Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 37 ' gelisah '


__ADS_3

BWAHAHAHA...


tawa Dino kembali pecah yang membut Riko heran melihatnya. "gue becanda, gue cuma penasaran kalau Lo beneran jatuh cinta ke dea apa nggak"


"sialan Lo"


" So, sejak kapan Lo suka ma Dea??" tanya Dino kepo


" Ntah, gue juga gak yakin sejak kapan." ucap Riko sembari memikirkan sejak kapan dia menyukai Dea.


" gimana dengan Priya Sasmita??" tanya Dino hati hati.


Dalam waktu yang bersamaan wajah Riko langsung berubah dan tak dapat dibaca.


" Sorry kalau gue nyinggung dia, tapi gue mau Lo yakini perasaan Lo ke Dea. menurut gue Dea cewek baik-baik, dan gue bakal habisin Lo jika Lo berani nyakiti Dea" ucap Dino sinis saat diakhir kalimatnya.


"Gue beneran suka sama Dea, dan gue relain Dea buat Lo. gue cowok brengsek yang terlalu beruntung untuk mendapatkan Dea, dan gue bakal seneng kalo Lo yang bisa mendampingi Dea " ucap Dino tulus.


Ucapan Dino selalu terniang di telinga Riko. Riko mengambil benda pipih yang ada di dalam kantong celananya. Dia menekan angka 1 dengan lama, kemudian muncullah nama yang tertulis huruf R.


"Apa kau sudah menemukannya??" tanya Riko kepada orang yang berada di seberang panggilan.


"........"


"cepat cari tau, dan kabari aku segera. Walaupun kau harus mencarinya sampai ke hujung dunia"


Riko menatap langit yang bertabur bintang di teras kamarnya. Kesunyian yang sedang di nikmatnya itu perlahan terganggu oleh suara tawa dari seorang pria dan wanita. dia sangat mengenal tawa wanita itu. Riko melihat kebawah, matanya menangkap 2 sosok manusia yang sedang bercanda dan tertawa.


"Sedang apa mereka??" gumam Riko.


Riko terus memperhatikan mereka, dan tanpa di sadari nya dia menggenggam erat pagar besi yang ada di teras tersebut.


Disisi lain.


"de, kamu cantik.." ucap pria itu di bawah sinaran rembulan dan taburan bintang. Diselimuti sejuknya angin malam.


Dea hanya tersenyum menanggapi ucapan pria itu.


"De, besok kamu libur kan?? kita jalan yukk??" ucap pria itu.


"Mau ke mana??, tapi aku harus ke rumah sakit"


" Aku tau, aku temenin yaa" ucap pria itu.


Dea tersenyum dan mengaggukkan pelan kepalanya. " jam 8 aku jemput" ucapnya lagi.

__ADS_1


Dea berjalan menyusuri tangga sambil tersenyum senyum yang menghiasi wajahnya.


"Apa ini mimpi?? tapi kenapa rasanya sungguh hangat?? andai saja aku akan dinikahkan oleh nya, mungkin aku akan sangat bahagia" ucap Dea senang sambil menari nari di dalam kamarnya.


Dea menggunakan celana panjang berbahan katun berwana coklat, dengan perpaduan baju kaos cewek berlengan pendek berwarna baby pink.dan sepatu kets nya. Serta pelengkap penampilan jam tangan mungil di sebelah kiri dan tas ransel kecilnya.


Dea turun menuju ruang makan.


"De, cantik sekali kamu sayang!" puji Tante dizah


" makasih Tante"


"Pagi mi" ucap suara bariton yang membuat Dea tersenyum akan kedatangannya.


"Pagi sayang, duhh pagi-pagi udah kesini. pasti ada maunya." ucap Tante dizah


"Iya mi, mau ajak Dea jalan. Boleh kn mi??"


"Mau ke mana??" ucap Tante dizah,


sebenarnya Tante dizah memiliki firasat jika anaknya yang satu ini menyukai Dea. dan tidak ingin merasa anaknya patah hati, namu melihat Dea yang tersenyum akan kedatangannya membuat hati Tante dizah gundah.


"Mau nemeni Dea ke rumah sakit, terus mau ajak jalan. Nebus janji nonton yang batal waktu itu"


" kita sarapan dulu ya" ucpa Tante dizah.


Riko yang melihat kedatangan Ferdi merasa kesal, apalagi melihat Dea yang sudah berpakaian rapi dan sangat imut. Siapa yang sangka jika wanita imut di depannya ini jago dalam bela diri. bahkan dia akan berubah seperti Hulk jika ada yang membuatnya marah.


"Kita pergi dulu ya mi, Oma." ucap Ferdi yang mencium punggung tangan Tante dizah dan Oma


Oma dan Tante dizah pun mengaggukkan kepalanya pelan sembari memberi senyum.


Dea pun ikut menyalami Tante dizah dan oma.


"hati hati ya sayang" ucap Tante dizah.


" Mau kemana mereka mi?" tanya Riko yang tiba tiba datang.


"kamu ini ngejutin aja" ucap Tante dizah sambil memukul pelan tangan Riko.


" Kok gak di jawab sih mi?" tanya Riko yang masih setia mengekor maminya ke dapur.


" Kalo kamu suka dengan Dea, seharinya kamu harus mengambil hati Dea. Bukan nya mencium Dea diam-diam. " ucap Tante dizah yang membuat wajah Riko memerah.


"ii.. itu kan gak sengaja mi" ucap Riko gugup.

__ADS_1


Tante dizah berbalik menghadap Riko dengan tangan di pinggang. Dan menatap tajam Riko.


" udah ketangkap basah masih gengsi. Sok jual mahal kamu Riko. Keduluan Ferdi ntar." ucpa Tante dizah yang berlalu meninggalkan Riko.


" Gimana mau diduluin kalo Dea nya aja mau dinikahi sama aku" ucap Riko pelan yang masih didengar maminya.


"Kalau Dea cintanya dengan Ferdi, mami gak akan merestui hubungan kamu dan Dea. mami gak mau liat Dea tersiksa dan tidak bahagia dengan kamu. kalau Dea bahagia dengan Ferdi. Sebaiknya mami bicarakan ini kepada papi mu" ucap Tante dizah yang langsung membuat Riko keringat dingin.


Tante Dizah sebenarnya hanya ingin memancing perasaan anaknya. Jika dia cinta dengan Dea, dia harus mempertahankan cintanya dan harus membuat Dea jatuh cinta dengannya.


Riko menggigit gigit kukunya gelisah sambil melihat jam dinding. " sudah jam 9 malam, kenapa belum pulang sih mereka" gumam Riko yang masih setia menunggu kepulangan Dea dan Ferdi di ruang keluarga.


Riko mondar mandir, membuat Oma dan Tante dizah menahan senyumnya.


"kamu pintar dizah, dia harus di berikan pelajaran" ucap Oma. dan Tante dizah pun mengangkat tangannya agar bertos ria bersama Oma.


"lagi ngintipin siapa??" tanya Tuan yoga yang tiba tiba datang dan mengejutkan Oma dan Tante dizah.


"kamu ini yoga, bikin jantungan aja" ucap Oma sambil memukul lengan yoga.


" Itu Pi, ada yang lagi terbakar api cemburu. sok jual mahal sih. Ntar kalo Dea udah keduluan Ferdi baru nyahok tu anak." ucap Tante dizah.


Tuan yoga ikut memperhatikan situasi. Tak lama terdengar suara mobil, Riko langsung panik dan mengambil posisi berpura pura sedang mengecek hanphonenya.


"Assalamualaikum". ucap Dea.


Dea dan Ferdi melangkah ke arah ruang keluarga, terlihat Riko yang sedang sibuk dengan ponselnya.


" hai Rik" sapa Ferdi


Riko hanya melirik kearah Ferdi dan Dea, kemudian berpura pura berbicara seperti ada seseorang yang menghubunginya.


" Oke, proyek itu sudah saya menangkan, jadi kita tiggal..."


drrtt drrtt drrtt


Handphone Riko tetiba berdering. yang membuat akting Riko berantakan. Dea dan Ferdi tersenyum melihat kebohongan Riko.


Riko melihat nama yang tertera dilayar pipihnya. "papi??" gumamnya.


Riko pun mengangkat panggilan telpon tersebut.


"Halo Pi" ucap Riko


" Cemburu ni Yee...ha ha ha ha" ucap Tuan yoga dari seberang panggilan.

__ADS_1


__ADS_2