
...Volume 1...
...Bab 1...
...Makan Bersama...
...Koridor Kelas Tahun Kedua...
Risa berjalan tanpa senyum dan dipenuhi hawa dingin , dia akan mencekik sampai mati laki-laki sinting itu . Dia hanya ingin menjadi siswi SMA biasa tanpa ada gangguan , dia benci di ganggu .
Sebenarnya Kafetaria di Sekolah Menengah Pertama Seika Maria ada tiga , dan itu terdapat di masing-masing lantai tempat para siswa tahun pertama , tahun kedua , dan tahun ketiga .
Risa menebak secara kasar bahwa tempat dia bertemu pria sinting ada di Lantai 2 , karena saat ini beberapa Senior masih ada di kelas eksperimen , olahraga , rumah kaca, ataupun dimana itu. Lantai dua yang satu-satunya memiliki akses dari luar , dan memilikinya tempat pribadi sendiri dari pada kafetaria lantai pertama ataupun lantai ketiga .
" Untung-nya bertemu di tempat yang jarang orang nya , huh ! "
Akhir-nya Risa menyadari ada sesuatu yang aneh , mengapa para senior berkeliaran di koridor . Apakah mereka tidak di kelas nya sendiri atau apa , dia harus cepat - cepat pergi dari sini .
" Siapa dia ? , Mengapa masuk ke wilayah siswa tahun kedua "
" Seperti nya dia junior kita "
" Tidak penting siapa dia lihat Sangat cantik , aku rasa dia bunga sekolah baru kita "
" Bukan dia bukan Dewi Liliana lantas siapa ? "
" Oh ya aku baru dengar beberapa gosip , ada murid pindahan yang merupakan keponakan jauh Kepala Sekolah . Ciri khas nya Surai hitam panjang dan iris gelap layak nya malam , dan sifat acuh dan dingin nya itu sudah terkenal di siswa tahun pertama "
" Yah tapi buat apa dia di sini ? "
" Siapa yang tahu ? " Ucap nya mengangkat bahu
Risa mendengar setiap perkara orang di koridor itu , tapi ia acuh saja dan mencari di mana letak Kafetaria . Namun dia di cegat oleh beberapa senior laki-laki .
" Berhenti ! , Kamu hendak kemana cantik ? "
" Mari bermain bersama kami " Senyum yang di penuhi hasrat
" Bos " Ucap kedua orang secara bersamaan
" Kalian berhenti menganggu kecantikan kecil ini ! " Perintah laki-laki yang di panggil bos itu .
Risa mendengus jijik " Minggir ! " Risa ingin melewati ketiga laki-laki yang menghadang nya itu .
Tapi kedua anak buah di Bos itu malah merentangkan tangan nya , dan menghalangi jalan Risa .
" Tunggu sebentar ! , Jangan pergi Bos belum bermain dengan mu " Ucap laki-laki dengan anting
" Kamu belum memperkenalkan nama mu gadis cantik , ayo sapa bos kami dulu " ucap laki-laki dengan baju terbuka
Semakin dia tersenyum semakin jijik Risa di buat nya ." Minggir !" Suara Risa teramat dingin dan iris gelap memandang ketiga orang itu dingin .
Swosh ....
Tak ....
Sontak ketiga orang itu sedikit mundur , badan mereka entah mengapa merinding . Dan laki-laki dengan baju terbuka tiba-tiba kehilangan keseimbangan nya dan terjatuh, namun dia menarik tangan laki-laki dengan baju terbuka , sehingga ikutan terjatuh dan akhir nya si berbaju terbuka juga menarik baju bos mereka , hingga ketiga orang itu jatuh terlungkup dan saling tindih .
Beberapa senior yang menonton kejadian ini tertawa bahagia .
" Ha ... Ha .. ha .. pengganggu sekolah terkenal kini roboh di depan gadis kecil "
" Tapi apa yang terjadi ? , Aneh "
" Biarkan rasakan itu , mereka sering mengganggu orang lain . Kini mereka lah yang di ganggu "
" Tapi ku dengar gosip nya , para pengganggu itu mengenal dekan sekolah "
" Biar pun begitu , murid baru keponakan sekolah hanya dekan tidak bisa menghentikan nya "
" Tunggu tapi sikap pengganggu itu pasti balas dendam "
Risa mengabaikan perkataan Orang lain , dia menatap ketiga laki-laki menjijikkan ini .
" Anjing yang baik tidak menghalangi jalan "
__ADS_1
Wajah ketiga orang itu berubah pucat , mereka di Katai anjing . Suara tawa renyah menggelegar di sepanjang jalan koridor .
" Para bajingan ini huh "
Risa dengan cepat melewati koridor siswa Tahun Kedua , dan akhir nya dia sampai di depan Kafetaria .
Seorang dengan setelah Butler sudah berjaga di depan sana , dengan senyum profesional nya dia mempersilahkan Risa untuk masuk .
" Silahkan masuk Nona ! , Tuan Muda sudah menunggu anda sedari tadi "
Butler itu menunjukkan tempat Risa untuk bertemu , Risa memandang sekeliling dan merasa ada sesuatu yang aneh , tidak mungkin laki-laki sinting itu memesan seluruh Kafetaria kan .
Butler dan Risa menuju anak tangga dan naik ke lantai atas , siapa mengira mereka berdua akan bertemu di kamar pribadi kafetaria .
Tok ... Tok ...
" Masuk ! " Suara malas itu terdengar anggun
Butler itu tersenyum dan membuka-kan pintu kamar pribadi untuk Risa .
Risa masuk ke kamar pribadi , menatap kebelakang pintu telah tertutup dan bahkan terkunci , oh shit sebener-nya apa yang diinginkan laki-laki sinting itu .
Klik ....
Pintu itu tertutup rapat .
" Selamat datang Mawar kecil , aku sudah menunggu mu lama sekali "
Sebuah suara laki-laki yang terdengar agak malas, namun anggun di detik berikut nya menyapu pendengaran Risa .
Risa masih berwajah acuh " Apa yang kamu mau ? " Risa berbicara langsung ke inti nya
Laki-laki itu tersenyum tipis dan terkikik geli " Duduk lah , kita berbicara setelah perut terisi . Bukan nya kamu lapar setelah pertengkaran panjang mu tadi "
Risa masih ber-wajah tenang tidak ada Fluktasi dari wajah acuh itu , dia tidak peduli seolah itu bukan urusan nya .
" HM"
Risa duduk berhadapan dengan laki-laki menawan itu , yah menawan walaupun dengan seragam sekolah tapi logo di baju kiri nya terasa akrab , dimana dia pernah melihat nya .
" Mengapa melamun mawar kecil , apakah kamu terpesona dan akhirnya sadar bahwa aku sangat tampan "
Risa memperhatikan sekeliling nya , ruangan itu di dekorasi dengan sangat indah . Tapi kebanyakan di hiasi dengan mawar , yah dia cukup memaafkan orang di depan nya .
" Mawar kecil bisakah aku mengetahui nama mu cantik ? " Laki-laki itu mengedipkan sebelah mata nya genit
Risa membuang muka nya malas .
" Tidak sopan bertanya nama orang lain , sedangkan tidak memperkenalkan nama mu sendiri !? "
Wajah laki-laki tampan itu menunjukkan minat yang aneh , Risa mencoba untuk berhati-hati dalam setiap kata dan tindakan nya .
" Benarkah ? , Kalau begitu panggil aku Theo . Jadi bisakah aku mengetahui nama mu manis ? " Tanya Theo antusias walaupun ia sudah tahu
Risa menghembuskan nafas nya kasar .
" Aku Viyona Vladimir , kamu bisa memanggil ku Viyona "
Theo masih tersenyum dengan anggun .
" Bagaimana jika memanggil mu dengan sebutan mawar kecil "
Risa hanya diam dan tidak menanggapi .
" Diam mu itu menunjukkan persetujuan " Ucap Theo licik
Risa mengerutkan kening nya dan tiga garis hitam di dahi nya , laki-laki ini layak di juluki orang sinting dan tidak tahu malu .
" Oh ya hampir lupa . Prok ... Prok ... Prok ... " Theo menepuk tangan nya 3 kali
Hingga dari arah pintu beberapa Maid dan Butler berjalan ke arah meja sambil membawa nampan yang tertutup , meletakkan di atas nya dan membuka penutup nya .
Risa sudah terbiasanya dengan tingkah para Maid dan Butler , jadi dia biasa saja saat melihatmu ini .
" Mari kita makan sebelum pembicaraan panjang kita " Theo masih tersenyum menawan
__ADS_1
Risa hanya diam dan tidak merespon .
" Tenang lah tidak ada racun , mana mungkin aku berani menaruh racun di dalam makanan milik Mawar kecil ku "
Theo di penuhi dengan senyuman .
Entah mengapa Risa ingin sekali memukul wajah yang tersenyum itu sampai hancur .
" Terserah "
Risa mengambil pisau dan garpu , karena hidangan di depannya ialah stik apa boleh buat harus ada pisau dan garpu .
Gaya makan antara Risa dan Theo hampir sama , mereka tidak berbicara saat makan sungguh beretika . Di ruangan tersebut hanya tersisa suara dentingan sendok dan garpu .
" Ingin anggur merah mawar merah ? "
Theo sibuk menuang-kan anggur merah ke gelas nya .
" Tidak , terima kasih " Risa menolak dengan sopan
Bibir Theo melengkung dan berdiri , mengambil gelas berisi anggur merah dan menggoyangkan nya .
" Bisakah aku pergi sekarang ? , Aku sudah memenuhi janji bukan ? " Tanya Risa
Tatapan kedua orang itu bertemu , iris yang seperti malam gelap yang penuh misteri dan yang satu nya iris biru laut yang setenang lautan itu sendiri beradu pandang .
Theo terkekeh .
" Mengapa cepat sekali pergi , kita belum cukup mengobrol "
Risa mengerut kan kening nya tidak suka .
" Tapi aku harus kembali "
Senyum Theo memudar dan ia langsung meneguk Anggur merah nya. Theo berjalan ke arah meja Risa , ia menatap Risa dengan penuh minat .
" Mawar kecil kamu sangat berbeda , aku jadi ingin memiliki ku untuk diri ku sendiri "
Theo berbisik di dekat telinga Risa , tubuh Risa memegang dan sontak mendorong tubuh Theo .
Theo hanya mundur sedikit dan tidak terjatuh , senyuman di wajah nya semakin mengembang .
" Terima kasih atas jamuan nya Tuan Theo , kalau begitu saya permisi ! "
Risa berdiri dan langsung pergi , tapi siapa tahu Theo dengan cepat menahan tangan milik Risa .
" Mawar kecil kamu terluka ? "
Theo memperhatikan bahwa salah satu pergelangan tangan Risa di balut , dan dia mencium sesuatu yang harum tidak tahu apa itu .
" Terima kasih karena mengkhawatir-kan ku , tapi aku harus kembali kelas berikutnya mungkin sudah di mulai " Tegas Risa
Theo tidak melepas kan genggaman nya , malah mencoba menarik Risa mendekat . Namun gerakan Risa lebih cepat , ia menarik tangan nya kembali dan mundur ke belakang .
Theo mematung dan terkikik geli .
Risa menatap nya dengan permusuhan kental . " Jangan menyentuh ku ! " Peringat Risa
Theo tersenyum menyeringai dan tiba-tiba menghilang dari hadapan Risa , dan tahu nya dia sudah berada di belakang Risa dan memeluk nya erat .
" Kamu tertangkap mawar kecil , kamu tidak bisa lari ! "
Nafas yang panas menghantam telinga Risa , itu cukup geli . Namun wajah Risa menegang , laki-laki sinting ini menyembunyi-kan kemampuan asli nya waktu itu . Sial dia sudah tertangkap pikir-kan bagaimana cara ia bisa lepas .
Theo Tersenyum dengan penuh kemenangan , ah aroma yang sangat harum ini lebih baik dari gadis menjijikkan tadi . Mengapa ia merasa aroma ini sangat akrab , lupakan ia tidak perduli .
Sebuah bibir dingin menyentuh kulit leher Risa , Risa terlonjak kaget dan marah sekaligus . Laki-laki mesum , tidak cabul , Hooligan brengsek .
Risa mengutuk Theo di dalam hati dengan berbagai umpatan , sedang-kan Theo sibuk menghirup aroma tubuh Risa dan sibuk menyesap nya .
Kelas Roket
Kaila merasa sangat khawatir dengan Viyona yang belum kembali , dia ingin pergi melihat namun guru ada di kelas.
Dan ternyata ada di pintu ruang kelas nya terdapat seorang laki-laki dengan setelah Butler .
__ADS_1
"Maaf kan kami guru karena harus meminjam murid mu sebentar , ya murid baru kalian Viyona Vladimir harus pergi hari ini atas permintaan Kepala Sekolah . Selamat tinggal semua semoga hari mu menyenangkan " Butler itu akhir nya pergi
Meninggalkan ruang kelas yang senyap . Hanya Kaila yang paling kalut di sini , dia sangat khawatir dengan Viyona karena ia dan Keith sajalah yang tahu kejadian sebenarnya .