Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game

Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game
Chapter 4


__ADS_3

...Volume 1...


...Bab 1...


...Ruang Rahasia...


TAP TAP


Tanpa diketahui oleh siapa pun , Risa semakim menjauh dari Blair . Risa Tersenyum ringan dan mempercepat langkah nya , Risa memeriksa setiap sudut perpustakaan .


Tatapan Risa terus terpaku kepada rak"rak buku . Alis Risa mengkerut , dia sudah mencari di lantai 2 namun mengapa ia tidak menemukan nya .


Risa tersentak di tempatnya karena mendengar suara Blair yang memanggil nya .


"Risa kamu dimana ? " Teriak Blair


Risa mengatur ekspresi wajah nya dan menjawab panggilan Blair .


" Aku di sini Senior "


Blair dengan cepat melangkah kedepan Risa dan ingin memeluk nya , namun Risa dengan gesit mundur kebelakang . Blair kaget dengan reaksi Risa dan waktu berikutnya muka nya memerah , ia malu Bagaimana ia bisa ingin memeluk Risa .


" Maaf kan aku , aku terlalu khawatir karena kamu tidak ada . Jangan pernah berkeliaran kemana pun tanpa aku temani Risa " Ucap Blair dengan nada tertekan dan juga takut .


Risa menyerengit dan tidak mengerti apa yang Blair sedang coba jelaskan pada nya . Blair baru mengingat untuk menambah kan Risa di WeChat .


" Bisakah kamu menambahkan WeChat ? " Tanya Blair


"Tentu " Jawab Risa singkat


Blair dan Risa bertukar WeChat sekaligus nomor telepon , Risa berkata pada Blair ingin membaca sebentar di lantai 3 . Jadi Risa meminta Blair untuk menunggu nya di sini , Risa hanya tersenyum namun Blair tidak akan menyangka apa yang akan di lakukan Risa berikut nya .


Risa menatap kepergian Blair dengan senyum , mengapa Senior nya mudah sekalai ditipu .


"HM , apakah dia terlalu percaya padaku . Tidak baik terlalu mempercayai orang sampai seperti ini"


Risa kembali mencari dia tidak akan menyerah , sebelum mendapatkan apa yang ia inginkan . Risa mengelus setiap Rak buku di lantai satu , alis cantik nya mengerut .


Tenryata menemukan nya memang sangat lah sulit , memang layak untuk para orang gila seperti mereka . Risa menatap sebuah buku yang menarik perhatian nya , dia tersenyum dan mengambil nya .


" Ketemu juga "


Risa meraba dinding di belakang buku tersebut, dan menemukan sebuah tombol yang tertutup .


Srekk


Brakk


Risa Tersenyum menatap sebuah jalan rahasia di depan nya , perlahan beberapa anak tangga terbentuk . Risa menatap nya lama , di bawah sangat gelap . Risa turun dengan senter ponsel nya yang menyala .


Kelas Roket


Kaila memiliki raut wajah masam saat ini , mengapa ia harus duduk di barisan yang sama dengan anak sombong itu . Dan yang paling parah nya dia tepat berada di belakang meja nya , menatap ia dengan tatapan yang begitu menusuk .


Ia berharap hari-hari nya ke depan nya akan tidak berisik . Rika yang berada di sebelah nya hanya tertawa kecil , melihat sahabat nya di ganggu oleh pangeran sekolah mereka .Akan tetapi saat tatapan nya bertemu dengan Louis , ia dipelototi dengan ganas . Ia menciut di tempat nya dan tidak berani menghadap kebelakang lagi .

__ADS_1


Kelas Roket sangat ramai dan berbagai siswa yang terus bergosip dari sana sini .


" Kyaa tidak di sangka aku akan sekelas dengan Pangeran ku tahun ini "


" Kedua lelaki tampan ada di kelas kita , sungguh pemandangan yang indah "


Keith tersenyum ke semua siswi di kelas mereka , banyak teriakan parau dari siswi ini semua .


"Kya Kya lihat Pangeran ku mengedip padaku "


" Tidak mana mungkin itu pasti aku "


Kaila menatap para murid perempuan ini dengan jengah , Apa sih yang bagus dari anak sombong itu selain wajah nya . Memang anak sombong itu sangat tampan , Kaila menghapus itu dari pikiran nya . .


Kini pikiran nya berkelana mengingat gadis misterius yang ditemui nya , dia merasa gadis itu terlalu cantik hingga wajah nya tertutup oleh topeng .


" Oi Kaila mengapa kamu bengong sih . Awas nanti kamu kesambet karena bengong terus " Ledek Rika


Kaila mendengus kesal dengan perkataan sahabat nya .


" Rika kamu ini , Biarkan saja tapi aku belum berterima kasih pada gadis waktu itu , dia menolong ku dua kali ini hari ino " Ucap Kaila sedih


"Cepat atau lambat kalian pasti bertemu lagi " Rika menepuk-nepuk pundak Kaila .


Namun suara Louis yang mengejek Kaila terdengar hingga ke semua telinga teman sekelas nya .


" Gadis sinting ternyata kamu cukup gila rupanya " Ucap Louis terkekeh


" Siapa yang gila anak sombong " Teriak Kaila yang wajah nya memerah karena malu .


Kaila juga terdiam membisu , ucapan anak sombong ini memang benar . Dia dan gadis itu berada di dunia yang sama sekali berbeda . Akan tetapi ia masih berharap bisa bertemu dengan nya lagi dan mengucapkan terima kasih .


" Louis itu sudah cukup , kamu membuat semangat Gadis manis ini turun " Ucap Keith dengan senyum merekah di bibir nya


Rika tidak berani berbicara apapun di samping Kaila saat ini . Karena beberapa tatapan tajam murid perempuan mengarah ke mereka .


" Tapi bisakah aku bertemu lagi dengan gadis itu " Ucap Kaila sedih


" Mana mungkin jangan terlalu berharap " Ejek Louis


" Bukan nya tidak bisa namun sulit , Aku mendengar dari para senior dan guru bahwa gadis itu hanya datang di saat ujian saja , karena gadis itu memiliki masalah kesehatan " Jelas Keith


" Jadi begitu." Kaila lega dapat bertemu lagi dengan gadis itu , tapi mengapa ia merasa ada yang janggal ya . Gadis itu memiliki penyakit , gadis yang sakit dapat menarik nya dengan cepat dan juga kuat itu sakit .Kaila tenggelam ke dalam pikiran nya sendiri saat ini .


" Namun aku juga mendapat kabar menarik dari juara ujian kita " Senyum Keith merekah dan membuat lara murid perempuan meleleh di buat nya .


" Apa itu ? " Ucap Louis tajam


" He ... He ... Mengapa kamu sepenasaran begitu Loius ? " Keith terkekeh tapi menerima tatapan tajam Loius ia berkata lagi . " Rumor yang kudengar dari senior yang dekat dengan Ruang kepala sekolah , gadis itu diperlakukan dengan hormat . Dan saat ini mungkin ia sedang berkeliling bersama Senior Blair "


" Apa tidak mungkin " Teriak Louis tanpa sadar .


Keith Tersenyum main-main saat ini , ia memutar-mutar pensil yang ada di tangan nya .


" Tentu saja lagi pula gadis itu sangat aneh , dia menutup wajah nya seakan ia tidak ingin diketahui identitasnya . Ada beberapa yang mengatakan bahwa gadis itu berasal dari keluarga terhormat , dan ada lagi yang menyatakan gadis itu ialah keluarga jauh Kepala Sekolah "

__ADS_1


Kaila menatap Keith dengan ekspresi bingung , dia tidak mengerti arah pembicaraan kedua orang ini lagi . Jadi dia hanya diam dan tidak mengucapkan apa-apa lagi .


" Nah gadis manis akankah kamu masih ingin bertemu dengan gadis itu ? " Tanya Keith dengan senyuman indah nya .


" Tentu saja aku akan masih ingin bertemu dengan nya lagi , lagi pula dia adalah penyelamat ku " Ucap Kaila tegas


Keith tersenyum miring , gadis yang pintar namun naif . Namun dia tidak termakan godaan dengan mudah rupanya .


'' Gadis ceroboh kamu terlalu banyak berharap , bagaimana mungkin kamu dibandingkan dengan gadis itu . Secuil kuku nya saja tidak bisa dibandingkan dengan nya " Gertak Loius


'' Anak sombong diam !!! , walaupun aku tidak bisa dekat dengan nya kamu juga belum tentu bisa , anak bodoh seperti mu tidak layak sama sekali '' Ejek Kaila


'' Kamu '- Pembuluh darah di tubuh Loius naik karena amarah nya pada Kaila , saat ini ia ingin memakan habis gadis ini. Berani nya dia menghina kepintaran nya seperti ini .


Keith dan Rika menonton pertengkaran kedua orang ini dari samping , sedang kan para siswi hanya bisa menggigit kuku mereka karena iri , mereka tidak bisa berbicara dengan pangeran sekolah . Mengapa gadis desa itu yang terus menggoda pangeran mereka , Dimata para siswi Kaila telah menjadi musuh mereka semua .


Kaila merasa bulu kuduk nya berdiri , ia merasakan dingin dipunggung nya .


''Mengapa perasaan ku sangat tidak enak ya ???? ''' Batin nya


Loius yang diabaikan oleh Kaila berteriak keras-keras pada Kaila saat ini .


'' Woi gadis ceroboh kamu dengar apa tidak sih ? '' Tanya Louis kesal


'' Aku dengar , telinga' ku masih berfungsi telinga' ku tidak rusak . Jadi berhentilah berteriak padaku anak sombong ''


Kaila mengabaikan Loius dan tidak memperdulikan Loius yang marah hingga ke ubun-ubun . Pikiran nya terpaku pada gadis bersurai perak yang menyelamatkan nya itu , dia berharap ia dapat bertemu dengan nya lagi .


Kelas Kunci


Risa memegang ponsel nya erat , ia berjalan menuruni anak tangga . Sudah ia duga sesuai di deskripsi Otome Game terdapat Ruang Rahasia di perpustakaan , jadi memang sudah dipastikan dia terlahir kembali ke dunia Otome Game , namun seperti nya tidak ada benda yang disebut sistem yang mengikat nya untuk melakukan misi , jadi ini dunia lain kalau begitu .


'' Mari temukan benda yang aku cari , aku hanya punya satu kesempatan '' Celoteh Risa pada dirinya sendiri


Risa akhirnya mencapai Rangga terakhir , Risa berjalan menelusuri lorong gelap di depan nya . Tatapan nya menelisik ke setiap dinding , Seperti nya dinding ini terbuat dari benda peredam suara . Seberapa kuat kali kami berteriak tidak akan ada yang mendengar nya .


Risa berhenti berjalan dan mematikan senter ponsel nya . Ia bersembunyi di sebuah pilar dan membuka ponsel nya lagi , ternyata ada pengganggu sinyal di area ruang rahasia .


Risa melempar kan serbuk ke jalan di depan nya . Serbuk-serbuk itu memunculkan keberadaan garis-garis merah mencolok di jalan itu , ternyata keamanan di ruang rahasia ini cukup menarik .


Risa dihadapkan laser merah yang membidik di kepala nya , Risa mengetik Simbol-simbol aneh di ponsel nya . Berbagai angka bermunculan dan terus menerus bertambah hingga suara sistem berbunyi .


''Ding Sistem Diambil Alih ''


Risa tersenyum miring untung nya jebakan di depan nya mudah untuk di lewati , Risa menggulung rambut panjangnya dan membuat nya menjadi rol .Risa memasukkan ponsel nya kedalam saku Rok nya . Setelah Risa selesai dengan Persiapan nya .


Risa berlari kedepan dan meloncat dengan lincah , saat Risa melompat dia bertumpu pada tangan nya saat melewati garis merah . Saat garis merah di depan nya menyempit , Risa dengan ringan melewati garis itu dengan Lompatan .


Risa bergerak dengan lincah setiap kali ia melewati garis merah itu , kecepatan nya juga tidak kalah dengan kelincahan nya . Risa dengan berhati-hati akan menunduk kan kepala nya saat ia dihadapkan dengan garis merah terakhir .


'Ding Fungsi Sistem Dimatikan''


Risa berhasil melewati nya dengan aman dan ia berhasil mematikan sistem pemantauan , dia Risa tersenyum dari balik topeng nya . Sebelum ia masuk keruang rahasia ini , Risa menggunakan rambut palsu berwarna hitam yang merekat kuat di kepala nya . Jika kalau ia gagal dalam melakukan pekerjaan nya , ia tidak akan mudah ditangkap jika menyamar dengan sangat baik .


Ia membuat rambut palsu khusus yang bisa ia bawa kemana saja , dan setelah dipakai rambut palsu itu akan otomatis menguap . Risa tak lupa menutup beberapa hal di baju nya , agar tidak dikenali . Baju nya kini hanya seragam siswa biasa , tidak akan ada yang menyangka seragam yang ia pakai berasal dari Sekolah Menengah Pertama Seika Maria

__ADS_1


__ADS_2