
" Katakan, bagaimana hasilnya?" Tanya Riko kepada Dino.
" Gila Lo. Ini bukan masalah sepele, tapi ini beneran sangat-sangat ribet urusannya." ucap Dino. " Asal Lo tau, bakal ada hati yang hancur. " Sambung Dino.
Riko menaikkan satu alisnya. Dan dia mengambil amplop coklat yang di bawa oleh Dino tadi. Riko terkejut saat membaca tiap laporan yang tertulis di sana. Riko juga membuka mulutnya dan melototkan matanya saat membaca bagian surat keterangan dokter. Bahwa Riko Pratama Artmaja adalah Ayah Biologis dari Pooja. Hasil Akurat 99,9%.
" Gila ya Lo, punya anak tapi Lo gak tau masalah ini. 99,9%. udah kayak iklan pembunuh kuman Lo" cerocos Dino.
Saat ini mereka sedang berada dia apartemen Dino.
" Apa sekarang rencana Lo?" Tanya Dino.
Merasa di cuekin, Dino menggebrak meja Riko agar dirinya tersadar.
Braaakk..
"Woy" Teriak Dino.
" Dea. Apa yang harus gue katakan kepada Dea?? Gue gak mau kehilangan dia." Ucap Riko lirih.
" Udah gue bilang kan, ada hati yang bakal Lo sakitin" Ucap Dino sinis.
" Gue harus liat keadaan Pooja." Ucap Riko dan meraih handphone nya untuk menghubungi Priya.
Di sisi lain, Dea sedang menikmati suasana sore saat itu di taman apartemen. Dia melihat seorang anak perempuan yang duduk di kursi roda. sendiri dan memandang anak-anak yang lain bermain.
" Hai," Sapa Dea
Dea langsung jatuh hati dengan kecantikan gadis kecil itu. Walaupun wajahnya pucat, tapi Kecantikannya masih terlihat.
" Hai" sapa gadis kecil tersebut.
" Emm, You.. eemm, aduh apa ya bahasa Inggrisnya?" gumam Dea
Gadis tersebut tersenyum melihat Dea yang sedang menggaruk-garuk kepalanya bingung ingin mengucapkan apa.
" Saya bisa bahasa Indonesia" Ucap gadis tersebut terbata dengan logat indianya namun jelas.
Dea langsung tersenyum malu. Dan mengulurkan tangannya.
" Nama saya Dea"
" Pooja"
"Nama yang cantik, Kamu sendiri?" Tanya Dea.
" Aunty juga cantik. Tadi bersama suster, tapi sedang pergi " Ucap Pooja.
" Aunty? hmmpp... " gumam Dea dan tersenyum
Pooja tersenyum melihat Dea yang semakin cantik jika tersenyum.
__ADS_1
" Aunty mau bantu Pooja? tanya gadis itu.
" Iyaa, apa yang Aunty bisa bantu?" tanya Dea
" Pooja ingin kesana, tapi Pooja tidak bisa mendorong kursi ini kesana. Karena terkunci di bagian sini" Ucap Pooja sambil menunjuk kearah pegangan dorongan kursi roda.
Dea membuka kunci rem, dan mendorong kursi roda yang di duduki Pooja mendekat kearah taman.
" Eemm, kalo aunty boleh tau. Kamu kenapa bisa duduk di sini?" Tanya Dea penasaran.
" Kaki aku sakit saat aku mau bisa berjalan. Kata dokter lututku lemah, jadi tidak bisa menampung bobot tubuhku." Jelas Pooja.
" Hmm, Tapi masih bisa sembuh kan?" Tanya Dea.
Oh ya ampun. Benar-benar penasaran Dea dengan keadaan Pooja. Gadis cantik yang membuatnya jatuh hati saat pertama kali melihatnya.
" Kata dokter, aku harus sering terapi. Dan Biaya terapi tidak murah. " Ucap Pooja sambil menundukkan wajahnya. " Mama sedang bujuk Papa untuk membiayai pengobatanku." Ucapnya lagi.
Dea merasa tersentuh. Di zaman sekarang masih ada aja orang tua yang tidak peduli dengan keadaan anaknya.
" Pooja" teriak seorang wanita yang menggunakan baju suster berwana pink.
Dea berdiri dan memandang ke arah wanita tersebut.
" Maaf, tadi Pooja ingin ke sini, jadi saya yang mendorongnya." Ucap Dea.
Wanita tersebut menetralkan napasnya. " Terima kasih Nona. Maaf sudah merepotkan. Ucap Wanita tersebut.
" Suster An, kenalkan ini Aunty Dea." Ucap Pooja.
" Dea"
Sore itu mereka habiskan dengan bersenda gurau. Dan cerita tentang keadaan Pooja. Matahari sudah mulai tenggelam. Mereka kembali ke Unit masing-masing.
"Aunty, lain kali Aunty masih masu bermain dengan Pooja?" Tanya gadis manis itu.
Dea yang ingin melangkah keluar dari lift, karena sudah sampai di lantai di mana unitnya berada lun mengurungkan langkah kakinya.
" Iya boleh. Emm, gimana kalo Aunty ikut antar Pooja. Biar Aunty tau di mana Unit Pooja. Jadi Aunty bisa jemput Pooja dan ajak Pooja bermain" Ucap Dea.
Walaupun mereka baru sebentar bertemu. Tapi Dea merasa sudah sangat menyayangi Pooja.
"Ini unit kamar aku Aunty" Ucap Pooja.
" Masuk dulu Mbak Dea?" Tawar Ana.
" Gak usah, Aku langsung pulang aja yaa.." Ucap Dea.
Ceklek..
Pintu apartemen Pooja terbuka, dan menampilkan 2 sosok dewasa yang sangat dikenal oleh Dea. Dea membelalakkan matanya saat melihat salah satu dari meraka. Orang yang di cintainya keluar dari apartemen mantannya?
__ADS_1
"Riko?" Gumam Dea.
" Dea?"
Dea langsung berbalik setelah berpamitan kepada Ana dan Pooja. Dea mempercepat langkah kakinya. Dan terburu memasuki Lift. Riko mengejarnya. Namun Lift keburu tertutup.
" Kau tidak ingin berkenalan dengan anak mu?" Suara tersebut membuat Riko melangkahkan kembali kakinya ke apartemen Priya.
" Masuklah. Kita bicara didalam" Titah Priya.
Riko duduk di hadapan Pooja.
"Dia Papa kamu sayang," Ucap Priya.
" Papa?" Ulang Pooja.
Pooja hanya mampu tersenyum bahagia. Setelah sekian lama dirinya menantikan kehadiran seorang ayah yang sesungguhnya. Selama ini Pooja tidak memiliki seorang ayah. Bahkan Gopal tidak menganggap Pooja sebagai anaknya. Karena Gopal tidak ingin menyerahkan hak waris kepada Pooja yang cacat dan penyakitan. Gopal bahkan telah memiliki anak lain dari wanita simpanan ya yang lain.
Saat itu Priya tidak tau jika Pooja adalah anaknya dan Riko. Hingga saat pengecekan darah, terungkap bahwa Gopal bukan anaknya. Dan sunggu bahagianya Priya saat mengetahui jika Pooja adalah anak dari Riko.
Selama ini hanya Gopal dan Riko yang pernah menanam benih di rahimnya. Dan Benih Riko yang mampu menghasilkan buah di rahimnya.
Maka dari itu Priya dengan gigih dan segala cara dia lakukan agar bisa kembali ke Indonesia dan mendekati Riko. Butuh waktu 2 tahun untuk bisa kembali ke Indonesia. Setelah Gopal tidak lagi membiayai hidupnya saat mengetahui anak yang selama ini bersamanya adalah anak dari Riko. semua akses yang di berikan Gopal di tarik kembali oleh laki-laki bejat tersebut.
Priya berusaha bangkit demi buah hatinya. Dan dia bekerja di sebuah perusahaan di Delhi. Ntah memang takdir Tuhan yang mengantarkan Priya dengan mudah untuk bertemu dengan Riko. Dan tanpa sepengetahuan orang suruhan Tuan Yoga, Priya dengan mudah kembali ke Indonesia dan bekerja di kantor mereka di mana Riko sebagai pemimpin nya.
Riko menatap Pooja yang sudah berlinang air mata, dan menanti pelukan hangat darinya.
Tapi Riko malah berdiri dan pergi meninggalkan Priya dan Pooja tanpa sepatah kata pun.
Priya hanya bisa memeluk Pooja untuk menghibur perasaan putri kesayangannya itu.
Mungkin orang mengira jika Priya adalah wanita terburuk yang rela menjadi simpanan pria tua yang kaya raya.
Tapi di mata Pooja, Priya adalah seorang ibu yang luar biasa. Yang berjuang demi kesembuhannya.
.
.
.
.
.
.
Hai reader..
Jangan lupaa....
__ADS_1
Like + Vote + Rate + Komennya yaaaa....
salam hangat selalu...