Arg ... Bajingan bau lepas kan dia cepat ! '' Teriak Theo garang .
Namun Tangan nya di tahan oleh Mill , Mill akhir nya mengeluarkan sesuatu dari saku nya dan mencoba memberi obat itu pada Viyona . Namun Rein merebut nya dan mata Dingin itu penuh peringatan .
' Jangan sentuh milik ku ! ' Arti tatapan Rein
'' Hei kawan jangan begitu ! , Tanpa aku bagaimana bisa identitas si rubah kecil ini terungkap. Seperti nya gen juga hasil revolusi sama seperti kita , akan tetapi ada perbedaan besar dalam hal ini ! '' Mill berkata dengan misterius .
'' Penangkal kan ! ''
'' Rein teman ku kamu sungguh jenius , Memang benar gadis ini seperti obat untuk kita semua . Setelah bersama dengan gadis ini untuk beberapa waktu , aku tidak merasa ada kegilaan itu lagi . Dan pertama kali merasa perasaan yang penuh keheningan dan tenang , namun agak nya reaksi tubuh mu terhadap gadis ini jauh lebih besar ! ''
Rein tidak mengucapkan sepatah kata apa pun , Dan hanya melirik wajah damai gadis itu yang tengah tertidur . Rein memakan obat itu dan membantu Viyona untuk memakan nya , Bibir dingin itu menyentuh bibir lembut nan manis . Di merasa ingin lebih dan ini terasa kurang , hingga pria itu dengan bersemangat mengigit bibir mungil sang gadis hingga membuat nya berdarah . Perasaan yang menggebu-gebu dan bahagia ini , membuat Pria itu dapat memastikan bahwa reaksi tubuh nya ternyata yang paling besar di sini.
'' Kau sapi tua makan rumput lembut , CK .. CK ..Jika pak tua di keluarga mu pasti akan sangat senang ! '' Ejek Mill namun kecemburuan dan nada asam nya tidak bisa di sembunyikan .
'' Tapi terasa aneh ! , Waktu itu bukan kah hanya kita bertiga yang selamat ! Lalu dari mana datangnya Little Rose ? '' Theo penuh kecurigaan di sini , Walaupun dia sangat asam saat ini tapi dia memilih untuk mengabaikan nya dulu .
'' Cepat atau lambat kita akan tahu dengan segera , Nah bagaimana jika membuat sangkar emas dulu untuk hal kecil ini ! '' Rein mencium Surai keperakan Viyona , manik mata nya berubah menjadi merah dan ada keserakahan di wajah nya .
'' Proposal mu bagus ! , Dan seperti nya aku harus meneliti darah rubah kecil ini juga . Seperti nya hanya dengan darah nya saja sudah menghentikan kegilaan itu yang membuat kita lepas kendali , dan dengan ada nya Rubah kecil yang lucu pasti akan menyenangkan juga ! ''
Mill sudah memikirkan segala penelitian yang akan dia lakukan dengan darah Viyona , dia menjilat bibir nya dan menatap Viyona serakah seolah dia adalah benda berharga.
'' Tentu saja ! Jangan biarkan Little Rose lari ! . Namun Little Rose terlalu lincah dan sulit di atur , Jika tidak berhati-hati maka Little Rose akan lari ! ''
'' Tidak akan pernah ! '' Seringai melintas di mata Rein .
'' Mari beri dia tanda dan tanamkan chip di tubuh nya , agar kita selalu tahu di mana Hal kecil ini berada ! '' Saran Rein langsung di beri anggukan oleh kedua orang tersebut.
'' Ide yang bagus , tapi tato nya di taruh di mana tangan ,leher ,kaki , betis atau perut '' Tanya Theo penuh semangat .
'' Pikirkan itu nanti , Malam ini Hal kecil ini milikku ! '' Ujar Rein dengan nada arogan nan mendominasi nya .
__ADS_1