
"DEA .... RIKO ... apa yang kalian lakukan ??" teriak Oma meta yang melihat Dea sedang menjambak rambut Riko.
Dea langsung melepaskan rambut Riko. dan Riko mengelus kepalanya sambil meringis kesakitan.
"tadi Riko minta di jambak Oma" ucap Dea yang menatap Riko tajam.
sebenarnya hati Oma sedang berbunga melihat pertengkaran mereka. karena Oma berharap dari pertengkaran berubah menjadi pernikahan .
"kalian ini ada ada saja, sudah besar main Jambak jambakan." ucap Oma yang meninggal mereka berdua yang masih berdiri dan saling melempar tatapan sinis.
setelah puas menatap Riko dengan sinis, Dea pergi meninggalkan Riko sendiri di ruangan latihan. dan Riko menatap punggung Dea yang meninggalkannya. 'siapa kamu de, sehingga ada orang yang ingin menyerang mu??' batin Riko.
Riko tidak sengaja mendengar papanya berbicara di telpon pada saat di rumah sakit. dan dia mendengar dengan samar. jika ada orang yang ingin melukai Dea, tapi belum di ketahui siapa dalangnya.
Riko pun mencari tau tentang Dea. dengan bantuan orang kepercayaannya.
sudah 2 Minggu sejak kejadian itu. tapi Riko belum mendapatkan kabar apapun tentang Dea dan siapa dalang kecelakaan 2 Minggu lalu.
Dea seperti rutinitas biasanya. dia bangun pagi dan berlatih dengan Udin. terkadang sepulang kerja pun Dea berlatih sendiri.
Udin memperhatikan gerakan Dea, dan terbesit kecurigaan di benak Udin terhadap Dea. 'dia bukan orang sembarangan' batin Udin yang menatap gerakan Dea. mungkin kalau orang biasa yang melihatnya, tidak akan mengetahuinya, tapi Udin yang memang memiliki seni bela diri yang seimbang dengan paman Jo, memiliki penilaian berbeda dari pandangan orang biasa.
Udin mencoba mendekati dea yang sedang asik memukul dan menendang samsak. dengan perlahan Udin mendekati Dea dan memberikan serangan mendadak.
huuupppp .... BRUUKKK
Udin pun terjatuh dan tersungkur. untungnya di ruangan itu tidak ada orang satu pun. hanya ada cctv . Dea yang menyadari hal itu langsung membantu Udin berdiri. '' paman, maafkan Dea." ucap Dea.
"apa itu sakit??" tanya Dea yang melihat Udin memegang punggungnya.
__ADS_1
" paman sudah menduganya, kalau kau hanya berpura pura tidak bisa bela diri" ucap Udin.
"paman tolong jangan memberitahukan ini kepada siapa pun" pinta Dea
" baiklah, paman percaya kepada mu. apapun yang kau lakukan dan keputusan mu. pasti itu baik untuk keluarga ini. " ucap Udin.
"terima kasih paman" ucap Dea tulus.
pagi ini Riko ikut olahraga lari pagi bersama Dea. berhubung hari ini hari Minggu. setelah lari pagi, Riko juga ikut Dea latihan bela diri. dan Riko meminta kepada Udin agar dirinya lah yang melatih Dea hari ini.
Dea sungguh kesal dengan Riko. karena Riko selalu mengganggunya. "pukulan mu itu tidak akan membuat semut terluka" ucap Riko.
Dea yang sudah dari tadi menahan amarahnya pun melayangkan pukulannya ke arah perut Riko yang sedang berdiri memegang samsak.
" aauuuww "
'baru belajar 2 Minggu tapi sudah sekuat ini pukulannya??' batin Riko.
Dea membantu Tante dizah membuat cake. mereka akan membuat cake black forest kesukaan Mera. karena Mera akan merayaka. ulang tahunnya yang ke 20 tahun. Dea pun mengirim pesan singkat kepada Rian. agar Rian bisa datang dan memberikan kejutan kepada Dea.
Dea tau kalau mereka sepertinya memiliki ketertarikan. karena Mera sering bercerita tentang Rian dan sering bertanya tentang Rian. tapi Dea tidak mengetahui bahwa semenjak Oma meminta tolong kepada Mera untuk mendekatkan Dea dan Riko, Mera seperti menghindar dari Rian. bahkan terkadang pesan Rian hanya di baca saja tanpa di balas. ini kesempatan Rian untuk menemui Mera dengan alasan Dea.
tidak ada perayaan besar yang diadakan. menyangkut keamanan sekitar yang belum stabil. hanya orang yang berada di rumah itu saja yang merayakan, dan Rian yang berkunjung dengan alasan menjenguk kakaknya. berhubung lagi hari libur.
"dek, katanya mau pindah sekolah ke Jakarta??" tanya Dea yang saat ini mereka sedang duduk di ayunan dekat kolam renang.
" di kampung lebih enak kak urusannya. jadi aku cuma ikut ujian aja ntar."
"gaya mu"
__ADS_1
" srius kak, malahan besok aku gak sekolah. dan aku cukup datang saat UN aja."
" trus kamu mau tinggal di mana kalo di Jakarta?"
" aku punya temen kok disini. soal tempat tinggal mah gampang" ucap Rian. "kak" bisik Rian
"mmmm"
"gue udah tau pengawal yang gak bisa di percaya siapa." ucap Rian berbisik
Dea menatap tidak percaya.
"gue juga tau siapa yang berencana ingin menjelajahi kalian" bisik Rian lagi.
Dea masih menatapnya penuh tanya. kemudian Rian menyelipkan sesuatu kedalam kantong Dea . kalo Lo udah liat ini, Lo bakal tau apa yang akan Lo lakuin.
di sisi lain, Riko mendapat panggilan dari orang kepercayaannya. yang mengatakan bahwa keamanan cctv mereka ada yang bobol.
"sudah brapa lama" tanya riko dengan orang yang di seberang panggilan
" saya belum tau alamat dia pak. yang jelas dia juga ikut memantau setiap pergerakan orang yang ada di rumah." ucap orang yang di seberang panggilan
"kenapa kau bisa sebodoh itu hingga tidak tau jika kita sudah kebobolan??" murka Riko
"sepertinya ini hacker handal pak. kerjaannya sangat halus. saya baru tau karena ada yang masuk dengan mulus" ucao pria itu. "sepertinya ini orang Yang sama dan kemungkinan berada di dalam rumah bapak" ucapnya lagi.
Riko mengakhiri panggilan. dan berfikir sejenak. mungkinkah ada pengkhianat di rumah ini??
atau jangan jangan ????
__ADS_1