Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game

Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game
Chapter 34


__ADS_3

...Volume 1 ...


...Bab 1...


...Bantuan Risa ...


Ruang Kepala Sekolah


Risa masih menunggu kedatangan Kepala Sekolah sedari tadi , dia belum beranjak dari tempat nya . Risa memegang cangkir berisi teh lalu menyesap nya , pikiran nya sedang berkelana entah kemana . Dan di waktu berikutnya Risa terkikik entah karena apa .


" Mengapa aku melupakan laki-laki bajingan itu ya ? " Desah Risa


Risa memegang dagu dan nampak sedang bepikir , dia seperti nya melupakan sesuatu namun dia tidak mengingat apa yang telah dia lupakan .


" Bebricara sendiri di sini tidak nyaman sekali , kapan Pak tua itu datang ya "


Risa mengambil ponsel dan membuka forum sekolah , dia penasaran berita terbaru apa yang akan dia lihat kali ini .


Di dalam post terdapat huruf tercetak tebal dan juga besar , yang bertuliskan ALARM KEBAKARAN PALSU . Risa melihat berbagai komentar pedas di bawah postingan itu , dia tidak tahu harus tersenyum atau marah salah seorang di komentar itu seperti nya menargetkan nya , namun dia tidak tahu siapa pelaku yang menyalakan alarm palsu itu .


" Sial , bajingan mana yang membuat lelucon ? "


" Untung tidak ada kebakaran betulan "


" Harap yang telah membuat keributan untuk meminta maaf ! "


" Hei apa maksud mu ? "


" Pasti ada seseorang yang telah membuat alarm palsu , pihak sekolah harus turun tangan untuk ini "


" Tapi dengan alarm kebakaran ada berkah nya juga , Ais aku benar-benar berterima kasih untuk siapa yang menyalakan alarm kebakaran . Jika tidak aku akan mengikuti tes dadakan , Smile .jpg. "


" Bah orang sinting , tapi ada beberapa guru yang mengalami kecelakaan foto.0.9Jpg. "


Salah seorang murid yang masih berada di sekolah , tanla sengaja memposting seorang guru yang tengah mengalami kejang-kejang . Yah orang itu sangat di kenal oleh Risa , karena dia yang menyelamatkan nya .


" His kupikir tidak ada orang yang akan mengambil foto , aku merasa selalu sial jika berdekatan dengan para ML sialan itu "


Risa ter-belangak dan menatap foto itu dengan mata melebar , mengapa dua tidak sadar bahwa ada yang mengambil gambar nya . Tapi untung nya yang di foto ialah wajah samping nya .


" Hei hei ... Bukan nya dia Pangeran Seika kalau tidak salah nama nya Louis Pasteur dan disebelah nya seperti nya Keithel Miro siswa tahun pertama bukan ? "


" Benar-benar lalu siapa kedua wanita yang ada di belakang nya itu , mengapa terasa familiar ? "


" Mereka bukan fokus nya tapi lihat gadis bersurai hitam itu , Seperti nya mencoba menyelamatkan guru itu ! "


"Benar melihat tindakan nya dua seperti nya sangat ahli , tapi siapa gadis bersurai hitam itu ? "


" Tunggu sebentar Seperti nya gadis bersurai hitam ini terasa familiar juga "


" Ah walau melihat wajah nya yang dari samping dia pasti sangat cantik , kyaa dia seperti Dewi perak ku Kya "


" Siapa yang Dewi Perak ? QAQ , kapan sekolah kita memiliki Dewi Perak ? "


" CK .. CK .. CK ..Dewi perak ku sudah pergi Wu .. Wu ..Wu .. Dia hanya sebentar di sini . Apakah kalian lupa gadis bersurai perak yang memenangkan tempat pertama ujian itu "

__ADS_1


" Tenryata dia ya , aku dengar karena kondisi kesehatan nya buruk dia terpaksa kembali untuk mendapatkan perawatan "


" Ah sayang sekali kita tidak bisa melihat wajah di balik topeng itu "


Mulut Risa berkedut apakah ada orang yang mengenali nya habis lah dia , Risa nampak lah tenang dan tidak memperdulikan post itu lagi .


Tapi mengapa sosok nya yang itu juga di angkat ya , astaga apakah dia meninggal kan kesan yang begitu mendalam kepada mereka . Risa memikirkan ini dengan seksama , dia bahkan tidak pernah berinteraksi dengan mereka . Lalu memgapa sosok nya begitu melekat di kepala orang-irang bodoh ini .


Risa sama sekali tidak menyadari pesona unik yang dia miliki , bahkan Pangeran Seika yang sombong tidak berkutik di saat berhadapan dengan nya . Seperti nya jiwa sosial Risa cukup rendah , tapi IQ nya sangat tinggi .


Bip bip bip


Ponsel Risa bergetar kembali , kali ini Pak tua itu lah yang menelpon Risa .


" Kamu sudah sampai Pak Tua ? "


Suara Tua yang sangatlah agresif terdengar dari dalam ponsel .


" Kami tunggu saja Kakek ini akan menghukum mu dengan Sangat Berat " Teriak nya marah .


Risa menutup telinga nya saat mendengar teriakan Pak tua itu , jadi sebelum Risa dapat berbicara telepon mereka terputus begitu saja .


Tut Tut


" Hn Pak tua itu marah "


Gerbang Sekolah Nomor Satu Seika Maria.


Mobil melaju cepat dan berhenti sebentar , setelah gerbang di buka mobil itu dengan cepat melaju ke depan .


Kepala Sekolah langsung membuka pintu mobil sendiri meninggalkan sopir yang temenung .


Kepala Sekolah dengan cepat bergegas menuju kantor nya di lantai dua , dia bergumam rendah .


" Awas saja jika koleksi rusak , gadis busuk itu tidak akan aku ampuni "


Langkah kaki nya semakin cepat , dia menaiki anak tangga dengan sangat cepat . Walau pun dia sudah tua tapi berjalan beberapa meter masih sangat mudah untuk nya . Di saat dia sudah sampai di depan pintu ruangan milik nya , dia langsung menendang nya dengan kasar .


Lelaki tua itu menatap ke sekeliling nya dan melihay lemari kaca yang masih utuh , dan setiap koleksi beharga nya masih utuh juga dan lengkap dia menghela nafas .


"Gadis bau kamu menipu Orang tua ini"Suara pak tua itu rendah


Risa yang sedari tadi duduk di kursi dan membelakangi pak tua itu akhir nya berbalik , dia tersenyum tipis dan menyesap teh nya tenang .


" Baiklah Pak tua apa yang akan kamu minta dari ku ? "


Kepala Sekolah akhir nya tenang dan duduk di sofa .


Namun atmosfer di ruangan itu sangat aneh , gadis yang duduk di kursi milik kepala sekolah dan kepala sekolah yang duduk di sofa, jadi di sini siapa tamu dan tuan ruamah nya .


Kepala sekolah membuat-kan diri nya teh dengan tenang , setelah jadi dia menyesap nya lalu menstabilkan emosi yang meledak-ledak tadi .


" Apakah ada seseorang yang datang kemari tadi ? " Tanya Kepala Sekolah


" Oh maksud mu Ketua OSIS itu "

__ADS_1


Kepala sekolah mengangguk " Pasti kamu mengerti dengan tujuan aku memanggilmu kemari ! " Kepala sekolah tidak berbicara formal dengan Risa .


Risa mengetuk-ngetuk meja dengan kuku nya , dia bibir nya tersungging senyum aneh.


"Jadi soal festival musim semi ini tidak lebih tepat nya festival bunga ya , Pak tua kamu ingin aku melakukan apa sebenar nya ? " Dengan senyum main-main Risa menatap Kepala sekolah .


Kepala Sekolah juga menyeringai " Apakah otak cantik mu tidak berjalan ? " Tanya Kepala Sekolah


" Entah mungkin sirkuit nya patah "


" Huh baiklah akan aku jelas kan sedari awal , setiap tahun akan di adakan nya festival setiap pergantian musim . Memang festival ini sangat meriah dan juga sangat mewah , banyak dana yang dihabiskan untuk festival ini "


Risa menaik-kan alis nya. " Apakah maksud mu pak tua bahwa festival itu hanya di hadiri para anak kaya saja , dan mereka tidak mengizinkan anak biasa atau orang luar masuk ? "


" Huh tepat sekali , aku sudah pusing dengan ini . Aku tidak ingin citra sekolah yang hanya memihak orang kaya dan merendahkan orang miskin , rata-rata murid Seika adalah generasi kedua yang kaya , dan sebagian lagi adalah besiswa "


" Aku mengingat sesuatu , bukan nya sekolah menengah untuk anak biasa ada di sini kan ? " Tanya Risa


Kepala Sekolah mengangguk " Ya memang ada tapi letak nya sangat jauh dari sini , karena sekolah memiliki lahan yang sangat luas bahkan berbgai fasilitas sudah tersedia di sini . Setiap tahun nya murid biasa tidak pernah diizinkan oleh anak-anak kaya itu untuk berpartisipasi , mereka bahkan menghina atau menggertak anak-anak orang biasa itu . Dan sekarang banyak sekali murid dari kalangan biasa yang enggan bersekolah di sini , jangan lihat bagian di gedung ini saja . Di bagian gedung anak biasa sudah banyak penurunan , mereka takut bersekolah di sini lantaran anak-anak kaya ini " Kepala Sekolah memijit pelipisnya dia selalu sakit kepala dengan masalah ini .


" Jadi kamu meminta aku untuk membantu mempromosikan sekolah ya , hiss ini pekerjaan yang merepotkan " Risa melihat Kepala Sekolah yang tersenyum , dia memiliki firasat buruk soal ini .


Kepala Sekolah tersenyum aneh " Hei bukan nya kamu sudah berjanji dengan ku , ingat janji mu adalah hutang gadis bau "


Risa cemberut " Terserah ! "


Kepala sekolah dengan senyuman manis dan indah menyesap teh nya dengan anggun .


" Baiklah gadis bau kamu bisa berkoordinasi dengan kelompok OSIS untuk ini "


Risa behenti sebentar dan menatap Kepala Sekolah . " Mengapa harus OSIS sih ? "


" Karena sebagian besar anggota nya berasal dari anak-anak biasa tapi memiliki prestasi tinggi , banyak yang menghormati OSIS juga karena Ketua nya tahu "


Risa berdecak sebal mengapa ia harus melakukan bersama dengan orang asing .


" Berhenti bersifat introvet bocah bau ! " Pinta Kepala Sekolah


" Aku tidak introvet ! " Bantah Risa lagi


" Baiklah " Desah Kepala Sekolah


Risa beridri dari kursi nya dan mengucapkan selamat tinggal pada Kepala Sekolah .


" Aku pergi Pak tua ! "


Kepala Sekolah mengangguk " Pergi lah ! "


Klik


Pintu tertutup rapat , Risa memikirkan apa yang akan ia rencana kan untuk festival yang membosankan ini . Dia tidak pernah melakukan pekerjaan yang sia-sia selama ini , dia tidak suka membuang waktu .


" Orang tua itu menyebalkan sekali sih , aku menyesal telah memenuhi permintaan Kakek "


Risa melenggang pergi dari tempat itu hingga tubuhnya menghilang di balik kegelapan .

__ADS_1


__ADS_2