
...Volume 1...
...Bab 1...
...Insomnia Rein...
Koridor
Viyona tanpa memandang ke arah belakang berlari secepat nya , dia tidak ingin bertemu dengan pria sinting itu lagi . Satu nya muncul apakah yang lain ada di sini , sebenarnya Rumah Sakit apa yang dia masuki saat ini .
" Rumah Sakit XE nama yang aneh , namun mengapa terasa familiar ! "
Wosh ....
" Hosh .... Hosh .... ! "
Viyona melirik ke arah kanan dan kiri takut ada yang melihat nya , dia telah berlari dari koridor rumah sakit yang relatif sepi pengunjung . Namun sekarang dia harus kemana ? , Dia tersesat . Dia mengalami hal sial jika bertemu dengan pria sinting tadi , dan mengapa dia muncul di rumah sakit aneh sekali .
Setelah beberapa lama berputar Viyona tidak menemukan jalan keluar , dia malah menuju ke sebuah tempat aneh . Ya tempat ini ialah sebuah taman besar nan mewah , bahkan terdapat pancuran yang patung nya terbuat dari emas . Viyona tertegun apakah dia salah masuk tempat , ini bukan rumah sakit lagi .
" Ini di mana ? "
Viyona memandang sekeliling nya dengan rasa ingin tahu , seperti nya dia masih berada di area rumah sakit . Namun ini pasti area yang di karang untuk orang lain masuki , tak jauh dari tempat Viyona berdiri ternyata ada sebuah gazebo karena rasa ingin tahu Viyona menuju kesana .
" Seberapa luas Rumah Sakit ini ? , seperti nya Rumah Sakit ini bukan hal yang biasa !"
Viyona menuju gazebo dan berjalan berputar di sekitar meja , di sana terdapat sebuah daging ya daging segar yang tertata rapi . Dari bau nya jelas ini daging ini baru saja di ambil dari hewan nya dan masih segar , lalu Mengapa ada daging segar yang tertata rapi di atas meja . Firasat Viyona menjadi buruk , dia melirik ke sekeliling taman dengan tatapan waspada .
" Hanya ada satu kemungkinan yang ada , daging segar ini pasti milik makhluk yang tinggal di sini . Dan Makhluk itu tentu nya ialah ...... ! "
°°°°°°°°°°°°°
Lorong
Mill memegang perut nya yang sakit , dia sebagai dokter terbaik seperti ini mengalami hal memalukan . Gadis itu menggunakan kekuatan yang kuat saat menginjak perut nya , dia pikir perut nya lantai datar apa .
" Ouch..... Gadis rubah ini ! "
Mill dengan jalan tertatih-tatih menyeret tubuh nya menuju kantor milik nya , Rumah Sakit XE ini ialah milik nya pusat nya ada di ibu kota ini hanyalah bagian kecil dari XE , dia tidak tahu mengapa tahun itu dia mendirikan rumah sakit di City N yang jauh dari ibukota .
Klik .....
Mill membuka pintu kantor nya , namun dia tertegun dan hampir melupakan orang ini di sini.
" Kembali ? " Tanya nya acuh
__ADS_1
Laki-laki itu bersandar malas di sofa , setelah melirik Miil sejenak . Dia seperti nya mencium sesuatu dari tubuh Mill dan bertanya .
" Perut mu ? "
Mill menggeleng langsung dan tidak ingin mengingat kejadian tadi , seandainya rubah kecil itu sudah ketemu . Lihat saja laboratorium antik nya akan memuaskan rubah kecil itu .
" Ada Aroma lain ... Di tubuh mu ? "
Mill menuju meja kerja nya dan bersandar pada kursi , nyeri di perut nya belum menghilang . Namun aroma rubah kecil itu masih ada di sekitar tubuh nya , jadi Mill melirik laki-laki itu dengan heran apakah hidung nya anjing mengapa peka sekali .
" Um .... Tanpa sengaja bertemu dengan suatu hal menarik ! " Ujar Mill
Laki-laki itu yang tadi nya bersandar malas , berdiri dan mengambil sesuatu dari dalam lemari . Ternyata laki-laki itu tengah mengambil Wine , setelah menuang-kan untuk diri nya sendiri laki-laki itu melirik Mill.
" Minum ? "
Mill menggeleng "Tidak untuk saat ini , jadi ada keperluan apa kamu kemari Rein ?"
Laki-laki yang di panggil Rein itu melirik Mill dengan acuh , menggoyang kan gelas berisi wine dan tidak menjawab pertanyaan Mill untuk sementara waktu .
" Slurp ....Slurp ! "
Mill memijat perut nya yang sakit , dia bersandar dan menutup mata nya dan teringat sesuatu .
" Kemana pergi nya Theo pengacau itu ? "
" Pergi ! Misi ! "
" Misi bukan nya dia ingin berlibur , lagi pula kita sedang dalam hukuman kurungan 2 tahun lagi baru kita bebas . Pengacau ini tidak bisa duduk diam bila tidak membuat masalah ! " Mill memijit kening nya karena terasa berdenyut .
Mill akhirnya mendesah dan melirik Rein dengan pasrah , dia baru mengingat sesuatu mengapa dia tidak jijik bila bersentuhan dengan rubah kecil itu , dia kan mengalami Msyopobia yang parah hingga akut .Tapi dia tidak merasakan perasaan yang menjijikkan sewaktu berdekatan dengan gadis lain seperti rubah kecil itu , Ini sungguh mengejutkan nya mengapa dia tidak menyadari nya sedari awal .
" Jadi untuk apa kamu kemari ? " Tanya Mill
Suasana hati nya kembali gembira , ah dia harus secepatnya menemukan Rubah kecil imut itu. Masalah Misyopobia nya seperti nya akan teratasi .
" Kau Senang ! "
Mill dengan antusias mengangguk , dia tidak menyadari tatapan Rein yang dingin .
" Baiklah Rein karena suasana hati ku sedang baik , sekarang kami meminta obat apa ? "
" Insomnia ! "
Mill memegang dagu nya dan berpikir sejenak .
__ADS_1
" Seperti nya masalah insomnia mu semakin parah , apakah obat yang ku resep-kan tidak berfungsi ?"
Rein menggeleng kan kepala nya .
" Bahkan aroma dupa penenang itu juga tidak berfungsi ? "
Rein mengangguk acuh sebagai jawaban .
TUK ....TUK ....
Mill mengetuk kan jari nya pada meja dan tengah memikirkan sesuatu , dia melirik Rein dan bertanya dengan curiga .
" Hari itu saat di area milik mu bukan nya kamu tertidur !? "
Rein dengan acuh membalas " UM "
Mill akhir nya mengingat sesuatu .
" Apakah sebelum kamu tertidur , ada seorang gadis dengan Surai perak yang berlari menuju area milik mu ?! "
Rein terdiam dan dia melirik Mill dengan tidak percaya , Dia mengingat nya gadis dengan Surai perak itu . Saat dia menghirup aroma tubuh nya , dia merasa tenang dan tidak lekas marah seperti sebelumnya . Walaupun dia selalu berwajah datar dan dingin di hari kerja , namun dia sebenarnya pemarah . Mood nya mudah sekali buruk , sedikit saja kesalahan dia kesal .
Dia bukan nya marah-marah untuk melampiaskan nya , jika dia tidak menyentuh darah kemarahan nya tidak akan terhenti . Tapi setelah bertemu dengan gadis bersurai perak , mood nya beberapa hari ini menjadi baik . Namun setelah lama kondisi nya menjadi buruk , dia mengalami insomnia lagi .
Miil tertawa dan senyum menyeramkan terpampang jelas di bibir cantik nya , wajah yang bagai malaikat itu menunjukkan senyum bak iblis tidak selaras dengan keindahan wajah nya yang bagai malaikat itu .
" Ah ini menjadi menarik ! Apakah dia hanya hidup untuk memenuhi kebutuhan kita bagaimana menurut mu Rein ? , Ini sungguh menakjubkan bukan .Ini seperti takdir , sebelum nya aku tidak percaya tapi sekarang iya . Aku , Kamu , Theo , dan orang itu pasti telah bertemu bertemu dengan gadis itu , seperti nya tuhan memberikan kita kompensasi lewat gadis ini ! "
melihat teman nya yang sudah tertawa gila itu membuat Rein mengingat gadis Dengan Surai perak , Namun dia merasa akan bertemu dengan gadis itu hari ini . Entah mengapa dia berpikir demikian , tapi firasat nya tidak pernah meleset sekalipun .
" Ah iya .... Barusan aku bertemu dengan Rubah kecil manis ini . Dia sangat kejam , Perut ku masih terasa tidak nyaman sampai sekarang ! " Desah Miil
Rein tanpa sadar tersenyum , hal ini tidak di sadari oleh Miil.
" Namun tadi seperti nya Rubah kecil berlari menuju arah berlawanan ! "
Wajah Miil menjadi kaku dia melirik Rein , Rein langsung berdiri dan mendobrak pintu .
" Seperti nya dia masuk ke tempat itu , namun tempat itu sangat tersembunyi ... Ah mungkinkah ? "
Miil dengan cepat mengikuti Rein yang sudah berwajah dingin tersebut , Rein sudah menduga nya firasat nya tidak pernah salah . Kali ini dia tidak akan membiarkan gadis itu lari , saat itu dia lengah dan tertidur lelap bagaimana dengan sekarang dia cukup menantikan penampilan gadis kecil itu , Dengan senyum mengembang yang jarang di tunjukkan oleh Rein . Ketika Rein tersenyum tidak ada yang akan bernasib baik sesudah nya , kali pertama Rein tersenyum karena memiliki minat yang kuat .
°°°°°°°°°°°°°°
Taman
__ADS_1
Sementara di sisi Viyona , dia tidak menyadari bahaya yang jauh lebih mengerikan tengah menuju ke tempat nya . Viyona masih sibuk mencari mahkluk yang tinggal di area taman tersebut .