Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 55 " pertemuan Priya dan Riko"


__ADS_3

Mera mulai menceritakan tentang Riko dan Priya. Pertama kali Riko berjumpa dengan Priya adalah saat mereka lulus SMA. Saat itu Riko mendapatkan rangking nomor 1 dari seluruh siswa di sekolah. Serta mendapatkan nilai ujian yang sangat memuaskan. Saat itu Tuan Yoga memberikan Riko liburan ke Bali bersama sahabat-sahabatnya.


Sahabat Riko yang ikut pergi yaitu Dino, Kevin, Thomas dan Pedro. Mereka saat ini sedang bermain Voli bersama orang-orang yang juga baru mereka kenal di pantai Bali. Tanpa sengaja Riko melemparkan bola sangat kuat dan mengenai kepala seorang gadis, sehingga gadis tersebut pingsan.


Riko berlari kearah gadis, yang ternyata berwajah India tersebut, dan menggendong si gadis tersebut saat melihat si gadis tidak sadarkan diri. Riko membawanya ke penginapannya atas arahan dari teman-teman si gadis.


Riko memanggil petugas kesehatan yang berada di penginapan tersebut untuk memeriksa kondisi si gadis. Karena rasa bersalah, Riko menunggu sampai si gadis tersebut siuman.


" Are you okey? " tanya Riko saat si gadis sudah siuman.


Gadis itu pun mengerjap-ngerjapkan matanya, merasakan sedikit pusing, dan memegang kepalanya sambil mengernyit.


"Dizzy?" tanya Riko lagi.


Menyadari ada orang asing di sebelahnya, gadis itu pun terkesiap dan menatap tajam kepada Riko.


" Who are you?" tanya gadis itu jutek dengan logat India nya


.


" Sebelumnya aku minta maaf, aku orang yang melempar bola voli dan mengenai kepalamu."( dalam bahasa Inggris yaa, berhubung author gak pande, jadi langsung d translate aje) jeda Riko melihat ekspresi gadis yang didepannya " Perkenalkan, nama saya Riko" ucap Riko sambil mengulurkan tangannya.


Gadis itu menatap wajah Riko, kemudian beralih ke tangan Riko. dengan ragu dia pun menyambut tangan Riko untuk bersalaman sambil memperkenalkan dirinya.


" Priya ".


" Priya, kau sudah sadar? apa ada yang sakit?" tanya kawan Priya yang tiba-tiba masuk kedalam kamar Priya.


" Iya, aku baik-baik saja, hanya sedikit pusing" jawab Priya.


Riko membelalakkan matanya, melihat gadis yang baru di ketahui namanya Priya ini bisa berbahasa Indonesia, bahkan sangat jelas tutur bahasanya walaupun masih dalam logat India.

__ADS_1


" Kau bisa berbahasa Indonesia? " tanya Riko.


" Iya, ada masalah?" tanya Priya.


Riko tersenyum, dan mereka pun mulai berbincang-bincang. Dengan Riko yang masih takjub mendengar bahasa Priya yang sangat Pasif.


Semenjak hari itu, Riko dan Priya saling berhubungan melalui SMS dan telepon. bahkan Riko terkejut saat mendengar Priya juga akan kuliah di kampus yang sama dan mengambil jurusan yang sama dengannya.


Dan Cinta pun mulai tumbuh, serta mereka menjalin hubungan yang sangat harmonis. Bisa di katakan mereka jarang, tidak bukan jarang, bisa di katakan sama sekali tidak pernah berantam atau pun selisih paham. Jika ada masalah mereka akan membahasnya dan selalu menemukan titik terang dari akar permasalahan yang mereka hadapi.


Hingga saat pernikahan Pedro, salah satu sahabat Riko yang memutuskan nikah muda. Mereka membuat sebuah permainan, dimana yang kalah harus menuruti perintah si pemeniang. saat ini Riko melawan Pedro sang pemilik acara. Riko kalah, dan Pedro menantang Riko untuk merayu Pria gemulai yang berada di sana, Riko menolaknya. dan Pedro memberi pilihan kepada Riko, merayu Pria gemulai, apa meminum 5 gelas Vodka. dan Riko pun memilih meminum vodca. Riko harus menegak minuman haram itu, sedangkan dirinya sama sekali tidak pernah meminum minuman haram itu. Dan saat itu dia terpaksa meminum dari pada dirinya harus merayu pria gemuali dan melukai harga dirinya sebagai seorang pria. Setelah meminum itu, Riko pun teler dan kehilangan kefokusannya. Priya membawa Riko ke salah satu kamar yang sudah d booking oleh Pedro.


sebulan acara pernikahan Pedro, Priya menghilang dan tidak pernah terdengar kabarnya. Riko mencari keberadaan Priya, namun tidak menghasilkan apapun. Priya seperti di telan bumi. Sejak saat itu Riko mulai meminum minuman keras, agar dirinya bisa melupakan Priya. Bahkan Riko sempat di rawat di rumah sakit jiwa selama 4 bulan, karena terlalu frustasi dengan kepergian Priya yang tiba-tiba.


Dino dan Kevin selalu setia membantu Riko untuk bangkit kembali. Sedangkan Thomas dan Pedro membantu mencari Priya di luar negeri, karena mereka harus menyelesaikan kuliahnya di sana.


" Jadi, Entah apa yang terjadi saat malam itu, hubungan Priya dan kak Riko seolah merenggang, hingga kepergian Priya yang misterius." jelas Mera.


Mera masih mendengar gumaman Dea, " Dari mana kak Dea tau namanya? Sedangkan Mera tidak menyebut nama panjangnya" ucap Mera.


Dea mengeluarkan ponselnya, dan menunjukkan sebuah foto seorang wanita.


" Apa ini orangnya?" tanya Dea.


Mera membelalakkan matanya dan menutup mulutnya yang menganga.


" Da--dari mana kak Dea tau??" tanya Mera gugup.


" Dia saat ini berada di sini, dan juga bekerja di kantor yang sama dengan Riko." ucap Dea.


Mera membuka mulutnya tidak percaya.

__ADS_1


" Kak Dea gak pa-pa??" tanya Mera khawatir.


Dea hanya tersenyum dan mengganggukkan kepalanya.


" Mera harus pulang, harus memastikan sesuatu. kak Dea benar gak pa-pa?" tanya Mera meyakinkan.


" Iya, kakak gak pa-pa, "


Mera dengan segera menyambar tasnya dan berpamitan dengan Dea. lalu dengan tergesa meninggalkan apartemen Dea.


Saat Mera berada dalam lift. Mera berusaha menghubungi Riko, namun panggilannya tidak di jawab oleh Riko. Mera pun mengetik hp nya untuk mengirimkan pesan singkat kepada Riko.


Ting


pintu lift terbuka, dan saat Mera menengadahkan wajahnya ke arah pintu lift yang sedang terbuka. Mera terkejut hingga menjatuhkan handphone nya.


Wanita yang di bicarakan nya dengan Dea tadi sudah berada di depannya saat ini. dan tersenyum manis kepadanya.


" Mera?? Apa kabar sayang?" sapa Priya dan memeluk Mera yang masih membeku.


Tidak ada respon apapun dari Mera. Mera masih dengan keterkejutannya. Priya yang melihat itu berinisiatif mengambil handphone Mera yang terjatuh, dan menutup kembali pintu lift. dan menekan nomor yang membawa mereka ke lantai di mana apartemen Priya berada.


Mera seperti mayat hidup yang tidak bisa berbuat apa-apa. Jangankan bicara, untuk menggerakkan tangannya pun terasa lemas.


Priya menuntun Mera ke apartemen setelah pintu lift terbuka. Priya menekan password apartemen nya, dan pintu pun terbuka.


Priya membawa Mera duduk di sofa. dan mengambilkan segelas air untuk Mera.


Setelah meminum air, Mera merasa nyawanya kembali, dan dia baru sadar bahwa dirinya sudah berada di apartemen Priya.


" Kak Priya" gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2