Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 53 ' Riko merajuk'


__ADS_3

" gadis itu sangat kuat tuan, kami semua di kalahkan olehnya sendiri" ucap seorng pria yang menyerang Riko dan Dea.


" Hmm.. ini saatnya aku menunjukkan siapa diriku." ucap pria misterius tersebut.


Riko kesal dengan Dirinya sendiri, karena tidak bisa melindungi Dea. Malahan Dea yang melindunginya.


"kaki mu terkilir, jangan dipaksakan untuk membawa mobil" ucap Dea menghentikan Riko.


" Kenapa kau tidak menyetir mobil ku saja?? hari sudah mulai malam, kita tidak membawa pengawal. aku takut mereka akan kembali." ucap Riko.


Dea tersenyum lalu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. " Itu.. aku tidak bisa menyetir mobil" ucap Dea sambil menundukkan wajahnya.


" Kau tidak bisa?? " seperti ada angin segar di diri Riko. " Baiklah, lain kali aku akan mengajari mu" ucap Riko sambil tersenyum miring. Dan berjalan tertatih menuju mobilnya.


"Hai, kau mau kemana?" teriak Dea.


" Ya pulang lah, apa kau ingin bermalam di sini?" ucap Riko sambil mengedipkan matanya sebelah.


" Aku bisa mematahkan kaki mu jika kau berani macam-macam" ucap Dea dengan wajah memerah.


" Lalu, apa kita akan diam di sini? sambil menemani kingkong ini tidur?" ucap Riko yang menunjuk kearah bodyguard yang menyerang mereka tadi, yang berhasil Dea lumpuhkan.


" aku sudah menghubungi Rian, untuk menyuruh beberapa pengawal mu ke sini. mungkin sebentar lagi mereka akan datang" ucap Dea.


" Sini aku liat kaki mu." ucap Dea sambil menarik paksa Riko.


" Sudah lah, kau mana bisa un___"


" diam lah, duduk yang tenang, tahan sedikit ini akan sakit, dan jangan berteriak seperti perempuan." ucap Dea sambil memegang kaki Riko dan.


" Apa yang kau lak__"


Kraaakk.


'AaAAAAAAWWWWWW, AP KAU INGIN MEMATAHKAN KAKI KU" teriak Riko


" bukan kah ku sudah memperingatkan mu?" ucap dea sambil membalut kaki Riko dengan kaos baju pria yang pingsan setelah merobeknya.


" Apa kau Hulk, hingga dengan gampang mengoyak baju orang, dan mematahkan kaki ku?" sungut Riko kesal.


" aku tidak mematahkan kaki mu, kaki mu terkilir dan harus segera di urut" ucap Dea.


Riko kesal, karena dia merasa dirinya terlihat lemah di depan Dea. dan Riko pun memasang wajah cemberut.


" hai, kenapa kau cemberut begitu?, "


" siapa yang cemberut " ucap Riko sambil mengalihkan pandangannya.


Tak berapa lama mobil pengawal Riko datang. dan membawa mereka pulang. Sesampainya di kediaman keluarga Artmaja, Dea menceritakan kronologi kejadian saat di pantai tadi kepada Tuan Yoga.


Pria penyerang tadi masih juga belum sadarkan diri. hingga Udin menyiram wajahnya dengan seember air untuk menyadarkannya. dengan tangan terikat di atas, dia pun menggelepar seperti ikan.


" Katakan, siapa yang menyuruh mu" tanya Udin.


pria itu tersenyum miring " aku tidak akan mengatakannya. "


" Apa kau ingin di siksa baru mengatakannya?" Ancam Udin.


" Sampai mati pun aku tidak akan mengatakannya" ucap pria tersebut.

__ADS_1


Dea, Riko, dan Tuan Yoga mendatangi pria tersebut.


"siapa yang menyuruh mu?" tanya tuan Yoga


pria tersebut hanya tersenyum miring.


Satu pukulan melayang ke wajah pria itu.


" Paksa dia sampai buka mulut" ucap tuan Yoga kepada Udin.


Udin menyuruh anak buahnya untuk memukul pria tersebut.


Baaakk buukk baaakk buukkk


" Berhenti " teriak Dea saat tuan yoga dan Riko akan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan interogasi tersebut.


Dea mendekat kearah pria tersebut.


" Apa yang akan kau lakukan?" tanya Riko dengan nada suara yang sedikit meninggi.


" Memukulnya tidak akan membuat dia membuka suara" ucap Dea sambil melangkah mendekat ke arah pria tak berdaya itu.


Dea menekan bagian leher pria tersebut. entah apa yang dilakukan oleh Dea, tetapi pria tersebut seakan kesusahan bernapas dan merasakan sakit yang teramat sangat.


" Ini tidak akan membuat kau mati, tapi akan membuat kau sangat menderita " ucap Dea dengan nada yang terdengar sangat menakutkan bagi siapa pun yang mendengarnya.


pria tersebut menggangguk-anggukkan kepalanya untuk memberi tahu kepada Dea siapa yang menyuruhnya. Dea melepaskan cengkeramannya dari leher pria tersebut.


" haahh.. haaah... haa.. yy-yaaang me--meenyuu-ruuh sa-sayaa a-aad-addalah Tu- tu--an____"


DOR


" Sial " umpat Riko.


Udin dan anak buahnya langsung mengejar si penembak yang sudah melarikan diri.


Bukannya anak buah Udin tidak mampu mengejar, tapi si penembak itu sangat licik, dia melemparkan gas yang membuat semua orang di ruangan tersebut tidak dapat melihat sekitarnya karena penuh dengan gas yang berbau menyengat.


Setelah keadaan mulai stabil, Udin mengecek cctv, dan benar saja. Ada penyusup yang masuk dengan menyamar sebagai pengawal keluarga Artmaja.


" Paman, aku ingin menguji semua kemampuan pengawal keluarga Artmaja." ucap Dea kepada Udin.


" Bagai mana nona? saya takut nona akan terluka" ucap udiin khawatir.


" tenang saja, aku bisa menjaga diriku. paman ikuti saja rencanaku" ucap Dea


Rencana ini hanya di ketahui oleh Dea dan Udin saja.


Udin memerintahkan orang kepercayaannya untuk berjaga -jaga. sedangkan pengawal yang lain berlatih dengan Udin. termasuk para ART dan tukang kebun. Selama Dea tinggal di rumah keluarga Artmaja, Dea sudah memperhatikan gerak gerik bela diri yang di ajarkan oleh paman Udin. Jadi Dea tau jika ada yang memiliki bela diri yang berbeda dengan paman Udin.


Semua pengawal berdiri menurut barisan mereka, menunggu aba-aba dari Udin. Gerakan demi gerakan mereka lakukan dengan instruksi Udin. keringat mulai bercucuran di setiap tubuh pengawal yang sedang berlatih. Di tengah pelatihan itu lah, Dea melempar tabung kecil yang mengeluarkan asap, yang membuat hampir semua orang langsung menunduk, menghindar dan menutup mulutnya.


Ada 5 orang yang masih bersiaga dengan kuda-kudanya dan siap menyerang.


Dea langsung menghajar kelima orang tersebut. yang salah satunya adalah seorang wanita yang bertugas di dapur.


Dea mulumpuhkan mereka semua dalam waktu 15 menit. Dea sengaja membuat kaki mereka cidera, agar mereka tidak bisa melarikan diri.


" Ada apa ini " tanya Tuan Yoga yang baru datang dan melihat 5 orang sedang terluka karena ulah Dea

__ADS_1


" Mereka adalah penyusup Om " ucap Dea.


" dari mana kamu tau kalau mereka penyusup" tanya Tuan Yoga.


" Gampang saja, kuda-kuda yang diajarkan oleh paman Jo, berbeda dengan mereka. ucap Dea.


" Bagaimana kau bisa membedakannya" tanya Tuan yoga.


Dea meminta rekaman CCTV yang berada diruang pelatihan. Dan Dea menunjukkan perbedaan diantara anak buah paman Jo dan para penyusup tersebut.


" Nona benar, selama ini aku tidak memperhatikannya." ucap Udin.


Kelima penyusup langsung dimasukkan keruangan hukuman untuk di interogasi. Dea memimpin interogasi tersebut.


" Katakanlah, siapa yang menyuruh kalian? jika tidak, Kalian akan merasakan sakit yang teramat sangat menyakitkan." ucap Dea dengan nada yang menakutkan.


" Kami tidak akan mengatakan apapun" ucap salah satu dari mereka.


" Baiklah, sepertinya kau ingin merasakan apa yang aku katakan" ucap Dea.


Dea mengambil tangan pria yang menjawabnya tadi. dan menekan telapak tangan dengan ibu jari Dea. Pria tersebut menjerit kesakitan. dari jeritannya seakan seluruh tubuhnya diiris tipis oleh pisau.


" AAAAAAAAAAA"


" Hentikan, aku akan memberitahu mu" teriak seorang wanita.


Dea melepaskan tangannya dan melihat kearah wanita tersebut dengan tajam.


" yang menyuruh kami adalah Tuan Daus" ucap wanita itu sambil terbata-bata.


"Daus" gumam Dea.


" untuk apa mereka menyuruh kalian mencelakakan keluarga Artmaja?" tanya Dea.


" Bukan hanya keluarga Artmaja, tapi kau. Kau yang harus mati menggenaskan" Ucap wanita itu dengan nada tinggi.


Dea terkejut mendengar pernyataan wanita tersebut.


" Aku ?"


.


.


.


.


.


hai readers.. mohon maaf lama up nya.


karena lagi kurang enak badan nich..


mohon doanya yaa agar cepat sembuh..


makasih..


jangan lupa like and vote ya..

__ADS_1


__ADS_2