
yaa, mereka saat ini berada di sebuah bukit. bukit dimana paman Jo selalu menyendiri di saat paman Jo mengingat kejadian di masa lampau.
"paman tidak ingin menyembunyikan semuanya lagi kepada mu. mungkin ini adalah saat yang tepat untuk kamu mengetahui semuanya. paman berharap, kamu tidak membenci paman, dan tidak menyalahkan paman" ucap paman lirih seperti ada goresan luka di hatinya yang belum sembuh sampai sekarang.
"ibu mu Nita, adalah anak angkat dari tuan besar Artmaja" ucap paman memulai ceritanya
Flashback On
"selamat datang nyonya" ucap seorang wanita paruh baya yang biasa sering di panggil Bu Sri
"sungguh suatu kehormatan buat kami, bisa menyambut kedatangan tuan Artmaja dan nyonya" ucap Bu Sri
"jangan terlalu sungkan Bu, kita sudah seperti saudara, smua anak anak panti ini juga seperti anak ank kami" ucap tuan besar Artmaja
huaaaa... huaaa..aaa.huaa..hiiksss....
terdengar suara tangisan anak perempuan dari luar ruangan Bu Sri.
"ada apa ini" tanya Bu Sri kepada salah satu pengasuh di panti asuhan yang di kelolanya
"ini Bu, Nita tadi habis lari lari ikut ngejar bola, lalu dia terjatuh. dan kepalanya terbentur batu" ucap pengasuh tersebut.
"ya sudah, kalo begitu bawa dia ke puskesmas biar segera bisa di tangani dengan baik" ucap Bu Sri kepada pengasuh tersebut
ketika Bu Sri ingin kembali ke dalam ruangan nya, Bu Sri sudah mendapatkan tuan besar Artmaja berada di belakangnya.
"siapa itu Bu, saya belum pernah melihatnya??", ucap tuan besar Artmaja bertanya kepada Bu Sri
"itu namanya Nita, dia baru sebulan di sini, ibunya menitipkan dia di sini untuk sementara, karena ibunya mau merantau ke ibu kota, jadi tidak ada yang menjaganya" ucap Bu Sri
"tapi sayang, saat di perjalanan mobil yang di tumpangi ibunya mengalami kecelakaan, dan ibunya meninggal dunia", lanjut Bu Sri menjelaskan keadaan Nita
"di mana ayahnya?? kenapa dia tidak bersama ayahnya??" tanya nyonya besar Artmaja kepada Bu Sri
"ayahnya sudah meninggal dunia saat umurnya 2 tahun, dan tidak ada saudara yang mau menerima Nita dan ibunya pada saat itu" ucap Bu Sri sembari menjeda ucapan nya, dan melanjutkan ceritanya " ibunya sempat bekerja di sini sebagai tukang cuci, tapi setelah mendapatkan tawaran ke Jakarta, ibunya lebih memilih pergi ke Jakarta agar pendapatan yang dihasilkannya lebih banyak" ucap Bu Sri
ntah mengapa dari awal melihat Nita, tuan Artmaja dan nyonya Artmaja merasakan sesuatu yang menggelitik hatinya untuk ingin memilikinya.
__ADS_1
selama dua bulan ini, nyonya Artmaja sering mampir ke panti asuhan milik Bu Sri. hanya sekedar untuk bermain dengan Nita.
sebulan kemudian Nita di angkat menjadi anak tuan besar Artmaja dan nyonya artmaja .
apa Yugo marah dan membenci nita??
tidak, Yugo sangat sayang dengan nita, umur mereka hanya berbeda 5 tahun, dan sudah sangat lama sekali Yugo ingin memiliki seorang adik yang bisa di lindungi ya.
di sinilah Nita , di acara pernikahan Yoga , kakak kesayangannya. tepat bersamaan dengan hari ulang tahunnya. Nita berlari menuju aula tempat berlangsungnya akad nikah yoga.
Bruukk ...
"auuuuww" pekik Nita sambil memegang pantatnya yang sakit karena jatuh.
"nona tidak apa apa??" ucap seorang pria tampan nan rupawan, yang tanpa sengaja bertabrakan dengan Nita tadi.
"eh emm... iyaa gak pa pa " ucap Nita
pria itu pun mengulurkan tangannya untuk membantu Nita berdiri. Nita pun menyambut tangan pria itu dan Nita pun berdiri dengan menggenggam tangan pria itu.
"Didi " ucap pria tampan itu. yang ternyata bernama Didi
"nama saya Didi" ulang pria itu lagi untuk memperkenalkan dirinya. karena tangan mereka masih berjabatan.
"oh yaa, saya Nita" ucap Nita sambil tersenyum manis.
"nona, anda sudah di tunggu di dalam", ucap salah satu pengawal tuan besar Artmaja.
Nita berpamitan kepada Didi, dan melangkahkan kakinya ke dalam aula yang sudah di dekor dengan seindah mungkin yang bernuansa grey, warna kesukaan yoga dan khadizah.
acara berjalan dengan baik, dan akan di lanjutkan resepsi pernikahan di hotel milik keluarga Artmaja .
"hai" sapa Didi yang dari tadi melihat Nita dari kejauhan.
" oh hai" sapa Nita kembali dengan senyum manisnya.
"kenapa di sini?? kenapa tidak bergabung kedalam untuk menikmati pestanya??" tanya Didi kepada Nita .
__ADS_1
"hmm ?? tidak kenapa Napa, saya cuma ingin melihat bintang di sini" ucap Nita dengan senyumnya.
ntah kenapa setiap melihat senyum Nita, membuat jantung Didi berdebar dengan lebih cepat. dan sejak pertemuan mereka tadi pagi, Didi tidak bisa menghapus manisnya wajah Nita dari ingatannya.
_______
sudah 2 tahun Didi dan Nita menjalin hubungan, tak seorang pun tau tentang hubungan spesial mereka. hingga saatnya tuan Artmaja ingin menikahkan Nita dengan teman bisnisnya.
"tidak Pi.. hiikkss maafin nita, hiikkss .. hikss Nita mencintai orang lain Pi hiikkss... Nita tidak bisa menikah dengan orang lain Pi hikks hikks..." ucap Nita sambil menangis tersedu..
" papi tidak ingin mendengarkan penjelasan apapun pokoknya kamu harus menikah dengan anak teman papi" ucap tuan Artmaja tanpa ingin mendengar bantahan dan berlalu meninggalkan Nita yang sedang menangis tersedu.
Nita pun dinikahkan dengan anak teman tuan Artmaja, dalam pernikahan, Nita tidak pernah merasakan bahagia, Nita selalu di siksa oleh suaminya. karena suaminya tau bahwa Nita bukanlah anak kandung Artmaja. siksaan demi siksaan di berikan oleh suami Nita. hingga suatu hari, yoga merasakan perasaan yang tidak enak, yoga selalu bermimpi buruk tentang Nita. dan yoga mencari tahu keadaan Nita.
"bangs**"
buukk buk buk buruk
yoga memukul suami Nita membabi buta. karena yoga mendapatkan kabar bahwa Nita sering di aniaya oleh suaminya.
setahun pernikahan Nita, Dy pun bercerai atas bukti kekerasan yang dilakukan oleh suaminya. dan Nita harus di rawat karena memiliki luka yang serius dan depresi berat.
hari demi hari, Minggu demi Minggu, bulan demi bulan, Nita pun kembali ke rumah besar keluarga Artmaja.
Nita di sambut hangat oleh keluarga artmaja.
"Nita, temanin kakak yuk cari baju Riko", ucap khadizah, kakak ipar Nita.
" sebenarnya Nita masih malas keluar kak" ucap Nita.
"yuukk dong, temanin kakak.. biar kamu jangan di rumah terus" bujuk dizah kepada Nita
"hmm.. ya udah dech, tp jangan lama lama yaa kak" ucap Nita sembari berdiri dan mengganti pakaiannya.
di saat jalan pulang mobil mereka di hadang oleh 2 mobil tak dikenal di jalan yang lumayan sepi.
" TURUN " teriak pria hitam berbadan kekar tersebut.
__ADS_1
DOORRRR....