
"Sejak tadi malam" ucap Rian yang masih memperhatikan mereka.
" RIKOO" teriak Tuan Yoga
Dea dan Riko pun mengeliat bersamaan. Berbeda dengan Dea yang sudah membuka matanya sedikit. Riko makin mengeratkan pelukannya. Dea yang menyadari dirinya terasa sesak dan tidak bisa bergerak, mengerjapkan matanya berkali kali. Dia menatap bingung melihat jakun seorang pria berada di depan matanya. Dea mencoba mendongakkan kepala melihat siapa yang sedang memeluknya, setelah merasa kesadarannya penuh dan nyawanya sudah kembali ketubuhnya Dea terperangah melihat apa yang terjadi dengan dirinya. Tertidur pulas didalam pelukan seorang pria?? ' Apa?? seorang pria??? '
"AAAAAAAAAAAAAA" teriak Dea kuat sehingga membuat Riko terlonjak kaget dan membuka matanya. Dea langsung mendorong tubuh Riko dan terjatuh.
"Senyaman itukah hingga tidak menyadari matahari sudah bersinar dengan terang??" ujar Paman Jo yang berdiri dengan melipat kedua tangannya di atas dada.
" Paman?" lirih Dea.
Dea segera berdiri tegak, dan betapa terkejutnya dia melihat semua orang sudah berdiri dengan menatapnya penuh arti. Riko ikut berdiri di samping Dea yang mendapatkan lirikan tajam dari Dea.
"Haruskah Paman menyiapkan pernikahan kalian berdua??" tanya paman Jo yang sontak langsung mendapat tanggapan dari Tuan Yoga.
"Saya akan mempersiapkan segalanya bang Joko. Tinggal kita tentukan saja pernikahannya." ujar Tuan Yoga.
Dea langsung berlari kearah pamannya dengan mata yang berkaca kaca.
"Paman jangan paman, Dea tidak mau menikah, Dea mohon paman. hikss.!!" ujar Dea sambil menggoyang goyangkan lengan pamannya. Kemudian Dea berlari kearah tantenya. " Tante, Dea mohon Tante, Dea tidak ingin menikah dengannya. Dea mohon Tante. katakan kepada paman, kalau Dea belum siap untuk menikah. Dea mohon Tante hiikkss"
Kemudian Dea berlari kearah Oma dan melakukan hal yang sama, tidak ada yang menjawab satupun permintaannya. Dea merasa geram Dea meneriaki Riko.
" KAUU.. seharusnya kau sudah pulang tadi malam kenapa kau ada disini." kesal Dea.
" Jelaskan kepada mereka kalau kita tidak melakukan apa pun. Dan kau. kau tidak melakukan apa apa kan??" bentak Dea panik namun ada keraguan di hatinya.
Riko yang melihat Dea sudah seperti cacing kepanasan pun membuka suara. "kami tidak melakukan apapun. Dan.. " semua orang masih menunggu kelanjutan ucapan Riko. " awalnya saya hanya ingin melihat wajahnya yang tenang saat tidur, dan tanpa sadar saya juga ikut tertidur." ucap Riko sambil menundukkan kepalanya.
" Benarkah hanya begitu?? tidak ada kejadian yang lain??" tanya Tuan Yoga.
__ADS_1
Riko menganggukkan kepalanya. namun suara Rian membuatnya terkejut. " Katakanlah apa yang telah kau lakukan kepada Dea semalam, aku melihat semuanya" ucap Rian lantang.
Dea semakin panik dan jantungnya seakan mau meledak saat itu juga. Riko menatap Rian tak percaya. 'apa dia melihatnya saat dia mengecup dan mencium Dea??' batin Riko.
Riko menggigit bibir bawah bagian dalam. semua mata masih tertuju kepada Riko untuk meminta penjelasan. sedangkan Dea masih dengan meremas ujung bajunya, dan menggigit kukunya.
" Saya mencium Dea" ucap Riko pelan.
" Jelaskan lebih detil, bagian mana saja yang kau cium" ucap paman Jo yang sudah geram dengan Riko.
" ss..sa..saya mengecup kening, mata, hidung pipi, dan bibir Dea. dan mencium bibir Dea berkali kali" ucap Riko dengan melirik kearah Dea melihat ekspresi Dea yang saat ini sedang membuka mulutnya tak percaya.
"KAUU...."
Tuan Yoga langsung memotong ucapan Dea "Selepas kesembuhan Rian, kita melakukan acara pertunangan mereka. Setelah Rian Lulus, kita akan menikahkan mereka". ucap Tuan Yoga yang sontak membuat Dea menginjak kaki Riko, sehingga Riko merintih kesakitan.
"Jangan harap kau akan menikahiku dengan mudah" bisik Dea ke Riko.
Riko hanya tersenyum miring melihat kekesalan Dea. 'Aku akan membuat mu jatuh cinta kepadaku, ha ha ha' batin Riko.
Sesampainya dikantor, Dino langsung melihat keanehan kepada Riko. "Lo pake bedak??" ujar dino.
Melihat ekspresi Riko yang kesal, sontak Dino langsung tertawa lepas hingga suara tawanya terdengar hingga ke meja Dea.
Riko hanya diam saja mendapat ejekan dari sahabatnya itu. Ingin rasanya dia memecat pria itu, tapi karena sifatnya yang susah berbaur dengan orang, maka dia mempertahankannya. karena dia tidak ingin gegabah seperti dulu. Dia pernah memecat Dino karena terlalu ikut campur dengan urusan pribadinya. dan Dino pun keluar dari perusahaan itu.
Tidak masalah bagi Dino jika dia tidak lagi bekerja dengan Riko, karena dia sendiri memiliki usaha cafe yang memang sudah ada cabang di beberapa tempat dan daerah. Riko mengemis kepadanya untuk kembali menjadi asistennya. Tidak mudah membujuk seorang Dino, yang merajuknya bisa melebihi cewek PMS.
"Lo gak mau cerita nich??" ucap Dino yang baru menyelesaikan tawanya hingga membuat matanya berair.
Riko melirik kearah dino. "gue di hajar dengn Dea" ucap Riko ketus.
__ADS_1
Dino membulatkan matanya dan mendekatkan wajahnya kearah riko, hingga Riko memundurkan wajahnya dan mengerutkan keningnya melihat ekspresi Dino yang diluar dugaan. Setelah beberapa detik melihat wajah Riko, Dino sudah tidak sanggup menahan tawanya.
BWAHAHAHA....
Tawa Dino yang memang sudah tak tertahankan.
"Apaan sih Lo, biasa aja kali ketawanya" ucap Riko yang masih kesal dengan reaksi dino.
"Lo mau dengar cerita??" ucap Dino yang lagi lagi menghapus airmata nya.
"apaan??" ucap Riko jutek.
"Sewaktu Lo sibuk meetting dan tidak ingin membawa Dea, kebetulan gue balek ke kantor lagi karena ada berkas yang ketinggalan. Trus si Viona datangi Dea, dan dia menjambak rambut Dea." Dino menatap ekspresi wajah Riko, yang seperti ada kekesalan.
"Trus gue salut aja sama Dea, dia mencengkram tangan Viona hingga si Viona merintih kesakitan dan melepaskan tangannya sendiri dari rambut Dea. dan yang bikin gue gemes sama Dea, dia tetap santai menghadapi si viona" Dino kembali melihat ekspresi wajah riko, ada terbesit senyum tipis di ujung bibirnya.
"trus?"
" trus si Viona kan datangnya dengan bodyguardnya. saat tu bodyguard mau megng dea, betss.. Dea langsung nepis tangan dan melintir tangan tu bodyguard. hingga bodyguard tersebut merintih kesakitan. jelas aja muka Viona langsung malu karena dia tidak bisa menyelakai Dea."
"trus Lo diam aja??" bentak Riko.
"eiitss.. santai bro.. gue nyamperin dan gue ancam si viona, kalau dia berani ganggu seujung jari Dea, viona akan menyesal. dan gue langsung nyuruh orang kepercayaan gue buat hancurin usahanya. itu sebagai tanda peringatan untuk dia."
"Bagus" Riko tersenyum sinis.
" menurut gue, Dea cantik. kayaknya gue naksir dech"
Riko yang mendengarnya langsung menghampiri Dino dan mencengkram kedua kerahnya dan menatap tajam Dino.
BWAHAHAHA...
__ADS_1
tawa Dino kembali pecah yang membut Riko heran melihatnya. "gue becanda, gue cuma penasaran kalau Lo beneran jatuh cinta ke dea apa nggak"
"sialan Lo"