
...Volume 1 ...
...Bab 1...
...Pekerjaan Paruh Waktu Kaila...
Kafe Florist
" Tidak apa-apa , ah iya ini aku membawakan mu pakaian ganti . Karena kamu sedang libur maka shif mu akan sampai jam 9 malam , pekerja lain nya belum datang dan kafe akan di buka pada pukul 08.30 jadi Kaila kecil kamu bisa menyiapkan beberapa hal dulu . Oh aku hampir lupa gadis cantik kami bisa memanggil ku Bibi Sheri " Bibi Sheri menatap kearah Risa yang sedari tadi diam dan tak berbicara .
" Bibi Sheri " Panggil Risa dengan patuh
Wanita paruh baya itu tersenyum anggun dan meninggalkan kedua gadis itu .
" Bibi Sheri adalah orang yang baik , aku bekerja paruh waktu di sini Teman Sekelas Viyona . " Kaila sedikit malu dengan keadaan nya ini .
" Bekerja lah ! " Risa bebricara sedikit .
" Baiklah kalau begitu silahkan mengikuti saya untuk menemukan meja anda " Kaila tersenyum sopan dan berperan seperti pelayan membimbing Risa menemukan meja .
" Silahkan duduk ! , Karena kafe belum buka jadi anda bisa menunggu sebentar , nah karena anda pelanggan pertama kami saya akan menyiapkan pesanan anda terlebih dahulu , Silahkan ini daftar menu nya ! " Kaila dengan cerdik berperan sebagai pelayan yang baik .
Risa memegang daftar menu di depan nya , dia memeriksa setiap set dessert dan minuman .
" Apakah Teh hitam di sini tersedia ? " Tanya Risa
Kaila menggeleng kan kepala nya " Kami hanya menyediakan satu set teh biasa , apakah anda ingin ? "Tanya Kaila
Risa mengangguk sebagai balasan " Lalu aku ingin salad buah jangan tambahan buah pepaya di dalam nya , dan juga teh hangat serta puding kaca ! "
Kaila mencatat setiap apa yang Risa pesan , walaupun dia belum berganti seragam pelayan. Kaila tersenyum " Mohon tunggu sebentar ! Kami akan menyiapkan pesanan anda harap menunggu ! "
Karena Kaila pergi ke belakang , Risa bersandar malas di kursi nya lalu menatap ke arah luar . Kaila tahu kalau dia suka menatap ke arah luar , jadi meja nya berada dekat dengan jendela .
__ADS_1
Setelah beberapa Kaila kembali sembari membawa nampan berisi pesanan Risa , Kaila telah berganti menjadi setelan Maid . Kaila cukup imut dalam setelan Maid , rambut nya yang dikuncir kuda serta pita biru di rambut nya membuat nya cantik dan juga imut. Rok selutut dan juga sepatu pantofel hitam tak lupa stoking putih yang membalut kaki jenjang nya itu .
Mata Risa selalu tertuju pada Nampan yang di pegang oleh Kaila .
" Silahkan , pesanan anda sudah sampai . Semoga anda dapat menikmati makanan dan pelayan kami , saya akan menuang-kan teh untuk anda ! " Kaila tersenyum dan hendak menyeduh teh untuk Risa .
Kaila memberikan secangkir teh hangat untuk Risa , Risa mencoba menyesap nya namun ekspresi nya muram .
" Apakah tidak enak ? " Tanya Kaila gelisah .
Risa menghela nafas lemah , dia tidak terbiasa dengan teh buatan orang lain dan juga teh yang dia minum ini terlalu manis , dia tidak terlalu suka makanan manis dan setiao postur Kaila juga salah , dalam upacara minum teh setiap pekerjaan Kaila ialah kesalahan mutlak .
" Ini terlalu manis ! " Kata Risa singkat.
Risa mengambil satu set teh itu dan menyeduh teh untuk nya sendiri , Kaila terpana melihat gerakan jari-jari lentik Risa yang bergerak saat menyeduh teh , setiap gerakan nya anggun bahkan di saat menuang-kan air panas dari dalam teko pun begitu bersinar dan menawan .
" Silahkan ! " Pinta Risa
Kaila sedikit malu bukan nya melayani Risa dengan baik , malah dia yang di layani oleh Risa . Namun setelah dia menyesap teh yang di seduh Risa , mata Kaila langsung berbinar .
" Kamu harus menyaring serbuk teh yang akan kamu seduh , teh yang kamu seduh tidak di saring dan gula batu yang kamu tambahkan terlalu banyak dan juga perbandingan antara teh , gula batu , dan air panas nya salah " Risa bebricara dalam satu tarikan nafas .
Kaila mengangguk paham , seperti seorang murid yang bahagia ketika di beri pelajaran oleh seorang guru .
" Wah ternyata Risa tahu banyak soal teh ya ? " Wanita paruh baya itu tersenyum dan datang duduk di sebelah Kaila .
" Hanya tahu sedikit " Ucap Risa dengan rendah hati .
Wanita paruh baya itu memiliki penglihatan yang tajam , setiap gerakan Risa meminum teh anggun dan berkharisma dia seperti nya telah berlatih selama bertahun-tahun. Wanita paruh baya itu memikirkan seorang gadis di rumah , sifat nya sangat jauh dari kata anggun dari pada gadis di depan nya begitu mempesona .
Walaupun gadis ini memakai setelan olahraga , kecantikan nya yang alami tidak tertutup . Dia belum pernah melihat iris gelap yang seperti obsidian ini , iris obsidian itu seperti laut dalam yang tenang dan di taburi oleh ribuan bintang , sekilas dia melihat cahaya perak dibalik iris gelap obsidian itu . Dia mungkin hanya berhalusinasi saat ini , dan wajah gadis ini terasa akrab entah mengapa .
Dia teringat dengan wajah datar dan acuh seorang kenalan lama , tapi mana mungkin dia bisa menjadi putri orang itu .
__ADS_1
Melihat Bibi Sheri yang terus menatap nya , Risa hanya acuh dan menyesap teh milik nya . Dia melihat salad buah lalu memakan nya , gerakan nya lembut dan bermartabat layak nya bangsawan .
" Oh ya Teman Sekelas Viyona , bukan nya kita akan mengadakan kamping "
Kaila duduk berhadapan dengan Risa , iris gelap obsidian itu menatap nya . Entah mengapa ia merasa malu di saat iris gelap obsidian itu menatap nya , mengapa dia bereaksi aneh sekali .
" UM " Karena Risa masih makan , tidak sopan untuk berbicara jadi balasan nya cukup singkat .
Bibi Sheri yang melihat waktu toko buka akan segera tiba , jadi dia tidak berlama-lama dengan kedua gadis muda ini .
" Bibi tinggal dulu kailan para gadis muda bisa mengobrol terlebih dahulu ! " Bibi Sheri tertawa dan meninggal kan kedua gadis itu .
Risa menatap kepergian wanita paruh baya itu dengan samar , iris gelap obsidian nya membawa aura misterius yang tidak bisa di jelaskan , di bawah tatapan iris gelap obsidian itu entah apa yang tengah di pikir kan oleh Risa .
". Aku berencana untuk ikut kamping , karena ini di dekat sekolah itu ada di bukit belakang sekolah . Rika sudah menyetujui nya dia dan aku akan ikut , apakah kamu akan ikut Teman Sekelas Viyona ? " Tanya Kaila
Risa mengelap bibir nya dengan tisu " Siapa Rika ? " Tanya Risa , dia seperti nya pernah mendengar nama ini tapi dimana dia lupa .
Kaila menatap Viyona dengan tidak percaya , dua tidak mengingat teman nya sendiri astaga bukan nya Rika selalu bersama dengan nya .
" Dia sahabat ku sejak sekolah dasar " Ucap Kaila menjelaskan
Risa terkadang tidak terlalu Mengingat orang di sekitar nya , jika orang itu tidak terlalu penting dan bahkan mungkin guru nya sendiri tidak dia ingat . Karena sifat acuh nya terhadap lingkungan sekitar membuat nya mengabaikan mahkluk di sekitar nya .
" Sahabat ?! Apa itu penting ? " Risa sedikit tertarik dengan kata SAHABAT ini .
Dia yang selalu menyendiri sedari kecil , tidak pernah mengenal dengan nama nya pertemanan . Hidup nya selalu di penuhi dengan belajar dan belajar , dia membutuhkan nya untuk melanjutkan kelangsungan kehidupan nya sendiri .
" Maksudmu Teman Sekelas Viyona kamu tidak mempunyai teman atau sahabat , satu pun tidak ada ? " Mulut Kaila ternganga akibat pernyataan yang di kemukakan Viyona .
Siapa yang akan menyangka gadis secantik Viyona tidak memiliki teman , lalu selama lima belas apa yang dia kerjakan .
" Tidak ! " Balas Risa acuh dan nampak tidak peduli .
__ADS_1
Wajah Kaila agak masam setelah mendengar nada bicara Viyona yang nampak tidak peduli dan acuh itu , dia jadi penasaran dengan kehidupan seorang Viyona dia bukan nya ingin nya mau tahu hal pribadi orang lain tapi hanya penasaran saja .
" Kaila siap-siap toko akan di buka , beberapa gadis sudah bersiap di tempat mereka " Teriakan Ibu Sheri membuat Kaila langsung pergi meninggalkan Viyona sendiri .