
tuan yoga langsung menghubungi Joko dan memberikan kabar tentang Dea. karena Joko harus tau tentang keadaan Dea saat ini. Udin pun sudah menyiapkan jet pribadi mereka dan beberapa orang pengawal untuk menjemput paman jo di kampung.
sesampainya paman Jo, paman langsung berlari menghampiri tuan yoga.
" paman " panggil seorang gadis yang berdiri di belakang mereka
paman Jo yang sedang mengobrol dengan tuan yoga langsung berbalik ketika mengenali suara gadis itu.
paman Jo langsung memeluk gadis itu. dengan uraian air mata. " terima kasih karena kau menuruti keinginan Paman untuk menyembunyikan kemampuan mu." bisik paman Jo kepada Dea.
FLASHBACK ON
"mulai saat ini dan seterusnya kamu akan menjadi bagian keluarga Artmaja " ucap paman Jo
Dea menggelengkan kepalanya.
" paman, bisakah kita berbicara sebentar?? " tanya Dea
Dea dan paman Jo keluar dari kamar Oma meta. mereka memilih tempat yang agak sepi. di sudut lorong rumah sakit.
"haruskah paman?" tanya Dea
"paman tau apa yang kau pikirkan nak, jika kau ingin mencari tau siapa pembunuh ayah mu. maka kau harus menjadi bagian dari keluarga Artmaja " ucap paman Jo
Dea membelalakkan matanya terkejut.
bagaimana pamannya bisa tau apa yang dipikirkannya.
" ba.. bagaaii mana paman tau?"
" aku paman mu, aku bisa membaca eksperi wajah mu" ucap paman Jo
" cuma satu yang paman pesan. rahasiakan kemampuan bela diri mu. paman ingin melihat sejauh mana mereka mengejar mu. sebenarnya keberadaan mu di sini sudahlah tidak lagi aman. dengan berada di dalam keluarga artamaja, maka kau akan aman. mungkin kemarin paman masih bisa mengalahkan orang yang ingin membunuhmu. tapi paman tidak yakin seterusnya paman bisa melindungi mu. paman akan menyuruh Rian untuk mengawasimu. dan pada saatnya tiba, kau minta lah diajari beladiri dengan paman Udin, dan berpura pura lah kalau kau seorang pemula"
__ADS_1
FLASHBACK OFF
"paman, bagaimana dengan Tante Rahma??" tanya Dea yang saat ini sedang duduk di sebuah taman rumah sakit bersama paman Jo.
"Tante mu di rumah, ada Rian yang menjaganya."
"paman, kenapa mereka ingin melukai ku??" tanya Dea
"karena kau adalah anak Dari seorang Didi. mereka memiliki dendam berat kepada Didi." ucap paman Jo.
sementara itu, Riko sedang merebahkan tubuhnya di ruang IGD, karena sedang menjalani pengobatan bekas pukulan yang di terimanya saat bertarung tadi.
dia menutup matanya, dengan lengan kanannya bertumpu di keningnya. dan kakinya menyilang. 'bagaimana mungkin dia bisa seberani dan senekat itu' batin Riko yang sedang membayangkan Dea yang berani menghalangi orang yang tak di kenal dengan memukulnya dengan tas, berlari mencari kayu dan memukul pria pria itu saat akan menyakitinya dan mendekati Oma, mamanya dan Mera adiknya.
badan kecilnya ternyata memiliki nyali besar di luar dugaan.
"bagaimana keadaan anda tuan Riko??" tanya dokter yang tiba tiba datang dan menanyakan kabarnya.
"menurut hasil MRI, tidak ada luka dalam yang parah. hanya lebam saja. cukup mengoleskan salep yang saya resepkan, dan meminum obatnya." ucap dokter itu. kemudian memeriksa kembali tekanan darah Riko dan berlalu pergi meninggalkan Riko setelah berpamitan sebelumnya.
" operasinya berjalan lancar, hanya saja!!" ucap dokter feri yang menggantung ucapannya.
dua orang yang berada di dalam mobil Riko adalah pengawal mereka, yang saat persiapan pulang terjadi drama antara Dea yang yang tidak ingin semobil dengan Riko. tapi tuan yoga memiliki ide agar yang menaiki mobil Riko adalah pengawalnya. karena tuan yoga yakin pasti ada hal yang akan terjadi di perjalanan nanti. tuan yoga pun menelpon Udin dan menyuruhnya mengantarkan ambulan dan beberapa pengawal. dan apa yang di fikirkan oleh tuan yoga ternyata terbukti. bahwa incaran mereka masih dengan Dea. tapi tuan yoga tidak tau apa motif dibalik penyerangan ini. mengapa mereka ingin menyakiti Dea??
"kenapa dokter??" tanya tuan yoga
" hanya saja salah satu dari mereka kakinya harus kami amputasi. dan yang satu lagi mengalami geger otak." ucap dokter tersebut.
tuan yoga langsung menyuruh Udin untuk memberikan kabar duka ini kepada keluarganya. dan bertanggung jawab atas masa depan keluarganya.
Dea, kembali ke rumah keluarga Artmaja bersama Oma, Tante dizah, Mera, dan Riko.
sedangkan tuan yoga dan paman Jo masih berada di rumah sakit.
__ADS_1
" aku akan mencari tau tentang siapa dalang di balik semua ini!!" ucap tuan yoga kepada paman Jo.
"tolong jaga Dea, dia sudah ku anggap sebagai putri ku" ucap paman Jo.
tuan yoga kembali mendapatkan panggilan dari orang kepercayaannya. namun informasi yang ingin di dapatkannya adalah nihil. yang menyerang mereka adalah mafia yang di bayar. dan akan sulit mencari tau dalang di balik semua kejadian ini.
di dalam kediaman Artmaja, Dea melihat samsak yang sedang tergantung di tempat latihan. yang biasa di pakai Udin untuk melatih anak buahnya. Dea memegang samsak tersebut. di dalam hatinya ingin sekali dia memukul samsak ini. tapi sayang, Dea hanya mampu mengelusnya.
"apa kau ingin belajar bela diri?? " suara bariton yang tiba tiba mengejutkan dea.
Dea hanya melihatnya sekilas dan kembali memfokuskan matanya kepada samsak yang sedang di pukul pukul kecil olehnya.
"jika kau mau, aku akan mengajari mu" ucap pria itu lagi
Dea masih diam dan tidak ada niat untuk menjawab pertanyaan pria itu.
tiba tiba pria itu mendekat ke arah Dea dan memeluk samsak. "pukullah sekuat tenaga mu." ucap pria itu
" apa mau mu??" tanya Dea.
" aku hanya ingin selalu berada di sisi mu" ucap pria itu
" pergilah sebelum aku menjambak mu" ucap Dea
"aku akan menerimanya dengan senang hati" ucap pria itu.
tanpa menunggu lama Dea langsung menyambar rambut pria itu. dan menariknya sekuat tenaga yang membuat si pria menjerit kesakitan.
"aaauuwww... auuuuww..... auuww sakit.. sakit.. awwuuuww ..." jerit pria itu
"DEA .... RIKO ... apa yang kalian lakukan ??" teriak Oma meta yang melihat Dea sedang menjambak rambuk Riko.
Dea langsung melepaskan rambut Riko. dan Riko mengelus kepalanya sambil meringis kesakitan.
__ADS_1