
...Volume 1...
...Bab 1...
...Pertemuan Tak Terduga...
Kafe Florist
Risa menatap ke arah kepergian gadis pelayan berambut oranye itu , iris gelap obsidian nya entah sedang memikirkan apa . Namun dia tersenyum tipis yang tidak di sadari oleh Kaila , melihat gadis yang nyentrik dan berkemauan keras membuat nya terkekeh .
Dia akan menantikan bagaimana Kaila menangkap para target nya , bukan nya setiap Game Otome Seperti ini game Harem terbalik . Dia akan melihat berapa banyak pelamar Kaila di masa depan , ah ini akan mengisi hari-hari nya yang membosankan .
" Baiklah Risa tunggu sebentar saja oke ! , Setelah istirahat jam makan siang aku akan menemanimu di sini jadi Tunggu lah sebentar lagi ! " Kaila menyatukan kedua telapak tangan nya , dan membungkuk Seperti orang memohon .
" UM " Balas Risa acuh dan datar seperti biasanya .
" Nah jadi tunggu aku di sini ! " Kaila dengan suasana hati yang gembira , menuju ke belakangnya untuk mengambil pesanan para pelanggan .
Kini tatapan Risa beralih kepada pelanggan restoran itu , mereka yang menatap dan mengawasi Risa sedari tadi langsung menatap ke arah lain .
Dahi Risa mengerut dan dia lebih memilih untuk menyesap teh nya , dan mengabaikan di area sekitar nya yang gaduh .
" Apakah gadis itu master bela diri ! , Gerakan nya yang tadi Sangat cepat aku bahkan tidak bisa melihat dia yang bergerak menuju gadis pelayan tadi "
"Benar gadis ini seperti master bela diri yang nyata , dari pada yang ada televisi itu semua hanya palsu "
" Eh bukan nya dia juga Dewi yang di kabarkan di weibo , yang menjadi pencarian panas beberapa jam yang lalu "
" Ah ternyata itu gadis yang sama , sudah cantik bisa berladiri lagi ah jika aku laki-laki akan aku Lamar gadis itu "
" Heh liat aku merekam nya tadi , di saat pelayan berambut oranye itu terjatuh , Akan aku bagikan ke kalian !"
Setelah mengirim kan video yang dia tekan ke weibo , post nya menjadi hits dalam beberapa menit kemudian . Entah berapa banyak orang yang membagikan video itu .
" Ah ini bukan nya Dewi yang ada post itu , wah lalu siapa kedua gadis lain nya ini bukan nya mereka pelayan kafe ya ? "
__ADS_1
" Wah apakah Dewi itu juga bisa bela diri , ini bukan palsu ini asli kan ? "
" Tidak ini benar-benar asli , ada sepupu ku yang sedang berada di kafe dan menyaksikan kejadian ini secara langsung photo.jpg. "
Setelah photo itu terkirim banyak sekali orang membanjiri weibo , orang-orang yang mengirimkan post itu di banjiri ribuan pengikut .
" Mengapa gadis pelayan bersurai oranye ini tiba6 terjatuh , bukan nya dia berjalan dengan benar tadi nya "
" Ya ini aneh sekali ! "
" Lihat pause Vidio ini dan perlambat , kalian lihat dia tidak sengaja tersandung . Kaki nya dia membengkokkan nya sendiri , lihat saja ! "
" Ah gadis pelayan berambut oranye ini seperti nya seorang mahasiswa , lihat saja gadis bersurai pink seperti murid sekolah menengah "
" Wah apakah ini senior mengajar junior untuk patuh pada perintah senior , ia kejam nya "
" Gadis pelayan berambut oranye ini tidak tahu malu , menindas pelayan kecil itu bukan nya dia itu lebih tua ya "
" Ah dia pasti iri dengan pelayan kecil itu , karena lebih cantik dari nya lihat saja bibir merah yang tebal itu . Dia bukan nya pelayan kafe melainkan pelayan dari bar menjijikkan "
" Mengapa gadis semenjijik kan ini bisa di terima kerja pada kafe "
Risa tidak menyadari pergolakan yang terjadi lada weibo , karena tidak membuat akun yang bernama weibo itu . Bahkan kontak nya hanya beberapa orang , apalagi media sosial yang lain nya .
Namun iris gelap obsidian nya menangkap kedua sosok laki-laki yang baru saja tiba di dalam Kafe , tatapan nya tidak lepas dari kedua sososk yang tengah berdiri tidak jauh dari meja nya itu . Risa menunduk dan memakan camilan nya , bibir layak nya bunga sakura itu melengkung membentuk kurva ke atas .
Dia sangat mengenal kedua sosok laki-laki itu , walaupun mereka memakai setelan baju olahraga seperti diri nya . Hal itu malah menambah pesona kedua orang itu , jika mereka memakai seragam sekolah mereka kelihatan nya cool dan juga sopan . Bila ini mereka berdua kelihatan seperti seorang Pria yang memiliki daya tarik tersendiri .
Satu nya dengan Surai ungu kebiruan yang setengah inci lebih tinggi dari satu nya , memiliki wajah oval dengan alis melengkung tajam dan aura mencekam dan mengintimidasi yang datang dari tubuh anak laki-laki ini . Yah dia adalah Louis teman sekelas baru nya , sekaligus Male Lead utama dari Game Otome ini .
Dan teman nya yang selalu mengikuti kemana pun dia pergi , dengan Surai merah seperti api dan iris hijau seperti dedaunan . Dan tak lupa senyum cerah yang selalu menghiasi bibir cerah anak laki-laki itu , jika aura di sekitar Louis ialah intimidasi dan kesombongan . Maka untuk teman nya ini dia membawa aura yang bersahabat dan juga mudah di dekati , dia ialah Keith Male Leads kedua dari Game Otome .
" Mereka di sini ! "
Tatapan Risa kini beralih ke arah gadis pelayan bersurai oranye itu lagi , melihat tatapan panas gadis pelayan itu membuat nya semakin jijik dengan pelayan ini . Gadis pelayan ini tidak tahu malu , setelah sengaja ingin menumpahkan sup ke Female Lead .
__ADS_1
Yah Female Lead mengacu pada Kaila tentu nya .Balik ke cerita .
Dia bahkan berani muncul di hadapan nya lagi , ah dia tidak bisa mengacaukan tempat orang lain ini bukan wilayah nya jika tidak . Ah pelayan ini cukup beruntung , namun di lain hari mungkin tidak seberuntung hari ini . Risa mengabaikan tatapan para pelanggan yang menatap nya seperti mahkluk langka sedari tadi , dia memakan makanan nya dengan santai dan tanpa frustasi .
Tapi sebuah pemandangan menarik pandangan nya , yah pemandangan yang menarik ini tentu saja dari Female Lead kita Kaila . Karena meja Risa tidak berada jauh dari seberang pintu , dia dapat melihat dengan jelas apa yang tengah di lakukan Kaila . Dia menonton dari samping , namun dia yang melihat adegan itu di tangkap oleh Keith .
Keith tersenyum di saat menatap nya , namun dia dengan kejam memutus kan kontak dan mengabaikan kehadiram Keith . Namun melihat ekspresi Keith yang biasa saja , membuat nya mendapatkan firasat tidak baik dan benar saja kedua laki-laki itu menuju ke arah meja nya , sialan dia hanya ingin bersantai sendiri tanpa gangguan . Male Lead sialan , aku membunuh nya namun dia tidak bisa . Dia tidak akan mendapatkan hiburan menarik di masa depan .
Di Lain Sisi
Keith berencana untuk mengajak teman masa kecil nya , untuk mencoba sebuah kafe yang baru saja di buka tidak jauh dari sekolah nya itu.Setelah dia memulai tahun pertama sekolah menengah , dia mendapat hal-hal yang menarik dia tidak bosan Seperti perkiraan nya itu .
" Louis apakah kamu akan ikut dengan ku atau tidak ? " Dia bertanya untuk memastikan persetujuan teman nya itu .
Louis mendecak-kan lidah nya " Apakah itu menyenangkan ? " Tanya nya balik .
Keith bingung dengan pertanyaan teman masa kecil nya ini " Ha apa maksud mu menanyakan itu , tentu saja menyenangkan kamu bisa makan di sebuah kafe kan memang itu tujuan nya lantas apa yang ingin kamu lakukan saat ini juga ? "
Louis mengerut kan alis nya dan mengabaikan Keith untuk Sementara waktu . " Aku tidak akan pergi ! " Jawab nya acuh.
" Kruyuk "
Akan sebuah bunyi menembus pendengaran Louis dan Keith , wajah Louis berubah . Wajah nya menjadi kaku di tempat , bunyi itu ternyata berasal dari perut Louis yang lapar .
Keith menutup mulut nya berusaha untuk tidak menertawakan teman masa kecil nya ini , mulut nya lebih beracun dari yang dia kira akan tetapi tubuh nya lebih jujur .
" Sekarang apakah kamu ikut dengan ku Louis terkasih " Goda nya
Louis Mendengus " Terserah , dan diamlah ! " Bentak Louis kejam .
Louis dengan cepat berlari meninggalkan Keith , Keith hanya bisa pasrah akan kelakuan teman masa kecil nya ini . Dia sudah terbiasa di tinggalkan ke belakang .
" Tunggu aku Louis ?" Teriak Keith kencang , namun tidak tahu apakah Louis mendengar atau tidak .
Namun Louis berhenti berlari dan berbalik menatap Keith , Keith pikir Louis berhenti karena menunggu nya . Namun naas ternyata bukan itu yang dilakukan Louis , dia berhenti karena menanyakan arah Kafe .
__ADS_1
" Kemana arah menuju Kafe ? "
Keith tersentak dan menatap teman masa kecil nya dengan kesal , dia berpikir Terlalu banyak mana mungkin teman masa kecil nya yang baik ini akan menunggu nya , mungkin itu hanyalah khayalan nya semata .