
...Volume 1...
...Bab 1...
...Mainan Baru Yang Menarik...
Vila Pribadi
Sebuah mobil mewah memasuki kawasan vila , mobil itu melewati air mancur yang menjadi titik pusat vila . Setelah melewati air mancur kini mobil itu melewati taman bunga yang tersusun rapi , bunga bermekaran dan banyak sekali kupu-kupu yang hinggap . Mobil mewah itu berhenti dan seorang pria bertubuh kekar keluar dari Co pilot , pria bertubuh kekar itu membuka kan pintu belakang mobil .
Seorang laki-laki keluar dari sana , laki-laki yang tampan namun raut wajah nya nampak tidak senang . Dengan kemeja putih yang bernoda wine dan terbuka , serta surai biru lautan nya yang acak-acakan . Surai panjang itu tertiup oleh angin sehingga membuat nya bertambah berantakan , namun laki-laki itu nampak tidak peduli .
Bila Risa berada di sana melihat pemandangan ini , dia pasti mengenal dengan jelas siapa laki-laki itu .
Laki-laki itu tidak lain ialah Theo yang baru saja kembali dari Kafetaria , dengan raut wajah yang sebal dia masuk ke dalam Vila . Dia mendobrak pintu depan hingga menimbulkan bunyi yang keras .
Brakk
Suara yang datang dari area depan membuat Mill menghentikan kegiatan makan nya itu , hanya Rein yang asik memakan buah sambil bersandar di sofa .
Laki-laki Surai gelap itu tidak peduli dengan area di sekitar nya asal tidak menganggu nya , akan dia abaikan sepenuh nya .
" Dia kembali "
Wajah cantik Mill diwarnai dengan ekspresi jelek , dia dapat mencium aroma Wine dari orang yang akan mendekat itu . Mill menutuo hidung nya dengan sapu tangan nya , hidung nya sangat sensitif terhadap bau .
" Mengapa Aroma wine sangat kuat "
Rein tidak peduli dengan pernyataan Mill , dia lebij memilih mengambil ponsel dan bermain game online .
Theo yang datang tiba-tiba dengan ekspresi gelap di wajah nya , langsung naik ke lantai atas . Dia naik begitu saja tanpa menghiraukan Mill dan Rein yang ada di bawah .
" Kenapa dia ? " Tanya Mill pada Rein
Iris biru gelap itu menatap Mill dengan ketidakpedulian yang jelas terpancar , dia mengedik-kan bahu nya .
" Tidak tahu " Jawab nya singkat
Kamar Theo
Pintu kamar Theo terbuka , nuansa kamar Theo bergaya retro tidak sesuai dengan Theo yang selalu fashion nista yang akan selalu mengikuti tren , Kamar yang retro namun elegan di dominasi dengan warna biru yang tenang layak nya lautan .
Di balkon kamar milik Theo terdapat tanaman yang ditempati di dalam pot , jika di perhatikan lebih seksama tanaman yang ada di dalam pot , ternyata berisi tanaman langka namun aneh nya tanaman langka Tersebut dapat hidup di kamar milik Theo , ternyata di kamar Theo juga terdapat taman pribadi kecil , di sana juga terdapat kolam ikan koi .
Sungguh kamar yang luar biasa , ternyata isi Vila pribadi ini memiliki banyak barang bagus .
Theo keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih melilit di pinggang nya , Surai biru laut nya yang panjang terjun bebas di bahu nya , dan tetesan air dari rambut nya berjatuhan di lantai .
Dia mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang .
" Kirimkan video pengawasan di sekitar area lantai dua ! "
Theo menunggu beberapa menit untuk mendapatkan video pengawasan , dia masuk ke kamar ganti di sana terpampang jelas berbagai macam baju yang berjejer , dan tak lupa berbagai aksesoris pria lain nya . Theo mengambil kaos biru yang di padukan warna hitam dan celana jeans . Dia keluar dari kamar ganti dan melihat ada pesan yang masuk ke ponsel nya .
__ADS_1
Theo kembali diri nya yang normal , senyumannya merekah di bibir seksi nya itu . Namun senyum itu itu hanya lah senyum iblis , tawa Theo menggelegar di dalam kamar milik nya tawa itu terasa mengeram untuk sesaat saja .
" Heh gadis yang cukup berani ! "
Di dalam rekaman pengawas terdapat sesosok gadis yang menyelinap ke luar , gadis itu dengan lihai mengambil kunci pintu ganda dari tubuh laki-laki yang tengah terbaring itu .
Wajah gadis itu tetap datar dan tidak ada tanda-tanda menyesal di wajah cantik itu , setelah melakukan aksi nya dia dengan cepat menuju pintu dan membuka nya setelah keluar dia mengunci nya lagi , dan untuk kunci di tangan nya dia lempar kan begitu saja dari jendela .
Namun gerakan gadis itu berhenti karena melihat sesuatu di jalan depan , gadis itu bersembunyi dari balik pot tanaman yang cukup besar .
" Sungguh hal yang bodoh " Theo mengutuk pengawal nya sendiri
Theo menonton video pengawasan itu sampai selesai , namun di sini dia dibuat bingung mengapa Alarm Kebakaran tiba-tiba berbunyi , mana mungkin gadis itu yang menyalakan nya kan tidak mungkin , dia belum memiliki kemampuan itu .
" Lain kali akan aku balas kami gadis tengik " Theo mendengus dan keluar dari kamar nya .
Dia menuruni anak tangga dan sampailah dia pada ruang tengah , tempat kedua teman nya tengah bersantai .
" Kamu kembali " Menyadari Theo yang mendekat , Mill langsung menatap ke arah laki-laki itu rambut nya masih basah , Dia membiar-kan rambut nya tergerai .
Theo terenyum menggoda dan duduk di dekat Mill " Apakah kamu merindukan ku secepat ini Mill ? " Tanya nya menggoda
Mill sudah terbiasa dengan perilaku orang gila satu ini , dia sudah cukuo kebal dengan godaan teman nya itu .
Rein dengan wajah poker sibuk memainkan game di ponsel nya , dia mana peduli dengan kedatangan Theo .
Hanya Mill yang ingin mengintrogasi Theo saat ini , dia menatap tajam Theo .
" Kali ini kekacauan apa yang kamu lakukan ? . Aku tidak ingin menambah hukuman kurungan laknat ini lagi " Ucap Mill mencibir
" Aku hanya makan siang dengan seorang gadis cantik saja "
Mill tidak ingin memercayai kata-kata dari si gila ini , kata yang dia ucapkan terkadang terbalik dari yang ia lakukan .
" Aku sungguj hanya sekedar makan siang , aku tidak melakukan apapun pada gadis itu " Tatapan Theo memelas " Malahan aku yang diapa-apa kan gadis bau itu " ucap nya rendah
Mill sekilas menangkap perkataan Theo yang sangat kecil .
" Apa kamu bilang ? " Tanya Mill dengan tatapan menyeramkan .
Hanya Rein yang cuek bebek menyaksikan Mill yang akan menghukum Theo , dia tidak habis pikir dengan kelakuan orang yang lebih tua dari nya itu .
Dia heran mengapa bisa berteman dengan orang-orang gila ini , satu nya playboy tingkat akut dan lain nya dokter gila yang menderita Msyopobia yang parah , hidup nya tenang kacau setelah dia kembali ke ibukota akan ia kacau kan Pak tua itu hingga jera , berani nya mengirim nya ke tempat terpencil ini .
Author : " Ya ampun Bila mewah di kira tempat terpencil , Rein rumah kau Segede apa sih ? "
Rein : " Istana "
Author : " .... !? "
Balik ke cerita :
" Hei hei Mill tenang oke , aku tidak berbuat aneh-aneh kali ini "
__ADS_1
Mill hanya tersenyum dan mengabaikan Theo .
Theo mendapatkan firasat yang buruk , dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Mill kali ini , Senyum nya itu sangat menyeramkan .
Melihat Mill yang pergi ke area belakang rumah , membuat jantung Theo berdegup kencang . Firasat nya semakin memburuk , melihat Mill yang kembali dengan sekuntum bunga di tangan nya , namun sekuntum bunha itu terlihat acak-acakan dan terlihat mengerikan , terdapat banyak robekan di setiap kelopak dan daun nya .
Dan sekuntum bunga yang di bawa Mill itu sangat Theo kenali , dia berteriak kencang .
" Oh Baby ku .... Mill bajingan mengapa kamu menyakiti bayi berharga ku . Tidak jangan-jangan kamu memotong mawar berharga ku "
Mill mengabaikan Theo yang berteriak histeris , dia membawa sekuntum bunga itu ke dapur . Dia mengambil sebuah wadah dan menempatkan sekuntum bunga mawar itu , lalu mengambil minyak dan menuangkan nya ke dalam wadah itu . Setelah itu Mill mengambil pemantik api milik nya dan membakar sekuntum bunga mawar itu .
" Sial kamu sangat kejam Mill bajingan , astaga bayi ku di bakar oleh mu hiks hiks hiks kamu kejam Mill "
Sedari tadi Rein menutup telinga nya dengan headset , agar tidak mendengar teriakan berisik Theo .
Theo meratapi dengan sedih sekuntum bunga mawar yang di bakar Mill itu , ia dengan sedih mengambil abu dari bunga sekuntum bunga mawar itu . Lalu membawa nya ke taman belakang dan menggali tanah , dan meletakkan abu itu di sana .
Mill hanya menatap acuh setiap pekerjaan yang di lakukan oleh Theo , dia mengabaikan dan seolah tidak perduli dengan tindakan absurd Theo .
Theo kembali ke dalam Vila dengan tatapan kusut , dia berbaring ke sofa dan menatap Rein yang terus bermain game .
" Hei Rein apakah pesona ku sudah luntur ? " Tanya Theo
Rein melirik Theo sekilas " Tidak " Balas Rein acuh .
Theo memikirkan perkataan Rein dengan seksama , akan tetapi lamunan nya buyar akibat perkataan Mill .
" Mungkin pesona mu sudah hangus habis terbakar , playboy seperti mu mementingkan pesona juga ternyata " Kata Mill dengan sinis
" Tentu saja harus jika tidak ada pesona apa jadi nya hidup ku , HM pemuda tampan yang penuh pesona ini sudah menaklukkan banyak hati wanita " Theo berkata dengan Sombongnya
Mill memegang perut nya dan hendak tertawa lepas , akan tetapi dia menahan nya karena tidak sesuai dengan sifat acuh dan ketidakpedulian nya itu .
Rein mendengus " Hanya satu orang " Kalimat yang begitu singkat
Theo bingung dengan hanya sebuah kalimat singkat yang diucapkan Rein, dia tidak paham dengan kata satu orang apa maksud nya ya .
" Jelas kan maksud mu satu orang hah kamu tidak lah nyambung Rein sayang ku " Theo menatap nanar Rein
Rein bangun dari tidur nya dan hendak naik menuju lantai atas , namun saat dia baru beberapa naik anak tangga .
" Hei berhenti ! , Kamu pergi kemana jelaskan apa yang kamu maksud ! " Teriak Theo kencang yang suara nya tak kalah Seperti speaker .
Mill menutup telinga nya dengan kedua tangan nya , sedangkan Rein hanya bersikap acuh dengan teriakan Theo . Rein mengabaikannya nya dan lebih memilih naik ke atas .
Thei yang kesal menggigit kuat-kuat buah-buahan itu dengan ganas , sambil membayangkan tubuh Rein dia hancur kan .
" Kamu sangat bodoh dalam hal ini " Kaya Mill mencela
Theo tambah bodoh di tempat nya " Hei kamu juga apa sih yang kamu maksud aku tidak paham sama sekali " Theo menggaruk kepala nya yang tidak gatal . Sirkuit Otak nya menjadi rusak setelah di beri obat mimpi buruk oleh Risa .
Mill juga meninggalkan Theo sendirian di sana , dia lebih memilih menuju laboratorium dan terkurung di sana dari pada mendengar ocehan tidak berguna Theo .
__ADS_1
Theo sedari tadi sangat bingung dengan adegan ini , namun setelah dia berpikir lama . Sebuah wajah indah terlintas di benak nya , dan dia mengerti sesuatu .
" Sial aku belum balas dendam dengan gadis sialan itu , aku tidak akan melupakan kejadian memalukan hari ini . Eh Mengapa pesona karismatik ku Tidak bekerja untuk nya ya ? "