
Pengajian pun di akhiri dengan membacakan doa dan solawat keatas Nabi SAW.
" Riko, tenyata kamu memiliki suara yang luar biasa dalam mebacakan ayat suci Alquran." puji ustadz.
" Alhamdulillah ustadz, ini berkat ajaran ustadz"
" kamu ini, saya baru hampir 2 Minggu ngajar di sini, namun memang kamu yang luar biasa" puji ustadz
Semua pun tersenyum mendengar pujian ustadz kepada Riko. Karena memang benar adanya kalau Riko dengan cepat bisa lancar membaca Alquran, dan memiliki suara yang merdu.
Dea masuk kedalam kamarnya, namun telinganya selalu mendengar suara saat Riko mengaji tadi. Dea membalikkan tubuhnya, mencari posisi yang nyaman. Tapi sudah hampir 1 jam, mata Dea belum bisa tertidur. Dea pun beranjak turun dari tempat tidurnya dan menuju dapur. Membuat segelas coklat panas mungkin akan membuatnya bisa tertidur dengan nyaman.
Dea mengambil mug dan menuangkan bubuk coklat, lalu menuangkan air panas kedalam mug. Dea terkejut saat seseorang yang di belakangnya mengambil mug yang di pegang oleh Dea.
" Riko??"
" Aku tidak bisa tidur, tadinya ingin ke kolam renang mencari udara segar, namun wangi coklat ini menggoda ku" ucapnya sambil meminum coklat tersebut.
" Ah panas" pekiknya sambil memegang lidah yang terjulur dan bibirnya yang kepanasan.
Dea hanya tertawa dalam senyum nya.
"Makanya, jangan suka ambil milik orang tanpa permisi, kualat kan" ucap Dea sambil mengambilkan tisu untuk Riko.
" Kenapa kau membuat coklat panas?? bukan hangat??" tanya riko
" Aku lebih suka meminum sesuatu yang manis jika panas. karena lebih nikmat"
" Nikmat dari mana?? jika tidak bisa di minum begini" gerutu Riko.
Dea kembali mengambil Mug dan membuat coklat panas. Dea mengaduk aduk coklat tersebut sambil berdiri bersandar di kitchen set menghadap riko. Dea mengambil sesendok coklat panas, meniupnya pelan dan meminumnya.
" Begini lebih nikmat" ucap Dea sambil memasukkan kembali sesendok coklat panas kedalam mulutnya.
Riko yang memandang Dea yang sedang menikmati coklatnya pun merasa suasana di dapur menjadi semakin panas, sehingga dia menelan salivanya dengan susah payah. melihat bibir Dea yang begitu menikmati tiap sendok dari coklat panas tersebut.
__ADS_1
Riko meletakkan Mug yang berisi coklat panas milik nya. Kemudian dia menghapus sisa coklat yang berada di ujung bibir Dea.
Dea terdiam membeku mendapatkan perlakuan Riko. Namun entah kenapa dia merasa tidak memiliki tenaga untuk mendorong tubuh Riko yang perlahan mendekat kepadanya.
Riko mengambil Mug yang di pegang oleh Dea dengan satu tangannya yang bebas dan meletakkannya di atas meja kitchen set, sedangkan tangannya sebelah lagi masih mengelus ujung bibir Dea, lalu tangannya berpindah dan jempol yang mengelus pipi Dea, sedangkan jari yang lain di masukkan kedalam bagian rambut Dea yang berada di belakang telinga.
Posisi tubuh Dea yang hanya setinggi dada Riko, membuat Riko harus lebih merendahkan tubuhnya untuk mendekatkan wajahnya ke wajah Dea. Napas Riko yang segar bisa dirasakan oleh Dea yang saat ini jantungnya sudah berdebar dengan tak karuan seakan detik detik bom waktu yang siap meledak.
Hidung Riko sudah menyentuh hidung mancung Dea yang mungil. Spontan Dea menutup matanya, Namun Riko tidak bereaksi apapun saat Dea menutup matanya. Riko hanya menatap wajah Dea saat menutup matanya dan perlahan menjauhkan wajahnya sedikit.
Saat Dea merasakan wajah Riko menjauh, Dea membuka matanya. dan
Cup.
Riko mengecup bibir Dea, dan membiarkan bibirnya merasakan rasa hangat dari bibir Dea. Dea membelalakkan mata nya saat Riko mulai mel*mat bibirnya dan mencecap rasa manis coklat yang masih menempel di bibir Dea. Mata Dea masih terbuka mendapatkan kejutan dan sensasional dari bibir Riko. Perlahan mata Dea mulai tertutup dan mengikuti nalurinya untuk membalas ciuman Riko.
Riko yang merasa mendapatkan balasan dari Dea pun melepaskan ciumannya, dan menganglat tubuh Dea untuk duduk di atas kitchen set, tangan Dea spontan memegang bahu riko, dan Riko kembali mel*mat habis bibir Dea hingga mereka kehabisan napas.
Riko menempelkan dahinya ke dahi Dea. dengan napas yang masih berburu di antara mereka berdua.
Dea mendorong sedikit tubuh Riko dan berlari ke arah kamarnya. Jantung Dea benar benar ingin meledak rasanya. Hawa panas membuat Dea mondar mandir di dalam kamar nya, padahal AC di kamarnya sudah sangat dingin.
Tok tok tok
Dea tidak mendengar suara ketukan pintu karena dia masih sibuk dengan fikirannya dan mondar mandir. hingga dia di kejutkan dengan Riko yang sudah berdiri di hadapannya dengan memegang 2 Mug coklat yang sudah hangat.
" Kau meninggalkan ini, minum lah agar kau bisa tidur dengan nyenyak" ucap Riko dan memberikan satu Mug coklat hangat kepada Dea dan pergi meninggalkan Dea.
Dea menerima Mug tersebut, dan menatap Riko yang langsung membalikkan badannya saat Dea menerima mug coklat dari Riko.
" Kau tau, cara meminum coklat yang paling nikmat?? yaitu langsung dari bibir mu" ucap Riko sebelum keluar kamar Dea.
Dea semakin berdebar, dan tersenyum mendengar perkataan Riko. Dea langsung menghabiskan coklat yang sudah hangat dengan sekali tegukan. Dan berharap bisa tidur dengan nyaman.
Namun Dea masih tersenyum membayangkan perbuatannya dengan Riko tadi. Dea masih bisa merasakan hangat dan manisnya bibir Riko. Dea memegang bibirnya dan kembali tersenyum. Jantungnya yang berdebar membuat dirinya harus mengambil napas berkali kali agar jantungnya bisa kembali normal.
__ADS_1
Dea berbaring sambil memegang bibirnya, Dia masih belum bisa menutup matanya. Namun lambat laun matanya pun mulai tertutup sembari jantungnya yang berdetak dengan normal.
Keesokan paginya Dea bangun seperti biasa, membantu Tante dizah memasak. Walaupun dia merasa kepalanya sedikit pusing karena kurang tidur. Pagi ini Awalnya baik baik saja, sampai suara Riko membuat jantungnya berdebar lebih cepat.
Hingga terdengar suara Ferdi pun membuat Dea sadar, bahwa ada perasaan Yang aneh antara dirinya dengan Riko, dan dirinya dengan Ferdi.
Ferdi menawarkan diri untuk mengantar Dea, dengan cepat Dea langsung menyetujuinya. Karena Dea ingin menghindari Riko agar jantungnya bisa berdetak dengan normal. Tapi Riko berfikir kalau Dea juga tertarik dengan Ferdi, membuat Riko yang tadinya bahagia, menjadi kesal karena keputusan Dea.
Di dalam mobil, Ferdi selalu mampu membuat Dea merasa nyaman dan tertawa lepas kepadanya. namun saat Ferdi memegang dan mengecup tangan Dea, Dea merasa tidak nyaman, berbeda dengan saat dirinya berada di dekat Riko. walau Riko hanya duduk di sebelahnya, Dea merasa nyaman walaupun kesal dengan Riko.
Jantung Dea pun berdetak normal jika bersama Ferdi, berbeda dengan Riko, yang hanya mendengar suaranya saja jantung Dea sudah berdetak 3 kali lebih cepat dari sebelumnya.
Dea melepaskan tangannya dari tangan Ferdi. dan tersenyum manis agar Ferdi tidak merasa jika dirinya sudah di tolak oleh Dea. padahal Dea sendiri bingung dengan perasaannya. Dia mengagumi ketampanan Ferdi saat pertama Kali bertemu, dan Dea merasa nyaman seperti bersama sahabat jika didekat Ferdi, tapi saat Ferdi menyatakan cintanya kepada Dea, Dea merasa tidak senyaman sebelum mengetahui perasaan Ferdi kepadanya.
Mobil Ferdi sudah berhenti didepan kantor Riko. Setelah mengucapkan terima kasih, Dea turun dan melambaikan tangannya kepada Ferdi yang mulai melajukan mobilnya. Ketika Dea berbalik dan ingin memasuki pintu utama kantor, sudah ada Riko yang berdiri di belakangnya hingga Dea menabrak dada bidang Riko.
Riko membungkukkan badannya dan berbisik kepada Dea. " Apa kau sudah lupa dengan ciuman kita semalam??"
Dea membelalakkan matanya sambil menutup mulutnya yang terbuka, dan melihat kiri dan kanan, takut ada yang mendengar bisikan Riko.
Riko tersenyum miring melihat wajah Dea yang sudah merona. Dea menghentakkan kaki nya dan berjalan cepat kearah lift yang diikuti oleh Riko.
.
.
.
.
hai readers.. jangan lupa kasih like ya..
jika berbaik hati boleh kasi vote juga..
salam sayang selalu dari author..
__ADS_1