
"trus, kamu bisa nya apa Dea??" tanya Tante dizah
" Dea sering bantu Tante Rahma masak aja," ucap Dea lembut
" pantes saja masakan mu enak Dea " ucap Oma meta.
Dea pun hanya tersenyum menanggapi ucapan Oma meta. riko yang melihat Dea tersenyum matanya pun tak berkedip. dia terus saja memerhatikan Dea. tatapan Riko pun tak luput dari pandangan Rian.
hingga Rian menggeser duduknya dan mendekatkan kepalanya ke kepala riko.
" jangan diliatin terus bang, nanti bisa jatuh cinta " bisik Rian
Riko yang mendengar ucapan Rian pun langsung salah tingkah. dan membalas bisikan Rian. " tidak mungkin, saya tidak semudah itu jatuh cinta" .
Rian hanya tersenyum menanggapi ucapan Riko. dan tak lama Rian kembali berbisik. " kak Dea itu terkenal gadis pandang satu menit, siapa pun yang memandangnya dalam kurang waktu 1 menit, maka dia akan jatuh cinta dengan kak Dea. sayangnya kak Dea itu susah untuk di taklukkan " ucap Rian sambil tersenyum.
Riko hanya melirik ke arah rian dan kembali menikmati kopi yang ada d tangannya.
________
" pagi cantik " sapa suara pria yang tiba tiba datang dan menghampiri Dea yang sedang membantu Tante dizah masak.
Dea terkejut dan tanpa sengaja menjatuhkan gelas yang di pegangnya. Tante dizah yang mendengar suara pecahan kaca langsung menghampiri Dea.
" kamu gak apa apa kn cantik " ucap pria itu.
" Ferdi ?? " ucap Tante dizah yang sedang berlari ke arah Dea dan terkejut dengan kehadiran Ferdi
" pagi ma " ucap Ferdi sambil mencium tangan Tante dizah dan cipika cipiki. semenjak kedua orang tua Ferdi meninggal, Ferdi memanggil Tante dizah dengan panggilan mama.
" Dea kamu GK pa pa sayang?? " ucap Tante dizah dan melihat keadaan Dea.
" gak papa Tante "
" kamu kapan sampai fer?? " tanya Tante dizah setelah menyuruh maid membersihkan pecahan gelas dan mengajak Ferdi dan Dea duduk di meja makan.
" tadi malam ma, malahan Ferdi nginap di sini" ucap Ferdi
" oh yaa?? kok mama GK tau kamu datang?"
__ADS_1
" jam 3 pagi ma, ya jelas lah mama gak tau Ferdi pulang."
keluarga Artmaja berkumpul di meja makan. mereka makan dengan tenang.
"mer, ada oppa ganteng yang bakal ke indo " ucap Ferdi saat mereka sedang santai di pinggir kolam
" ciiuuss?? aku mau dong nonton, kapan kapan?? " ucap Mera semakin antusias.
" Minggu depan !!"
" kak Dea, kita nonton oppa ganteng Yuk Minggu depan !!"
" boleh " ucap Dea.
riko hanya mendengarkan pembicaraan mereka sambil mengecek laporan yang di berikan oleh Dino.
" de, ntar malam ada rencana GK?? " tanya Ferdi kepada Dea
" eemm, kayaknya sih gak ada, kenapa?? "
" jalan yuuk, kita pergi nonton. lagi ada film baru " ucap Ferdi
" Mera ikut yaa. Mera udah lama gak nonton. habisnya kak Riko sibuk. " ucap Mera.
" emangnya Mera gak punya pacar GT?? " tanya Dea penasaran
" gak di kasih dengan kak Riko " bisik Mera yang dapat lirikan dari Riko.
" emm, yakin kamu mau ikut?? kakak kn mau pedekate sama kak Dea " ucap Ferdi sambil mengedipkan mata ke arah Dea
Dea hanya nyengir kuda mendengar ungkapan Ferdi
" gue ikut " ucap Riko tiba tiba
Ferdi dan Mera langsung melotot tak percaya ke arah Riko.
" kenapa?? gak boleh?? Lo kn mw PDKT ma Dea, jadi kaasian kalo Mera harus jalan sendiri " ucap Riko yang sebenarnya hanya menjadi alasannya. karena hatinya merasa sedikit panas mendengar Ferdi ingin PDKT dengan Dea.
Dea dan Mera sudah bersiap untuk pergi menonton. tiba tiba Oma merasa pusing dan di larikan ke rumah sakit. sesampai di rumah sakit, Oma di periksa oleh dokter, dan dokter mengatakan kalau Oma terlalu banyak fikiran. jadi Oma di suruh menginap semalam di rumah sakit. rencanan nonton pun gagal.
__ADS_1
______
" no, Lo kasih kerjaan apa ke Dea?? " ucap Riko yang sedang berdiskusi dengan Dino di ruangan Dino
dino sebenarnya memiliki ruangan sendiri, cuma karena setiap sekretaris Riko tidak sanggup menghadapi kejudesan Riko, dan tekanan pekerjaan dari Riko, maka banyak yang resign. dan mencari sekretaris pria itu lebih sulit daripada sekretaris perempuan . maka Dino merangkap sebagai sekretaris dan tangan kanan Riko
" kenapa?? " tanya Dino balik
" emm, papa suruh gue nganjarin dia untuk bisa persentasi nanti. jadi gue mau kasih proyek yang sederhana aja buat dia kerjai " ucap Riko bohong. sebenarnya Riko hanya ingin lebih dekat dengan Dea. entah kenapa semenjak mendengar pengakuan Ferdi, Riko tidak rela jika ada yang mendekati Dea.
Dino menaikkan alisnya sebelah menatap Riko. Dino mengangkat gagang telepon yang ada di mejanya dan memanggil Dea untuk masuk ke ruangannya.
tok tok tok
Dea pun membuka pintu setelah mendapatkan izin dari Dino.
" Dea, kamu kerjai sekarang kerjai proyek ini yaa," ucap Dino sambil mengambil berkas dan menyerahkannya kepada Dea
Dea menatap bingung ke arah Dino.
" berkas ini kamu pelajari dulu. nanti saya ajarin kamu. " ucap Dino kepada Dea. dan menyuruh Dea kembali ke mejanya.
" Lo ngapain di sini?? pergi sana, ganggu gue aja ? ucap Dino kepada Riko.
" buseet, gue yang bos kok Lo yang galak " ucap Riko sambil melempar bantal ke arah Dino dan melangkahkan kakinya keluar.
di dalam ruangan Riko merasa gelisah, Karen harus membiarkan Dea dan Dino berada dalam ruangan Dino. Riko mencari ide agar Dino pergi dari ruangannya dan dirinya lah yang terpaksa mengajari Dea.
setelah berfikir cukup keras, akhirnya Riko mendapatkan ide, Riko mengambil berkas yang harus di tinjau ke lokasi. dan biasanya tugas Dino lah yang meninjau lokasi. mau tak mau Dino pergi ke lokasi yang harus di tinjau. dengan perasaan menaruh curiga kepada Riko.
Riko menyuruh Dea masuk ke ruangannya, karena dirinyalah yang akan mengajari Dea.
selama Riko mengajari Dea mempelajari proyek yang akan dipersentasikan oleh Dea, Riko melihat ada sedikit kemajuan terhadap Dea. daripada awal Dea bekerja di kantor ini.
hari Minggu pun tiba, hari ini Dea dan Mera mendapatkan tiket VVIP dari Ferdi, dan yang membuat Mera, Ferdi dan Dea gempar adalah, Riko yang ingin ikut pergi bersama mereka. beralasan ingin menjaga Mera.
sesampai di gedung konser, mereka duduk di tempat yang di sediakan. dengan semangat Dea dan Mera melambai lambaikan dan berteriak histeris ketika idolanya melambai, bernyanyi, dan menyaoa para penggemarnya.
Riko yang notabe nya tidak suka dengan lagu dari oppa oppa itu, dia hanya memperhatikan Dea dan tidak peduli dengan apa yang terjadi di panggung.
__ADS_1