Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 9 ' ikut ke ibu kota ?? '


__ADS_3

aku pun kembali melangkahkan kaki ku kearah taman rumah sakit. hanya untuk menghirup udara malam yang sejuk. sekalian menjernihkan emosiku yang hampir berapi gara gara manusia tiang listrik itu.


kupejamkan mata ku, memperdalam menikmati dinginnya malam.


" Nona, Tuan Besar mencari anda "


suara pria yang tidak asing itu membuyarkan lamunan ku.


aku pun mengangguk dan mengikutinya kedalam menuju kamar Oma meta.


"Tuan Besar, nona muda sudah ada di sini" ucap paman udin kepada om yoga


Om yoga menghampiri ku, dan menuntun ku ikut masuk kedalam kamar Oma meta.


AUTHOR


Om yoga membawa Dea untuk masuk kedalam kamar Oma meta. di mana di dalam kamar sudah ada Riko yang berdiri di samping Oma meta.


" Mi, Dea sudah ada di sini " ucap Om yoga


Oma meta melambaikan tangannya kepada ku, agar aku lebih mendekat kepadanya.


saat aku sudah berada di dekat tempat tidur Oma meta, suara bariton yang sepertinya sedikit tidak asing mengejutkan ku.


" siapa dia Oma?? ada apa ini?? apa ada yang bisa jelaskan semua ini?? " tanya pria itu kepada Oma meta dan om yoga


" Hei kamu.. anak kecil, apa kau yang membuat Oma ku sakit??" tuduh Riko kepada Dea


Dea menatapnya sinis.


tentu saja Dea tersinggung dengan ucapan pria itu, yang sukanya menyalahkan orang lain.


" Riko, perkenalkan dia ini adalah dea " Oma meta menjeda ucapannya untuk melihat ekspresi wajah Riko . " Dea ini adalah sepupu mu ".


" WHAT?? " ekspresi wajah Riko semakin menambah tanda tanya .


sepupu?? sejak kapan dia memiliki sepupu selain ferdi??


" tu.. tunggu .. tunggu !! sepupu?? sepupu yang bagaimana Oma?? sepupu Riko cuma satu, yaitu ferdi." sungut Riko sambil menatap tidak suka kepada Dea, karena mengingat kejadian di depan pintu masuk rumah sakit tadi.


" Riko, papa akan menjelaskan semuanya kepada mu " ucap Om yoga sembari melangkahkan kakinya keluar dari kamar Oma meta.


Riko pun mengikuti papa untuk mendapatkan penjelasan.


Riko tertegun dan termenung mendengar penjelasan papa nya. dia mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangannya.


Apa yang harus dia lakukan sekarang???


Bagaimana dia bisa bersikap seperti saudara dengan orang asing???


Untuk berdekatan dengan klien perempuan saja dia tidak ingin.


" Baiklah, dia mungkin sepupu ku, tapi jangan paksa aku untuk bersikap baik kepadanya " ucap Riko kepada papa nya.


Tuan Yoga hanya tersenyum tipis mendengarkan Riko. karena dia tau, kalau Riko sangat tidak suka berdekatan dengan perempuan yang tidak di kenalnya.

__ADS_1


di waktu yang bersamaan, di tempat yang berbeda. Oma meta meminta maaf kepada Dea atas apa yang telah terjadi kepadanya selama puluhan tahun ini. membuat Dea tidak merasakan kasih sayang seorang ibu.


untuk itu Oma meta ingin membawa Dea ikut bersamanya.


"aku tidak bisa pergi Oma, di sini lah keluarga ku " ucap Dea menolak ajakan Oma meta.


"Oma mohon sayang, hanya ini lah satu satunya cara untuk Oma menebus kesalahan Oma kepada Nita !! " bujuk Oma meta


Dea hanya menghela napasnya...


' apa yang harus aku lakukan?? di sisi lain aku ingin mencari tahu siapa pembunuh ayah ku, dan di sisi lain aku tidak ingin pergi meninggalkan keluarga ku di sini. walawpun dulu aku sangat ingin pergi k sana' batin Dea.


Dea melangkahkan kakinya keluar dari kamar Oma meta. ntah kemana fikirannya sekarang. yang jelas dia tidak fokus dengan apa yang ada di sekitarnya.


Bruukk...


" auuww " Dea memegang keningnya sembari mengangkat pandangannya.


Dea membelalakkan matanya melihat siapa yang di tabraknya..


" apa kau tidak punya mata ?" kesal Riko


" ma... maaf !!" ucap Dea


" ciihh.. dasar .. apa segitu bahagianya bisa mendadak kaya? " ejek riko


Dea membelalakkan matanya.


" KAUU "


Dea mendengus kesal dan menginjak kaki Riko sebelum dia pergi melangkahkan kakinya menuju kamar Oma meta.


" auuww " pekik Riko


"dasar cewek gila " sungut Riko


Di dalam kamar sudah ada paman Jo, Tuan Besar Yoga, Oma meta, dan Pria paruh baya yang memakai setelan jas hitam.


" Dea perkenalkan ini Tuan Andre, dia adalah pengacara yang akan mengurus biodata mu menjadi keluarga Artmaja " ucap Tuan Yoga


" untuk apa?? " tanya Dea


" mulai saat ini dan seterusnya kamu akan menjadi bagian keluarga Artmaja " ucap paman Jo


Dea menggelengkan kepalanya.


" paman, bisakah kita berbicara sebentar?? " tanya Dea


Dea dan paman Jo keluar dari kamar Oma meta. mereka memilih tempat yang agak sepi. di sudut lorong rumah sakit.


"haruskah paman?" tanya Dea


"paman tau apa yang kau pikirkan nak, jika kau ingin mencari tau siapa pembunuh ayah mu. maka kau harus menjadi bagian dari keluarga Artmaja " ucap paman Jo


Dea membelalakkan matanya terkejut.

__ADS_1


bagaimana pamannya bisa tau apa yang dipikirkannya.


" ba.. bagaaii mana paman tau?"


" aku paman mu, aku bisa membaca eksperi wajah mu" ucap paman Jo


" cuma satu yang paman pesan... "


Dea memikirkan perkataan paman Jo tadi. apa yang di katakan pamannya ada benarnya. dia harus memiliki rencana yang kuat.


_______


saat ini mereka berada di dalam jet pribadi Artmaja. Ini adalah pertama kalinya Dea naik pesawat.


Gugup??? Takut ??


Jelas terlihat dari wajah Dea yang pucat.


Dea duduk di sebelah Riko.


dan Riko sangat tidak nyaman dan kesal harus duduk di sebelah Dea.


pada saat pramugari menginstruksikan pemasangan setbell. Dea bingun bagaimana cara pasangnya. akhirnya Dea di bantu oleh pramugari.


"dasar bodoh " lirih Riko yang masih terdengar oleh Dea


Dea pun hanya mencebikkan bibir nya. dan melirik Riko sinis .


pada saat lepas landas, tanpa sengaja Dea meremas lengan Riko, karena dia begitu takut. dan rasanya jantungnya mau meloncat keluar dari tempatnya.


" lepaasss" kesal Riko kepada Dea sambil memegang tangan Dea dan berusaha untuk melepaskannya. tapi genggaman tangan Dea begitu kuat hingga Sulit bagi Riko untuk melepaskannya.


Dea benar benar membuat Riko kesal. hingga Riko menggunakan tenaganya untuk menghempaskan tangan Dea.


" auuuwww " lirih Dea melirik Riko sambil memegang pergelangan tangannya.


Riko tidak peduli dan memilih menutup matanya.


mulut Dea terus berkomat Kamit sambil membacakan ayat suci Al Qur'an yang di hafalnya dan bersalawat. untuk meminta perlindungan dari Allah.


Riko yang merasa terganggu membuka matanya dan berencana untuk berpindah posisi dengan Udin.


pada saat Riko bangun, kaki Riko menginjak selimut yang di pakai Dea, dan membuat Riko kehilangan keseimbangannya dan jatuh di atas Dea.


Dea yang tadinya menutup matanya, terpaksa membuka mata karena merasakan beban berat di atas pangkuannya. Benar saja, posisi Riko saat ini berada di atasnya, wajah Riko sangat dekat dengan wajahnya. sehingga Dea bisa menghirup udara napas Riko yang segar.


sontak Dea berteriak dan membuat seluruh orang yang ada di pesawat menjadi Panik.


Udin dan pramugari langsung menghampiri Dea.


Riko dengan cepat langsung membenarkan posisinya dan meminta Udin untuk bertukar posisi dengan nya.


Entah bagaimana, ada terbesit senyum tipis di bibir Oma meta. melihat kejadian tadi.


haii readers...

__ADS_1


mohon like dan votenya yaa...


__ADS_2