Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 66 ' pertunangan Rian dan Mera'


__ADS_3

Dea menatap undangan yang berada di tangannya. Undangan pertunangan Rian. Adik kecilnya yang sudah dewasa. Dea tersenyum, ada rasa senang, sekaligus sedih. Dea berfikir akan kah dia hadir di acara itu atau tidak. Jika dia tidak hadir, maka dia tidak bisa menepati janjinya kepada Rian, selalu ada di setiap momen berharga dirinya. Cukup sekali Dea tidak hadir saat Rian Lulus sekolah, dan Dea tidak ingin mengecewakan Rian lagi. Tapi jika dia pergi, maka Dea harus menyiapkan hati nya melihat Riko dan Priya bersama.


" Kau ingin pergi?" Tanya Tian yang tiba-tiba sudah berada di belakang Dea.


Dea terkejut mendengar suara bariton itu. " Ah ya, tapi aku bingung"


" Aku juga di undang, mau kita pergi bersama?"


Dea terlihat berfikir. Setidaknya jika pergi bersama Tian, Dea tidak akan terlihat menyedihkan. Dea pun tersenyum dan mengangguk tanda setuju.


Hari yang indah, karyawan WO yang bertanggung jawab atas pertunangan Mera dan Rian sudah sibuk mondar mandir mempersiapkan segalanya untuk nanti malam. Mera yang terlihat cantik, dengan gaun indahnya berwarna hitam. Dan Rian yang menggunakan texudo dengan warna senada dengan Mera. Terlihat serasi dan menjadi pasangan yang sangat sempurna.




Para tamu undangan telah berdatangan, Seluruh keluarga Artmaja telah berada di salah satu kamar di hotel tersebut. Begitu juga dengan keluarga Paman Jo.


Asisten Tuan Yoga pun memberitahukan kepada seluruh keluarga, bahwa acara pertunangan yang di laksanakan di salah satu hotel milik keluarga Artmaja pun akan segera di mulai. Untuk itu para Tuan rumah di persilahkan menuju ke ruang Ballroom. Tempat berlangsungnya acara pertunangan Mera dan Rian.



Mera pun membuka pintu, dan masuk kedalam ruangan tersebut yang telah di hadiri oleh para tamu undangan.


Acara berlangsung dengan hikmah. Cincin telah tersemat di cari manis sang pangeran dan bidadari. Mera dan Rian pun berjalan menghampiri para tamu undangan. Mereka melihat Riko yang sedang tertawa bersama Pooja.



Senyum yang sangat menawan, tapi terbesit rindu di dalam senyum itu. Namun tidak melunturkan ketampanan Riko. Bahkan senyum itu membuat para wanita yang berada di sana baper melihatnya. Tapi karena Priya selalu saja menempel kepada Riko, maka minat para wanita lain harus di simpan rapat-rapat.


Priya selalu mengikuti ke mana Riko pergi. Yang jelas Priya ingin memberitahukan kepada semua orang yang ada di pesta tersebut, bahwa Riko adalah miliknya.


Saat sedang asik menyambut para tamu, Rian menangkap sesosok wanita cantik yang di rinduinya selama ini. Wanita itu adalah Dea.


Dea datang bersama Tian. Rian dan Mera langsung bergegas mendatangi mereka. Rian langsung berhambur ke pelukan Dea. Selama ini Rian tidak pernah kehilangan jejak siapapun jika ada klien yang menyuruhnya mencari keberadaan orang yang sedang di cari. Tapi dia merasa gagal karen dia tidak bisa menemukan Dea. Dan wanita itu sekarang sudah berada di hadapannya, dipelukannya. Tuan Artmaja, Oma Meta, Tante Dizah, Paman Jo, dan Tante Rahma beserta baby Lian juga langsung menghampiri Dea yang sedang berada di pelukan Rian.


" Kakak, kemana saja kau? Aku sangat merindukan mu" Lirih Rian.


Pria yang tangguh itu saat ini sedang menangis karena meluapkan rasa rindu dan bahagiannya di saat bersamaan. Seluruh keluarga bergantian memeluk Dea. Dea tersenyum bahagia melihat betapa tampan dan cantiknya adik iparnya itu.


"Aunty Dea" Teriak Pooja.


Dea langsung menoleh kearah suara yang memanggilnya. Di lihatnya Pooja, Riko , dan Priya bersama. Mereka sangat serasi. Riko tidak melepas tangan Pooja yang ingin berlari mendekati Dea. Riko menggendong Pooja agar bisa lebih cepat untuk sampai kepada Dea.


Jantung Dea berdebar dengan cepat, Dea meremas tangannya melihat pemandangan di depannya yang membuat hatinya terasa teremas dan di tusuk-tusuk. Dea menghirup napas dan membuangnya pelan demi mengatur emosi yang sedang berkecamuk di dalam dadanya.


Riko dan Pooja sudah sampai di hadapan Dea. Riko menurunkan Pooja dari gendongannya, dan Pooja langsung berhambur memeluk Dea. Dea yang melihat wajah Pooja tidak pucat lagi merasa senang. Dan apa lagi sekarang Pooja sudah bisa berjalan.


Dea menyamakan tingginya dengan Pooja, memeluknya dengan rindu.


" Hai De" Sapa Riko.


Dea menengadahkan wajahnya, kemudian dia berdiri dan menyambut tangan Riko yang ingin menjabat tangannya.


" Hai "


Riko menahan tangan Dea sebentar, hingga Dea menyentak kan tangannya.


" Ah maaf."


Seperti hilang di bawa arus sungai yang deras. Riko tidak menemukan suaranya. Padahal dia sangat ingin memeluk Dea saat ini. Tapi seakan membeku, Riko hanya mampu menatapnya.


" Papa" Panggil Pooja dan memberikan sebuket bunga untuk Riko.


Riko tersenyum kepada putri nya itu. Di pegangnya bunga itu dengan perasaan yang berdebar dan bahagia.



" De, bunga ini untuk mu" Ucap Riko sambil memberikan bunga tersebut.


Dea ragu menerimanya, karena Dea merasa tidak enak kepada Priya, istrinya Riko yang saat ini sedang menatapnya dengan tatapan tidak suka.


Dea melihat ke arah Rian dan Mera, mereka berdua mengangguk tanda menerima bunga tersebut. Dan menatapn kepada seluruh keluarganya.


" Terima bunganya Aunty" perintah Pooja.

__ADS_1


Dea melihat ke arah Pooja, dan tersenyum. Dea meraih bunga yang berada di tangan Riko. Dea belum berani menatap mata Riko, kemudian matanya beralih ke pada Pooja.


"Terima kasih cantik" Ucap Dea kepada Pooja.



" Emm, De, ini siapa?" Tanya Tante Dizah.


Dea baru tersadar bahwa dia tidak datang sendiri, melainkan dengan Tian.


" Ini Tian, teman aku Tante" Ucap Dea memperkenalkan Tian.


Rian langsung mengernyitkan keningnya saat melihat Tian. Dan fikiran Rian langsung bekerja untuk menyelidiki tentang Tian.


" Kalian sangat serasi ya, apa kalian pacaran?" Tanya Priya yang juga berdiri di dekat mereka.


Seperti hilang suara, Dea tidak tahu ingin menjawab apa.


" Doakan saja sebentar lagi kami menuju pelaminan" Ucap Tian tanpa ragu.


Dea langsung menoleh ke arah Tian dengan berbagai pertanyaan.


" Dea !" Pekik Ferdi yang baru datang.


Tanpa aba-aba Ferdi langsung memeluk Dea.


" I Miss u so much" Bisik Ferdi.


Riko sudah mengeraskan rahang dan mengepalkan tangannya melihat Ferdi langsung memeluk Dea.


Dea melepaskan pelukan Ferdi.


" Sorry" Ucap Ferdi dengan mata yang berbinar bahagia.


Ferdi langsung menyadari keberadaan Tian yang berada di sebelah Dea. Untuk menghilangkan rasa penasarannya, Ferdi langsung saja memperkenalkan dirinya kepada Tian.


Acara pertunangan Rian dan Mera menjadi acara yang sangat mengharukan karena kehadiran Dea.


Banyak yang mereka perbincangkan. Dea menggendong Lian adiknya Rian. Dan Pooja yang selalu setia di sisi Dea.


Tok..tok..tok.. ngiiiinggg..


"cek..cek..cek.."


"Ekheem.."


"Selamat malam semuanya. Hai... Heheeh"


" Saya ucapkan selamat kepada Rian dan Mera, yang telah resmi bertunangan di malam berbahagia ini. Dan semoga perjalanan cinta mereka selalu bahagia tanpa rintangan sampai di mana mereka mengikat janji suci di depan penghulu, dan para saksi mengucapkan kata SAH."


Terdengar suara bisik-bisik dari para tamu.


" Izin kan saya untuk menyumbangkan suara yang mungkin akan membuat para tamu undangan sekalian terasa sakit."


Terdengar tawa dari seluruh tamu undangan.


" Lagu ini saya persembahkan kepada seseorang yang teramat sangat saya cintai. Dea"


Dea yang di sebutkan namanya pun langsung menatap pria tersebut. Dan jantungnya yang semula berdetak cepat, saat ini berdetak semakin cepat seakan ingin keluar dan meledak.


Pria itu mengambil gitar dan mulai memetikkan setiap senar pada gitar tersebut.


Jauh dilubuk hatiku


Masih terukir namamu


Jauh didasar jiwaku


Engkau masih kekasihku


Tak bisa kutahan laju angin


Untuk semua kenangan yang berlalu


Hembuskan sepi

__ADS_1


merobek hati


Meski raga ini tak lagi milikmu


Namun didalam hatiku sungguh engkau hidup


Entah sampai kapan


Kutahankan rasa cinta ini


Jauh dilubuk hatiku


Masih terukir namamu


Jauh didasar jiwaku


Engkau masih kekasihku


Dan kuberharap semua ini


Bukanlah kekeliruan seperti yang kukira


Seumur hidupku


Akan menjadi doa untukmu


Jauh dilubuk hatiku


Masih terukir namamu


Jauh didasar jiwaku


Engkau masih kekasihku


Andai saja waktu bisa terulang kembali


Akan kuserahkan hidupku disisimu


Namun ku tau itu takkan mungkin terjadi


Rasa ini menyiksaku sungguh sungguh menyiksaku


Jauh dilubuk hatiku


Masih terukir namamu


Jauh didasar jiwaku


Engkau masih kekasihku


Kau masih kekasihku


Kau masih kekasihku


Kau masih kekasihku


Kau masih kekasihku


Jauh dilubuk hatiku


Air mata Dea jatuh tanpa permisi. Perasaan haru, senang, dan sakit hati bercampur menjadi satu. Mera merangkul Dea, dan sesekali mengelus punggung Dea


.


.


.


.


.


.


Hai readers.. Jangan Lupa yaa..

__ADS_1


LIKE + VOTE + RATE + KOMENTARNYA..


__ADS_2