Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 15 ' Flat Shoes '


__ADS_3

Dea hanya mendengarkan apa yang Dino dan Riko bicarakan. padahal dia tidak mengerti sama sekali. sambil menunggu makanan mereka tiba.


Dea melepaskan sepatunya dan memicit micit kakinya dengan mengulurkan tangannya ke bawah.


Riko memperhatikan gerak gerik Dea. dan kemudian dia kembali serius dengan Dino yang sedang membahas proyek yang dimenangkan oleh Riko tadi.


pesanan mereka tiba, dan mereka memulai acara makannya. sambil sekali kali Riko dan Dino mengobrol.


Drrrttt Drrrttt Drrtt


" ya halo "


" ........"


" oke, saya segera ke sana " ucap Dino


Dino pun memyelesaikan makannya, dan dia permisi duluan kembali karena ada sesuatu yang harus dia lakukan.


" apa sakit ??" tanya Riko kepada Dea


" hhmm??? " Dea menatap Riko dengan tanda tanya besar


" kaki mu "


" oh,.. hanya sedikit pegel "


Riko pun melanjutkan makannya.


" kita mau ke mana?? " saat Dea melihat Riko membelokkan mobilnya ke pintu masuk mall.


" ayo turun " titah Riko


Dea pun dengan menahan rasa sakit di kakinya mau tak mau mengikuti keinginan bos menyebalkan nya ini.


" berikan sepatu yang ternyaman " titah Riko kepada pelayan toko


mereka pun dengan sigap mencari sepatu terbaik yang mereka miliki.


" pilih dan cobalah " titah Riko


Dea yang awalnya bingung pun mulai mengerti apa maksud Riko. Dea mulai memilih sepatu yang memiliki hak rendah dan model sepatu flat shoes.


setelah mencoba beberapa sepatu, Dea memilih sepatu flat shoes yang menurutnya cocok untuk dibawa ke kantor dan nyaman di kakinya. dia tidak peduli akan di bilang anak kecil jika berjalan berdampingan dengan Riko.


" yang ini saja mbak" ucap Dea seraya memberikan sepasang sepatu kepada pelayan toko


" bungkus ini, ini dan ini " titah Riko sambil menunjuk 3 sepatu yang berhak rendah dan sepatu flat shoes lainnya.


" kenapa banyak sekali, cukup ini saja "

__ADS_1


' lagian saya tidak lama di sini, setelah misi saya selesai, saya akan kembali ' batin Dea.


Riko hanya menatap Dea dengan sebelah alis terangkat, dan kembali menatap para pelayan toko memberi kode melakukan tugas mereka seperti apa yang di perintahkannya.


Dea langsung memakai sepatu flat shoes yang tadi di beli. karena Dea tidak ingin mengambil resiko untuk kakinya yang sakit.


" saya ingin bertemu Riko "


" maaf buk, pak Riko nya tidak ada di tempat "


" saya ingin melihatnya sendiri ke ruangannya"


" maaf buk, jika tidak mendapat izn dan belum membuat janji, tidak bisa "


" kamu tidak tau siapa saya !! " bentak perempuan itu


" sekali maaf buk, ini sudah prosedur ya "


" KAUUU " teriak perempuan itu sambil ingin menamparnya.


tapi sebelum tangannya mendarat ke pipi wanita resepsionis itu, tangannya sudah di tahan duluan oleh Dino. sekretaris Riko


" Hentikan Viona !! " titah Dina tegas sambil menghempaskan tangan nya


" LEbih baik kau tidak usah ikut campur, dasar manusia benalu " jawab perempuan itu.


yaa, nama perempuan itu adalah Viona. cewek seksi yang terpesona dan terlalu terobsesi dengan Riko.


PLAAAKKK


semua orang yang berada di situ terdiam melihat Dino yang di tampar oleh perempuan yang bernama Viona.


" ADA APA INI ? " Teriak Riko saat melihat kerumunan orang di lobi kantornya


Viona langsung berlari dan memeluk Riko .


" aku sangat merindukanmu sayang " ucap Viona sambil memeluk Riko.


Riko menghempaskan tangan perempuan itu yang melingkar di pinggangnya, dan mendorong tubuh Viona.


" enyah lah kau dari hadapan ku, dan jangan pernah muncul di hadapan ku. " titah Riko dengan rahang yang mengeras dan mata yang tajam seolah ingin melenyapkan wanita yang ada di hadapannya.


" aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan mu Riko " jawab Viona dengan angkuh.


Riko meraih tangan Dea yang berada di belakangnya dan melingkarkan sebelah tangannya di pinggang Dea. sontak Dea membelalakkan matanya dan mendorong tubuh Riko. tapi tenaga Riko lebih kuat karena posisi Dea yang tidak seimbang.


" dia adalah calon istri ku, jadi kau jangan pernah berfikir atau mendekat ke arah ku " ucap Riko lantang yang membuat seluruh orang yang berada di ruangan itu membelalakkan matanya terkejut mendengar perkataan Riko. Dea yang mendengarnya tak kalah membelalakkan matanya hingga rasanya mata itu akan meloncat keluar dari tempatnya. dan tangan Dea langsung menggenggam keras. rasanya ingin sekali dia melayangkan tinjunya ke wajah pria yang sedang merengkuhnya.


Viona yang mendengarkan perkataan Riko langsung terbakar amarah dan menyerang Dea. untungnya Riko bisa melindungi dea dengan tubuhnya. dan wajah Riko lah yang menjadi korban cakaran Dea.

__ADS_1


satpam langsung berlari dan menahan viona. tidak segan segan, Riko langsung melaporkan Viona ke pihak berwajib.


" kau tidak apa apa?" tanya Dino ke Riko.


" yaa, hanya perih di bagian pipi "


Riko melangkahkan kakinya meninggalkan Dea yang masih termenung. Dino menyadarkan Dea untuk mengikuti nya.


mereka bertiga memasuki lift khusus CEO


' apa yang telah ku katakan, kenapa harus calon istri. dasar viona sialan. apa yang harus ku katakan pada papa kalo ada yang melaporkan kepada nya ' batin Riko sambil memicit pelipis alisnya frustasi


' dasar gila, manusia tiang listrik, bisa bisanya dia mengatakan di depan semua orang kalo aku calon istrinya. bisa makin horor jika lama lama di kantor ini. apa dia sudah gila?? demi menghindar dari wanita arogan tadi, sehingga seenaknya saja menyebutku calon istrinya. lihat saja, aku akan berikan pelajaran kepadanya.' batin Dea sambil menghentakkan kaki


Bruukk...


Dino dan Riko terkejut di buatnya. dan serentak menoleh kearah Dea yang berada di belakang mereka.


" apa kau ingin mencelakakan kita? " tanya Riko galak.


Dea hanya menyipitkan matanya dan menatap Riko sinis.


Ting


pintu lift terbuka, Dea langsung menerobos sisi Riko dan Dino dan berjalan cepat meninggalkan mereka.


Dea meletakkan tasnya dengan kasar dibatas meja dan menghempaskan badannya ke kursi.


jam sudah menunjukkan pukul 5, tanda nya waktu jam kerja sudah berakhir. Dea langsung membereskan mejanya dan meraih handphone nya memesan ojek online di aplikasi handphonenya.


Dea berjalan menuju lift dan menghiraukan panggilan Dino.


saat di lobi, semua mata tertuju kepada Dea. lagi lagi Dea merasa seperti di lempar ribuan pisau kepadanya dengan tatapan para karyawan kantor itu.


drrtt drrtt drrtt


" ya halo "


" ......,"


" oke mas, saya keluar sekarang "


Dea langsung berlari kecil menuju ojek online yang di pesannya tadi. dan pergi meninggalkan kantor itu.


" mas.. mas,.. tempat bakso terdekat dan terenak di sini mana ya?? " tanya Dea sambil menepuk bahu tukang ojek


" di depan belok kiri ada yang terkenal mbak, "


" saya turun di situ aja yaa, mas nya lanjutin aja ikut map-nya, nanti saya bayar full. " titah Dea

__ADS_1


tukang ojek pun mengikuti permintaan Dea.


__ADS_2