
...Volume 1...
...Bab 1...
...Suara Hati...
Keempat orang itu menatap Kepergian Risa dengan hampa .
" Em ayo kembali Rika ! " Pinta Kaila
Rika mengangguk dan pergi bersama Kaila , kini hanya tersisa dua orang di sana .
" Hiss gadis itu selalu terluka di saat dia pergi "
Louis menatap Keith tenang dan tidak ada Fluktasi di wajah nya , kali ini ia sangat paranoid dan gegabah .
" Itu bukan urusan kita " Nada Louis malas
Di bibir Keith terdapat senyum tipis , dia terus memandangi ke arah jalan dimana pergi nya Risa .
" Hasil tes itu akan keluar hari ini , apakah kamu mau ikut Louis ? " Tanya Keith
Louis menggeleng " Tidak ! "
Keith cemberut " Mengapa ? , Kamu akan pergi kemana memang nya ? "
Louis diam dan mengabaikan perkataan Keith , dia memilih untuk pergi dari pada meladeni anak nyenyel ini .
" Li kamu mau pergi kemana sih ? , Tunggu aku Louis . Brengsek tunggu aku ! " Ucap Keith kasar
Ruangan Kepala Sekolah
Di saat Risa masuk ke ruangan itu , dia melihat berbagai furniture dari negara timur atau pun barat . Barang-barang itu tersusun rapi di dalam lemari kaca , kali ini ruangan itu bergaya istana lampau dengan cat emas dan gelap . Perpaduan warna itu menyatu padu dengan perlengkapan di dalam ruangan .
Risa menatap kursi yang kosong .
" Kemana pergi nya Pak tua itu ? "
Risa memilih mengambil tempat duduk lada kursi kepala sekolah ,Risa duduk dan melipat kedua kaki nya lalu mengambil ponsel nya . Dia membuka kotak telepon dan mengklik nomor ' Pak Tua ' .
__ADS_1
Bip ... Bip .. BIP ...
Namun tahu nya tidak ada jawaban nya , bibir Risa mengerut . Dia menatap ke arah laci dan berdiri , mencoba mebacari set minum teh . Setiap dua bertenu dengan pak tua itu dia akan selalu meminum teh , Risa membuka laci pertama dan kedua namun tidak menemukan nya , setelah laci ketiga dia baru menemukan nya .
Risa menuju je arah dapur kecil , di ruangan kepala sekolah tersedia tempat tidur beserta dapur kecil , bahkan kamar mandi pun ada di sana .
Risa tengah memasukkan air ke dalam pemanas air , dia menunggu sebentar sambil memainkan ponsel nya .
Air itu mendidih , Risa mematikan alat itu lalu membawa nya pergi ke luar . Risa mengambil beberapa teh bubuk beserta alat saring , setelah Risa menuang-kan bubuk teh ke penyaring kini ia menuangkan air panas , Risa mengaduk-aduk nya dengan sendok perak kecil , Risa juga menambahkan gula batu .
Risa kembali duduk di kursi kepala sekolah dan dengan santai menyeruput teh milik nya .
" Slurp "
Risa memejamkan mata nya dan meletakkan teh di tangan nya pada meja .
" Tuk "
Risa membalik kursi itu dan menghadao ke jendela , dia menatap pemandangan luar dari lantai dua . Karena bulan ini ialah musim semi , banyak sekali bunga yang bermekaran dan bau harum bunga dapat dengan tercium .
Knok knok
Namun ketenangan Risa terganggu akibat suara ketukan pintu , Risa pikir itu ialah pak tua yang kembali jadi dia dengan malas berkata .
Namun karena orang itu diam dan tidak menjawab perkataan-nya , Dia ragu dan membalikkan kursi nya . Mata nya ter-belangak ternyata orang yang masuk bukan lah pak tua itu , melainkan seorang laki-laki dengan Surai keemasan .
Mata keemasan itu menatap nya dengan penuh tanda tanya , setiap tatapan nya menyapu diri nya dari kepala hingga kaki .
" Maaf junior buat apa anda di ruang kepala sekolah ? " Tanya nya dengan senyuman tipis
Risa menatap laki-laki itu dengan acuh , wajah nya kembali datar dan acuh . Risa dengan tenang menyeruput teh nya , dia meletakkan nya kembali lalu menatap ke arah laki-laki dengan Surai keemasan .
" Sedangkan anda untuk apa datang kemari ? "
Risa bukan nya menjawab pertanyaan laki-laki Surai emas itu , ia malah balik bertanya .
Laki-laki bersuarai emas tidak marah , dia malah tersenyum semakin lebar .
" Saya di sini mencari kepala sekolah karena ada beberapa urusan , saya harus meminta persetujuan untuk festival mendatang " Dia tersenyum dan menjelaskan alasannya kedatangan nya .
__ADS_1
Risa berdiri dan bibir nya menarik senyum simpul .
" Silahkan duduk ! Sebagai tuan rumah tidak enak membiarkan tamu kita terlalu lama berdiri "
Laki-laki itu juga duduk di sofa dan berhadapan dengan Risa , Risa sibuk menyiapkan teh untuk laki-laki bersurai emas itu .
" Silahkan ! "
Laki-laki bersurai emas itu mengangguk dan meminum teh .
" Teh nya enak dan Seperti-nya kamu mencampur-kan mint di dalam nya , rasa mint tidak sekuat teh nya tapi rasa yang segar dari mint tidak hilang , saya pikir rasa nya akan pahit atau aneh tapi ini enak " Dia tersenyum senang
Risa hanya mengangguk sebagai tanggapan , namun pikiran nya sedang menelusik ke lain hal . Ternyata pak tua itu memanggil nya kemari pasti untuk ini .
" Apakah junior tahu kemana pergi nya kepala sekolah ? " Tanya laki-laki bersurai emas
Risa menggeleng " Entahlah ! , Pak tuan itu entah pergi kemana "
Laki-laki bersurai emas itu menatap Risa dengan minat yang aneh , ia merasa sangat familiar dengan gadis di depan nya . Tapi dimana ia melihat nya ya , dia merasa ada suasana akrab di sini . Dia mengingat Risa di saat melihat gadis di depan nya ini , namun sifat nya sangat berbeda . Risa itu dingin dan berbicara sedikit dan singkat , tapi gadis ini acuh dan berbicara sedikit menjengkelkan tapi dia masih menjawab bila di tanya , Dan dari tampilan sudah jauh berbeda seperti nya dia merindukan gadis bertopeng itu bagaimana kabar nya ya .
" Apakah urusan anda sudah selesai ? , Bila sudaj silahkan pergi ! " Ujar Risa tanpa rasa bersalah
Laki-laki itu tersenyum kaku , apakah dia di usir sekarang ini . Dia belum pernah mengalami kejadian ini sebelumnya , laki-laki itu menatap Risa dengan tatapan aneh .
Sebelum dia pergi , dia mencium aroma manis di udara . Laki-laki bersurai emas itu menatap Risa lagi , kali ini dia menatap ke arah leher Risa yang di balut . Tapi gara-gara gesekan luka di leher Risa seperti nya terbuka , laki-laki Surai emas itu entah mengapa merasa lapar . Dan di hati nya terus berkata .
" Mendekat dan gigit leher gadis itu lalu hisap lah "
Suara di hati nya terus bergema dan dia tidak tahan lagi , namun dia di bangun kan dengan suara kesal gadis itu .
" Mengapa diam cepat pergi ! " Pinta Risa
Risa berdiri dan menuju kursi kepala sekolah , laku dia duduk kembali . Risa membalikkan kursi itu lagi dan membelakangi laki-laki dengan Surai emas itu , ia acuh dan tidak peduli apapun tanggapan laki-laki itu pada nya .
Sedang laki-laki itu juga telah sadar , dua langsung pergi keluar dari ruangan itu karena tidak ingin berlama-lama takut suara di hati nya membuat nya goyah .
Klik
Pintu tertutup , Risa berbalik dan menatap ke arah pintu dia tersenyum menyeringai .
__ADS_1
" Hmp kejadian yang sama lagi terulang , sebenarnya apa kamu itu ya ? . Hiss aku harus berhati-hati agar tidak mengalami luka berdarah , jika tidak ini .... Sangat bermasalah "
Sementara laki-laki dengan surai emas itu berlari dengan liar di koridor yang sepi , koridor itu sangat panjang . Dada laki-laki bersurai emas itu berdetak dengan cepat , dia berlari kencangkan hingga dia samai di ruangan milik nya .