
...Volume 1...
...Bab 1...
...Ada Yang Salah...
…***…
'' Kalau begitu aku akan pergi saja ! Tidak baik mengganggu dunia dua orang kalian ? '' Ada senyum tipis di bibir nya dan di dengan pergi meninggalkan ruangan atau kamar Rein .
Rein sama sekali tidak perduli dengan senyuman yang di lontarkan oleh Mill , tatapan nya selalu tertuju pada tubuh mungil gadis yang meringkuk memeluk erat lengan nya.
'' Jika memang gadis kecil berasal dari keluarga tersembunyi ! Tidak tidak ! Seperti nya gadis kecil ialah keturunan salah satu dari keluarga tersembunyi , namun diantara empat keluarga besar salah satu Diantara nya . Atau hanya sekedar berasal dari keluarga biasa di keluarga tersembunyi , ingin sekali cepat-cepat menyelesaikan misteri ini ! " Gumam nya pelan .
…****…
Malam nya
Langit di luar jendela telah berganti menjadi malam , dari siang hari yang terang dan hangat berganti menjadi malam yang gelap gulita dan dingin .
Nampak sosok mungil seorang gadis bergerak di atas kasur King Size , alis nya berkerut dan Keringat di dahi nya terus bercucuran . Dan saat dia terbangun , wajah mungil gadis itu di penuhi kebingungan .
'' Hisss ...... Aku di mana ? '' Tanya nya dengan raut wajah kebingungan .
Gadis itu menggunakan gaun sutra putih yang lembut , gaun itu menjuntai hingga ke mata kaki nya . Kerah gaun itu tidak tinggi dan menunjukkan leher putih halus dari gadis itu , namun beberapa detik ada sebuah titik bercahaya di bagian leher nya namun itu hanya sebentar dan dengan cepat menghilang .
'' Berapa lama aku sudah di sini ? , Tsk .... Perasaan aneh itu akhir nya menghilang . Apa yang telah para penjahat itu lakukan pada tubuh ku ? '' Seolah sadar akan sesuatu , gadis itu malah mengecek sekeliling tubuh nya dengan tatapan menyerengit.
Gadis yang baru saja bangun itu tidak lain adalah Viyona , Tokoh Utama kita . Sudah dua hari Viyona berada di Vila pribadi tersebut , Gadis itu nampak tengah terpikirkan sesuatu dengan kejadian aneh yang menimpa ini . Kemarin seakan hanya mimpi , dia nampak sangat patuh dan tidak ingin menjauh dari ketiga pria berbahaya itu .
'' Harus segera pergi dari sini ! Hanya itu satu-satu nya cara , Sebelum hal aneh itu terjadi lagi ! ''
Viyona mencoba bangun dari atas tempat tidur , namun tubuh nya seolah masih terasa kehilangan tenaga dan tidak bisa bergerak lagi .
__ADS_1
'' Tubuh ini menjadi lemah begini ! '' Ketus Viyona yang nampak kesal .
Namun pandangan Viyona teralihkan oleh suara ketukan pintu .
Tok .....Tok .....
Viyona mencoba bersembunyi di bawah kolong tempat tidur , namun gerakan nya terlalu lambat . Pintu kamar terbuka , dan nampak seorang laki-laki yang berwajah dingin memasuki kamar tersebut . Di tangan nya terdapat nampan berisi bubur , ada tatapan lembut yang terlintas di wajah nya .
Gerakan Viyona terhenti dan meneguk ludah nya kasar , dia saat ini seperti kelinci putih kecil yang mencoba kabur dari serigala jahat besar .
'' Bangun ? '' Laki-laki itu berkata lembut .
Viyona sangat waspada sejak kedatangan laki-laki dingin yang tidak lain ialah Rein , Kewaspadaan Viyona di tingkatan menjadi sangat berbahaya . Gadis itu tidak berani bertindak gegabah lagi , mengingat pengalaman sebelumnya . Dia akan berpura-pura patuh namun tidak menurunkan harga diri nya , walau harus membayar lebih tapi akan di lakukan .
'' Um '' Viyona berkata lemah.
Melihat gadis kecil yang waspada , membuat hati Rein terasa berbulu ingin sekali dia mencubit pipi gadis ini .Rein meletakkan nampan yang di bawa nya , lalu duduk di dekat tempat tidur . Laki-laki itu dengan senyum lembut yang tidak pernah terlihat di wajah dingin nya selama ini , Rein mengambil mangkuk yang berisi bubur yang masih hangat .
Viyona terpana untuk sesaat , apakah laki-laki penjahat ini akan mencoba menyuapi nya tidak sama sekali tidak akan pernah bisa .
" Aku bisa sendiri ! " Ujar Viyona yang mencoba mengambil sendok dari tangan Rein .
Wajah Rein berubah menjadi dingin lagi , dia menatap gadis kecil yang keras kepala di depan nya . Apakah gadis kecil ini mencoba menolak nya ? .
Viyona yang berwajah datar seketika runtuh , dia tidak tahu harus berbuat apa untuk menenangkan laki-laki jahat ini bermuka kulkas ini .
" Aku tidak bermaksud menolak mu hanya tidak terbiasa hehe ....v! " Seru Viyona cengengesan.
Namun Rein masih teguh untuk menyuapi Viyona , apa lah daya gadis kecil kita Viyona memilih mengalah dan membuka mulut nya dengan patuh . Beberapa menit kemudian , semangkuk sup itu si habiskan oleh Viyona tanpa sadar.
Hening ........
Keheningan mencekam ini membuat Viyona merasa tidak nyaman sama sekali , Wajah acuh gadis kecil itu mengkerut dan mencoba memikirkan cara agar memecah suasana canggung ini secepat mungkin .
__ADS_1
" Minum obat ! " 1
" Ha ? Obat apa ! Aku tidak sakit !" Keluh gadis kecil itu .
Melihat gadis kecil itu memalingkan muka nya ke arah lain dan menolak permintaan nya sekali lagi , membuat Rein sedikit jengkel . Dia tidak suka di bantah atau di abaikan , seperti nya Gadis Kecil pemberani ini perlu diberi pelajaran yang berarti .
Rein seketika memasukkan obat ke dalam mulut nya , dan menarik tengkuk gadis kecil itu dan membuatnya menatap diri nya sendiri . Hingga Rein memberi makan obat itu dari mulut ke mulut , tapi dari memberi obat menggunakan mulut ke mulut malah berkembang menjadi ciuman .
" Um .... Mm ... ! " Viyona terkejut untuk sementara waktu , dan dia akhir nya bereaksi dan mencoba mendorong tubuh tegap Rein .
Namun sayang perlawanan yang di lakukan Viyona itu hanya sia-sia , Yang membuat Viyona terkejut ialah bibir nya di gigit oleh penjahat mesum ini .
Rein sendiri kini tenggelam dalam mencium gadis yang tidak patuh ini , Perasaan senang dan rasa kepuasan di hati nya kembali melanda . Dan dia merasa tidak cukup hanya dengan bibir peach yang Indah ini , jauh di lubuk hati nya ada suara-suara aneh yang terus menyuruh nya untuk hisap , makan , jangan lepaskan , kunci , dan kata-kata aneh lain nya yang terus terngiang ngiang .
Perasaan ini tidak membuat nya resah atau jengkel , namun ada rasa kepuasaan yang aneh yang sangatlah tidak di mengerti . Rein melepas ciuman yang hanya sesaat itu , namun iris nya tiba-tiba berubah merah lagi .
' Huft .... Ha ....Uh ... ! ''
Viyona mencoba menstabilkan nafas nya karena ciuman tadi tidak membiarkan nya bernafas . Viyona melirik Rein kesal , namun Viyona tertegun karena aura Rein berubah dan dia sangat ingat apa yang akan terjadi selanjutnya .
Viyona langsung buru-buru melarikan diri dari Rein , dia ingin melompat dan berlari . Namun sebelum keinginan nya berhasil dia di tangkap oleh sebuah tangan besar yang sangat dingin , Tangan itu melilit erat pinggang nya dan membuat nya langsung tertindih.
Melihat Pria jahat yang menindih nya , Viyona ingin mencoba memukul dada Rein . Namun gerakannya langsung di blokir oleh Rein , Kedua tangan nya di cekal di atas kepala nya .
'' Bajingan lepas kan aku , Kamu menganiaya ku lagi ! '' Teriak Viyona kesal .
Rein tidak berbicara dari awal hingga akhir ,, namun gerakan tiba-tiba Rein membuat Viyona kaget .
Rein pertama menjilat leher putih yang seperti porselen halus itu , dan ada rasa obsesi ketika melihat leher putih yang mulus itu. Karena perasaan yang sangat menggebu-gebu itu membuat nya tidak sabar untuk menggigit .
'' Hiss. .... Jangan gigit itu menyakitkan ! '' Viyona mencoba merintih .
Viyona berusaha berontak dari pria jahat yang mengurung nya , dan rasa sakit di leher nya mencekik gadis itu seketika . Mata nya mulai terasa berat dan berkabut , dan dia seperti nya mendengar suara marah dari seseorang yang datang tiba-tiba .
__ADS_1