
...Volume 1 ...
...Bab 1...
...Firasat Buruk...
Lorong
Viyona keluar bersama Naomi perawat Kaila , Naomi mengambil kursi roda dan mendorong Kaila keluar . Kaila di penuh dengan senyuman , sedangkan untuk Viyona hanya wajah acuh nya saja yang nampak.
Kontras kedua teramat berbeda , Kaila yang memiliki kecantikan manis dengan mata bulat berair dan wajah putih yang sedikit pucat , membuat nya seperti kecantikan yang halus .
Sedangkan untuk Viyona yang memiliki aura misterius di sekeliling , berbeda dengan Kaila yang manis Viyona lebih seperti sebuah Keindahan dingin namun misterius . Sorot mata yang acuh dan tidak memperdulikan hal lain , iris obsidian yang membuat orang tenggelam ketika menatap nya saja .
" Ah ngomong-ngomong Viyona kapan Rika akan datang kemari ? "
Viyona melirik sebentar Kaila dan Berkata acuh .
" Sore ! "
Kaila mengangguk dan menatap lurus ke depan .
Naomi sedari awal melihat interaksi antara kedua gadis muda , tidak bida tida tersenyum walaupun gadis cantik ini dingim di luar namun hati nya seperti nya lembut .
" Seperti nya Nona Kaila dan Nona Viyona berteman dekat ! "
Kaila sedikit malu karena di panggil dengan sebutan Nona , berbeda dengan Viyona yang sudah terbiasa.
" Ah ... Nona Perawat panggil saja saya Kaila , Saya bukan keluarga kaya saya hanya dari keluarga biasa ! "
Naomi tersenyum dan menahan tawa nya , gadis ini sangat imut .
" Baiklah Kaila , kalau begitu panggil saja saya dengan Saudari Naomi ! "
" Saudari Naomi ! " Panggil Kaila patuh .
Melihat kejadian ini Viyona hanya diam , memang layak menjadi pehlawan wanita dia dengan cepat akrab dengan orang-orang di sekitar nya . Namun itu bukan urusan nya , dekat dengan pahlawan wanita artinya dekat dengan masalah dan musibah. Tapi itu sedikit menyenangkan , bermain dengan pakan meriam dan menunggu serangan balik pahlawan wanita yang bodoh .
Banyak pasang mata yang mengawasi Viyona dan Kaila , mereka sangat kagum dengan kedua gadis ini . Jarang di rumah sakit bertemu dengan gadis secantik ini , bahkan bukan hanya satu tapi dua sekaligus .
Kaila memegang perut nya yang terasa sedikit nyeri , dan wajah nya hitam seperti nya bibi nya datang . Kaila melirik Viyona diam-diam .
Viyona merasakan ada seseorang yang menatap nya , dia melirik Kaila yang memegang perut nya dan mengerti sesuatu .
" Nona Naomi seperti nya Kaila harus segera berganti , tamu nya seperti nya datang ! " Ujar Viyona acuh .
Muka Kaila merah padam mengapa Viyona tanpa malu mengucapkan nya , ah dia merasa malu dan ingin menggali lubang untuk bersembunyi .
Naomi bahkan tersenyum dan tidak bisa lagi menahan tawa nya , ah pasien nya yang satu ini sangat imut dan lucu . Dan juga gadis cantik yang Dingin ini juga sangat imut.
" Hah baiklah Adik kecil mari saudari bawa kamu untuk berganti pakaian ! "
Kaila dengan muka merah menutup wajah nya , berusaha menahan malu .
" Aku ke toilet ! "
Kaila dan Naomi mengangguk , Melihat bayangan Kaila telah menghilang Viyona langsung berjalan menuju Toilet . Dia selalu merasa ada seseorang yang mengikuti nya , jadi sebenarnya toilet hanyalah alasan saja . Dia akan melihat apa yang coba di lakukan orang yang tidak memiliki mata panjang ini .
Trek ....
Viyona masuk ke kamar mandi perempuan , dia membasuh muka nya dan melirik ke arah cermin . Bila di perhatikan lagi surai hitam itu perlahan berubah menjadi perak , dan iris obsidian yang layak nya malam gelap tak berujung itu pun kembali seperti semula .
" Waktu nya habis ! "
Sebenarnya nya Viyona merasa aneh dengan kejadian , warna rambut nya dapat berubah dari perak ke hitam dia juga bingung untuk sementara waktu , dia menemukan hal ini ketika dia berusia 12 tahun . Waktu itu dia tidak sengaja bertemu dengan para penculik , karena tubuh yang lemah dia terpaksa berlari dan menghindar dari para penculik . Dia pikir akan ketahuan siapa tahu karena perubahan warna rambut nya dia selamat .
" Periode nya sudah habis seperti nya aku harus segera kembali , jalan-jalan bersama pahlawan wanita harus di batal kan . Sekarang mari urus orang bajingan ini dulu lalu kita pergi ! "
Viyona selalu siap sedia di setiap hal , dia melepas jaket yang di pakai nya . Seragam Sekolah Menengah Nomor Satu Seika Maria relatif cantik dan unik , setelah melepas seragam nya Viyona berganti dengan sebuah gaun biru laut .
Mungkin karena dia sering di dandani sebagai putri dia terbiasa mengenakan gaun , walaupun memakai gaun Viyona tetap menggunakan Celana yang mirip dengan stoking tersebut .
" Untung nya topeng ini selalu ku bawa kemana-mana ! "
__ADS_1
Mengambil topeng dari dalam tas , Viyona langsung memakai nya . Karena efek perubahan warna rambut nya telah habis di harus segera kembali , dia merasa akan mendapatkan suatu masalah yang lebih merepotkan dari pada pria bajingan di luar sana .
Brakk......
Siapa sangka pintu kamar mandi dobrak , Viyona melirik orang yang mendobrak pintu kamar mandi tanpa ada rasa sopan santun . Dari tampilan nya jelas pria ini adalah seorang bajingan khas , dengan rambut-rambut halus yang tidak pernah di cukur . Sorot mata yang memandang orang dengan ***** berlebihan , bahkan air liur nya menetes dan bau .
" Siapa ! "
Tatapan bajingan itu semakin panas , dia tidak perduli kemana pergi nya gadis tadi dengan gadis di depannya jauh lebih baik dari yang tadi .
"He...he...gadis manis ayo datang pada paman , paman akan memberimu hadiah yang luar biasa ! "
Viyona melirik dingin dan sebelum dia dapat di gapai oleh pria bajingan itu , dia menendang perut pria bajingan itu hingga membuat nya terjatuh .
Brukkk ....
" Kami gadis kurang ajar , masi sini biar Paman ini yang akan mengajar kan kamu ! " Teriak pria bajingan itu .
Viyona melirik bosan dengan pria bajingan ini , jadi dia keluar dari toilet perempuan namun siapa sangka Pria bajingan itu hendak memukul nya dari belakang .
Syut ....
Viyona untung nya sempat mengelak , Viyona menubruk dagu pria bajingan itu dan tanpa menunggu dia menendang kaki nya .
Krekk ....
"Argh....argh...argh...."
Pria bajingan itu ternyata memiliki pita suara yang besar , teriakan nya terbilang nyaring membuat telinga nya sakit . Ah mengapa di saat begini dia tidak membawa earphone kesayangan nya itu .
" Siapa yang menyuruh mu ? " Tanya Viyona
Pria bajingan itu diam dan mengabaikan Viyona , dia masih terpaku pada rasa sakit di kaki nya .
" Tidak ada ! " Ujar Pria bajingan itu takut-takut .
Viyona tersenyum tipis , dia memakai sarung tangan putih dan membuka paksa mulut pria bajingan itu dan memasukkan sebuah pil seukuran biji melon .
" Kami gadis jahat apa yang kamu berikan pada ku ! " Ujar Pria bajingan itu tergagap.
" Bukan aku atau gadis tadi kan ! Tapi gadis yang duduk di kursi roda ! "
Pria bajingan itu melirik Viyona seolah tidak menduga , dia gemetar dan memang pil yang di makan itu mulai bereaksi .
" Ya .... Ya... Ya... Apa yang kamu berikan pada ku ? "
" Bukan urusan mu ! "
Viyona berjalan menuju pria bajingan itu dan berhenti di depan nya.
" Sekarang jawab siapa yang menyuruh mu ! "
Pria bajingan itu berusaha untuk menutup mulut nya , tapi mulut nya seperti tidak mau mendengar kan nya .
" Itu aku tidak tahu , suara nya seperti gadis tapi bukan dewasa atau remaja . Suara itu serak sekali , dia hanya menyuruh ku untuk mempermalukan gadis yang berkursi roda tadi ! "
Viyona seperti nya mengerti sesuatu , padahal plot nya belum dimulai . Mengapa secepat ini , apakah ini akibat diri nya hingga menyebabkan efek kupu-kupu . Ah dia menunggu hal apa lagi yang bisa dia lakukan , ikut campur seperti ini terasa menyenangkan .
Pria bajingan itu akhir nya pingsan , Viyona memandang ke arah pemantauan dan tersenyum smirik .
Bip ... Bip .
" Hapus pemantauan dekat toilet wanita , Rumah Sakit XE ! "
Orang di seberang hanya mengangguk.
" Bos masalah apa lagi yang kamu perbuat ? "
Viyona berkata dengan acuh .
" Hapus .... 5 detik ! "
" Oke ... Sebelum mata mu berkedip pemantauan nya telah terhapus !"
__ADS_1
Tut ...Tut
Setelah menutup telepon , Viyona langsung pergi meninggalkan pria bajingan itu . Melewati lorong gelap Viyona merasa firasat buruk nya semakin ada , Viyona segera berjalan dengan tergesa-gesa dan tanpa sadar dia seperti nya menubruk sebuah dinding kerasa didepan nya .
Brukkk ....
" Hidung ku ! "
Viyona tidak menyadari bahwa sosok yang dia tabrak terus menatap nya seolah ingin melahap nya . Viyona masih sibuk mengelus hidung nya di balik topeng , rasa sakit nya bertambah akibat benturan itu .
Melihat tangan yang terulur Viyona refleks mengambil nya , setelah di Bantu berdiri Viyona tidak menatap ke arah depan .
" Terima kasih " Ujar Viyona
Viyona melepas kan tangan pria itu dan hendak berbalik pergi , tapi tangan nya di tahan oleh sebuah tangan besar yang dingin .
" Mengapa cepat sekali ingin pergi Nona , kita belum berkenalan ! "
" Suara Ini ! " Batin Viyona
Viyona merasa punggung nya dingin , suara ini dia kenal dengan akrab . Pria yang dia tabrak di taman itu , dia seharusnya tidak bertemu lagi jadi mengapa dia ada di sini . Viyona bingung dan terus berusaha berpikir , daya ingat nya terhadap orang selalu rendah kecuali orang yang secara khusus di perhatikan Viyona tidak akan dia lupakan . Tapi saat mendengar suara pria ini saja , ingatan waktu itu yang di abaikan kembali diingat .
Viyona tidak sadar bahwa tangan nya di tarik oleh Viyona , belum sempat Viyona bereaksi dia sudah di tahan di dinding dan semua gerakan nya terhalang oleh lengan kekar pria itu .
" Kamu Siapa ? " Berpura-pura tidak kenal , Viyona dengan berani berkata dengan teb wajah yang tak terduga .
Bibir pria itu meringkuk , wajah secantik malaikat itu tersenyum namun sorot mata yang suram tidak bisa di sembunyikan . Iris Emerald itu menatap Viyona dengan sebuah obsesi aneh , Surai hijau nya menutupi sebagian wajah nya dan dengan senyum tipis .
" Ah kamu gadis kejam mengapa tidak mengingat ku ! " Ujar nya mendesah .
Syut ....
Viyona menghindar dari Pria itu , namun bukan nya menyerah pria itu malah mengendus leher putih Viyona .
" Bau yang harum dan menggoda ! "
Viyona merasa geli di leher nya , dia merasa pria anjing ini sebenarnya nya sama dengan pria-pria lain nya , Mereka suka sekali mengendus nya .
"Tuan ini saya tidak kenal anda ! " Ujar Viyona acuh dan akan mendorong pergi pria itu .
Namun tangan nya malah di tahan oleh Pria itu , wajah nya tidak menunjukkan senyum atau marah hanya ada kesuraman yang mengeruak dari tubuh pria itu . Dia mendekat kan mulut nya ke telinga Viyona , suara nya yang maskulin dan terdengar serak .
" Ingat aku gadis ! Aku Mill di masa depan kamu harus mengingat ku ! " Jika tidak ... Kami akan di beri hukuman ! "
Wosh.... .
Mill meniup telinga Viyona , dia kembali melirik wajah gadis yang tertutup topeng itu. Ah dia sudah sangat merindukan aroma tubuh gadis ini , dia hampir gila mencari aroma sama di laboratorium namun dia tidak bisa menemukan aroma yang sama dari tubuh gadis ini . Dia menginginkan nya dan ya dia sedikit gila , beberapa hari dia mengalami insomnia setiap menutup mata dia selalu teringat gadis ini .
Syut ....
Swosh ....
Viyona hendak memukul perut Mill ketika dia lengah , namun sayang nya tangan nya di tangkap oleh Mill begitu saja .
" Kamu pikir aku akan termakan untuk kedua kali nya ! "
Viyona menggerakkan gigi nya kesal , dia seharus nya memukul wajah pria ini sedari tadi . Dia sangat marah , belum pernah semarah ini pada seseorang . Dia seperti nya bertemu dengan musuh alami nya dari ketiga pria sinting itu . Mengingat nya saja sudah membuat nya marah .
Tanpa berucap apa pun Viyona menubruk Mill dengan tubuh nya , memang berhasil tapi mengapa dia ikut di tarik jatuh .
Melihat Viyona hendak menubruk nya Mill membiarkan nya , tapi dengan senyum smirik dia memeluk Viyona dan terjatuh bersama .
Brukkk ....
" Jika suka pelukan ku Nona , kamu bisa meminta nya ! " Ujar nya berbisik sambil menggoda .
Viyona marah dan menggigit lengan pria itu , Mill meringis sakit tapi wajah nya di penuhi senyum .
" Mengapa Nona begitu antusias ! "
Viyona menahan emosi nya dan memikirkan sesuatu , Dia mendekat kan wajah nya ke Mill . Dan Mill reflek menutup mata nya , dia pikir Viyona akan mencium nya .
Siapa sangka Viyona menginjak perut Mill dan melompat , Setelah bebas dari pelukan Mill Viyona berlari kencang meninggalkan Mill yang meringis kesakitan .
__ADS_1
Menatap kepergian Viyona , Mill tersenyum smirik .
'' Rubah kecil yang kejam , ouch .... Perut ku sakit awas saja lain kali akan ku tangkap rubah kecil yang licik ini ! ".