Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game

Gadis Mahakuasa Terlahir Kembali Di Dunia Otome Game
Chapter 29


__ADS_3

...Volume 1...


...Bab 1...


...Pertolongan Pertama...


Di koridor lantai 2


Risa berjalan dalam diam di koridor yang tadi nya ramai , namun beberapa waktu berikutnya menjadi sepi dan dingin .


Ponsel yang berbunyi sedari tadi dan bergetar di dalam saku baju Risa , wajah yang datar itu tidak memiliki Fluktasi apapun .


Wosh ..


Angin dingin melewati tubuh tinggi nan jenjang Risa , Risa membalik badan nya dan berjalan menuju berlawanan arah.


Drtt..drt...drt...


Ponsel di saku baju Risa berdering keras lagi , karena bosan mendengar nya ia mengambil ponsel nya dan berkata kesal .


" Tunggu sebentar pak tua ! "


" Ya ampun Nona besar bisakah kamu lebih cepat , pergi ke kantor ku yang ada di lantai dua bukan nya Nona Besar kita sudah di sana mengapa malah berbalik arah ? "


" CK , diam dan tunggu ! "


" Tapi ..... Lebih ..... "


Tut


Risa memutuskan Panggi Lan dan langsung mematikan ponsel nya , akhir nya Risa kembali berjalan kembali .


Tapi dia bisa mendengar suara yang ia kenal , ya benar suara itu ada campuran suara anak keluarga Miro dan keluarga Pasteur .


Risa melihat Keith yang muncul sambil membawa seseorang di tangan nya , Risa sebelum nya tidak peduli namun suara nafas yang tidak teratur itu menyebabkan nya berbalik ,harus kah dia Menyelamatkan wanita yang ada di pelukan Keith itu atau tidak .


" Berhenti ! , Turunkan ! " Pinta Risa


Keith yang baru saja naik dari anak tangga , dia tidak menyadari Risa yang tengah berjalan di depan nya ini . namun ia di buat kabet atas permintaan gadis baru ini , dia diam dan tidak merespon sama sekali .


" Apa maksud mu teman sekelas ? " Tanya Keith


Risa mendecak-kan lidah nya kesal , Risa mengambil wanita di pelukan Keith lalu menurun kan nya begitu saja , Risa menidurkan wanita itu dan menatap Keith .


" Menjauh ! " Ucap Risa dingin


Keith menuruti perintah Risa begitu saja , ia tidak sadar bahwa Louis baru saja naik dan melihat kejadian ini dan berteriak .


'' Apa yang kamu lakukan ? , cepat bawa ke Ruang Kesehatan kamu bukan dokter ''Louis yang baru saja naik melihat tindakan gegabah Risa dan ingin menghentikan nya .


Risa tidak memperdulikan anak beruang itu , dan langsung melakukan pertolongan pertama pada Wanita itu .

__ADS_1


Risa menbaringkan wanita itu di tempat yang datar dan Risa melakukan RJP (resusitasi jantung paru) pada wanita itu , tapi Risa mendesah mana mungkin ia menggunakan mulut ke mulut begini jadi Risa Akhir-nya memilih untuk cara yang lain yaitu dengan cara melakukan tindak kompresi dada saja. Ini dilakukan dengan cara meletakan satu telapak tangan pada bagian tengah dada korban, lalu letakkan tangan satunya di atas tangan yang pertama.Setelah itu, eratkan jari-jari kedua tangan dan lakukan penekanan pada dada hingga 5–6 cm ke bawah, lalu lepaskan. Lakukan tindak kompresi dada sebanyak 100-120 kali tiap menit hingga pertolongan datang atau pasien merespons.


Tindakan Risa ternyata membuahkan hasil yang memuaskan , mata wanita itu terbuka namun nafas nya masih tersengal-sengal .


" Tenang dan cobalah bernafas dengan benar ! " Kata Risa lembut


Risa mencoba menenangkan wanita itu dan Risa mengambil ponsel langsung menyalakan nya , dan langsung menghubungi ambulans secepatnya .


Sambil menunggu ambulans datang, Risa membimbing wanita itu untuk bersandar pada dinding , Duduk di lantai lebih disarankan karena dapat mengurangi cedera jikalau tiba-tiba wanita itu pingsan, Setelah wanita itu duduk, Risa melonggarkan semua pakaian yang dikenakannya. Risa hanya membuka satu kancing baju kemeja wanita itu dan membuka dasi yang dia kenakan .


" Kau .... Bagaimana mungkin ? Kamu bukan dokter atau perawat "


Louis berkata dengan nada tidak percaya , di wajah nya yang tampan terdapat berbagai banyak kerutan dan ketidakpercayaan .


Risa hanya menatap Louis dingin.


" Bodoh "


Setelah selesai membuat panggilan telepon dari rumah sakit terdekat , segera beberapa menit lagi akan datang ambulans .


" Kamu aku tidak bodoh " Ucap Louis menyangkal


Risa tidak melirik anak beruang yang tidak jelas itu , dan memilih menenangkan Wanita itu .


Keith menatap Risa dengan rasa hormat , gadis itu bisa bersikap tenang walau dalam keadaan mendesak seperti ini . Ia kagum dengan gadis ini ,ia belum pernah melihat gadis yang begitu cerdas.


" Louis tenang lah ! Teman sekelas kita Viyona telah melakukan pertolongan pertama untuk guru itu , kami bisa tenang oke ! "


Louis menatap kearah lain dan mengabaikan keberadaan Keith.


Risa menatap Kaila tidak ada jejak apa-apa di wajah nya , hanya ada ekspresi datar . Dan dia hanya membalas Kaila dengan anggukan .


" Ini apa yang terjadi ? ,Mengapa tidak membawa guru ke ruang kesehatan ? "


Tanya Rika dengan nada khawatir .


" Kita menunggu para medis untuk datang " Keith tersenyum tenang saat menjawab


Kaila terdiam dan tidak berani berbicara apapun , dia merasa bersalah bukan karena dia guru pasti di bawa ke ruang kesehatan dengan cepat tadi .


" Ini bukan salah mu " Ucap Rika tenang


Kaila hanya mengangguk kecil .


Setelah itu beberapa menit kemudian para medis datang , dan membawa guru itu pergi .


" Tindakan yang sangat cepat dan juga tepat , jika tidak dilakukan pertolongan pertama dengan segera mungkin wanita itu tidak bisa diselamatkan " Ujar para medis itu lega


Sontak semua orang menatap ke arah Risa .


Risa mengabaikan tatapan panas semua orang .

__ADS_1


" Jadi siapa yang melakukan nya ? " Tanya para medis itu


Semua orang kembali menatap Risa yang sedari tadi hanya terdiam .


" Itu teman sekelas kami Viyona yang melakukan nya " Ujar Kaila


Kaila menunjuk ke arah Risa yang tengah bersandar di dinding dengan malas .


" Jadi teman sekelas ini , tindakan anda sangat bagus dan cepat serta efisien . Seperti nya anda sudah sangat terlatih dengan pertolongan pertama ini , pasien memang memiliki riwayat penyakit jantung yang sudah sembuh tapi sepertinya itu kambuh dikarenakan syok yang berat , baiklah teman sekelas kecil sampai berjumpa lagi senang bisa membantu " Para medis itu akhir nya pergi dan masuk ke dalam ambulans .


Risa menatap kepergian mobil ambulans itu dengan tatapan samar , kecepatan mereka untuk datang sangat cepat ternyata . Gerbang besar itu tertutup rapat , Risa mengalihkan pandangannya ke arah keempat orang yang menatap nya dengan berbagai tatapan .


Risa dengan acuh mengabaikan keempat orang itu , dia akan segera pergi karena dia sudah terlambat untuk bertemu dengan pak tua itu .


" Berhenti ! , Bagaimana kamu bisa muncul di sana tadi ? . Bukan nya ada bunyi alarm kebakaran , seharus nya kamu panik atau apa tapi wajah ku sangat acuh dan tidak peduli " Ucap Louis dengan nada tidak senang


Risa berhenti , ia mana mungkin bilang alarm kebakaran itu di sebabkan oleh nya kan. Dan pertanyaan anak beruang ini , CK dia memang bodoh . Mengapa aku muncul di sana tentu saja karena aku dalam perjalanan menuju ruangan pak tua itu .


" Bodoh ! , Saya ada di sana karena itu memang jalan untuk turun ke lantai satu . Terus Saya harus lewat jalan mana HM ? Lompat dari lantai 2 gitu saya masih mau hidup " Risa berbicara dalam satu tarikan nafas .


Namun raut wajah nya Risa masih sama acuh nya dan tidak peduli.


Untuk Louis muka nya menunduk ia malu , setiap dua berhadapan dengan gadis baru itu ia akan selalu kalah dalam beradu argumen .


" Teman sekelas Viyona Mengapa leher mu ada perban ? " Tanya Kaila


Tatapan semua orang kini mengarah ke leher Risa yang di perban , Risa menyentuh leher nya yang terdapat bekas gigitan laki-laki sinting itu , Yah seperti nya itu berdarah lagi .


" Bukan apa-apa "


" Harus-kah kita membawa mu ke rumah sakit teman sekelas , luka nya seperti nya terbuka lihat darah nya mneyembur keluar dan kemeja putih mu sudah ternoda darah " Kata Keith


Risa mengabaikan Keith dan mengambil sesuatu dari kantong saku nya , ponsel nya berdering lagi .


Bip.... BIP....bip....


" Apa lagi ? " Tanya Risa


" Nona besar kapan anda sampai , oke saya tahu anda telah menyelamatkan nyawa seorang guru dari sekolah . Apakah semua nya sudah selesai , sekarang bisakah anda bergegas menuju ruangan saya ! "


Risa tengah sibuk berbincang dengan orang di telepon .


" Kira-kira siapa yang ada di telepon ya ? " Tanya Kaila


" Siapa yang tahu " Ujar Rika


Risa menutup panggilan dan menatap keempat orang itu .


" Kalian bisa kembali ke asrama kalian atau kemana pun terserah , sekolah di liburkan dan soal alarm kebakaran itu palsu "


Setelah menyampaikan perkataan pak tua pada keempat orang itu Risa hendak pergi .

__ADS_1


" Beritahu yang lain nya ! "


Risa akhir nya pergi dan bayangan tubuh nya sudah menghilang dari hadapan keempat Orang itu . I


__ADS_2