
...Volume 1 ...
...Bab 1...
...Bantuan Risa ...
Ruang Kepala Sekolah
Risa masih menunggu kedatangan Kepala Sekolah sedari tadi , dia belum beranjak dari tempat nya . Risa memegang cangkir berisi teh lalu menyesap nya , pikiran nya sedang berkelana entah kemana . Dan di waktu berikutnya Risa terkikik entah karena apa .
" Mengapa aku melupakan laki-laki bajingan itu ya ? " Desah Risa
Risa memegang dagu dan nampak sedang bepikir , dia seperti nya melupakan sesuatu namun dia tidak mengingat apa yang telah dia lupakan .
" Bebricara sendiri di sini tidak nyaman sekali , kapan Pak tua itu datang ya "
Risa mengambil ponsel dan membuka forum sekolah , dia penasaran berita terbaru apa yang akan dia lihat kali ini .
Di dalam post terdapat huruf tercetak tebal dan juga besar , yang bertuliskan ALARM KEBAKARAN PALSU . Risa melihat berbagai komentar pedas di bawah postingan itu , dia tidak tahu harus tersenyum atau marah salah seorang di komentar itu seperti nya menargetkan nya , namun dia tidak tahu siapa pelaku yang menyalakan alarm palsu itu .
" Sial , bajingan mana yang membuat lelucon ? "
" Untung tidak ada kebakaran betulan "
" Harap yang telah membuat keributan untuk meminta maaf ! "
" Hei apa maksud mu ? "
" Pasti ada seseorang yang telah membuat alarm palsu , pihak sekolah harus turun tangan untuk ini "
" Tapi dengan alarm kebakaran ada berkah nya juga , Ais aku benar-benar berterima kasih untuk siapa yang menyalakan alarm kebakaran . Jika tidak aku akan mengikuti tes dadakan , Smile .jpg. "
" Bah orang sinting , tapi ada beberapa guru yang mengalami kecelakaan foto.0.9Jpg. "
Salah seorang murid yang masih berada di sekolah , tanla sengaja memposting seorang guru yang tengah mengalami kejang-kejang . Yah orang itu sangat di kenal oleh Risa , karena dia yang menyelamatkan nya .
" His kupikir tidak ada orang yang akan mengambil foto , aku merasa selalu sial jika berdekatan dengan para ML sialan itu "
Risa ter-belangak dan menatap foto itu dengan mata melebar , mengapa dua tidak sadar bahwa ada yang mengambil gambar nya . Tapi untung nya yang di foto ialah wajah samping nya .
" Hei hei ... Bukan nya dia Pangeran Seika kalau tidak salah nama nya Louis Pasteur dan disebelah nya seperti nya Keithel Miro siswa tahun pertama bukan ? "
" Benar-benar lalu siapa kedua wanita yang ada di belakang nya itu , mengapa terasa familiar ? "
" Mereka bukan fokus nya tapi lihat gadis bersurai hitam itu , Seperti nya mencoba menyelamatkan guru itu ! "
"Benar melihat tindakan nya dua seperti nya sangat ahli , tapi siapa gadis bersurai hitam itu ? "
" Tunggu sebentar Seperti nya gadis bersurai hitam ini terasa familiar juga "
" Ah walau melihat wajah nya yang dari samping dia pasti sangat cantik , kyaa dia seperti Dewi perak ku Kya "
" Siapa yang Dewi Perak ? QAQ , kapan sekolah kita memiliki Dewi Perak ? "
" CK .. CK .. CK ..Dewi perak ku sudah pergi Wu .. Wu ..Wu .. Dia hanya sebentar di sini . Apakah kalian lupa gadis bersurai perak yang memenangkan tempat pertama ujian itu "
__ADS_1
" Tenryata dia ya , aku dengar karena kondisi kesehatan nya buruk dia terpaksa kembali untuk mendapatkan perawatan "
" Ah sayang sekali kita tidak bisa melihat wajah di balik topeng itu "
Mulut Risa berkedut apakah ada orang yang mengenali nya habis lah dia , Risa nampak lah tenang dan tidak memperdulikan post itu lagi .
Tapi mengapa sosok nya yang itu juga di angkat ya , astaga apakah dia meninggal kan kesan yang begitu mendalam kepada mereka . Risa memikirkan ini dengan seksama , dia bahkan tidak pernah berinteraksi dengan mereka . Lalu memgapa sosok nya begitu melekat di kepala orang-irang bodoh ini .
Risa sama sekali tidak menyadari pesona unik yang dia miliki , bahkan Pangeran Seika yang sombong tidak berkutik di saat berhadapan dengan nya . Seperti nya jiwa sosial Risa cukup rendah , tapi IQ nya sangat tinggi .
Bip bip bip
Ponsel Risa bergetar kembali , kali ini Pak tua itu lah yang menelpon Risa .
" Kamu sudah sampai Pak Tua ? "
Suara Tua yang sangatlah agresif terdengar dari dalam ponsel .
" Kami tunggu saja Kakek ini akan menghukum mu dengan Sangat Berat " Teriak nya marah .
Risa menutup telinga nya saat mendengar teriakan Pak tua itu , jadi sebelum Risa dapat berbicara telepon mereka terputus begitu saja .
Tut Tut
" Hn Pak tua itu marah "
Gerbang Sekolah Nomor Satu Seika Maria.
Mobil melaju cepat dan berhenti sebentar , setelah gerbang di buka mobil itu dengan cepat melaju ke depan .
Kepala Sekolah langsung membuka pintu mobil sendiri meninggalkan sopir yang temenung .
Kepala Sekolah dengan cepat bergegas menuju kantor nya di lantai dua , dia bergumam rendah .
" Awas saja jika koleksi rusak , gadis busuk itu tidak akan aku ampuni "
Langkah kaki nya semakin cepat , dia menaiki anak tangga dengan sangat cepat . Walau pun dia sudah tua tapi berjalan beberapa meter masih sangat mudah untuk nya . Di saat dia sudah sampai di depan pintu ruangan milik nya , dia langsung menendang nya dengan kasar .
Lelaki tua itu menatap ke sekeliling nya dan melihay lemari kaca yang masih utuh , dan setiap koleksi beharga nya masih utuh juga dan lengkap dia menghela nafas .
"Gadis bau kamu menipu Orang tua ini"Suara pak tua itu rendah
Risa yang sedari tadi duduk di kursi dan membelakangi pak tua itu akhir nya berbalik , dia tersenyum tipis dan menyesap teh nya tenang .
" Baiklah Pak tua apa yang akan kamu minta dari ku ? "
Kepala Sekolah akhir nya tenang dan duduk di sofa .
Namun atmosfer di ruangan itu sangat aneh , gadis yang duduk di kursi milik kepala sekolah dan kepala sekolah yang duduk di sofa, jadi di sini siapa tamu dan tuan ruamah nya .
Kepala sekolah membuat-kan diri nya teh dengan tenang , setelah jadi dia menyesap nya lalu menstabilkan emosi yang meledak-ledak tadi .
" Apakah ada seseorang yang datang kemari tadi ? " Tanya Kepala Sekolah
" Oh maksud mu Ketua OSIS itu "
__ADS_1
Kepala sekolah mengangguk " Pasti kamu mengerti dengan tujuan aku memanggilmu kemari ! " Kepala sekolah tidak berbicara formal dengan Risa .
Risa mengetuk-ngetuk meja dengan kuku nya , dia bibir nya tersungging senyum aneh.
"Jadi soal festival musim semi ini tidak lebih tepat nya festival bunga ya , Pak tua kamu ingin aku melakukan apa sebenar nya ? " Dengan senyum main-main Risa menatap Kepala sekolah .
Kepala Sekolah juga menyeringai " Apakah otak cantik mu tidak berjalan ? " Tanya Kepala Sekolah
" Entah mungkin sirkuit nya patah "
" Huh baiklah akan aku jelas kan sedari awal , setiap tahun akan di adakan nya festival setiap pergantian musim . Memang festival ini sangat meriah dan juga sangat mewah , banyak dana yang dihabiskan untuk festival ini "
Risa menaik-kan alis nya. " Apakah maksud mu pak tua bahwa festival itu hanya di hadiri para anak kaya saja , dan mereka tidak mengizinkan anak biasa atau orang luar masuk ? "
" Huh tepat sekali , aku sudah pusing dengan ini . Aku tidak ingin citra sekolah yang hanya memihak orang kaya dan merendahkan orang miskin , rata-rata murid Seika adalah generasi kedua yang kaya , dan sebagian lagi adalah besiswa "
" Aku mengingat sesuatu , bukan nya sekolah menengah untuk anak biasa ada di sini kan ? " Tanya Risa
Kepala Sekolah mengangguk " Ya memang ada tapi letak nya sangat jauh dari sini , karena sekolah memiliki lahan yang sangat luas bahkan berbgai fasilitas sudah tersedia di sini . Setiap tahun nya murid biasa tidak pernah diizinkan oleh anak-anak kaya itu untuk berpartisipasi , mereka bahkan menghina atau menggertak anak-anak orang biasa itu . Dan sekarang banyak sekali murid dari kalangan biasa yang enggan bersekolah di sini , jangan lihat bagian di gedung ini saja . Di bagian gedung anak biasa sudah banyak penurunan , mereka takut bersekolah di sini lantaran anak-anak kaya ini " Kepala Sekolah memijit pelipisnya dia selalu sakit kepala dengan masalah ini .
" Jadi kamu meminta aku untuk membantu mempromosikan sekolah ya , hiss ini pekerjaan yang merepotkan " Risa melihat Kepala Sekolah yang tersenyum , dia memiliki firasat buruk soal ini .
Kepala Sekolah tersenyum aneh " Hei bukan nya kamu sudah berjanji dengan ku , ingat janji mu adalah hutang gadis bau "
Risa cemberut " Terserah ! "
Kepala sekolah dengan senyuman manis dan indah menyesap teh nya dengan anggun .
" Baiklah gadis bau kamu bisa berkoordinasi dengan kelompok OSIS untuk ini "
Risa behenti sebentar dan menatap Kepala Sekolah . " Mengapa harus OSIS sih ? "
" Karena sebagian besar anggota nya berasal dari anak-anak biasa tapi memiliki prestasi tinggi , banyak yang menghormati OSIS juga karena Ketua nya tahu "
Risa berdecak sebal mengapa ia harus melakukan bersama dengan orang asing .
" Berhenti bersifat introvet bocah bau ! " Pinta Kepala Sekolah
" Aku tidak introvet ! " Bantah Risa lagi
" Baiklah " Desah Kepala Sekolah
Risa beridri dari kursi nya dan mengucapkan selamat tinggal pada Kepala Sekolah .
" Aku pergi Pak tua ! "
Kepala Sekolah mengangguk " Pergi lah ! "
Klik
Pintu tertutup rapat , Risa memikirkan apa yang akan ia rencana kan untuk festival yang membosankan ini . Dia tidak pernah melakukan pekerjaan yang sia-sia selama ini , dia tidak suka membuang waktu .
" Orang tua itu menyebalkan sekali sih , aku menyesal telah memenuhi permintaan Kakek "
Risa melenggang pergi dari tempat itu hingga tubuhnya menghilang di balik kegelapan .
__ADS_1