
Acara pertunangan Riko dan Dea berjalan dengan lancar, tanpa halangan dan kendala apa pun.
" Berhubung Dea dan Riko sudah bertunangan, saya sarankan agar mereka tidak tinggal serumah dulu" ujar Paman Jo.
" Saya setuju dengan bang Joko, bagaimana kalau Riko tinggal di apartemen saja" ucap Tuan Yoga.
" Sebaiknya Dea saja yang tinggal di apartemen, karena sebentar lagi Rian akan lulus sekolah, jadi dia akan menyambung kuliah di sini." ucap paman Jo.
" Hmm, kalau begitu mami setuju, jadi Dea ada yang jagain jika Rian kuliah di sini, kenapa kalian tidak sekalian pindah ke sini aja??" ucap Oma meta.
" sayang kampung buk meta, lagian anak didik saya sudah ramai" tolak paman Jo.
Dan pembicaraan mereka pun berlanjut dengan membahas tentang kegiatan paman Jo, masalah Rian dan Mera, serta pernikahan Dea dan Riko.
" Kak, mau tau satu kabar gembira gak??" ucap Rian yang saat ini sedang duduk di ayunan pinggir kolam bersama Dea.
" Hmm, paling kamu mau pamer kan, kalo kamu jago dansa trus buat Mera bahagia??" tanya Dea.
" Ihh, bukan itu. tapi bentar lagi aku bakal punya adik" ucap Rian dengan tersenyum bahagia yang tidak bisa ditutupi.
" Adek?? maksud kamu?"
" Mama saat ini lagi hamil. Aneh kan, masa aku udah tua begini bakal punya adek lagi, tapi aku senang kak, akhirnya aku bisa punya adek" tutur Rian sambil membayangkan adik kecilnya yang akan hadir di dunia.
Dea terlihat termenung dan berfikir setelah mendengar ucapan Rian.
" kak, heii hei.. kok bengong sih" tegur Rian sambil melambai lambaikan tangannya ke depan wajah Dea.
Dea pun tersadar, kemudian berlari menuju keruangan keluarga, yang diikuti oleh Rian. lalu memeluk Tante Rahma.
" loh De, kok tiba tiba meluk Tante??" ucap Tante Rahma
" Tante hamil lagi yaa?? selamat ya Tante, Dea seneng banget. akhirnya Dea bakal punya adik lagi.
Seluruh orang yang berada di ruangan tersebut menjadi terkejut mendengar ungakaoan Dea.
"Hamil?? istri kamu hamil lagi Joko??" Tanya Oma meta.
__ADS_1
Paman Jo pun hanya menganggukkan kepalanya dan menunduk malu.
" Ha ha ha, ya ampun Joko, kamu udah mau punya cucu, tapi sekarang kamu malah mau punya anak" ucap Oma meta sambil tertawa dan mengusap air matanya karena tertawa.
" Udah rezeki buk, mau gimana lagi. saya kira pun gak bakal ada lagi, eh gak taunya si Rian bakal punya adek di saat umurnya udah nginjak 22 tahun." ucap paman Jo.
Semua yang ada di ruangan itu mengucapkan selamat kepada paman Jo dan Tante Rahma.
Dea saat ini sedang berada di dalam kamarnya. dia sedang menyusun bajunya ke dalam koper. karena Dea akan pindah ke apartemen dengan sepulangan paman Jo ke kembali ke kampung.
Saat Dea sibuk dengan menyusun pakaiannya, Dea melihat cincin yang tersemat di jarinya. Dan dia tersenyum memandang cincin tersebut.
" Ciee, yang lagi mandangin cincin" ucap Mera yang tiba tiba masuk kedalam kamar Dea.
" ih apaan sih kamu Mera" ucap Dea sambil tersenyum malu.
" iihh lucu banget sih wajah kakak ipar ku ini, " ucap Mera sambil mencubit pipi Dea.
Mereka berdua pun tertawa bersama.
" oh ya, kamu ada apa ke sini??" tanya Dea.
Dea pun mengagungkan kepalanya tanda setuju. seperti biasa, jika Mera sudah ingin tidur bersama Dea, tandanya mereka akan bercerita sampai pagi. dari hal tentang Rian, ataupun Riko.
" em, mer, kak Riko pernah punya pacar gak??" tanya Dea pelan.
Mera hanya terdiam saat mendengar pertanyaan dari Dea. Seperti sedang berfikir, namun akhirnya Mera membuka suaranya
" dulu pernah ada, mereka pacaran semenjak awal kuliah. trus lima tahun terakhir, mantan pacar kan Riko hilang ntah ke mana. sejak saat itu kak Riko jadi stres, dan sangat tidak ramah kepada tiap orang" jeda Mera melihat reaksi Dea. " namun semenjak ada kak Dea, kak Riko udah mulai berubah kok, sudah mulai tersenyum dengan orang lain, ya walaupun hanya sangaat tipiis sekali senyumnya" ucap Mera
" emangnya pacarnya dulu ke mana??" tanya Dea ragu.
" Gak tau kak, dan Mera cuma mau bilang ke kak Dea, jangan bahas lagi ya tentang mantan kak Riko. sekarang kn udah ada kak Dea, yang lalu udah lah, biarin aja berlalu." ucap Mera.
Dan mereka pun tertidur setelah lelah dan merasa kantuk yang melanda pun datang.
Keesokan paginya setelah sarapan, Keluarga Artmaja mengantar Dea dan keluarga ke apartemen yang akan di tinggali oleh Dea dan Rian.
__ADS_1
Apartemen yang dekat dengan kantor Dea, jadi Dea tidak akan susah jika harus kekantor.
Tuan Yoga, Tante Dizah, Oma meta, dan Mera pun pamit untuk kembali ke rumah mereka. Hanya Riko yang tinggal di situ saat ini.
" Jadi nak Riko, kamu harus jaga Dea, tapi kamu jangan berani berani menginap di sini. pokoknya kalian harus bisa jaga diri. pernikahan kalian kan hanya tiga bulan lagi, jadi kalian harus bersabar yaa" ucap paman Jo kepada Riko.
Riko pun menganggukkan kepalanya tanda setuju, namun pemikirannya telah berkelana ntah ke mana.
" Rian sudah pasang cctv di setiap sudut rumah ini, kamu tidak kan tau di mana dia menyimpannya. jadi jika kamu berani macam- macam dengan Dea, paman akan segera tau." ucap paman Jo.
Riko pun menelan salivanya, dan menganggukkan kepalanya lagi dengan lesu. 'Yah, gagal dech' batin Riko.
Paman Jo hanya tersenyum dalam diamnya melihat ekspresi Riko yang kecewa, karena Dea sudah di jaga ketat oleh paman nya.
Dea dan Tante Rahma yang sedang sibuk memasak di dapur pun tersenyum mendengar pembicaraan paman Jo dan Riko.
" Rian, di mana Lo simpan kamera??" bisik Riko kepada Rian saat melihat Rian sedang memeriksa laptop.
" Mau tau aja, oh ya ada satu rahasia yang Rian tau. yang bakal bikin kak Riko tercengang" ucap Rian sombong.
" apaan tu??" tanya Riko antusias.
" Kak Riko cium kak Dea di kebun teh, Ha ha ha" ucap Rian yang di akhiri dengan tawa misteriusnya.
Asli. Riko langsung membelalakkan matanya, dan berdehem berkali kali untuk menghilangkan kegugupannya. Rian yang melihat tingkah Riko semakin ingin mengerjai dirinya.
' benar benar hebat nih si Rian, jago banget dia IT nya, yang begini ni yang di perlukan oleh perusahaan. ' batin Riko.
.
.
..
Hai readers... mohon dukungannya yaa. dengan memberikan like dan votenya.
biar author makin semangat untuk menginspirasikan karya terbaik author.
__ADS_1
dan bisa memanjakan dunia halu readers semua..
salam sayang dari author..