
tiing..
satu pesan masuk, Dea langsung membacanya.
Dea membelalakkan matanya saat membaca pesan, ' kau harus mendekati tangan kanan keluarga Artmaja, dan mencari tau kode IP rahasia keluarga itu'
Dea mengetuk ngetuk keningnya. ' bagaimana caranya??' batin Dea
tok tok tok
" kak Dea sudah tidur ??" tanya mera dari balik pintu
Dea berjalan kearah pintu, dan membuka pintunya untuk mempersilahkan Mera masuk kedalam kamarnya.
" masuk mer "
" kak, besok pakai baju yang ini dan jangan lupa pakai sepatu yang ini yaa!!" perintah Mera sambil menunjukkan baju dan sepatu yang kami beli tadi
" oke " jawab ku singkat, karena malas berdebat lagi masalah baju dan sepatu.
" selamat malam kakak cantik " puji Mera sambil mencium pipi Dea
Dea tersipu malu karena pujian Mera, baru kali ini ada yang puji dia cantik, biasanya orang akan bilang dia monster kecil. termasuk sahabatnya Lula.
____
" pagi Tante " sapa Dea ketika melihat Tante dizah yang selalu setia setiap pagi di dapur untuk menyiapkan sarapan.
Tante dizah memang hobi masak, walaupun Tante dizah sibuk dengan butiknya, Tante dizah menyempatkan diri untuk masak sarapan pagi buat keluarganya. terkadang di hari libur, Tante dizah yang masak menu makan siang dan malam.
" pagi Dea, cantik sekali kamu hari ini " puji Tante dizah setelah melihat penampilan Dea
Dea hanya tersenyum manis kepada Tante dizah.
sarapan sudah tertata rapi di atas meja, keluarga Artmaja pun makan dengan tenang.
" kak Dea, kok gak pakai sepatu yang aku kasih tadi malam??" ucap Mera saat melihat Dea yang berjalan menuju keluar rumah
" udah coba tadi, cuma takut jatuh " jawab Dea polos.
" hmmm " Mera hanya geleng geleng kepala mendengarnya.
Pintu mobil di buka oleh pengawal tuan yoga, tuan yoga pun menurunkan kakinya dan melangkahkan kakinya menuju lobi utama kantor. Dea pun mengikuti tuan yoga dari belakang .
" selamat pagi tuan besar, selamat pagi tuan muda "
semua karyawan menundukkan sedikit badannya dan mengucapkan selamat pagi kepada tuan yoga dan Riko.
Dea merasa risih saat semua mata karyawan perempuan menatapnya tajam dan sinis. Dea pun menundukkan wajahnya sembari mengikuti langkah kaki tuan yoga dan Riko.
" Dino, perkenalkan ini Dea, asisten yoga yang baru " ucap tuan yoga kepada Dino, sekretarisnya Riko
__ADS_1
Dino menatap takjub kepada Dea, karena melihat wajah imut Dea. dan menatap Riko yang sedang mencebikkan bibirnya.
Dino tersenyum seakan mengerti situasi yang terjadi saat ini. dalam fikiran Dino, Dea pasti calon istri Riko, yang sengaja menjadi asisten Riko agar mereka lebih dekat.
" Dino " sapa Dino kepada Dea sambil mengulurkan tangannya.
Dea pun menyambut tangan dino " Dea " sahut Dea dengan senyum.
Dino meja Dea yang bersebelahan dengan mejanya.
" hari ini tolong kamu bantu Dea ya, ajari Dea semuanya sampai bisa. " titah tuan yoga sebelum meninggalkan Dea dan Dino
yoga melangkahkan kakinya ke dalam ruangan, sebelum memberi kode kepada Dino untuk mengikutinya.
" ciee ciee, bakal ada pesta besar nih kayaknya" ledek Dino kepada Riko.
Dino adalah teman yoga saat SMA, jadi Dino bisa bersikap santai dengan yoga,
Riko mengernyitkan dahinya dan menatap Dino tajam .
" Dea !! calon istri kan?? " tanya Dino yang penasaran
" jaga mulut mu kalau tidak ingin dapat potongan" ucap Riko dingin
" trus, kalo bukan calon istri?? siapa?? mana mungkin om yoga Nerima tamatan SMA untuk jadi asisten lo !! " buru Dino untuk mencari informasi lebih lanjut kepada tentang Dea
" dia sepupu gue, sepupu yang telah hilang dan di ketemukan." ucap Riko malas
Riko hanya mengernyitkan dahinya dan mengendikkan bahunya.
" laporan yang kemarin mana?? suruh Dea pelajari itu " titah Riko
Dino membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang Riko katakan. masalahnya laporan itu adalah proyek besar yang sedang deadline.
" Lo yakin ngasih itu buat Dea pelajari??" tanya Dino ragu.
Riko hanya melirik dino dan menarik sudut bibirnya, hingga terbentuk senyum devil.
" waahhh gila Lo, Lo mau ngerjain anak orang?? " Dino menggeleng gelengkan kepalanya dan meninggalkan ruangan Riko
" sekretaris gak ada akhlak, belum di usir dah main keluar sendiri " gumam Riko
Dea benar benar kesal dengan Riko, pasalnya laporan yang di kerjakan Riko adalah laporan yang sama sekali Dea tidak mengerti, dan sulit Dea mengerti dengan kapasitas IQ nya yang standar.
" mau makan siang ke kantin bareng??" tanya Dino kepada Dea yang sedang sibuk dengan laporan yang diberikan tadi kepadanya.
" emm, tapi ini masih banyak lagi " ucap Dea frustasi
" udah gak pa pa, nanti gue bantuin "
senyum Dea pun terbit bak matahari bersinar pagi yang menyejukkan hati Dino.
__ADS_1
drrtt drrttt drrtt
" halo"
..........
" oke, nanti gue ke sana dengan Dea"
" siapa?? " tanya Dea penasaran karena mendengar namanya di sebut tadi.
" Riko, dia suruh Qt ke caffe depan kantor, ada ketemu klien."
dea hanya mengangguk anggukkan kepalanya.
Dino mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Riko . ketika melihat Riko melambaikkan tangannya, Dino dan Dea pun melangkahkan kakinya menuju meja Riko.
" Sam, kenalin ini Dea " ucap Dino kepada Sam yang duduk di sebelah Riko
" Sam " mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan Dea
" Dea "
" cewek Lo? " tanya Sam kepada Dino
" doakan saja " senyum Dino kepada Dea dan mengedipkan matanya sebelah.
Riko yang melihat itu merasa jijik. karena ada bucin di depan matanya.
" jadi besok kita harus dapatkan proyek ini" ucap Riko.
" tentu, ini proyek besar dan sangat besar sekali pengaruhnya terhadap perusahaan kita"
ucap Sam
Sam adalah salah satu CEO di bidang technologi dan software. Dea hanya mendengarkan pembahasan mereka, yang Dea sendiri tidak mengerti apa yang mereka bahas.
" De, nanti kamu siapkan terus yaa berkasnya " ucap Dino lembut kepada Dea
" hah?? " Dea terkejut dan tidak mengerti maksud dari perkataan Dino.
" laporan yang tadi, di siapkan terus sepulang dari sini. Karena besok pagi kita harus meeting. " ucap Dino
Dea hanya tersenyum kecut, dan jantungnya berdebar lebih cepat. ' ma*pus gue, mana laporannya masih banyak, dan gue gak ngerti lagi.. hadeww ni si tiang listrik kayaknya sengaja dech kasih kerjaan yang berat di hari pertama gue kerja' batin Dea
" gimana de, sudah sampai mana laporannya, coba saya periksa " ucap Dino yang melihat Dea sibuk dan kewalahan dengan laporan yang harus selesai hari ini juga.
Dea memberikan laporannya. Dino yang melihat laporan itu langsung mengernyitkan dahinya dan menarik nafas dalam serta membuangnya dengan kasar.
" oke, ini biar aku aja yang ngerjain yaa, kamu tolong ngerjain yang ini aja yaa" ucap Dino yang pusing melihat hasil kerjaan Dea yang berantakan, dan harus membuatnya dari awal lagi.
" ayo pulang ".…
__ADS_1