Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 18 ' rahasia baru '


__ADS_3

" minum lah, setidaknya ini bisa membuat mu sedikit tenang " ucap pria itu.


Mera mengambil air mineral dari tangan pria itu, dan meminumnya sampai setengah. pria itu tersenyum tipis dan menatap mera. ' sepertinya aku pernah melihatnya, tapi di mana yaa??' batin pria itu.


" terima kasih " ucap Mera yang membuyarkan lamunan pria itu. " eemm, kamu, kalo boleh tau nama kamu siapa??" tanya Mera


" nama saya Rian " ucap Rian sambil mengulurkan tangannya.


" Mera " sambut ukuran tangan dari Rian.


' Mera?? kenapa tidak asing?? atau jangan jangan ' batin Rian


" emm, kalo boleh tau kenapa pria itu sampai eemm, sampai ingin.. " tanya Rian ragu


" dia sudah lama menyukaiku. dan dia sering mengikutiku. terkadang dia suka mengambil foto ku diam diam. seperti ini" Mera menunjukkan kamera yang sempat di ambilnya tadi saat Rian memukul pria tadi.


" lalu, kenapa kau tidak melaporkannya??"


" aku pernah melaporkannya, dan dia pernah di penjara beberapa bulan, tapi karena dia seorang atlet, jadi dia di bebaskan dengan alasan yang tidak masuk akal dari managernya. dan dia kembali mengancam ku. dia meminta sejumlah uang akhir akhir ini, dan aku menurutinya dengan syarat dia tidak menggangguku. dan dia juga mengancam ku, jika aku melaporkannya, dia akan membuat.. hiikkss " Dea menghentikan omongannya dan menangis sambil menutup wajahnya.


" hmmm, siapa nama'a?? tanya Rian


Mera mengangkat wajahnya yang masih mengeluarkan air mata dan menatap Rian.


" namanya bayu wijaya, atlet bela diri dari .."


" oke, kau mungkin tidak bisa mencebloskannya kepenjara. biar aku yang akan mencebloskannya."


" jangan.. dia sangat berbahaya. nanti kau akan terluka "


Rian tersenyum miring melihat Mera.


" oh ya, sebaiknya kau pulang sekarang. eemm apa kau tidak membawa supir?? " tanya Rian


" aku pergi sendiri "


" tunggu, bagaimana kau bisa ke tempat ini??"


" aku di jebak "


" jadi, d mana mobil mu "


" di kampus "


Rian langsung mengeluarka. handphone nya dan memesan taxsi online. tidak berapa lama taxsi online pun datang.


" pergi lah, jika ada apa apa kau bisa menghubungi ku" Rian memberikan secerca kertas yang sudah di tulis nomor handphone nya.


Rian mengambil hp nya dan mulai mengetik pesan.


' jam brapa kau pulang? '


tring...


' 20 menit lagi '


Rian tersenyum dan menghubungi seseorang.

__ADS_1


_________


di waktu yang sama dan di tempat yang berbeda.


'untuk apa dia menanyakan jam pulang kerja ku ' batin Dea


Dea meletakkan hpnya dan melanjutkan pekerjaannya.


Dea melirik kearah dino yang 5 menit lalu baru kembali ke kantor. tapi dia tidak melihat Riko kembali.


' kenapa wajah pak Dino sangat tegang?? apa meettingnya tidak berhasil?' batin Dea.


drrrtt drrtt drrttt


" halo "


".........."


" baru selesai, dan aku sedang membereskan meja ku"


".........."


" apa??? apa aku tidak salah dengar??"


"........"


" baik lah, aku akan turun sekarang"


Dea mematikan panggilan dengan wajah berseri, dan berpamit pulang dengan Dino. Dino yang melihat wajah Dea yang penuh dengan senyum menjadi penasaran, dengan siapa Dea berbicara di telpon, sehingga membuatnya bahagia seperti itu.


Dea mempercepat langkahnya, dan dia melihat seorang pria mengendarai sepeda motor dan melambai ke arahnya. Dea berlari menuju pria itu. tanpa dia sadari banyak mata yang melihatnya dengan tatapan membunuh dan sepasang mata yang memperhatikan dia berlari sejak keluar dari lobi.


" apa paman tau kau kesini anak nakal? " tanya Dea kepada Rian


saat ini mereka sedang menikmati bakso pinggir jalan.


" aku ke sini ada tournamen kak, dan lusa aku tanding." jawab Rian sebelum memasukkan bakso kedalam mulutnya.


" benarkah?? "


" tanya saja ayah kalau tidak percaya "


Riko melangkahkan kakinya memasuki rumah kediaman Artmaja. saat melewati ruang tengah, langkah kaki Riko terhenti karena melihat sosok Dea yang tertawa lepas bersama Oma dan seorang pria??


Rasa penasaran Riko semakin besar saat Dea mengacak rambut pria itu.


Riko pun mendekat ke arah ruang tengah.


" eheemmm" deheman Riko membuat tiga orang yang sedang tertawa lepas menoleh serentak kearahnya.


" Riko sayang, kau sudah pulang??" tanya Oma meta


Riko yang tadi menatap wajah pria yang duduk di sebelah Dea, langsung memutuskan pandangannya dan beralih menatap Oma.


" iyaa Oma "


" bersihkan diri mu, lalu kita makan bersama. kebetulan lagi ada tamu Dea di sini." ucap Oma meta

__ADS_1


Riko hanya mengangguk dan berjalan menuju kamarnya.


" eem, Oma Dea dan Rian permisi ke kamar yaa.. kami mau solat dulu. " ucap Dea


" solat?? baiklah " Oma menatap Dea sendu. dan seketika air mata Oma jatuh saat Dea dan Rian telah pergi meninggalkannya.


selesai solat magrib, Rian membuka laptopnya dan meminta password WiFi. Dea pun memberikannya kepada Rian.


" apa yang ku kerjakan??" tanya Dea.


" diam lah, kau tidak akan mengerti jika ku katakan karena otak lemot mu itu " ucap Rian tanpa menoleh ke arah Dea.


rasanya ingin sekali Dea menjambak rambut rian. tapi Dea tau, jika Rian sudah fokus kepada laptopnya, maka di tidak ingin di ganggu.


" selesai " ucap Rian sambil menutup laptopnya


" apanya??"


" kau tidak perlu tau kakak ku sayang " ucap Rian sambil mencolek dagu Dea yang runcing.


mereka turun dengan tawa kecil yang menghiasi wajah mereka. saat akan menuju meja makan, dea dan Rian berpapasan dengan mera.


" KAUU?? pekik Mera sambil menunjuk ke arah rian


Dea yang melihat Mera yang menunjuk Rian dengan wajah terkejutny, langsung melihat rian yang memasang wajah datar.


" apa kalian saling kenal?? tanya Dea kepada rian dan Mera


Mera terlihat gugup dan menatap Rian sambil menggelengkan kepalanya.


" tadi kami sempat bertabrakan di sebuah cafe, aku tidak sengaja menumpahkan air mineral kepadanya" ucap Rian santai. dan Mera menghembuskan nafas lega karena Rian tidak memberi tahu kepada dea.


" ooo" respon Dea sambil mengangguk anggukkan kepalanya.


seakan tersadar Mera bertanya kepada Dea, bagaimana bisa mengenal Rian. sontak Dea tertawa dan menepuk bahu Rian. Rian hanya meringis perih karena tau kekuatan monster kakaknya.


" Rian ini adik kakak, anaknya paman Jo. "


entah kenapa ada perasaan lega di hati Mera mendengar bahwa Rian adalah adik Dea. karena siapa pun yang melihat mereka berdua pasti akan mengatakan bahwa mereka seperti pasangan kekasih yang sangat serasi.


di meja makan sudah ada tuan yoga, Oma, Tante dizah, dan Riko yang sedang menunggu kehadiran Dea, Rian dan Mera.


Riko masih menatap tajam Rian. ntah kenapa dia sangat tidak suka dengan Rian.


" mari duduk Rian " titah tuan yoga.


Riko melihat seluruh keluarganya, kenapa sangat ramah terhadap pria yang duduk berhadapan dengan dirinya.


" jadi kapan pertandingan mu? " tanya tuan yoga disela makannya.


" lusa om " ucap Rian.


" pertandingan?? maksudnya?? " tanya Mera


" Rian ini atlet bela diri, dan dia ke sini menjadi wakil daerah ya. bukan begitu Rian??" tanya tuan yoga


" iya om " jawab Rian.

__ADS_1


' ooo jadi dia atlet bela diri, mungkin dia salah satu anak didik om Joko. ' batin Riko


' atlet bela diri?? pantes saja dengan sekali pukul tu si bayu langsung memar. ' batin Mera sambil mencuri pandang ke arah rian yang sedang menikmati makannya dengan santai.


__ADS_2