
Tian mencoba mencari celah agar bisa lari dari kamar yang saat ini sedang mengurungnya. Dengan Sisa tenaga, Tian memanjat jendela dan mencoba turun.
Bruuk.
"Auuw" Pekik Tian saat terjatuh karena terpeleset.
"Siapa di sana?" Tanya seorang pengawal.
Tian dengan cepat berusaha sembunyi, agar tidak tertangkap. Tian melihat sebuah truk sampah sedang mengambil sampah di depan rumah Daus. Tian bergegas lari menuju truk sampah tersebut.
"Tolong.. tolong bawa saya jauh dari sini" Ujar Tian sambil terengah saat sudah membuka pintu bagian Penumpang dan naik.
Sang supir yang melihat keadaan Tian, merasa kasihan dan membawa Tian pergi dari sana.
Tian di turunkan sesuai dengan perminyaannya. Kemudian Tian menghentikan Taksi, dan menuju ke rumah kediaman keluarga Artmaja.
Dea yang sudah dua hari ini berada di rumah Riko, sedang di kawal oleh Riko sendiri. Karena Riko tidak ingin kecolongan lagi oleh Dea.
"Aku hanya ingin menjenguk Desi" Ujar Dea kepada Riko yang menahannya untuk tidak pergi.
"Di luar bahaya, aku tidak akan membiarkan mu pergi." halang Riko.
"Bela diriku lebih hebat dari pada dirimu. Jadi sudah jelas aku bisa melindungi diriku. Bahkan aku juga bisa melindungi mu" Ujar Dea kesal.
"Ajari aku, agar aku lebih hebat dari mu" Pinta Riko.
" Kau tidak akan mampu mengalahkanku, walaupun aku yang mengajari mu" Ujar Dea.
"Baik lah, jika aku berhasil menguncimu saat ini, maka aku tidak akan mengizinkan kau pergi, dan kau harus mengajari ku menjadi sehebat dirimu, atau bahkan lebih hebat dari mu." Ujar Riko.
Tanpa aba-aba Dea langsung memberi pukulan kepada Riko, dan karena Riko tidak siap, maka pukulan itu mendarat sempurna di perut riko.
" Minggir, kau kalah"
Riko yang masih menahan sakit tidak mampu Manahan langkah Dea, Tapi saat Dea baru sampai setengah jalan menuju pagar, Dea melihat Tian yang keluar dari Taksi dengan tergopoh-gopoh. Dea langsung berlari mendatangi Tian.
"Pak, tolongin teman saya" Teriak Dea kepada satpam penjaga pintu pagar.
Dengan bantuan Satpam, Tian di bawa ke ruang tengah. Tian di tidurkan di atas sofa. Dea menyuruh Maid untuk membawa air gula hangat untuk Tian.
" minum ini dulu" Ujar Dea saat seorang Maid sudah memberikan air yang Dea minta.
Dengan bantuan Dea, Tian meminum air tersebut hingga setengah gelas.
"Apa yang terjadi?" Tanya Dea.
"Kau, ..Kau harus berlatih ilmu Naga. Hanya itu yang bisa mengalahkan Daus."Ujar Tian sambil menahan sakit di dadanya.
__ADS_1
Dea memegang dada Tian.
"Riko, kita bawa dia kerumah sakit, jika tidak dia akan meninggal" Titah Dea.
Riko menguruh supir untuk menyiapkan mobil. Saat Riko ingin memaoah Tian, Tian menghalangi Riko dan meminta waktu untuk dirinya berbicara.
" A--aku .. harus meng-mengatakan semuanya sekarang" Ujar Tian.
"Kau tidak boleh banyak bicara, tulang rusuk mu saat ini patah, dan sedang menusuk ke paru-paru mu" Ujar Dea.
Riko menatap Dea dengan takjub, bagaimana dia bisa tahu, padahal dia hanya memegang dada Tian.
Tian menggenggam tangan Dea.
" Daus.." Uajr Tian.
Riko langsunh menajamkan telinganya saat mendengar kata Daus.
"Daus adalah saudara tiri ku. " Ujar Tian yang mana membuat Riko mengepalkan tangannya dan sudab ingin mendekati Tian.
Dea mengangkat tangannya sebelah agar Riko tetap berdiri di tempatnya.
"Katakan" Titah Dea.
"Aku dan Daus berencana membalaskan dendam kematian istri Daus. Yang mana itu terjadi karena ulah Tuan Artmaja dan Diki, Ayah Mu.. Uhuk.. Uhuk.." Ujar Tian dengan terengah-engah.
" Pilot keluarga Artmaja, adalah Daus. Pilot termuda yang di pekerjakan oleh Tuan Artmaja. Saat itu istri Daus sedang mengalami penyakit keras, dan Daus memerlukan uang. Daus menerima tawaran dari musuh keluarga Artmaja. Asalkan Istrinya bisa di selamatkan." Ujar Tian..
"Keluarga ku banyak uang, kenapa dia tega mengkhianati kakekku" Cela Riko.
"Dia tidak mengkhianati kakek mu, tapi Kakek mu lah yang mengkhianati dia. Saat itu Daus meminta pertolongan kakek mu, tapi Kakek mu malah memecat dirinya. Dengan alasan dia telah mengkhianati Tuan Artmaja dengan menyelundupkan barang terlarang di dalam pesawat." Jeda Tian.
" Saat itu istri daus tengah hamil, tetapi dia juga terkena penyakit tumor otak, yang mana memerlukan banyak biaya. Daus tidak pernah mengkhianati Tuan Artmaja, tapi ada orang yang menyabotasekan agar Daus lah tersangkanya. Orang yang menyabotasekan itu semua adalah mantan suami Nita. Ibu Dea" Tian kembali sesak dan terbatuk. Sudah keluar darah segar dari mulutnya.
"Kita ke rumah sakit" Titah Dea, tapi Tian menahan pergerakan Dea
" Mantan suami Ibu mu meninggal di saat bersamaan dengan Ayah mu. Karena ayah mu yang dengan sengaja menabrakkan mobilnya dan mobil mereka meledak secara bersamaan. Daus di pecat, dan Dia juga tidak mendapatkan uang dari Mantan Suami Ibu mu itu"
" Lalu, hubungannya dengan Dea apa?" tanya Riko.
" Uhuukk... Tuan Artmaja memblokir akses agar Daus tidak di terima di mana pun. Dan berkat bantuan Diki, Daus memang tidak bisa mencari pekerjaan di mana pun. Hingga kematian istri dan anaknya pun tidak bisa di elakkan. Dia merasa semua ini karena tuan Artmaja dan Diki." Ujar Tian.
" Daus sudah mencoba melukai adik mu, dengan menyuruh Bayu untuk memperkosanya dan mempermalukan dia di seluruh dunia, tapi Rian menghalanginya." Ujar Tian dan kembali terbatuk dengan mengeluarkan darah. " Jalan satu-satunya adalah membuat Kau sakit hati, dan aku membuat Dea menderita. "
Dea mengerutkan keningnya, tidak mengerti dengan maksud ucapan Tian. Membuatnya menderita?.
"Aku di suruh Daus untuk mendekati mu, dan membuat dirimu jatuh cinta kepada ku. Tapi aku salah, cintamu begitu kuat dan tulus untuk Riko. Sehingga aku benar-benar jatuh cinta kepada mu. Aku benar-benar tulus mencintai mu Dea. Maaf kan aku karena aku pernah berniat ingin membuat mu menderita." Ujar Tian.
__ADS_1
" Kenapa kau mau mengikuti perintahnya?" Tanya Riko.
" Dia saudara Tiri ku, dan aku hanya punya dia, dan selama ini, aku hidup dengan bantuannya, untuk membalas jasanya, aku akan melakukan apapun untuknya. Tapi aku tidak akan mengikuti perintahnya lagi, karena aku mencintai Dea."
"Cukup, jangan ulangi lagi kata-kata jika kau__ arghh Dea calon istri ku, dan hanya milik ku" Ujar Riko geram.
Tian tersenyum, kemudian Tian kembali terbatuk dan memuntahkan banyak darah.
" Cepat bantu dia ke mobil" Teriak Dea.
Tian sudah menahan Dea, tapi Dea sudah menangis dan tidak ingin mendengarkan perkataan Tian lagi.
Riko mengendong Tian di punggungnya, dan Dea mengikuti dari belakang. Dea membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobil, laku Riko memasukkan Tian kedalam mobil.
" Kau kedepan, biar dia bersamaku" Titah Riko karena melihat Dea yang saat ini tengah menangis sambil memangku kepala Riko.
" Diam, Dan jalankan saja mobilnya" bentak Dea smabil terisak.
" Tian, bertahanlah.. hikss.."
Tian tersenyum kepada Dea. " Maafkan aku Dea" Lirih Tian.
" Aku memaafkan mu, dengan satu syarat kau harus bertahan... hikss.." Ucap Dea.
" Ingat, kungfu Naga yang mampu mengalahkan Daus. Dan Hanya kau yang bisa menguasai kungfu itu.. uhuukkk..uhukk. Uhuk. heeeekkk"
" Tiaaann... bangun Tiaaann... Kau gak boleh mati. kau harus tetap bertahan agar mendapatkan maaf ku." Ujar Dea.
Dea memegang nadi yang berada di elehr Tian, di dengarnya deru napas Dian yang mulai menghilang. Tanpa fikir oanjang, Dea memberikan napas buatan kepada Tian. Riko melihat adegan itu, mengeraskan rahangnya. Bahkan Riko sudah menggenggam setir yang sedang di kemudinya.
" Hentikan, jangan cium dia lagi" bentak Riko.
.
.
.
.
.
.
Mohon dukungannya ya..
Like + vote + rate + komentarnya.
__ADS_1