Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game

Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game
Chapter 17


__ADS_3

...Volume 1...


...Bab 1...


...Identitas Palsu...


Theo mengambil laptop nya dari Rein dan memasuki sebuah situs , dia tersenyum tipis .


...{ Iblis menawan penebar pesona : Carikan aku informasi dari orang ini , waktu mu hanya 10 detik }...


...{ Aku yang terbaik : Kamu gila hanya sepuluh detik , kamu bisa melakukan nya sendiri . Buat apa mencari bantuan ku sobat , 😰😰}...


...{ Iblis Menawan Penebar Pesona : Waktu mu terus berjalan hanya tinggal beberapa detik lagi } Senyum menyeramkan-kan...


...{ Aku Yang Terbaik : Ya ... Ya akan kulakukan , ampunilah aku Bos akan aku lakukan segera . Bahkan sebelum mata mu berkedip hasil nya akan langsung ku kirim kan 😁😁😁 }...


...{ Iblis Menawan Penebar Pesona : Anak yang baik , lakukan sekarang juga ! }...


Theo tersenyum puas dengan kinerja anak buah nya , dia tidak sengaja menggigit bibir nya . Rasa sakit di bibir nya masih berasa , kekuatan memukul gadis kecil itu kuat . Padahal pinggang nya ramping , dan dari tampilan nya pasti tidak pernah berkerja sama sekali ,Saat kulit mereka bersentuhan kulit yang lembut , Kenyal, halus itu menerpa kulit nya . Hais gadis yang begitu lemah lembut dan terutama cantik .


" Apakah kita hanya akan diam di sini saja ? , Mari pergi ke sekolah bukan nya mereka melempar kita di sini hanya untuk berbaur menjadi anak sekolah menengah "


Melihat Theo yang bersemangat , Rein mengabaikan nya begitu saja . Dia lelah dan ingin tertidur , lalu ia akan menutup mata nya tertidur . Tapi si bajingan Theo malah melempari nya dengan anak panah dart . Rein menangkap anak panah dart yang melesat ke arah nya , ia menatap Theo dengan dingin .


" Lempar anak panah dart di papan dart "


Swossh Snap


Anak panah dart itu tepat menancap di tengah lingkaran kecil papan dart , Theo hanya tersenyum nyengir dan menatap Mill sebagai ganti nya .


" Apa !!! " Mill menatap Theo dengan dingin


Senyum Theo semakin melebar , firasat Mill sangat buruk saat melihat senyuman aneh Theo .


" Apa yang kamu rencana kan Theo ? " Mill mencoba bertanya baik-baik .


Mill meletakkan buku milik nya dan menatap Theo ,  yang terus menatap nya sedari tadi . Dia punya intuisi kuat bahwa Bajingan gila ini merencanakan sesuatu untuk melawan nya .


" Mari bermain Mill !! "


Theo mengambil sesuatu di balik saku celana nya , sebuah benda hitam di bungkus dengan plastik bening , serbuk-serbuk berwarna hitam padat itu saat di buka bungkus nya , tercium bau yang aneh dari sana . Theo terkikik dan menatap Mill dengan seringai .


Wajah Mill memucat disertai dengan garis-garis hitam di dahi nya , mulut nya berkedut dan di dalam pikiran nya hanya satu


" Lari " , Wajah datar Mill benar-benar pucat , dia tahu apa yang ada di bungkusan bekas-bekas dan sisa-sisa pembakaran mayat , ya abu mayat yang bercampur dengan tanah . Theo bajingan gila ini teramat gemar mengoleksi benda menjijikkan ini , walau pun membakar mayat musuh itu menghilang kan jejak , tapi jangan di bawa kemana-mana juga abu mayat itu . Abu mayat itu pasti akan membuat baju nya sangat kotor , sial dia baru saja selesai membersihkan diri .


" Theo jauhkan benda itu dari ku ! , Jika tidak ... "


Theo memotong perkataan Mill dengan cepat .


" Jika tidak apa Pembersih "


Theo menekan kan kata pembersih , Mill dengan aba-aba langsung melompat dari kursi dan berlari menjauh dari Theo , Theo dengan sigap berlari mengejar Mill sambil membuka bungkusan abu mayat itu , dan akan menaburkan nya ke tubuh Mill .


Theo teramat tahu teman nya sangat suka kebersihan , Ia memiliki Msyopobia yang sangat parah sedikit saja terkena debu ia akan langsung berendam Berjam-jam di backtub . Karena ia tidak ingin keluar bersama , mari jahili orang ini dulu .

__ADS_1


" Theo berhenti di sana !! , Jika tidak kamu akan menyesal "


Wajah Mill yang datar benar-benar berubah menjadi ketakutan , Mill Seperti orang kesurupan dan berteriak tidak jelas .


" Jauh kan itu dari ku brengsek "


Theo terkikik geli dengan reaksi teman nya , dia hanya berputar-putar di dalam perpustakaan , karena area nya juga sangat luas . 


Rein yang melihat lelucon yang di buat oleh teman nya diam , tanpa ada niat untuk membantu sekali pun . Malah ia menjadi penonton dari samping kegilaan teman masa kecil nya ini .


Mungkin mereka bosan terus berada di Vila yang layak nya tahanan ini , tapi ajakan Theo untuk keluar dan bersosialisasi dengan anak sekolah menengah , betapa membosankan nya  itu mereka akan menjadi pusat perhatian pada akhir nya , dia hanya ingin ketenangan di sini bukan kebisingan .


Ponsel Rein berdering , Rein dengan malas mengangkat ponsel nya . Entah siapa yang menelpon nya , tumben sekali .


" Ada apa ? " Tanya datar


Orang di sebrang ponsel terdiam untuk sementara waktu , dan bibir bergerak-gerak .


" Bocah bau kapan kamu akan membawakan ku menantu , tulang tua ku tidak bisa menunggu lama . Kapan kamu akan memberikan kan ku cucu bocah brengsek "


Mendengar nada suara yang akrab ini membuat Rein memegang kepala nya , ia sakit kepala saat mendengar celotehan tidak berguna tua Bangka yang busuk ini .


" Kamu bisa menunggu lima tahun lagi !!! " Rein mendengus


" Bocah bau kamu lima tahun terlalu lama , pokok nya kamu harus membawa kan ku pulang menantu jika tidak kamu di larang kembali kemari " Ancam orang di sebrang telpon


" Siapa peduli "


Tut Tut


" Permainan kalian selesai ? "


Theo di penuhi senyuman walau wajah nya tertutup arang hitam , sementara Mill dengan cepat melintas dan tidak tahu kapan dia menghilang , Mill memasuki kamar mandi sekali lagi .


" Kena kamu Mill ha ha ha , ini seru sekali " Theo tertawa terbahak-bahak


Rein menatap nya tajam , bau dari abu mayat itu benar menguak ke udara .


" Pergi kamu busuk !!"


Wajah menawan Theo kesal dan dia juga berlari menuju kamar mandi , Theo hanya beberapa menit berada di dalam kamar mandi , Sementara Mill belum kembali seperti nya dia mencuci bau di tubuh nya berjam-jam lamanya .


Di sisi lain


Seorang laki-laki menatap komputer di depan nya dengan kesal , bos Brengsek nya itu hanya datang pada nya saat di butuhkan dan saat selesai dia di buang layak nya sampah , hu hu sungguh menyedihkan . Ia menatap foto yang di kirimkan oleh bos nya , buat apa bos nya mencari tahu tentang riwayat hidup gadis ini . Namun gadis ini sangat cantik , Astaga jangan-jangan gadis ini yang akan bos kejar .


" Apakah bos nya yang playboy akan bertobat hari ini . Syukurlah pekerjaan ku di masa depan akan lebih ringan "


Dia mulai berkerja dan mencari data milik gadis di foto itu , ia heran mengapa mencari data nya  cukup lama . Apa ini mengapa tidak ada satu pun data tentangnya gadis  itu , astaga apakah ini identitas palsu .Oh ternyata tidak , hampir saja baiklah ia akan mengirimkan data milik gadis itu sekarang juga.


" Semoga gaji ku di naik-kan , aku sudah berusaha keras bos ku benar-benar brengsek "


Perpustakaan


Rein menatap Theo yang baru keluar dari kamar mandi , dia masih memegang handuk di tangan nya . Theo menggunakan kaos putih polos dan celana jeans , dia berpenampilan santai kali ini . Beberapa air menetes dari rambut nya , itu belum kering ternyata .

__ADS_1


" Periksa !! "


Rein menatap Theo , Rein mendengar laptop Theo yang berbunyi sedari tadi . Ia terlalu malas untuk minat siapa yang mengirimkan email .


" Ya ... Ya .. Akan aku periksa orang malas "


Theo mengambil laptop nya dan membuka email yang dikirim kan anak buah nya , ia membaca informasi itu dengan seksama Namun ia merasa ada yang janggal di sini .


Tepat itu juga Mill kembali dari berendam nya , ia hampir muntah saat teringat bau busuk dari abu mayat itu . Bajingan Theo ia tidak akan membiarkan nya pergi begitu saja .


" Lihat ini , aku merasa informasi keponakan kepala sekolah kita agak janggal " Theo menunjuk kan laptop nya .


Mill dan Rein menatap ke arah laptop , dan membaca dengan seksama informasi keponakan jauh kepala sekolah .


...Nama                 : Viyona Vladimir...


...Gender               : Gadis...


...Usia                     : 15 tahun...


...Tanggal lahir     :  9 Februari...


...Gol. darah          : O-...


...Status                  : Yatim Piatu...


...Wali                     : Sein Vladimir ( Kepala Sekolah Menengah Pertama Seika Maria...


...Lulusan Sekolah Menengah Negara C....


...Orang tua meninggal dua tahun akibat kecelakaan lalu lintas , Viyona Vladimir yang selalu ceria tiba-tiba berubah menjadi dingin dan tak tersentuh . Dia mendapat berbagai penghargaan saat masa sekolah menengah , berbagai olimpiade ia ikuti namun impian nya menjadi seorang Pianis terkenal ....


...Viyona Vladimir pindah ke sekolah menengah pertama Seika Maria , dia mengikuti sebuah tes yang sulit . Namun ia masuk dengan nilai tes sempurna  . ...


Rein menatap lekat-lekat informasi dari gadis baru itu , namun ia merasakan sebuah keakraban yang aneh . Dia kan baru pertama kali nya melihat foto gadis itu , lalu mengapa ia merasa akrab dan di benak nya tiba-tiba terlintas gadis bersurai perak dengan topeng yang menutup wajah nya . Ia menepis jauh-jaun pikiran nya itu , bagaimana bisa ia memikirkan gadis uang membius nya itu .


" Aneh mengapa aku merasa akrab saat melihat foto gadis ini , kuakui gadis ini sangat cantik dan lebih cantik di banding kan gadis-gadia yang pernah ku temui "Ujar Theo


Mill menatap Theo dan juga Rein , agak nya pemikiran mereka bertiga sama . Ia juga merasakan keakraban saat melihat sosok di dalam foto itu .


" Kita akan tahu setelah berinteraksi dengan gadis ini secara langsung " Ucap Mill masih datar seperti biasa .


Senyum Theo semakin mengembang , kali ini Rein dan Mill merasakan firasat yang lebih buruk . Jika Theo Tersenyum bahagia seperti ini, dia pasti merencanakan sesuatu yang tidak baik .


" Jangan berpikir macam-macam Theo " Peringat Rein tajam


Theo mengangkat bahu nya tak peduli .


" Siapa juga yang berpikir macam-macam , jika kalian tidak ingin ya sudah biar aku sendiri yang memeriksa nya "


Theo kembali ke kamarnya dan mengambil seragam milik nya , Mill duduk di kursi milik nya dan menatap Rein dalam .


" Kita akan membiarkan pembuat onar ini keluar ? "


Rein masih sama acuh tak acuh nya " Biarkan saja , dia mungkin sudah sangat bosan "

__ADS_1


Rein menutup mata nya lagi , namun di balik iris biru gelap itu tersimpan suatu rahasia besar . Dia tersenyum smirik dan tenggelam ke dalam alam mimpi .


__ADS_2