Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 60 " Donor darah"


__ADS_3

Rian melihat kearah Tian. Pria yang baru saja di kenalnya ini sepertinya memiliki ketertarikan terhadap Dea. Kakaknya satu ini memang benar-benar menarik dan unik. Tapi Rian tau, jika hati Dea hanya bisa memiliki satu nama. Dan itu yang menjadi kekhawatiran Rian. Melihat kenyataan bahwa Riko dan Priya sudah memiliki seorang anak. Dan Anak tersebut dengan keadaan yang tidak sangat baik. Pastinya lebih membutuhkan perhatian dari kedua orang tuanya.


Hari yang di nanti oleh Riko pun tiba. Hasil Lab yang di tunggunya keluar. Dengan gemetar Riko membuka amplop yang berisikan pembuktian antara dirinya dan Pooja.


Bagai tersambar petir saat Riko melihat hasilnya. Pooja benar-benar adalah putrinya. Rasanya dunia Riko sudah hancur. Dia sudah menyakiti Dea sangat dalam dengan kehadiran Pooja. Akankah Dea bisa memaafkannya?


Sebulan sudah berlalu. Riko masih tidak mendapatkan kabar dari Dea. Rian pun menolak untuk berjumpa dengan Riko. Sedangkan Mera bungkam dengan permasalahan mereka.


" Riko, Maafin Papi. Papi yang salah" Ucap Tuan Yoga.


Saat ini Tuan Yoga sedang berkunjung ke apartemen Riko yang pernah di tempati Dea. Riko sengaja tinggal di sana karena ingin menunggu kepulangan Dea. Dan juga agar dirinya bisa lebih dekat dengan Pooja. Dia ingin menebus kesalahannya selama ini yang sudah tidak ada di samping Pooja.


" Seharusnya Papi mencari kebenarannya terlebih dahulu" Ucap Riko dengan menahan amarahnya.


" Papi tau. Papi berfikir tidak mungkin itu anak mu, karena Priya yang berstatus sebagai simpanan Gopal. Dan Papi sangat membenci Priya karena telah membodohi kitabsemua dengan kebaikannya dan keluguannya selama ini" Ucap Tuan Yoga.


" Sudah lah. Sekarang bisakah Papi mencari tau keberadaan Dea? Aku sangat merindukannya Pi" Ucap Riko lirih dengan tanpa sadar dia menjatuhkan air matanya.


" Papi sudah berusaha, Tapi Papi rasa Rian menghalangi anak buah Papi. Papi tidak menyangka jika Rian ternyata sangat hebat." Ucap Tuan Yoga bangga dengan calon menantunya itu.


" Aku tau. Mera juga tidak ingin membuka mulutnya memberi tahu kemana Dea. Aku sudah menyuruh orang untuk mengikuti Mera. Tapi hasilnya nihil. Mera hanya selalu berjumpa dengan Rian. Ahh.. Kenapa dia tidak selesaikan saja sekolahnya. Bukannya 4 hari lagi dia akan Ujian? Dan kenapa dia masih di sini?" Kesal Riko.


" Rian benar-benar mengikuti jejak Diki. Rian sangat hebat." Ucap Tuan Yoga.


Di negara lain. Ferdi sudah mempersiapkan kepulangannya kembali ke Indonesia. Dia sering menghubungi Dea dan menanyakan kabarnya. Dan Ferdi juga tahu tentang masalah Dea. Karena Dea bercerita dengan Ferdi. Itu atas desakan oleh Ferdi juga sebenarnya. Dan dengan bantuan Ferdi juga, Dea sulit di temukan oleh utusan Tuan Yoga dan Riko.


Sesampainya di Tanah Air. Ferdi langsung menuju ke kediaman Artmaja.


Saat melihat Riko, Ferdi langsung melayangkan tinjunya ke arah Riko. Membuat Oma Meta dan Tante Dizah berteriak histeris dengan perlakuan Ferdi yang tiba-tiba.


"Aku sudah mengalah demi mu agar kau bisa membahagiakan Dea. Tapi apa yang kau perbuat? Kau menyakitinya sangat dalam." Ucap Ferdi.


Riko hanya menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.


" Aku akan merebutnya dari mu" Ancam Ferdi sambil menarik kerah baju Riko.


Riko hanya tertawa menyeringai, " Aku tidak akan membiarkan kau merebut Dea dariku. Sampai kapan pun Dea milikku" Ucap Riko.


Ferdi ingin melayangkan tinjunya kembali. Tapi di tahan oleh Tuan Yoga.

__ADS_1


" Hentikan"


" Saat ini kita hanya perlu fokus mencari keberadaan Dea." Ucap Tuan Yoga.


" Dea aman bersama ku. Dan aku tidak akan memberi tahu di mana Dea berada. Terutama kepada Pria brengsek seperti mu" Ucap Ferdi dengan penuh penekanan.


Ferdi melangkahkan kakinya keluar dari kediaman keluarga Artmaja. Riko mengejarnya dan bertanya di mana Dea. Tapi bukan jawaban yang didapatkan Riko, melainkan pukulan dari Ferdi sebagai pengganti jawabannya.


Hari terus berlanjut. Dan Minggu terus berganti. Dea masih belum di ketahui dimana keberadaannya.


Hingga suatu malam, Priya menghubungi Riko. Memberikan kabar bahwa keadaan Pooja kritis. Dan saat ini sudah di larikan kerumah sakit.


Keluarga Artmaja bergegas ke rumah sakit milik keluarga Artmaja. Priya dan Ana sudah berada di sana. Priya menangis sambil memeluk boneka kesayangan Pooja.


saat melihat kedatangan Riko, Priya berlari kearah Riko dan memeluknya erat.


" Tolong.. hikks. tolong selamatkan Pooja hiikss..." Ucap Priya di Isak tangisnya.


Riko membiarkan Priya memeluk dirinya. Karena melihat kondisi Priya yang saat ini sedang terpukul. Dia tidak ingin membuat keributan seperti biasa saat Priya mencoba menyentuhnya.


Dokter keluar dari rungan IGD. Menatap semua keluarga Artmaj, sebelum mengeluarkan kata-katanya.


"Ambil darah saya sebanyak yang Pooja perlukan" Ucap Riko.


Tante Dizah juga bergolongan darah AB, tapi kondisi Tante Dizah yang baru minum obat karena demam beberapa hari lalu, di larang dokter untuk mendonorkan darahnya.


Hanya 6 kantong darah yang didapat dari Riko. dan masih memerlukan 4 kantong lagi.


Tuan Yoga menyuruh semua anak buahnya untuk melakukan pemeriksaan. Namun darah mereka yang bergolongan sama tidak cocok dengan Pooja.


Keadaan Pooja semakin menurun. Padahal sudah 5 kantong darah yang dimasukkan kedalam tubuhnya.


" Riko. lakukan sesuatu." rengek Priya.


" Tenanglah Priya, Pooja pasti baik-baik saja." Ucap Riko.


Dokter kembali menemui anggota keluarga Artmaja. " Kita harus cepat menemui pendonor selanjutnya. Keadaan Pooja menurun, padahal sudah 5 kantong darah yang sudah di habiskan. Dan ini kantong uang ke 6. Cepat lah mencari pendonor lain" Ucap Dokter Herman.


Riko mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


" Dokter, ambil darah saya"


Suara yang membuat semua orang menatapnya langsung. Menatap penuh kerinduan. Terutama Riko.


"Dea" Gumam semua orang.


Tante Dizah langsung berhambur keperluan Dea. Dan memeluknya dengan erat melepas rindu. Di susul dengan Oma meta. Tidak ingin menunggu waktu lama, Dea meleraikan pelukannya setelah mendengar instruksi dari Dokter.


" Dea" Sapa Riko.


Dea berpura-pura tidak mendengarkan Riko. Dan berlalu melewati Riko.


Dea datang bersama Rian dan Ferdi.


" Terima kasih" Ucap Mera kepada Rian, yang di tanggapi dengan anggukan oleh Rian.


Riko menatap kearah adiknya itu.


" Apa kau yang memberi tahu Dea?" Tanya Riko.


Selama ini Dea memang sering menghubungi Mera untuk menanyakan kabar tentang Pooja. Dea merasa seperti memiliki ikatan dengan Pooja. Rasa sayang Dea dengan Pooja benar-benar tulus. Karena itu Dea berusaha untuk melupakan Riko.


Mera hanya memandang wajah kakaknya itu. Satu bulir bening mengalir mulus di pipinya. "Wanita yang kakak sakiti itu, tidak pantas mendapatkan bajingan seperti kakak" Ucap Mera dan berlalu dari hadapan Riko.


Riko mengeraskan rahangnya. Semua memang salah dirinya. Tapi apa kesalahannya tidak bisa di maafkan?. Jika bukan Papi-nya yang memblokir jalur dirinya untuk mencari Priya. Mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Riko memang tidak bisa menerima Priya yang sudah mengkhianatinya. Namun Riko masih bisa menebus kesalahannya dengan memberikan kapasitas yang layak untuk putrinya.


.


.


.


.


.


.


Like + Vote + Komenya..

__ADS_1


Di tunggu yaa.....


__ADS_2