
...Volume 1 ...
...Bab 1 ...
...Trauma Theo ...
Kamar Pribadi , Lantai 2 Kafetaria
Suara nafas laki-laki itu terengah-engah dan cepat , bahkan jantung nya pun berpacu secepat nafas nya . Keringat dingin nya bercucuran hingga jatuh dari wajah nya , kulit nya sepucat kertas dan bibir nya juga pucat serta gemetar . Surai sebiru lautan nya yang panjang tergerai bebas dan sebagian nya lagi menutupi wajah tampan nya .
" Anda baik-baik saja Tuan Muda " Ketua bodyguard itu bertanya dengan khawatir .
Bila terjadi sesuatu dengan Tuan Muda nya , maka habislah dia . Mana mungkin dia bisa menanggung amarah Tuan Tua saat ini , melihat nya sudah membuatku nya ketakutan .
Theo memijit plipis nya dengan kuat , perasaan mimpi tadi benar-benar sangatlah nyata dan alami , dan bagaimana bisa gadis misterius yang ia temui di taman mawar milik nya itu ada di mimpi nya , yang lebih konyol nya lagi wajah nya itu ialah gadis yang baru ia kenal Viyona bukan .
Aneh sekali dan mengapa ia merasa sangat haus , sangat aneh tenggorokan nya menjadi kering .
Gluk gluk gluk
Theo meminum anggur merah langsung dari botolnya tanpa menuangkan nya ke gelas .
Perilaku absurd dan tidak biasa Theo membuat para penjaga nya ternganga , Tuan Muda mereka yang biasa nya bertingkah layak nya bangsawan serta elegan . Mengapa tiba-tiba menjadi seperti ini , ada yang aneh dengan Tuan Muda mereka .
" Ketua apa yang sedang terjadi dengan Tuan Muda ? "
" Tuan Muda baik-baik saja kan ? "
" Mengapa sikap Tuan Muda menjadi aneh setelah bangun "
Orang yang di panggil ketua itu tidak tahu harus bereaksi apa , tatapan nya menyapu Theo dengan syok . Jika Tuan Tua melihat ini apakah ia akan menerima potongan gaji lagi , astaga Tuan Muda anda benar-benar tidak tahu kesulitan bawahan mu ini .
Tidak ada yang tahu bahwa Ketua bodyguard itu mengalami pemikiran yang rumit .
Aroma anggur menyapu seluruh ruangan dan mendominasi nya , Theo melepas blezer hitam nya dan menarik dasi milik nya itu , lalu dia melemparkan nya dengan hampa ke lantai . Ia mengikat kembali rambut nya dengan karet , dia menguncir kuda rambut sebiru lautan yang panjang itu .
Anggur merah mengalir ke dada bidang nya itu , kemeja putih nya di warnai dengan warna merah tapi bukan darah melainkan Anggur merah itu sendiri .
Dia nampak seperti iblis yang menggoda , setiap lekuk tubuh yang berotot terekspos dan para pengawal itu entah mengapa menelan air liur nya . Otot-otot perut yang banyak di impikan oleh para pria , kini terpampang jelas di mata mereja . Roti sobek milik Tuan Muda mereka sungguh menakjubkan .
Mereka semua membuang pemikiran aneh mereka , mereka juga laki-laki bagaimana bisa jatuh hati ke Tuan Muda mereka , tidak mereka jatuh hati dengan roti sobek Tuan Muda mereka .
" Tuan Muda tolong berhenti ! " Pinta Ketua bodyguard dengan halus
Tatapan Theo memandang Ketua bodyguard itu dengan tidak senang , dia masij sadar namun kehausan yang alami ini yang tidak nyaman .
" Diam untuk ku , kembali ke vila ! "
__ADS_1
Perkataan Theo ialah mutlak untuk semua orang , Theo dengan wajah acuh membuka pintu lalu membanting nya hingga bunyi keras terdengar .
Brakk brakk
Para pengawal itu memegang dada mereka dan bernafas dengan lega setelah itu . Tapi mereka kembali menatap kekacauan yang di tinggal kan Tuan Muda mereka .
" Baiklah sebagian tinggal di sini dan rapikan segera , atau kalian bisa memanggil para Maid dan Butler kemari ! " Perintah Sang Ketua
" Baiklah akan kami lakukan ketua ! " Ucap mereka dengan serempak
Untuk Ketua bodyguard dia langsung keluar dan menuju tempat parkir , perjalanan kembali menuju Vila cukup jauh jadi mereka harus menggunakan sebuah mobil .
Sang Ketua bodyguard langsung duduk di copilot , dan untuk Theo dia langsung duduk di kursi penumpang . Sedang kan untuk Ketua Bodyguard dia hanya menatap sebentar dari kaca mobil, lalu fokus menyetir .
Suasana hati Theo dalam keadaan buruk sekali , mimpi tadi tidak dapat menghilang dari benak nya .
Bip bip bip bip
Ponsel Theo bergetar dari balik saku celana nya , namun Theo masih belum menyadari nya dia tenggelam dalam pemikiran nya .
Vila Pribadi ( Kelas Kunci )
Laki-laki yang menelpon Theo tidak lain ialah Mill , Mill baru saja selesai membereskan piring dari meja makan lalu mencuci nya . Dia juga meminta Rein untuk membantu nya , karena dia mengidap yang nama nya Msyopobia . Ia harus membersihkan ruangan setidaknya tiga sampai enam kali .
Tut Tut Tut
Mill melepas celemek bermotif kucing itu dari tubuh nya , dan juga melepas sarung tangan karet . Mill mengambil buah yang telah dia potong-potong menuju sofa , salah satu buah yang di potong berbentuk kelinci ialah apel . Dan bentuk hati untuk buah lain nya serta karakter lain nya .
" Imut sekali " Suara itu dingin tapi bila di dengar Seperti ejekan
Mill mengabaikan perkataan Rein lalu mengambil apel dengan motif kelinci , lalu memasukkan nya ke dalam mulut nya .
Rein yang jarang berinisiatif untuk berbicara , hari ini berbicara terlebih dahulu kepada Mill .
" Kemana pergi nya pengacau itu ? "
Mill menghentikan makan nya dan menatap Rein dengan aneh , seolah dia adalah mahkluk langka yang pertama Kali di lihat itulah reaksi Mill saat ini . Siapa yang akan menyangka Neuropati kelumpuhan wajah ini akan berinisiatif untuk berbicara pertama kali .
" Apakah dia tidak mengangkat telepon nya ? " Tanya Rein
Mill mendengus dan memakan buah-buahan itu dengan keras , seolah Mill sedang mengunyah tubuh Theo . Rein tersenyum tipis dan lalu mengambil buah bermotif lalu memakan nya .
" Bukan nya kamu tidak suka memakan buah-buahan bermotif ini tadi "
Rein tersenyum miring dan menatap Mill dengan lucu .
" Kapan aku berkata aku tidak suka makan buah-buahan ini ya ? ". Tanya Rein dengan senyum smirik
__ADS_1
Klik
Mill mematahkan garpu yanh di pegang nya , wajah nya sudah memerah dan akan meledak marah . Namun dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya lagi . Setelah selesai menenangkan nya diri nya , Mill beralih lagi ke ponsel milik nya ia berencana menelpon kembali Theo lagi .
Di dalam mobil yang sunyi terdengar suara ponsel bergetar hebat , sang ketua melihat ke arah kaca mobil dan melihay tampilan Tuan Muda nya yang tengah merenungkan sesuatu .
"Tuan Muda ponsel anda sedari tadi berbunyi ! " Ketua bodyguard itu berkata dengan suara kecil namun masih terdengar oleh Theo .
Theo akhir nya melihat siapa yang tengah memanggil nya , di Menaik-kan sudut alis nya lalu mengangkat telepon nya .
" Ada apa ? " Tanya Theo tenang
" Kapan kamu kembali pengacau ? " Tanya balik orang di seberang telepon
Theo memainkan tangan nya di dekat kaca jendela dan mengetuk-ngetuk nya , suasana hati nya saat ini sangat jelek . Mimpi menjijikkan itu terus tertanam di benak nya , dan belum hilang sama sekali seperti nya dia mengalami trauma .
Risa tidak mengetahui bahwa akibat dupa yang di berikan nya pada Theo , akan menyebabkan Theo mengalaminya trauma terhadap seorang wanita .
" Aku dalam perjalanan "
Orang di seberang telepon itu terdiam dan merasa ada sesuatu yang aneh dengan Theo .
" Mengapa suara mu terdengar lesu ? , Apa yang telah kamu lakukan sebelum kembali kemari ? "
Theo terdiam dan butuh waktu lama , untuk dia dapat menjawab pertanyaan orang di seberang telepon.
" Hanya masalah kecil , jangan pedulikan ! " Pinta nya
Orang di seberang telepon merasa ada yang aneh dengan Theo , jadi dia mencoba bertanya sekali lagi hanya untuk memastikan saja .
" Kami tidak berbuat masalah di suatu tempat kan teman baik ku "
Theo merinding saat mendengar orang di seberang telepon memanggil nya teman , dia memiliki firasat buruk soal ini .
" Cepat lah kembali ! , Seperti nya taman mu butuh perawatan . Aku akan memberi nya pupuk terbaik dari laboratorium dokter ini bagaimana ? "
Suara orang itu jelas sangat merdu namun ucapan nya membuat orang merinding .
" Jangan kamu apa-apa kan taman kesayangan ku Mill bajingan , tunggu aku kembali hei jangan mematikan telepon nya berengsek !? "
Tut Tut
Theo kesal karena sambungan telepon nya terputus . Jadi dia berteriak dan dengan marah melempar ponsel nya .
" Percepat ! , Taman kesayangan ku akan di jadikan bahan percobaan oleh orang berengsek itu "
Sang Ketua bodyguard tidak tahu harus berkata apa lagi , dia hanya bisa mendengar dari samping pertengkaran kedua Tuan Muda itu . Di tidak berani ikut canpur urusan mereka berdua , karena dia hanya lah pernjaga mereka .
__ADS_1