Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game

Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game
Chapter 21


__ADS_3

...Volume 1...


...Bab 1...


...Kejadian Yang Di Rencana kan...


Kelas Kunci


Di vila tempat kelas kunci berada sangat sepi , walaupun lingkungan vila begitu luas dan dengan disertai taman yang begitu indah . Masih akan tetap terasa hampa karena penghuni nya hanya tiga orang saja .


Di sebuah kamar bernuansa abu-abu gelap , terdapat furniture yang unik di dalam . Dan di lemari kaca yang berjejer di penuhi dengan miniatur senjata , teng , robot , bahkan gedung pun ada .


Seorang laki-laki tampan yang tadi nya terpejam , akhir nya membuka mata nya . Iris biru gelap itu memandang sekitar dengan dingin , ia menyingkap selimut lalu berjalan menuju gorden . Ia membuka gorden nya dan cahaya menembus masuk , ke dalam kamar yang begitu gelap dan suram itu .


Laki-laki itu membuka jendela dan berjalan menuju gorden , angin segar menyapu wajah nya yang tampan .


'' Sudah pagi ''


Setelah menikmati angin segar , dia berjalan kembali ke dalam dan menuju kamar mandi . Suara guyuran air yang keluar dari shower terdengar jelas .


'' Hei Rein kamu sudah bangun ? , kami menunggu mu di bawah '' Ujar Theo dari balik pintu


'' Dimana pria wajah lumpuh itu ? '' Theo mencari di sekitar namun tidak ada seorang pun


Lalu pandangan nya menyapu pintu kamar mandi yang tertutup '' Oh rupa nya dia sedang mandi '' Theo bergegas keluar


Sementara Rein yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap pintu kamar nya yang terbuka , tidak ada jejak ekspresi dari wajah dingin nya itu . Rein masih memakai jubah mandi berwarna hitam , rambut hitam gelap nya yang masih basah menintik-kan air .


Meja Makan


Theo dengan gembira duduk , lalu menatap ke arah makanan yang tersedia di atas meja . '' Kamu memang yang terbaik dalam hal makanan Mill ''


Seorang laki-laki dengan celemek di tubuh nya memandang Theo jijik , wajah yang lebih cantik dari wanita itu hanya berwajah datar . Celemek putih yang di pakai nya juga ternoda akibat memasak , ia membawa hidangan terakhir yang ia masak ke meja .

__ADS_1


'' Berhenti , tunggu Rein turun dulu !? '' Mill menepis tangan Theo begitu saja


'' Kamu sangat kejam pada ku Mil , aku kan mengecap nya sedikit '' Theo memoyong-kan mulut nya sebal .


Diantara ketiga nya Theo lah yang tertua , namun sikap kekanak-kanakan nya dan wajah nya yang terlihat lebih muda dari orang seusia nya , pasti menganggap Theo lah yang termuda padahal dia yang tertua . Diikuti Mill yang dua tahun lebih muda dari Theo , yang paling muda di sini ialah Rein sendiri .


Rein baru saja turun dari kamar nya , Rein memakai pakaian santai . Namun ia tetap begitu tampan walau memakai pakaian apa pun . Rein duduk di meja makan yang bersebelahan dengan Theo , wajah nya masih sama dingin nya .


'' Mengapa kalian belum memulai ? '' Tanya Rein yang tengah mengambil pisau dan juga garpu.


'' Kami menunggu mu , lama sekali aku sangat lapar '' Ucap Theo dan Mill hanya diam memakan makanan nya .


Mill bertugas di bagian dapur , sedangkan untuk Theo bagian dekorasi interior maupun eksterior dan taman . Untuk Rein ia yang mengatur setiap jebakan yang berada di vila tersebut .


Di meja makan terusin berbagai hidangan barat , terdapat steak daging sapi , sup sayuran , ayam panggang , salad buah dan sayur , semangkuk buah-buahan segar , tak lupa anggur merah .


Mereka bertiga makan dengan lahap nya , masakan yang dibuat Mill layak nya makanan di restoran bintang lima .


'' Makanan mu seperti biasa sangat enak Mill '' Theo memuji masakan Mill Seperti biasa


Rein menatap Theo sebentar , karena kemarin dia pergi entah kemana . Ia tidak akan tahu apa yang di lakukan pengacau ini saat di luar . '' Kemana kamu pergi ? ''


'' HM kapan aku pergi ? ''


Theo memikirkan sebentar dan teringat sesuatu '' Oh kemarin hanya menonton pertunjukan yang seru ''


Meja makan kembali hening dan suara dentingan garpu dan pisau yang terdengar . Theo yang pertama selesai makan ia pamit pada Rein dan Mill .


'' Apa di rencanakan pengacau ini ? '' Mill menatap kepergian Theo yang tergesa-gesa


'' Entahlah '' Jawab. Rein singkat


'' Semoga dia tidak mengacau di tempat ini juga '' Desah Mill

__ADS_1


Lain hal nya Theo yang tengah menuju taman mawar milik nya , dan memilih mawar segar untuk di petik . Setelah itu ia menaruh nya di dalam amplop hitam dan mencium nya , Theo mengambil ponsel nya dan melihat Vidio pengawas lalu ia tersenyum .


'' Ah rencana pertama ku akan di lakukan hari ini , mari pergi ''


Theo keluar dari Vila dengan menggunakan mobil kesayangan nya, dia menggunakan kecepatan tinggi agar segera sampai di sekolah . Setelah sampai Theo bergegaslah menuju kelas roket , setelah sampai di sana Theo menaruh amplop itu ke meja Risa dan pergi begitu saja .


Hari ini semua kejadian yang di alami Risa di rencanakan oleh Theo sendiri , dari mulai pertemuan kebetulan nya dengan Risa .


'' Siapa yang menyuruh mu membuat orang tertarik mawar kecil '' Desah Theo


Theo baru saja bertemu dengan murid baru itu Viyona pertama kali nya , ia cukup takjub dengan ketajaman Viyona . Ia cukup senang karena bisa menyentuh dan bahkan menggenggam tangan gadis itu . Namun ia selalu merasa akrab dan familiar dengan gadis itu , padahal mereka belum pernah bertemu sebelumnya dan ini kali pertama mereka bertemu .


Setelah melihat aksi mawar kecil nya kemarin , ia cukup tertarik untuk bermain sebentar . Dia selalu merasa melihat gadis bertopeng dengan Surai perak itu dari tubuh mawar kecil nya , karena rasa penasaran nya yang tinggi . Theo menyusun sebuah rencana untuk mendekatkan diri nya dengan mawar kecil nya .


Jadi saat dia ingin memeluk erat Mawar kecil nya , jarak mereka sangat dekat dan bahkan hampir berciuman . Memang keberuntungan memihak diri nya hari ini , mawar kecil nya tanpa sengaja hampir terjatuh dan ia dengan sigap menangkap pergelangan tangan nya . Namun wajah nya muram moments yang begitu indah ini di hancurkan oleh beberapa tikus pengganggu , karena ia kehilangan minat untuk bermain jadi ia pergi begitu saja .


Namun ia membuat mawar kecil nya berjanji menemani nya untuk makan siang nanti , ia tahu di permukaan mawar kecil nya nampak setuju namun di hati nya pasti berkata lain . Jadi dia menyiapkan amplop yang di beri setangkai bunga mawar merah dari kebun nya , dan Diam-diam menyelipkan-nya di meja milik mawar kecil nya .


Ia langsung pergi ke kafetaria di lantai dua , dan memesan kotak peribadi di sana . Karena kafetaria ini ini juga beroperasi layak nya restoran , keempat keluarga besar di ibukota lah sebagai penyumbang di belakang sekolah . Maka nya sekolah yang dia tempati bisa dibuka juga sekolah bangsawan layak nya di ibukota , mereka harus menyesuaikan dengan standar mereka berempat tentu nya . Karena kara pak tua itu berani mengirim mereka ke mari , jadi harus ada kompensasi untuk itu .


'' Dekorasi ruangan ini dengan cepat , dan jangan lupa hiasan bunga mawar nya !! '' Perintah Theo


Orang suruhan Theo hanya mengangguk paham '' Akan saya lakukan Tuan Muda ''


Ruangan itu mulai di dekorasi , minat perkejaan orang-orang ini Theo tersenyum puas . Lalu ia mengambil ponsel milik nya dan membuka nya , melihat sebuah pesan dari orang yang di kenal nya tidak lain ialah Mill dan Rein .


Iblis Cantik ( Mill )


...Jangan membuat kegaduhan di sini , tidak ada yang mengetahui kita ada sekolah ini . Dan jangan lupa kita masih dalam masa percobaan , jika masa percobaan di perpanjang aku akan memukul mu sampai mati , menyeret mu lab mencincang tubuh mu dan memberi makan ikan di laut ....


Kelumpuhan Wajah ( Rein )


...Jangan Mengacau , jika tidak mati...

__ADS_1


...👹👹👹👹👹👹👹...


Theo tersenyum smirik '' Hiss mereka benar-benar menjengkelkan , aku sudah bosan di vila kosong itu . Apa salah nya sih bermain sebentar , lagi pula siapa yang akan tahu heh ''


__ADS_2