
Riko pun tersenyum menang melihat Ferdi yang masih terbengong.
" mi, maksdunya apa ya?? kenapa Dea bisa jadi calon istri Riko??" tanya Ferdi yang masih belum mencern perkataan Riko.
Tante Dizah menjelaskan knologi kejadian kenapa Dea bisa menjadi calon istri Riko. Ferdi terkejut mendengar cerita Tante Dizah. Ferdi ingin memastikan langsung dari Dea. Apa Dea setuju untuk menikah dengan Riko atau tidak.
Selesai makan malam, Ferdi mengajak Dea untuk meminta penjelasan Dea. Mereka pun mengobrol di pinggir kolam. Dea menjawab semua pertanyaan Ferdi, membuat Ferdi semakin frustasi. Ferdi menyatakan rasa sukanya kepada Dea. Namun entah kenapa perasaan Dea tidak seperti saat Riko menyatakan cintanya. Tidak ada rasa debaran di hati dea.
" apa yang kalian bicarakan??" suara bariton itu membuat Dea dan Ferdi memalingkan wajahnya kearah sumber suara.
" Tidak ada " ucap Ferdi cuek, namun terdengar seperti orang yang sedang cemburu.
" Aku rasa kau sudah mendapatkan jawaban apa yang ingin kau dengar. " ucap Riko sombong.
" Dea hanya milik ku, dan Dea hanya mencintaiku" sambung Riko.
" Tunggu, siapa bilang ku mencintai mu??" ucap Dea protes.
Riko dan Ferdi bersamaan memandang kearah Dea.
" Hati ku hanya milik orang yang aku cintai. dan di antara kalian tidak ada yang aku cintai" ucap Dea tegas.
" kau sudah dijodohkan dengan ku" ucap Riko dengan setiap penekanan di tiap kata.
" Kau tidak bisa mengatur hidup ku Riko, aku akan menikah hanya sekali seumur hidup. Dan aku akan menikah dengan orang yang aku cintai. Bukan atas dasar perjodohan." ucap Dea tak kalah tegas.
" Aku akan membuat mu jatuh cinta kepada ku" ucap Riko dengan menatap mata Dea dalam.
" Aku juga akan membuat mu mencintaiku Dea" ucap Ferdi tegas namun lembut.
" Ada apa ini??" ucap seseorang yang memecahkan suasana dingin diantara Dea, Riko, dan Ferdi.
mereka bertiga menoleh kearah sumber suara.
" Om "
__ADS_1
" Paman"
Ucap Mereke serentak..
" Saya tidak ingin kalian menyakiti Dea, saya mendengar percakapan kalian. Dan jika Dea tidak ingin menikah dengan mu Riko, atas tanpa nam cinta, maka saya sebagai walinya tidak akan membiarkan dia menikahi mu" ucap paman Jo tegas.
" Saya akan membuat Dea mencintai saya om" ucap Riko penuh percaya diri.
" Izinkan saya untuk membuat Dea mencintai saya" ucap ferdi tak kalah percaya diri.
Dea hanya memicit pelipisnya melihat kedua pria yang ingin berkompetisi memperebutkan cintanya.
" Saya tidak ingin ada perang saudara. Dan say tidak ingin kalian bermusuhan dengan apapun keputusan Dea." ucap Paman Jo memberikan peringatan kepada Ferdi dan Riko.
Dea hanya menghembuskan napasnya pelas dan meinggalkan mereka bertiga. Dea tidak ingin terlibat dengan perkataan mereka. jadi Dea memilih untuk menghindar.
Paman Jo menghampiri Dea yang sedang bersama Mera, Oma, dan Tante Dizah.
" Dea, lusa Rian sudah bisa pulang" ucap paman Jo.
" Benarkah om?" ucap Mera dengan antusias.
" Ada apa dengan kalian berdua??" tanya Oma meta saat melihat Riko dan Ferdi masuk dengan membawa aura yang sungguh tidak menyenangkan.
Pamna Jo langsung memberikan tatapan peringatan kepada Riko dan Ferdi. Yang membuat mereka langsung saling merangkul dan tertawa yang dipaksakan.
Ferdi permisi untuk kembali ke Apartemennya. Kesempatan untuk Riko mungkin terbentang luas karena dia lebih bisa menghabiskan banyak waktu bertemu dengan Dea. Dirumah, di kantor, bahkan mereka pergi dan pulang kantor selalu bersama. Riko tertawa untuk kemenangannya yang masih tabu.
Perjuangan mendapatkan cinta Dea pun di mulai. Ferdi tiap pagi selalu sudah berada di kediaman Artmaja, dan dia sering membantu Tante dizah dan Dea di dapur. Berbeda dengan Riko yang tidak pernah membantu memasak. Dan bahkan Ferdi pintar dalam hal memasak, sedangkan Riko zero.
Dea memuji masakan Ferdi, yang membuat Riko menjadi kesal. Ferdi pun memberi senyum kemenangan kepada Riko saat dia menatap Ferdi. Riko mendengus kasar mendengar setiap pujian yang keluar dari mulut Ferdi.
Senyum kemenangan di lemparkan oleh Riko kepada Ferdi, ketika dia pergi kekantor bersama Dea. karena sebelum ke kantor, mereka akan bertemu klien. Alasan agar Dea tidak berangkat bersamanya.
Ferdi membawakan bekal makanan untuk Dea ke kantor. Semua mata terpana melihat ketampanan Ferdi. bahkan Ferdi lebih tmoan dari Riko, dengan wajah keturunan bule.a. Namun wajah Riko yang asli Indonesia tidak kalah tampannya dari Ferdi. menurut para pekerja wanita yang menilai ketampanan mereka berdua.
__ADS_1
Saat ini Dea menikmati makan siangnya dengan Ferdi dan Riko. dengan bekal yang dibawa oleh Ferdi pastinya.
Semua mata terpana melihat 2 pria tampan berada di kantin kator mereka. suatu keajaiban melihat Bosnya duduk di kantin, sedangkan selama ini bosnya tidak pernah sekalipun menginjak kantin kantor mereka.
Itu semua karena Dea.
Ferdi harus mengalah untuk tidak dapat mengantar Dea pulang, karena dia harus menghadiri rapat yang tidak bisa diwakilkan.
Tapi bukan Ferdi namanya jika dia tidak bisa mencari kesempatan lain untuk lebih dekat dengan Dea.
Dijalan pulang terjadi kecelakaan lalu lintas, membuat jalanan yang padat, menjadi semakin padat. Suara klakson mobil dan motor memekakkan telinga. Dea menatap keluar jendela, tidak ada percakapan apapun antara dirinya dan Riko selamat perjalanan.
Riko menyuruh supirnya untuk menurunkan dirinya dan Dea di pinggir jalan. Riko mengajak Dea berjalan kaki dan menikmati sore hari di kota besar yang padat ini. Riko mengajak Dea ke sebuah taman yang tak jauh dari jalanan yang padat.
Taman yang Asri dan seperti jauh dari padatnya kota.
" Taman ini sengaja di buat senyaman mungkin. Penuh dengan pepohonan, agar mengurangi polusi udara yang semerbak." jelas Riko.
" Udaranya segar dan nyaman kan?" ucap Riko lagi sambil menatap Dea yang sedang menikmati suasana di taman tersebut.
" Kau tau siapa yang menciptakan taman ini??" tanya Riko.
Dea mengernyitkan dahinya menatap Riko penuh tanya, dan menggelengkan kepalanya.
" seorang anak laki laki remaja bermain ayunan di sebuah taman, sambil menunggu jemputan. Kemudian dia melihat anak anak bermain dengan asap knalpot dan debu yang sungguh tidak sehat bagi mereka. walaupun begitu, anak anak tersebut tetap senang menikmatinya. Anak lelaki remaja itu berniat, jika dia memiliki uang yang banyak, dia akan membangun sebuah taman yang asri, dan bebas polusi walaupun di tengah padatnya kota." ucap riko
" kau tau?? anak itu berhasil mewujudkan keinginannya. Dan tidak hanya satu, namun ada beberapa taman yang di sulapnya seperti ini. " ucap Riko sambil menatap anak anak yang sedang bermain pelosotan.
" Dari mana kau tau ceritanya??" tanya Dea penasaran.
Riko hanya tersenyum dan berjalan kearah ayunan yang berada di bawah pohon besar.
" Kemarilah, disini sangat segar udaranya" titah Riko.
hai readers, mohon dukungannya dengan memberikan like yaa.. dan jika berkenan memberikan votenya juga ..agar author bisa makin semangat membuat ceritanya..
__ADS_1
terima kasih readers sayank..
love u