Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
bab 26 ' rencana oma'


__ADS_3

bukan tanpa alasan tuan yoga berbicara seperti itu. semenjak Riko mengatakan bahwa Dea adalah calon istrinya, Riko dan Dea selalu di awasi oleh orang suruhan tuan yoga. termasuk saat Riko mencuri ciuman Dea, tentu saja tuan yoga tau kejadian tersebut.


Dea masuk ke kamar Oma, dan mengajari Oma solat dan mengaji. Tante dizah yang tak sengaja lewat di depan kamar Oma pun ikut masuk dan belajar bersama.


" dea, kau bagaikan malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk kami." ucap Oma meta


Dea hanya tersenyum menanggapi ucapan Oma.


" Dea, apa kau sudah punya kekasih??" tanya Oma tiba tiba yang membuat Dea salah tingkah


" emm, itu... tidak ada Oma" ucap Dea pelan


Oma pun hanya tersenyum mendengar jawaban Dea.


" yoga, bagaimana jika kita pergi mengajak Dea ke villa??" ucap Oma saat mereka sedang duduk santai di ruang keluarga sambil menonton film.


" kenapa mi??, kok tiba tiba mami berencana ke villa??" tanya tuan yoga


" tidak ada, hanya mami ingin menunjukan villa kita kepada Dea, tapi kita perginya sekeluarga. liburan keluarga, bukankah sudah lama kita tidak pergi berlibur??"


" hmm, baiklah" ucap tuan yoga


semua keluarga sudah siap untuk berangkat menuju villa keluarga Artmaja. di sepanjang jalan Dea sangat menikmati pemandangan yang asri. pemandangan yang masih segar dan jauh dari hiruk pikuknya kota Jakarta. 'ah.. rindu kampung' batin Dea


Riko yang sedang mengemudikan mobilnya sekali kali melirik ke arah Dea. dan tersenyum tipis sekali hingga tidak ada yang menyadarinya bahwa dia sedang tersenyum. dia kembali mengingat kejadian drama pagi di mana Oma memaksa Dea untuk satu mobil dengannya. dan yaa... mereka hanya berdua di mobil. Mera, Oma, tuan yoga, dan Tante dizah berada di mobil Alphard milik tuan yoga.


" bagaimana Dea?? apa kau suka??" tanya Oma yang tiba tiba datang dan menghentikan aktivitas terkesima Dea dengan villa milik keluarga Artmaja dan suasana saat ini.

__ADS_1


" iya Oma, di sini sungguh menenangkan, beda dengan Jakarta. ketenangan di sini mirip dengan di kampung. " ucap Dea lembut


" apa kau merindukan kampung mu??" tanya Oma


Dea hanya tersenyum " rindu paman Jo dan Tante rahma" ucap Dea pelan.


Oma langsung memeluk tubuh Dea dengan hangat. " jika ada waktu, kita akan berlibur ke kampung mu" bisik Oma yang ditanggapi anggukan dengan dea.


bulir bening pun mengalir mulus di pipi Dea, Dea pun makin mempererat pelukannya. setelah terasa lega, Dea melepaskan pelukannya. " terima kasih Oma" lirih Dea.


Tante dizah dan Mera yang melihat mereka pun ikut meneteskan air mata bahagia. Tante dizah pun ikut memeluk Dea.


" sudah acara pelukannya??" ucap Riko yang merusak suasana.


" laper nich " ucap Riko sambil mengelus perutnya.


Tante dizah pun memukul bahu Riko pelan. " kamu ini"


" ada apa mi??


" mami pingin Dea menjadi istri Riko"


" tapi mereka tidak bisa di paksa mi, mami tau sendiri Riko bagaimana. dan Dea?? yoga masih sungkan untuk mengambil keputusan atas masa depannya." ucap tuan yoga walaupun tuan yoga tau kalau ada sesuatu di antara mereka.


" maka dari itu, kita harus membuat mereka saling jatuh cinta"


" trus, rencana mami apa?"

__ADS_1


oma tersenyum dan memberi tahukan rencananya kepada yoga. tuan yoga pun mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti.


setelah menyusun rencana dengan mantap dan matang, Oma dan tuan yoga memanggil anak anaknya untuk berkumpul di halaman.


malam ini mereka akan mengadakan acara barbeque. yang pastinya sudah menjadi salah satu rencana Oma.


Riko dengan lihai memanggang dan menabur bumbu. dlsedangkan Dea mendampinginya untuk membantu Riko. itu adalah salah satu rencana Oma agar Dea dan Riko bisa lebih dekat.


" apa kau mau coba??" tanya Riko kepada Dea yang sedang memotong buah.


" aku tidak bisa, biasanya kami memanggang dengan menggunakan batok kelapa ataupun arang!!" ucap Dea polos.


Riko tersenyum mendengarnya, " tenang saja, ini lebih mudah dari itu"


Riko menarik tangan Dea, dan menyuruh Dea menaburkan bumbu dan membalikkan daging. percikan minyak mengenai tangan Dea " auuw"


dengan refleks Riko langsung mengambil tangan Dea dan memasukannya ke dalam mulut Riko. tubuh Dea langsung menegang seakan ada sengatan listrik yang dialiri oleh Riko. Dea hanya terpaku melihat Riko sedang menge*ut jarinya.


" apa masih sakit??" tanya Riko yang menyadarkan Dea dari lamunannya.


" eh, eng udah enggak kok" Dea langsung menarik tangannya. menggenggamnya dan meninggalkan Riko yang masih bengong dengan menatap punggung Dea.


" apa aku berbuat salah??" gumam Riko


acara api unggun dan barbeque pun berjalan lancar dan sangat hangat. Mera yang menghibur semua keluarga, Oma yang menceritakan tentang masa kecil Riko. kenakalan Riko, dan Riko yang cengeng.


Dea menikmati setiap kata kata yang Oma lontarkan karena itu semua tentang Riko. 'kenapa aku peduli dan ingin tau' batin Dea

__ADS_1


Riko yang merasa di permalukan oleh Oma hanya mendengus kesal. tapi itu semua hanya sesaat, karena ketika dia melihat ke arah Dea yang antusias mendengar cerita tentang dirinya, terbesit tawa dan senyim indah di wajah Dea, yang membuat hatinya menghangat. ' ah... sungguh manisnya dia walaupun hanya terkena Sinaran api unggun' batin Riko.


tuan yoga melihat ke arah Riko yang terus memandang Dea, dan terbesit senyum di bibir Riko saat Dea tertawa. ' anak ku sudah jatuh cinta, semoga dia bisa melupakan masa lalunya' batin tuan yoga


__ADS_2