Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 20 ' rahasia baru 3 '


__ADS_3

ku lihat Dea, Mera, dan pria yang ntah siapa namanya aku juga tidak tau dan tidak mau tau jalan bersama dan menghampiri meja makan. pria itu duduk di depan ku. dan aku menatapnya secara intens.


" mari duduk Rian " ku dengar suara papa menyapanya.


' oooo, nama Rian ' batin ku


aku melihat seluruh keluargaku, kenapa sangat ramah terhadap pria yang baru di kenal ini, apa karena dia punya hubungan khusus dengan Dea??


" jadi kapan pertandingan mu? " kudengar suara papa bertanya dengan pria yang namanya Rian itu di sela makan kami.


" lusa om "


'sial, kenapa suaranya sangat lakik sekali ' batin ku


" pertandingan?? maksudnya?? " tanya Mera


aku masih mendengarkan pembicaraan mereka dalam diam


" Rian ini atlet bela diri, dan dia ke sini menjadi wakil daerah ya. bukan begitu Rian??" ucap papa ku dan sekaligus bertanya dengannya.


" iya om " jawab Rian.


'apa?? hanya menjawab 'iya om ' saja sudah terdengar sangat gentel! ooo jadi dia atlet bela diri, mungkin dia salah satu anak didik om Joko, makanya dia terlihat akrab dengan dea. jadi si Dea ini suka cowok yang pintar bela diri!! agar bisa melindungi dirinya yang kecil itu. ha ha ha ha... secara mana mungkin dia bisa menendang orang, kakinya saja pendek ' batin ku sambil mengulum senyum.


selesai makan aku berencana membuat pekerjaan ku di pinggir kolam. saat aku berjalan aku mendengar suara dea, dan aku menoleh kearah pintu utama. kulihat Dea sedang menggandeng mesra tangan pria yang bernama Rian itu.


" apa kau segera kembali?? " tanya Dea.


" aku harus istirahat untuk mengumpulkan tenaga." ucap pria itu dan mendekatkan wajahnya ke arah pipi Dea.


aku membelalakkan mata ku, dan tanpa ku sadari aku sudah menggertakan rahangku melihat kemesraan yang sedang live di depanku saat ini. apa dia mencium pipi Dea?? sungguh orang kampung yang tidak tau malu. berbuat senonoh di rumah orang.


aku melanjutkan langkah ku menuju kolam renang. saat aku mendudukkan tubuh ku di kursi, ntah kenapa bayangan aku yang memeluk Dea terlintas di fikiran ku. aku menjambak rambutku frustasi. kenapa aku harus memikirkan dia.


aku sengaja pergi lebih awal ke kantor, karena aku tidak ingin melihat wajah Dea.


drrttt drrttt drttt


" hallo "


" kak, Mera minta izin bawa kak Dea ya. pliiiss." ucap seseorang di seberang panggilan.


" mau ke mana mengajak Dea?? ini masih jam kerja Mera "


" ada perlu deh pokoknya kak. penting banget malahan."

__ADS_1


" hmmm.. berikan alasan yang jelas. "


" Mera mohon kak, ini rahasia Mera dan kak Dea, pliisss kak pliissss."


" baik lah "


" terima kasih kak Riko ganteng, muaachh "


" ha ha aha dasar manja "


aku memutuskan panggilan. dan melanjutkan pekerjaan ku. Lima menit kemudian pintu ruangan ku di ketuk dan aku menyuruhnya masuk. mata ku masih fokus ke berkas yang sedang aku pelajari.


dreep..


seseorang menaruh kotak kue di meja ku. aku menengadahkan wajah ku dan melihat siapa yang berada di depan ku.


" Mera?? "


adik ku ini hanya tersenyum nyengir memamerkan giginya yang putih dan rapi.


" baru Lima menit yang lalu kamu menelpon kakak. atau jangan jangan kamu sudah merencanakan ini yaa?? " tanya ku kepada Mera


" pokoknya kakak sudah kasih izin untuk ku menculik kak Dea. dan hari ini adalah hari spesial ku untuk bersama kak Dea. dan ini ( Dea menyodorkan kue yang di bawanya tadi) untuk kakak " sambil memamerkan senyum merekahnya.


" hmm .... jadi ini suap?? baik laah.. lagi pula kau sudah lama tidak mengunjungi kakak ke kantor dan memberikan buah tangan" ucap Riko sambil mengambil kue yang di bawa Mera tadi dan memakannya.


* AUTRHOR *


" kak Dea, hayuukkk " ucap Mera yang tiba tiba sudah muncul di hadapan Dea


" ke mana??" tanya Dea dengan ekspresi terkejutnya


" nonton Rian " bisik Mera


" tapi kakak masih kerja "


" amaan. udah Mera minta izin ke kak Riko "


Dea pun membereskan mejanya dan meraih tasnya. setelah itu Dea berpamitan dengan Dino .


Mera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Mera memang tidak ingin membawa supir atau pun pengawal, karena itu akan membatasi geraknya. 20 menit kemudian mobil yang di kendarai Mera sudah terparkir.


Mera dan Dea pun masuk ke dalam gedung tempat di selenggarakannya torunamen. mereka duduk di bangku penonton setelah melambai ke arah rian .


Dea melihat wajah Mera yang selalu tersenyum dan bersemangat melihat pertandingan.

__ADS_1


' hah?? lawan Rian adalah Bayu?? semoga Rian bisa menang ' batin Mera


" mari kita sambut penantang dari tim biru Rian Maulana. perwakilan dari daerah K, yang masih duduk di kelas 2 SMA. " ucap nomorator tersebut


semua penonton memberikan tepuk tangan dan memberi dukungan kepada kedua penantang.


Mera yang tadi tersenyum senang tiba tiba wajahnya berubah menjadi terkejut dan mengerutkan keningnya. ' SMA kelas 2?? jadi dia masih SMA?? ya ampuunn... apaan sih gue, masa gue naksir anak SMA ?? ' batin Mera


Dea yang menyadari perubahan Mera memperhatikan Mera, di mana Mera terlihat tidak bersemangat seperti awal datang tadi.


pertandingn usai, Rian menang dan memiliki poin penuh tanpa memberikan kesempatan kepada Bayu untuk mencetak poin.


Dea dan Mera menghampiri Rian, Dea mengucapkan selamat kepada Rian sambil memeluknya, beda halnya dengan Mera yang terlihat sedih dan tidak bersemangat mengucapkan selamat kepada Rian. Mera mengajak Dea untuk pulang lebih awal karena perasaannya yang kurang bersemangat untuk berdekatan dengan Rian.


Dea dan Mera pun keluar dari gedung. saat mereka memasuki mobil. tiba tiba ada orang yang membekap merak dan memaksa masuk ke dalam mobil Mera, dan mengemudikan mobil itu ke tujuan orang yang menyuruh mereka.


Rian yang nampak kejadian itu langsung mengambil motor temannya yang kebetulan baru sampai dan langsung mengejar mobil Mera.


" lepasskaan " teriak Mera


" diam jika kalian tidak ingin terluka " ucap pria berbadan besar itu.


Dea hanya diam dan melihat mereka satu persatu. dan mobil mereka berhenti di sebuah gedung tua yang sudah tak terpakai.


mera dan Dea di paksa keluar dari dalam mobil. Mera terus meronta dan berteriak untuk di lepaskan. tetapi berbeda dengan Dea yang terlihat tenang dan memperhatikan keadaan sekitarnya.


" hai sayang, apa kau merindukan ku " ucap pria yang duduk di kursi dalam kegelapan.


Mera yang merasa tidak asing dengan suara itu langsung memekik dan memaki pria itu.


" ssstt sstt... tenang cantik. tidak ada yang akan mendengar suara seksi mu. kecuali teman kecil yang ada disamping mu ini" ucap pria itu


" ******** kau Bayu " teriak Mera


" ha ha aha a, aku memang ******** sayang. karena aku akan membuat mu menjadi milikku sepenuhnya" ucap pria yang bernama Bayu itu.


Dea hanya melihat sekeliling, dan menghitung brapa orang yang ada di ruangan ini. ' aahh, ada 10 orang pria yang berbadan besar. sepertinya sudah terlalu lama aku tidak olah raga ' batin Dea


Bayu mengalihkan pandangannya dari Mera ke arah Dea. " teman mu ini lumayan juga " lirik Bayu ke arah Mera.


" coba saja kau brani menyentuh kami. maka kau akan menyesali hidup mu" ucap Dea dengan senyum devilnya


Bayu tertawa besar mendengar ucapan Dea. "ternyata teman kecil mu ini bernyali besar " ucap Bayu sambil membelai rambut Dea.


" kita lihat, sebesar besar nyalinya." ucap Bayu sambil berdiri dan membuka sabuk yang mengikat bajunya tadi. Bayu mengibaskan sabuk pinggangnya kearah Dea

__ADS_1


" TIDAAKKK HENTIKAAANNN"


__ADS_2