Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 67 'Pernikahan yang di batalkan '


__ADS_3

Suara gemuruh tepuk tangan memenuhi seluruh penjuru ruangan. Riko menatap Dea dengan nanar. Matanya sudah panas menahan sesuatu yang ingin keluar.


Yaa, pria yang menyanyikan lagu untuknya di depan ratusan orang adalah Riko.


Dea ingin pergi, namun Mera menahannya. Riko menghampiri Dea, dan mengambil tangan Dea untuk di kecupnya. Air mata Dea terus saja mengalir.


" Aku mencintai mu De, " Lirih Riko.


Dea menghempaskan tangan Riko, dan berlari meninggalkannya. Tapi Riko yang sudah bertekad tidak ingin kehilangan Dea untuk yang kesekian kalinya pun mengejar Dea.


" Lepasin...." Pekik Dea dengan tangisnya.


" Ada yang mau aku omongin dengan kamu" Ucap Riko masih memegang kuat tangan Dea.


" Semua sudah berakhir, aku tidak ingin menjadi perusak rumah tangga orang lain"


Riko tersenyum miring, kemudian Riko menarik paksa Dea untuk mengikutinya. Tapi Dea memberontak. Karena tidak ingin menyakiti pergelangan tangan Dea, Riko berinisiatif untuk menggendong Dea. Riko mengangkat tubuh mungil Dea, dan di letakkannya di bahunya yang lebar.


Dea memukul punggung Riko, meminta untuk di lepaskan oleh Riko. Riko membawanya ke sebuah kamar yang digunakan tadi saat menunggu acara pertunangan Rian dan Mera di mulai.


Riko membuka pintu kamar, dan kemudian langsung menguncinya. Riko menurunkan Dea secara perlahan.


PLAAAKKK...


Satu tamparan mendarat di pipi kiri Riko. Riko tidak marah, malahan dia tersenyum, setidaknya Dea menghukumnya dengan memukulinya, dan tidak pergi dari dirinya lagi.


" Apa mau mu?" Bentar Dea.


Riko mendekati Dea, dan berlutut.


" Aku tidak menikah dengan Priya." Ucap Riko.


" Apa??" Tanya Dea lagi, takut jika pendengarannya salah.


" AKU.... TIDAK... MENIKAH... DENGAN... PRIYA.." Ucap Riko dengan menyebutkan satu persatu kata sambil menekan tiap kata tersebut.


Dea mengerjapkan matanya.


" Tapi..."


" Saat ijab kabul aku menyebut namamu."


FLASHBACK ON


Riko mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan penghulu.


" Saya nikah kan engkau dengan Priya Sasmita binti Adam dengan mas kawin uang tunai sebesar 100juta dan seperangkat alat sholat di bayar tunai"

__ADS_1


Dea pergi meninggalkan ruangan saat penghulu menikahkan Riko dan Priya, tanpa mendengar sambutan dari Riko.


" Saya terima nikah dan kawinnya Dea Natasha Binti Diki Purwanto dengan mas kawin tersebut, tunai."


Seluruh ruangan hening, hingga penghulu mengatakan kalau Riko salah menyebutkan nama.


" Kita ulang sekali lagi" Ucap penghulu.


Riko menarik napasnya, dan membuangnya dengan kasar.


Saat Riko ingin menyambut tangan penghulu, Pooja menghentikan gerakan Riko.


" Papa berhenti"


Semua mata tertuju kepada Pooja.


" Apa Papa mencintai Mama?" Tanya Pooja dengan mata yang berkaca-kaca. " Apa Papa akan bahagia jika menikah dengan Mama?" Tanya Pooja.


Riko menghampiri Pooja, dan berlutut di hadapan Pooja.


" Sayang, Papa bahagia jika melihat putri kesayangan Papa bahagia." Ucap Riko sambil menghapus air mata Pooja.


" Pooja bahagia jika melihat Papa juga bahagia. Jika Papa tidak mencintai Mama, Hentikan pernikahan ini" Pinta Pooja.


Semua yang mendengar perkataan Pooja merasa berdebar dan berharap Riko menuruti kemauan Pooja untuk membatalkan pernikahan ini.


" Apa Pooja yakin?" Tanya Riko.


" Papa mau kan membatalkan pernikahan ini dan menikah dengan Aunty Dea?" Tanya Pooja.


Riko tersenyum dengan lebar, air matanya sudah jatuh. " Tentu. Papa akan menikah dengan Aunty Dea." Ucap Riko bahagia dan memeluk putri ya.


" Tidak, pernikahan ini tidak boleh di batalkan. Kau harus tetap menikah dengan ku" Teriak Priya.


" Mama, Papa tidak mencintai Mama seperti yang Mama bilang. Papa hanya mencintai Aunty Pooja. Mama tidak boleh memaksa Papa untuk mencintai Mama" Ucap Pooja.


" DIAAAAMM.... Kau anak kecil tidak usah ikut campur urusan orang dewasa" Bentak Priya.


PLAAAKK


Satu tamparan mendarat di pipi Priya. Tante Dizah menampar pria dengan kuat hingga dia menyimpan kembali kata-kata kotor yang akan di keluarkannya.


Riko berdiri dan berjalan mengarah Priya. Riko mengangkat tangannya dan menunjuk tepat di depan wajah Priya. "Jika kau berani membentak anak aku, akan ku pastikan kau tidak akan pernah melihat dia untuk selamanya." Geram Riko.


Riko membawa Pooja yang sudah menangis tersedu-sedu ke dalam kamar.


" Cup..cupp..cupp sudah yaa, anak cantik Papa jangan nangis lagi ya." Bujuk Riko yang saat ini sedang memeluk Pooja.

__ADS_1


" Maafin Pooja, hiikkss ... Pooja tidak tau jika Papa tidak mencintai Mama, hiiks... Mama bilang kalo Papa dan Mama saling mencintai, maka dari itu Pooja meminta Papa untuk menikah dengan Mama.. hiikkss" Ucap Pooja.


Riko memeluk Pooja dengan semakin erat sambil mengelus rambut nya yang panjang.


' Berani sekali kau Priya, menghasut putri ku, Lihat saja, aku akan membuat kau menyerahkan hak asuh anak kepadaku' Batin Riko.


Sedang Rian dan Ferdi sudah sibuk mencari Dea ke mana-mana. Hingga Rian melihat CCTV, tapi Rian kehilangan jejak, karena motor yang di gunakan oleh si pengendara adalah motor bodong. Dan beberapa CCTV sudah di manipulasi. Maka dari itu Rian sulit menemukan Pooja.


FLASHBACK OFF


Dea menjatuhkan air matanya. Perasaannya saat ini menjadi campur aduk. Haruskah dia senang dan kembali memberi kesempatan kepada Riko? atau tetap melepaskan Riko agar tidak menyakiti Priya yang sangat mencintainya. Dea tidak memberi Priya. Dea percaya jika Priya melakukan itu semua karena obsesinya untuk memiliki Riko. Tapi bagaimana dengan Pooja?.


Bel kamar hotel berbunyi. Riko berdiri dan menghampiri pintu, dan membukanya. Nampaklah sesosok bidadari kecil yang sedang tersenyum kepadanya.


" Papa, Aunty mana?" Tanya Pooja.


" Aunty lagi nangis" Bisik Riko kepada Pooja.


Pooja menghampiri Dea. " Aunty kenapa menangis?" Tanya Pooja sambil membersihkan air mata yang masih berada di pipi Dea.


" Ahh, tidak.. ini.."


" Aunty Pooja cengeng" goda Riko.


Dea melirik kearah Riko dan memberikan tatapan tidak suka.


" Aunty jangan pergi lagi yaa, Pooja sayang aunty. Papa juga sayang aunty. Semua orang sayang aunty. Aunty jangan sedih ya." Bujuk Pooja sambil memeluk Dea.


Plaak..


" Auuuw " Pekik Riko.


" Dasar anak nakal, seenaknya saja kau membawa paksa anak orang" ucap Oma Meta yang baru memukul kepala Riko dengan tas tangan milik Oma Meta.


Riko hanya nyengir kuda. Tante Rahma dan Tante Dizah bernapas lega karena Dea tidak pergi lagi. Walaupun dipaksa dengan cara yang sangat ekstrem oleh Riko. Menggendong Dea seperti penculik dan melewati para tamu yang menatap mereka dengan kebingungan.


Sedangkan di luar sana ada yang sedang terbakar api cemburu. Tuan Yoga, Paman Jo, Rian dan Mera masih berada di dalam pesta, tidak meninggalkan pesta tersebut seperti hal yang di lakukan oleh Oma Meta, Tante Dizah, Tante Rahma, dan Ferdi yang kepo.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Hai readers.. Jangan pelit untuk LIKE + VOTE + RATE + KOMENTATNYA YA..


Author Sayang readers semua...


__ADS_2