
...Volume 1...
...Bab 3...
...Gigitan Manis...
*************
Kamar Rein
Viyona masih dalam keadaan tidak sadarkan diri alias Pingsan , Di dalam pelukan Rein gadis itu merasa sangat nyaman . Hingga gadis itu mengebor ke dalam pelukan hangat Rein , Suara nafas lemah nya yang lembut menyerang leher Rein .
Rein merasa agak panas di area leher nya karena tiupan atau hembusan nafas Viyona , Rein akhir nya menaiki tangga terakhir dan segera menuju ke kamar nya . Letak kamar nya berada di lantai 2 sebelah Utara , sesampainya di kamar Rein . Pria itu langsung meletakkan Viyona di atas kasur , dan menyelimuti nya dengan selimut .
Warna rambut gadis itu akhir nya kembali menjadi warna hitam , Namun Rein selalu menatap leher putih milik gadis itu . Ada rasa haus yang luar biasa di tenggorokan nya saat ini , Mata nya berkedip merah dan aura berbahaya dari tubuh-nya menyebar . Ini lah yang di maksud kegilaan oleh Mill , pikiran menjadi kacau dan rasa haus darah semakin membesar .
Pria itu mendekat Viyona yang tertidur lelap di alam mimpi , Viyona merasa ada nafas berbahaya yang mendekati nya . Walaupun gadis itu dalam kondisi tidak sadar namun pertahanan dan intuisi nya yang tajam langsung bereaksi . Saat gadis itu hendak mengelak dari terkaman Rein , namun sayang gerakan gadis itu di kunci oleh Rein .
Rein pertama mengendus dan menghirup aroma unik milik gadis itu , aroma gadis itu seperti perpaduan aroma obat dan juga bunga . Bau alami dari tubuh gadis itu seperti nya menenangkan setiap saraf yang tegang di tubuh nya , namun rasa haus itu tidak menghilang hingga Pria itu akhirnya mengigit leher gadis itu .
Meringis. ...
'' Hiss. .. ''
Gadis itu mengeram karena rasa sakit yang dia alami , tubuh gadis itu mulai memberontak di dalam dekapan Rein.
Perlawanan gadis itu hanya sia-sia , Rein menekan kuat Tengkuk gadis itu dan memperdalam gigitan nya. Karena kelelahan , gadis itu berhenti memberontak dan kembali ke keadaan tenang .
'' Manis sekali ! '' Ujar Rein sembari mengusap bibir mungil gadis itu .
Rein tua seperti nya hendak mencium gadis yang tengah tertidur , namun dia di hentikan akibat gerakan pintu .
Tok ....Tok .....
Klik .....
'' Kau mengganggu ku ! '' Dengan wajah yang sehitam pot , dia memelototi orang yang masuk tanpa izin ke kamar nya.
Mill nampak memiliki senyum mempesona di wajah nya , Dia masuk sembari membawa nampan berisi air hangat dan beberapa obat untuk Anemia .
'' Santai Rein , aku tidak akan mengambil Rubah kecil lucu dari mu. Namun kamu harus memberi nya obat anemia , orang bisa kehabisan darah karena terus di hisap oleh mu , Bagian kamu berdua juga belum . Dan air hangat ini untuk kamu mengelap tubuh rubah kecil , namun gaun ini harus kah kita merobek nya ! ''
Rein menatap tajam Mill kembali , dan dia merebut nampan yang di pegang oleh Mill.
__ADS_1
''Kau boleh pergi ! '' Ujar Rein tanpa berucap terima kasih .
''Aih ... Theo sudah gila karena kamu membawa Rubah kecil ke kamar mu , Kau pelit seperti biasa nya Rein ! ''
Klik .....
Pintu itu tertutup kembali , setelah Mill keluar Rein langsung meletakkan Nampan itu di atas meja . Rein melirik gadis yang tengah tertidur pulas , Rein melihat kembali gaun yang di pakai oleh gadis itu . Rein membalikkan gadis itu dan membuka ritsleting gaun itu , untung nya bagian dalam gaun itu ternyata gaun putih polos .
Setelah melepas gaun gadis itu , Rein mengelap tubuh gadis itu dengan air hangat. Terutama pria itu membersihkan darah yang membekas pada leher gadis itu , Setelah mengelap gadis itu . Rein memasukkan obat penambah darah ke mulut nya , dan memberikan nya langsung ke mulut gadis itu.
Siapa tahu Rein tidak melepaskan bibir mungil gadis itu , kali ini dia mencium nya dengan lembut tanpa dominasi sebelum nya . Bibir itu selembut tahu air , yang membuat pria itu ingin menggigit nya seketika .
Rein seperti nya memegang sesuatu di tangan nya , ternyata itu ialah liontin yang di dapat kan Viyona di dalam gelas minuman nya tadi. Liontin dengan pola mawar dengan pedang bersilang itu sangat cantik , permata Semerah darah di tengah mawar sangat cantik nan berbahaya.
Rein melirik gadis yang tertidur lelap , pria itu mengalungkan liontin itu di leher gadis itu . Setelah itu Pria itu mencium dahi gadis itu dan menyelimuti nya kembali , Rein lalu berbaring di samping sang gadis dan memeluk nya ke dalam pelukan nya .
'' Kamu milik ku ! ''
***********
Ballroom
Setelah kepergian mendadak tamu undangan misterius , di aula dansa yang tadi nya berisik sedikit tenang.
Di tempat duduk untuk Pangeran dan Putri , Nampak Louis tengah memikirkan sesuatu di kepala nya . Dia tidak mendengar kan ucapan sang MC , laki-laki itu tenggelam ke dalam lamunan tanpa akhir nya .
"Lui ! , Apakah kamu tidak mendengar kan ucapan MC. Kita harus pergi ke lantai dansa sekarang juga !" Panggilan Liliana akhir nya membangun kan Louis.
"" Hah apa ! Berdansa oh mari pergi!" Ujar Louis dengan bodoh.
Louis berdiri dan mengulurkan tangannya pada Liliana , Liliana dengan senyum lembut menaruh tangan nya di atas tangan Louis . Dan kedua orang itu berjalan menuju lantai dansa bersama , dan beberapa orang juga memilih pasangan mereka. Setelah musik di putar akhir nya dansa mereka di mulai .
Louis dan Liliana berada di pusat perhatian , karena dansa yang mereka lakukan sangat sempurna dan elegan. Banyak orang yang iri sekaligus cemburu ketika melihat kedua orang itu berdansa .
******
" Mengapa bukan aku saja yang berdansa dengan Dewi ku iri sekali ! "
" Pangeran ku ah ! Dia lebih cocok bersama Bunga Sekolah ! ""
" Mereka seperti Pangeran dan Putri sungguhan , sangat iri mengapa aku tidak setampan Pangeran Seika ! ""
" Kau mimpi mana mungkin Pangeran Seika ada bandingannya dengan mu yang udah burik itu ! ""
__ADS_1
" Kau melukai harga diri kami kaum laki-laki ! ""
" Siapa peduli Hmp ! ""
*******
Hanya Kaila yang dalam suasana hati yang buruk dan bahkan di tidak ingin menari atau berdansa sama sekali saat ini , Pikiran nya selalu tertuju pada Viyona yang di bawa pergi oleh ketiga pria misterius tadi .
"Kaila ayo pergi berdansa ! , Aku ingin mencari pasangan berdansa ! " Ujar Rika
" Bagaimana aku mau berdansa sedangkan teman ku seperti nya di culik oleh para pria tua ! " Seru Kaila sembari mengumpat ketiga pria yang membawa Viyona pergi .
Andai Rein,Mill,dan Theo tahu bahwa Kaila mengumpat mereka di belakang nya . Nyawa Kaila mungkin sudah menghilang dari tubuh nya saat ini , tiap ada yang pernah berani mengumpat atau menjelekkan ketiga orang itu , karena konsekuensi melakukan nya hanya satu yakni kematian.
" Kurasa Viyona akan baik-baik ! , Melihat sikap orang-orang itu seperti nya mereka agak tertarik dengan teman kita yang satu itu ! "
Sebelum Kaila membalas perkataan Rika. , Seorang remaja laki-laki nampak meminta Rika untuk berdansa , jadi Rika melambai dan pergi menuju area dansa bersama pasangan nya.
" Aku mau berdansa dulu Kaila ! ""
" Kau ini ! " Seru Kaila yang memungut kesal.
Sampai seorang remaja laki-laki yang anggun dengan jas putih Mendekat ke arah Kaila .
" Nona yang cantik , bisakah saya menjadi kehormatan anda untuk berdansa bersama saya malam ini ? "
" Keith ! Jangan panggil aku Nona , rasa nya tidak mengenakan sama sekali ! "
Keith sedari tadi di kerumuni para gadis untuk meminta nya berdansa , jadi laki-laki ini berlari menuju Kaila yang seperti nya sendirian.
" Baiklah kalau begitu teman sekelas Kaila , Bolehkan aku mengajak mu berdansa . Kamu tidak diizinkan menolak kali ini ! "
" Baiklah "
Kaila mengambil tangan Keith dan mereka juga berjalan menuju lantai dansa. Kaila setengah berbisik di telinga Keith , namun di mata para gadis Kaila seperti menggoda Keith.
" Jangan salah kan aku karena menginjak kaki mu nanti nya ! "" Seru Kaila mengingat kan Keith.
Keith masih memiliki senyum seperti peri di wajah nya .
" Kalau begitu ikuti gerakan ku , kalau tidak ingin mempermalukan diri mu sendiri ! "" Ujar Keith menggoda.
Interaksi kedua orang ini membuat para gadis didalam Ballroom iri sekaligus memiliki kebencian besar terhadap Kaila .
__ADS_1