Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game

Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game
Chapter 42


__ADS_3

...Volume 1...


...Bab 1...


...Pelayan Celaka...


Risa melihat Kaila yang semakin dekat , terlihat bahwa wajah acuh nya sedikit muram . Seperti nya Female Lead ini melupakan diri nya yang menempati meja ini , mengapa dia harus berinteraksi langsung dengan kedua pengacau hari ini . Saat Risa hendak pergi dia duluan di sapa oleh suara manis dari seorang laki-laki .


" Ah ternyata Teman Sekelas kita Viyona juga ada di sini , kebetulan sekali bisakah kami duduk bersama mu di sini . Agak nya meja ini lah yang paling jauh dengan kerumunan , dan kami tidak mengenal siapa pun di kafe ini jadi bisakah kami duduk bersama mu di sini Teman Sekelas Viyona ? " Keith tersenyum cerah dan langsung duduk di depan Risa tanpa persetujuan nya .


Wajah Risa agak kaku namun masih acuh Seperti sebelum nya , dia mengabaikan kehadiran ketiga orang itu dan menyeruput teh nya .


Wajah Kaila juga menjadi muram , dia melupakan Risa mengapa dia membawa kedua bajingan ini kemari . Kaila menatap Risa dengan permohonan maaf , Risa melihat' nya namun berpura-pura tidak melihat nya sama sekali .


" Silahkan duduk kedua pelanggan , dan ini daftar menu dari kafe kami . Saya akan mencatatkan pesanan anda silahkan ! " Kaila berkata dengan kaku , setelah menyerahkan daftar menu Kaila akan bersiap mencatat .


" Kami juga ada di sini murid baru ? , Mengapa kita terus bertemu apakah kamu mengikuti kami ? " Tanya Louis


Sudut mulut Risa berkedut , anak beruang ini siapa yang mengikuti siapa . Dia hanya ingin bersantai , apakah dia harus berdebat dengan seorang bocah ini menyebalkan.


Bahkan Kaila yang mendengar nya tidak habis pikir , apakah otak laki-laki bajingan ini rusak . Lalu dia menatap kearah Keith yang tengah sibuk berpura-pura melihat menu , dia agak kasihan dengan teman laki-laki bajingan itu . Keith benar-benar malu saat ini , teman bodoh nya dengan tenang berkata seperti itu . Astaga dia lebih baik berpura-pura tidak mengenal orang ini , dia sangat malu kali ini .


" Narsisme mu terlalu tinggi Tuan , saya di sini karena di undang langsung oleh Nona Kaila . Benar Kan Nona Kaila " Risa menegaskan bahwa pernyataan Louis itu salah .


" Ya itu benar , aku yang mengundang Teman Sekelas Viyona kemari karena kami tidak sengaja bertabrakan tadi , dia yang membantu ku membawa barang belanjaan " Jelas Kaila .

__ADS_1


Setelah mendengar penjelasan panjang Kaila , raut wajah Louis agak suram apakah dia salah tidak bagaimana mungkin dia bisa salah . Hiss dia tidak akan Mengakui bahwa gagasan nya itu salah .


Melihat anak beruang itu terdiam dan tidak membalas nya , Risa Akhir-nya mengabaikan kedua orang itu dan sibuk memakan puding kaca nya yang masih belum habis itu .


" Jadi kedua pelanggan ini apa yang akan kalian berdua pesan ? " Tanya Kaila sekali lagi .


" Ah aku ingin memesan Teh Susu Taro , dan juga beberapa dessert yang tidak terlalu manis dan salad sayuran samakan saja pesanan kami berdua ! " Keith tidak membiarkan Louis berbicara lagi .


Akhir nya Kaila pergi untuk membawa pesanan kedua orang itu , dan sekarang tinggal lah Louis , Keith dan juga Risa di meja tersebut . Suasana di meja tersebut sangat suram , tidak ada yang memulai pembicaraan terlebih dahulu .


" Ah iya Teman Sekelas Viyona Apakah kamu akan mengikuti kamping di akhir pekan ini , banyak sekali teman sekelas kita yang ikut berpartisipasi apakah kamu akan ikut juga ? "


Risa masih menyeruput teh nya dan mendengarkan pernyataan Keith , sebenarnya dia malas untuk ikut , tapi dia ingin melihat kesenangan apa yang akan dia dapatkan nanti nya .


Louis tidak ingin berbicara dan memilih untuk diam , ketika dia berbicara dia tidak akan bisa menang melawan gadis ini .


" Ah kalau begitu kita akan membuat tim bersama bagaimana menurut mu Louis dan Teman Sekelas Viyona ? , Ah bisakah kamu memanggil ku Keith dan aku akan memanggil mu dengan Viyona . Kita kan teman sekelas harus kah terus menerus bersikap formal "


Risa menatap Keith dengan tatapan samar , iris gelap obsidian nya mencoba melihat kedalaman iris hijau zambrud itu . Dia terkekeh , apakah laki-laki ini mencoba mencari tahu tentang diri nya ah sungguh membosankan .


" Terserah ! "


" Ah Terima kasih Viyona , kamu sangat cantik " Ucap Keith lantas .


" Memang itu fakta ! " Ucap Risa lagi.

__ADS_1


Mulut Keith berkedut , ah dia tidak bisa menang saat berbicara bahasa manusia dengan gadis ini .


Louis memelototi Keith setelah nya , bagaimana laki-laki playboy ini membentuk tim dengan gadis hantu ini . Dia tidak ingin satu tim dengan gadis hantu ini , gadis yang menyebalkan sekali tidak manis .


Keith menutup mulut Louis dengan tangan nya , dan dia menatap Louis dengan tajam berusahalah agar menyuruh nya untuk diam . Melihat hal ini Louis sangat marah dengan menjadi-jadi , karena mulut nya di bungkam dia tidak bisa berbicara . Sampai akhir nya dia mengangguk setuju dan baru setelah itu Keith melepaskan tangannya .


" Tangan mu sungguh Bau " Ucap Louis dengan jijik , akan tetapi Keith mengabaikan nya .


Setelah menunggu lama pesanan mereka akhir nya sampai , namun bukan nya Kaila yang mengantar kan pesanan mereka , melainkan pelayan dengan sosok dewasa dan dengan bibir merah seksi nya . Yah dia ialah dia gadis pelayan berambut oranye Linda , Risa menatap gadis pelayan itu dengan jejak jijik dan mengabaikan nya seolah-olah dia adalah udara .


Sedangkan untuk Keith , saat dia menatap gadis pelayan itu dari atas ke bawah . Evaluasi kepada gadis pelayan kafe ini lebih seperti pelayan di bar , dan bau menyengat yang datang dari tubuh nya itu membuat nya mual .


Apalagi Louis yang membenci seorang wanita , melihat penampilan gadis pelayan itu saja membuat nya muak . Apalagi senyum menggoda nya itu , dia lebih seperti pelayan bar tidak tahu malu . Dia dengan jijik menghindar dari gadis pelayan itu , dan dia lebih memilih untuk duduk di dekat gadis hantu itu ketimbang bertemu dengan gadis yang aroma parfum nya terlalu kuat itu .


Kafe Florist


Suasana di sekitar meja Risa menjadi suram , dan Louis yang telah mengusir gadis pelayan bersurai oranye itu . Setelah mengabaikan keberadaan gadis pelayan bersurai oranye itu , Louis dengan tenang menyantap hidangan di depannya . Sedangkan Keith menatap Louis dengan aneh , mengapa Louis sangat kasar dengan gadis pelayan tadi .


" Kamu sangat kasar Louis "


Louis memutar mata nya jengah dia bukan lah seorang laki-laki yang terlalu memperhatikan perempuan , apalagi perempuan yang seperti itu . Dengan tampilan nya yang menjijikkan itu membuat nya mual , siapa yang ingin dekat dengan gadis penggoda itu .


" Mata mu buta " Ejek Louis


" Aku tidak buta Louis ! , Memang gadis pelayan tadi sangat menjengkelkan . Seharus nya kamu mengusir nya secara halus , tapi kamu malah mengejek bahkan mengucapkan kata yang sarkas "

__ADS_1


__ADS_2