Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 63 " Doraemon dan Spongebob"


__ADS_3

Setelah berhari-hari dia memantapkan hatinya, Dea memandang dirinya di depan kaca. Saat ini dia telah siap dan rapi. Dea akan pergi ke rumah sakit menjenguk Pooja terlebih dahulu. Setelah itu baru bertemu dengan Riko, untuk memberikan kesempatan kedua kepada dia.


Dengan di temani Boy, Dea menuju rumah sakit Artmaja. Sesampainya di sana, Dea langsung menuju ke kamar rawat inap Pooja. Namun langkahnya terhenti karena bertemu dengan Mera.


Dea dan Mera berbicara sebentar. Mera sangat senang dan berterima kasih kepada Dea, karena masih mau memberikan kesempatan kedua untuk Riko. Mera pun menyuruh Dea untuk segera bertemu dengan Riko. Dan Dea pun menyetuji saran Mera.


Sesampainya di depan pintu kamar inap Pooja, Dea terdiam berdiri mendengarkan percakapan antara Pooja dan Riko.


" Papa, Papa janji kan akan memenuhi semua keinginan Pooja"


" Iya sayang, Papa janji. Papa akan melakukan apapun yang kamu minta"


" Pooja ingin memiliki keluarga yang lengkap, Punya Mama, dan Papa. Pooja juga ingin memiliki seorang adik, Seperti Jacob" Ucap Pooja.


" Jacob?" Tanya Riko.


" Jacob adalah anak dari Jasie, yang menolongku dulu. " Jawab Priya.


" Papa dan Mama mau kan bersatu demi Pooja?"


JEEDEEERRR...


Bagai di sambar petir, Riko menatap Pooja dengan pandangan kosong. Sedangkan Dea yang di depan pintu yang di biarkan terbuka sedikit, masih setia mendengarkan dengan jantung yang berdegup kencang.


" Pooja akan melakukan operasi, tapi Pooja mau Mama dan Papa kembali bersama. Papa mau kan? Menikah dengan Mama?" Tanya Pooja dengan memohon.


" Pooja, Papa___"


" Mama dan Papa akan menikah, sesuai keinginan kamu sayang. Ya kan Papa?" Tanya Priya, sebenarnya bukan bertanya, melainkan memaksa untuk Riko menjawab iya.


" Eem,..."


" Papa? " Panggil Pooja dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya. " Pooja hanya ingin mendapatkan keluarga yang utuh." Ucap Pooja dengan air matanya yang semakin deras. " Papa mau kan menikah dengan Mama" Tanya Pooja.


Riko benar-benar dalam keadaan sulit Satu sisi dia tidak ingin menyakiti perasaan putrinya. Dan satu sisi dia masih berharap dengan Dea untuk memberikan kesempatan kedua untuknya.


" Papa" panggil Pooja.


" Iya sayang, Papa mau" Ucap Riko.


" Papa Janji?" Tanya Pooja.


" Iya sayanah, Papa janji."


" Katakan kalau Papa akan menikahi Mama" Titah Pooja.


" Iya, Papa akan menikahi Mama" Ucap Riko dengan hati yang tersayat-sayat.

__ADS_1


Bertepatan dengan Riko mengatakan itu, Dea masuk dengan senyum yang merekah.


"Assalamualaikum "


" Walaikumsalam" Riko terkejut melihat kehadiran Dea.


" Hai cantik, bagai mana kabar mu?" Tanya Dea.


" Baik Aunty, terima kasih atas bantuan Aunty." Ucap Pooja.


" Sama-sama sayang. Oh ya, Aunty bawaain boneka buat kamu. Ini.." Dea memberikan boneka Doraemon untuk Pooja.


Pooja mengernyitkan keningnya. Pasalnya dia tidak terlalu familiar dengan Doraemon.


" Kenapa Aunty memberikan Boneka Doraemon?" Tanya Pooja polos.


" Karena Doraemon selalu memberikan apa yang kita inginkan. Doraemon adalah sahabat yang akan selalu ada untuk Nobita." Ucap Dea.


" Sahabat yang selalu ada? Seperti Papa yang akan selalu ada untuk Pooja? Dan memberikan apa yang Pooja inginkan?" Tanya Pooja polos.


" Iya.. Apapun akan di kabulkan oleh Doraemon. Jadi, Papa Pooja adalah Doraemon. Dan apapun yang Pooja inginkan akan dipenuhi oleh Papa." Ucap Dea.


" Aunty benar, Papa menuruti semua keinginan Pooja, termasuk untuk menikah dengan Mama. Papa akan menikah dengan Mama. Dan Pooja akan memiliki keluarga yang utuh." Ucap Pooja dengan senang.


Dea pun ikut senang melihat Pooja yang bahagia. Berbeda dengan Riko yang menatap Dea dengan seribu pertanyaan. Benarkah tidak ada lagi dirinya di hati wanita itu?


Pooja menatap gantungan kunci yang berada di tas Dea.


" Aunty, boneka apa itu?" Tanya Pooja sambil menunjuk kearah boneka yang tergantung di tas Dea


" Ini?" Ucap Dea sambil menunjuk boneka yang tergantung di tas nya.


Pooja pun menganggukkan kepalanya.


" Ini namanya Spongebob." Ucap Dea.


" Nama yang aneh, sama seperti bentuknya. Kenapa Aunty menggantungnya di situ? Apa Aunty menyukainya?" Tanya Pooja.


" Iyaa, Spongebob ini adalah kartun yang menceritakan tentang kehidupan di dalam laut yang tidak masuk di akal." Ucap Dea.


" Terus? kenapa Aunty masih menyukainya jika tidak masuk di akal?" Tanya Pooja.


Pooja memang anak yang pintar. Mungkin karena Papa dan Mama nya memiliki IQ tinggi, hingga menurunkan kepintarannya kepada Pooja.


" Spongebob ini adalah sahabat yang paling setia, dan dia selalu mengerti tentang kesusahan temannya. Dan dia selalu mengalah dengan sahabatnya Patrick. Spongebob juga selalu ada untuk para sahabat nya. Dan Spongebob tidak akan meninggalkan sahabat, apapun yang terjadi."


" Spongebob sangat beruntung. Seperti Nobita yang memiliki Doraemon." Ucap Pooja

__ADS_1


" Doraemon dan Spongebob, sama-sama teman yang setia dan selalu ada untuk sahabatnya. Bedanya, Spongebob tidak memiliki kantung ajaib untuk menuruti semua keinginan sahabatnya. Tapi Spongebob akan selalu ada untuk sahabatnya. Spongebob akan memberikan keceriaan dan selalu tertawa, walaupun dalam keadaan sedih" Jelas Dea.


" Benarkah? Kalau begitu Pooja ingin menjadi seperti Spongebob. Pooja tidak memiliki kantong ajaib, atau pun yang untuk membeli semua keniginan sahabatnya, jadi Pooja ingin seperti Spongebob yang selalu ada untuk sahabatnya di saat susah atau pun senang" Ucap Pooja.


Dea pun mengelus kepala Pooja dan mendaratkan kecupan di kepala Pooja.


Dea kembali ke apartemen dengan perasaan yang hancur. Air matanya mengalir tanpa izinnya. Rian yang melihat Dea langsung memberikan pelukan kepada Dea. Dia akan mencari tau apa penyebab kakak nya menangis seperti ini.


Operasi Pooja akan dilaksanakan 2 hari lagi. Sebelum melakukan operasi, Pooja ingin melihat Papa dan Mama nya menikah. Karena dia takut jika dirinya tidak akan selamat di ruangan operasi. Setidaknya dia pernah memiliki keluarga yang utuh.


Dengan berat hati Riko mengikuti kemauan Pooja.


" Kakak Yakin? Tanya Mera.


Saat ini di rumah keluarga Artmaja sedang sibuk untuk pernikahan Riko. memang pernikahan ini di adakan secara mendadak dan diam-diam. Namun tetap saja harus ada penyambutan untuk keluarga Besar dan Kerabat dekat yang datang.


" Demi anak ku, Kakak rela mengorbankan cinta Kakak. " Ucap Riko.


" Kalian benar-benar pasangan yang sangat bodoh. Kak Dea merelakan kakak untuk menikah dengan Priya. Dan sekarang kakak tidak berjuang sedikit pun untuk kebahagiaan kakak?" Geram Mera.


" Kau tidak mengerti Mera."


" Yaa, aku memang tidak mengerti. Tidak mengerti dengan cinta yang kalian miliki. Awalnya kalian ingin mempertahankan hubungan kalian dan memberikan kesempatan kedua untuk hubungan ini. Sekarang kenyataannya? Kakak akan menikah dengan wanita yang tidak kakak cintai. Menikah itu bukan untuk sehari ataupun seminggu. Menikah untuk seumur hidup. Banyak di luar sana orang tua yang sudah berpisah, tapi mereka bisa membangun keluarga yang tetap harmonis demi anaknya. Apa kalian tidak bisa?" Ujar Mera.


" Ini permintaan putri ku. Dia menganggap ku sebagai Doraemonnya, yang akan selalu menuruti semua keinginan nya. Jadi apapun keinginannya, kakak akan menuruti nya" Ucap Riko sendu.


" Aakkhhhh, terserah. Yang jelas Mera berdoa agar Kakak dan kak Dea bahagia." Ucap Mera dan pergi meninggalkan Riko sendiri.


Riko kembali teringat dengan pertemuannya dengan Dea. Saat Dea mengunjungi Pooja.


.


.


.


.


.


.


Readers...


jangan lupaa yaa..


Like + Vote + Rate + Komennya...

__ADS_1


__ADS_2