Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 12 " manis juga "


__ADS_3

COOPEET ...COOPEEET ...TOLONGGG...


Riko melihat ke arah sumber suara, dan kebetulan Riko sangat dekat dengan si pencopet tersebut. Riko menghadang pencopet itu dan..


SREETT...


Riko menarik jaket pencopet itu hingga koyak. dan membuat pencopet itu terjatuh. Riko mendekati pencopet itu dan..


BUUKK...


satu tinjuan mendarat ke wajah Riko, dan darah segar mengalir dari sudut bibir Riko. pencopet itu berusaha berdiri dan berlari, dengan sigap Dea mengulurkan kakinya dan membuat pencopet itu terjatuh lagi.


orang orang yang berada di dekat situ langsung menahan pencopet itu, dan membawanya ke pihak yang berwajib.


" kau tidak apa apa?? " tanya Dea


" lain kali jika ada bahaya jangan mendekat, jika dia menyerang mu bagaimana?? " lirik Riko kepada Dea


" ada kau yang melindungi, jadi buat apa aku takut " jawab Dea sambil tersenyum yang membuat matanya menyipit.


deg.. deg ... deg..


' ada apa ni, kenapa dia manis sekali saat seperti itu !!' batin Riko .


" di mobil ada P3K kan?? ayo kita ke mobil, biar di obati lukanya!! '


Dea dengan telaten memberikan salep ke sudut bibir Riko. yang membuat wajah mereka sangat dekat.


Riko memperhatikan wajah Dea, mata yang bulat, bulu mata yang lentik, hidung yang kecil, dan bibir yang tebal tapi mungil.. ' kenapa dia bisa semanis ini ' batin Riko.


Riko masih memandang wajah Dea..


hingga lambaian tangan Dea yang berada di depan wajahnya menyadarkan dia dari lamunannya.


" eheemmm.." Riko berdehem untuk menghilangkan kecanggungannya.


Sepanjang perjalanan pulang tak ada pembahasan apapun di antara mereka, sekali kali Riko melirik ke arah Dea. sedangkan Dea masih menikmati indahnya kota Jakarta.


______


seperti biasa, Dea selalu bangun pagi dan melaksanakan solat subuh. sesudah solat de menyempatkan diri bertadarus, kemudian Dea turun menuju dapur.


" bagai mana jalan2nya kemarin?? k mana aja di ajak Riko??" tanya Tante dizah


" ke Monas Tante !!"


" cuma ke Monas ??"


" iyaa, katanya kalo belum ke Monas, belum ke Jakarta ! "


" hmm, si Riko itu, d suruh liat liat kota jakarta malah di bawa ke Monas doang!!"


" syukur ma Riko masih mau bawa " sambung Riko yang mendengar percakapan mereka.


Tante dizah hanya menggeleng gelengkan kepalanya.

__ADS_1


semua keluarga sudah berkumpul di meja makan. mereka makan dengan tenang.


" Dea, kamu kenapa gak kuliah? " tanya Tante dizah di sela makannya


" pingin nya kerja Tante " nyengir Dea


" Riko nanti kamu coba cari kampus yang cocok buat Dea yaa"..


Byuuurrr.....


Riko yang tadinya sedang minum air langsung menyembur air tersebut mendengar ucapan mamanya.


" biasa aja kali reaksinya, gak usah berlebihan. mama cuma suruh kamu Carikan kampus yang cocok buat Dea, bukannya suruh nikahi Dea "


uhuuukk uhuukk uhukkk..


" pelan pelan Dea minum nya. Tante cuma becanda kok " ucap Tante dizah tanpa dosa


" serius juga gak apa apa " sambung Oma meta


UUHUUUK UHUUKK


" sudah mi, jangan di godain terus, nanti mereka jatuh cinta beneran?" celetus tuan yoga


serempak Dea dan yoga membelalakkan mata. dan menggeleng gelengkan kepalanya.


'aduuhh, ni om, Tante , dan Oma ngomongnya kok nyeremin sih... masa gue mau di jodohi sama tiang listrik ini' batin Dea


" kak Dea mau kuliah jurusan apa? " tanya Mera


" emm, kakak sebenarnya gak minat kuliah, pinginnya cari kerja" . jawab Dea


" kalo kerja kan harus ada keahliannya juga dea, kamu kan cuma tamatan SMA !!" jawab Oma meta


' nyakitin banget sih bahasanya ' batin Dea


" di kampung Dea sempat ikut les akutansi Oma, trus pinginnya si punya kerja dulu, baru sambung kuliah." jelas Dea


" kalo kamu mau kerja, kamu tinggal bilang dengan riko, si Riko kn lagi cari asisten." ucap tuan yoga


'apaa?? asisten Riko?? idiihh males banget ' batin Dea


" asisten Riko harus ada title pa, gak bisa sembarangan " jawab Riko


" pokoknya keputusan papa sudah bulat, mulai besok Dea jadi asisten kamu. dan kamu juga harus segera daftarkan Dea di kampus." titah tuan yoga


Riko hanya mendengus kesal karena perintah ayahnya bukannya dia tidak bisa menolak, tapi dia takut durhaka ngelawan orang tua.


" Mera, kamu hari ini ada mata kuliah? " tanya Oma meta


" cuma kuliah pagi "


" selesai kuliah, kamu langsung pulang yaa, temeni kak Dea belanja ya... besok kan Dea sudah mulai kerja " titah Oma meta


" baik Oma "

__ADS_1


" emm, maaf om, Oma, sebaiknya Dea tidak usah bekerja di tempat Riko. akan lebih baik jika Dea bekerja di tempat lain " tolak Dea agar dia tidak bekerja dengan Riko


" Dea, perusahaan Riko itu, juga perusahaan kamu. jadi kamu juga punya hak untuk bekerja disitu. dan kamu bisa belajar banyak dari Riko. saat kamu sudah benar benar bisa om lepas untuk memegang satu perusahaan, maka kamu harus memimpin perusahaan itu."


' tujuan Dea bukan untuk itu om, kalo Dea bekerja dengan Riko, Dea tidak bisa mencari informasi tentang siapa pembunuh ayah dea' batin Dea ingin rasanya mengatakan itu


" tapi om.."


" tidak ada tapi tapi. pokoknya keputusan om sudah bulat. mulai besok kamu bisa bekerja di kantor Riko." titah om yoga.


Dea hanya bisa menghela nafas berat, dan memandang ke arah Riko. terlihat wajah Riko yang dingin dan tak peduli apa yang di katakan oleh tuan yoga.


________


" kayaknya ini cocok buat kak Dea" ucap Mera yang sambil menunjukkan baju di tangannya.


saat ini kami sedang berada di sebuah mall, yang ternyata ini adalah salah satu mall milik keluarga Artmaja. hmm...


" eemm... kalo bisa sih, yang celana aja.. karena kak Dea GK biasa pake rok " nyengir dea.


" hmmm, yang namanya asisten kak harus menarik kak Dea"


" menarik tapi gak selalu berpakaian terbuka " Dea mengedipkan matanya sebelah.


" coba sepatu yang ini " Mera kembali memberikan sepasang sepatu high heels.


Dea membelalakkan matanya melihat betapa runcing dan tingginya tumit sepatu itu.. Dea menggelengkan kepalanya .


" di coba dulu kak, nama nya juga kerja kantoran, yaa harus tinggi tinggi sepatunya, biar terlihat anggun "


Dea mencoba sepatunya, namun dia tidak bisa berdiri dengan sepatunya.


" huuff... tak apa, kita beli saja, nanti di rumah kita belajar jalan pakai sepatu ini yaa " titah Mera


Dea hanya pasrah apa yang di pilih oleh Mera. asalkan masih dalam seleranya Dea.


setelah puas berbelanja, Dea dan Mera duduk di sebuah cafe yang masih dalam sekitaran mall. mereka menghabiskan waktu sambil bercerita dan tertawa.


Tak terasa waktu sudah berganti malam.


mereka kembali kekediaman keluarga Artmaja .


dea memandangi cermin yang ada di depannya.


' aku harus mulai mencari dari mana??' batin Dea


dea mengambil ponselnya, dan memulai mengetik pesan lalu mengirimnya.


tiing..


satu pesan masuk, Dea langsung membacanya.


Dea membelalakkan matanya saat membaca pesan, ' kau harus mendekati tangan kanan keluarga Artmaja, dan mencari tau kode IP rahasia keluarga itu'


Dea mengetuk ngetuk keningnya. ' bagaimana caranya??'

__ADS_1


__ADS_2