Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 28 ' kecelakaan '


__ADS_3

tak berapa lama beberapa bodyguard datang dengan membawa dua payung untuk Dea dan Riko. Dea langsung menyambar payung satu payung dan melangkahkan kakinya cepat.


Riko hanya tersenyum melihat dea yang sepertinya malu dengan kejadian tadi.


"kamu basahh dea?? cepat mandi air hangat dan turun, kita makan siang" ucap Oma meta


Dea hanya mengganggukkan kepalanya dan berjalan cepat menuju kamarnya. 'apa terjadi sesuatu dengan Dea?? apa dia berantam dengan Riko???' batin Oma meta


Oma langsung menahan Riko yang baru masuk. '' kenapa Dea?? " tanya Oma meta langsung to the poin.


Riko yang terkejut dengan pertanyaan Oma langsung gugup dan panik. " kenapa Dea Oma??" tanya Riko balik.


" loh, Oma tanya ke kamu kok kamu malah tanya balik??. kamu berantam sama Dea?? atau kamu ada menyinggung perasaan Dea??"


" enggak Oma, Riko gak ngapain2 kok. tadi Riko...." Riko langsung membungkam mulutnya sendiri ' hampir aja keceplosan.'


" tadi kamu kenapa??" tanya Oma


" tadii.... tadi.. Riko cuma ....emm... anu Oma.. itu.. ??"


" anu itu apa sih Riko?? kamu buat hal yang tidak semestinya ke Dea??" ngotot Oma


" enggak kok Oma. Riko buat yang semestinya kok. tadi itu Riko cuma bercanda aja sama Dea, dan Dea marah ke Riko. gitu loh Oma" ucap Riko yang menelan salivanya susah payah.


" hmm.. pokonya Oma tidak mau kamu menyakiti Dea" Oma pun meninggalkan Riko yang masih mematung.


' huuff.. untung aja' batin Riko yang mengelus dadanya lega.


Dea menatap Mera yang sedang termenung melihat buliran hujan yang jatuh dari langit.


' kok Mera terlihat sedih ya??' batin Dea.

__ADS_1


Dea pun menghampiri Mera.dan duduk berhadapan di sofa yang sama dengan Mera.


Mera yang menyadari kehadiran Dea langsung tersenyum menutupi kesedihan hatinya.


" kenapa mer?? kok kakak lihat kamu sedih??"


" enggak kok kak, lagi menikmati memandang tetesan air hujan aja"


" mer, kakak bingung dech"


" bingung kenapa kak??"


" kok air hujan braninya keroyokan yaa??"


Mera yang bingung dengan pertanyaan Dea pun mengerutkan keningnya.


" maksudnya kak??"


candaan Dea membuat suasana hati Mera membaik sedikit. dan wajahnya sudah menjadi ceria kembali. mereka bercanda seperti biasa dan tertawa bersama.


di sisi lain, tuan yoga mendapatkan panggilan dari seseorang yang mengancam keselamatan Dea. bagaimana mungkin mereka bisa mengincar Dea??. apa hubungannya dengan Dea??


tuan yoga menyuruh orang kepercayaannya mencari tau si peneror itu. dan apa tujuannya mencelakai Dea??.


semenjak mendapat teroran untuk Dea, tuan yoga menjadi gelisah. karena menurutnya Dea tidak ada hubungan dengan relasinya selama ini. atau pun menyangkut perusahaannya. tuan yoga masih menunggu informasi dari orang kepercayaannya. tapi sudah 4 jam dia belum mendapatkan informasi apapun.


merasa hatinya tak tenang, tuan yoga mengajak pulang kembali seluruh keluarganya dengan alasan ada meetting penting. Riko menatap curiga kepada ayahnya, Karena jika ada hal yang sangat mendadak dengan urusan kantor, pasti dia juga di beritahukan.


Riko merasa ada yang aneh. jalanan sangat sepi, dan tidak ada kendaraan yang berselisih dengan mereka satu pun.


BRAAAKKK..... CIIIITTTT...... BRAAAAKKKK

__ADS_1


BRUUUUKKKK......


supir tuan yoga langsung mengerem mendadak melihat ada sebuah truk yang menabrak mobil laborgini milik Riko.


salah satu pengawal langsung melepaskan tembakan ke arah ban mobil trus yang ingin melarikan diri dan pengawal yang lain mengejar supir truk tersebut.


tiba tiba datang dari arah berlawanan 4 buah mobil yang setiap mobil berisikan 5 orang pria yang berbadan besar. sedangkan tuan yoga hanya membawa 6 orang pengawal yang sudah termasuk supir.


pertempuran pun terjadi. beruntungnya mobil tuan yoga sudah di desain tahan peluru. salah tiba tiba salah satu pria berbadan besar membuka paksa mobil tuan yoga dan menarik semua orang yang ada di dalam mobil tersebut untuk keluar.


Mera, Oma, dan Tante dizah menjerit sejadi jadinya. karena beberapa pria berbadan besar mencoba untuk menyakiti mereka...


teriakan demi teriakan terdengar yang membuat tuan yoga tidak fokus melawan orang yang menyerang Meraka.


suara pukulan terus terdengar, dan sekali sekali terdengar juga suara tembakan dari seorang pengawal tuan yoga yang berasal dari perwira polisi. yang sengaja tuan yoga bayar untuk menjaga keamanannya.


untungnya orang orang yang menyerang tuan yoga tidak ada yang membawa senjata tajam ataupun senjata api.


setelah hampir satu jam mereka bertarung, tuan yoga dan para pengawalnya sudah sangat kelelahan. dan tiba tiba salah satu dari orang yang menyerang mereka mendapatkan panggilan, yang membuat mereka mengakhiri pertarungan tersebut. mereka berlari menuju mobil dan pergi meninggalkan tuan yoga dan pengawalnya yang sudah hampir tidak memiliki tenaga.


mereka melihat kondisi mobil Riko yang sangat remuk. dan siapapun yang berada dalam mobil tersebut kemungkinannya kecil untuk selamat.


Tante dizah, Mera, dan Oma menangis tersedu sedu di dalam mobil. yang menuju ke arah rumah sakit. entah apa yang akan terjadi, hanya Allah lah yang tahu.


tak henti hentinya Tante dizah dan Oma menyebut nama Allah, mengucap syukur, meminta mohon ampunan, dan perlindungan dari sang maha pencipta Allah SWT.


di rumah sakit, Udin selaku kepala pengawal sudah menunggu kedatangan mereka. dan sudah menyuruh dokter terbaik untuk menyelamatkan dua orang pasien yang akan segera datang. rumah sakit pun sudah di jaga ketat oleh para pengawal yang berbadan kekar dan terlatih. hingga ada yang berasal dari kepolisian.


sesampainya rombongan tuan yoga, para dokter dan tim medis langsung menyambut dan menangani 2 orang pasien yang di bawa oleh mereka dengan keadaan tidak sadarkan diri dan sudah banyak kehabisan darah.


tuan yoga langsung menghubungi Joko dan memberikan kabar tentang Dea. karena Joko harus tau tentang keadaan Dea saat ini. Udin pun sudah menyiapkan jet pribadi mereka dan beberapa orang pengawal untuk menjemput paman jo di kampung.

__ADS_1


__ADS_2