Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 23 ' Bioskop'


__ADS_3

sesampai di gedung konser, mereka duduk di tempat yang di sediakan. dengan semangat Dea dan Mera melambai lambaikan dan berteriak histeris ketika idolanya melambai, bernyanyi, dan menyapa para penggemarnya.


Riko yang notaben nya tidak suka dengan lagu dari oppa oppa itu, dia hanya memperhatikan Dea dan tidak peduli dengan apa yang terjadi di panggung.


' kenapa aku tidak bisa untuk tidak melihatnya. kenapa juga aku harus ikut ke sini karena ingin menjauhkan dia dengan Ferdi ' batin Riko


acara selesai, ada sesi foto dengan penggemar. Dea dan Mera ingin ikut, tapi Ferdi melarang, karena mereka akan di pertemukan langsung dengan idolanya.


Dea, Mera, Riko, dan beberapa kru lain duduk di ruang tunggu. Dea mendapatkan panggilan, jadi dia keluar ruangan untuk menerima panggilan itu.


" bagaimana?? apa yang kau dapat?? " tanya Dea dengan orang yang d seberang panggilan .


" aku curiga dengan beberapa penjaga Yang ada di rumah itu. aku sudah mengirim fotonya, nanti kau bisa perhatikan mereka" ucap seseroang yang berada di seberang panggilan


" baiklah, terima kasih "


Dea munutup panggilannya, dan saat Dea ingin kembali ke ruangan, Dea terkejut dengan penggemar oppa oppa ganteng yang berasal dari negeri gingseng itu sedang berlari ke arahnya.


sontak Dea panik, dan tiba tiba tangannya di tarik oleh seseorang. Dea melihat sosok tubuh tinggi, dengan wangi maskulin yang menyengat yang sedang mengurung dirinya dengan posisi bersandar di dinding dengan kedua tangannya pria itu menempel ke dinding.


" kau tak apa?" tanya pria itu


dea menatap pria itu lekat, pria itu masih melindunginya dari kerumunan para penggemar oppa oppa ganteng. tiba tiba salah satu penggemar itu mendorong tubuh pria itu, yang membuat dada bidang pria itu harus menempel di wajah dea. dan de tanpa sadar memegang pinggang pria itu


" kau tak apa?? " tanya pria itu lagi.


dea yang merasa seakan kehabisan oksigen menganggung cepat agar tubuh pria itu memberi jarak di antara mereka. tapi karena para penggemar itu masih berkerumun di situ, maka sulit untuk pria itu menjauhkan diriny dari dea.


pria itu terus memandang wajah Dea yang terlihat memerah. hingga keamanan melerai kerumunan itu dan tinggallah mereka berdua yang masih dalam posisi seperti itu. hingga sebuah suara menyadarkan mereka.


" Riko , Dea ?? " ucap Ferdi yang tadi ikut melerai kerumunan para penggemar.


sontak Dea dan Riko melepas pelukannya dan salah tingkah dengan Ferdi yang menatap merek intens. Ferdi melihat sesuatu keanehan pada diri Riko. ' apa dia menyukai Dea??' batin Ferdi.

__ADS_1


di dalam ruang VVIP Mera sangat antusias dengan berfoto dengan idolanya, sedangkan Dea masih dalam mode kecanggungan yang terjadi beberapa menit lalu.


" mumpung masih sore, kita ke mall yuk. sekalian nonton" ucap Mera yang bergelayut manja di tangan Riko.


Riko hanya menanggapi dengan senyum dan melirik Dea yang juga meliriknya.


' kok jadi canggung gini sih ' batin Riko


"gue ikut" ucap Ferdi


" loh bukannya kak Ferdi masih ada kerjaan yaa di sini??" ucap Mera


Ferdi yang sadar akan profesional kerjanya pun harus berat hati untuk melepas kepergian Dea, Mera, dan Riko .


Mera menggandeng tangan Dea. sedangkan Riko berjalan di belakang mereka.


" kak, kita nonton film yuukk. ada film baru??" ucap Mera


" yukkk "


Dea dan Mera mengantri untuk membeli popcorn dan minuman.


drrttt drttt drttt


" halo "


"........"


" yaa ampuunn, gue lupa.. ya udah gue ke situ sekarang" ucap Mera dan memutuskan panggilannya


" kak Riko, kak Dea, Mera pulang duluan yaa.. ada tugas kelompok yang harus di kumpulkan besok. gak pa pa kn klo kak Dea nonton ma kak Riko aja. tiket, popcorn kn udah di beli. lagian pintu bioskopnya udah di buka. gak pa pa kn?? , kak Riko Mera titip kak Dea ya.. "


tanpa mendengar jawaban dari Dea dan Riko,

__ADS_1


" eemm, kita masuk?? " ucap Riko yang memecah kecanggungan di antara mereka.


Dea mengikuti langkah Riko, dan duduk berselang satu kursi. riko yang melihat itu merasa sedikit kesal, karena ntah kenapa dia ingin Dea duduk dekat dengannya.


" setau saya, film ini ada terselip cerita horornya!" bisik Riko yang mencondongkan badannya sedikit ke arah Dea.


Dea membelalakkan matanya dan langsung pindah ke sebelah Riko. Riko tersenyum karena triknya berhasil. padahal Riko belum pernah nonton film yang akan mereka tonton itu.


Dea menatap layar lebar, sekali kali Dea tertawa melihat adegan lucu. Riko memperhatikan wajah Dea sejak awal film di mulai. seakan akan Riko telah tersihir dengan dea. ' kenapa gue gak bisa berpaling yaa?? trus jantung gue kok deg degan gini??' batin Riko


tiba tiba Riko mengingat kata2 Rian. bahwa Dea memiliki karisma yang kuat. siapapun yang menatapnya kurang dari 1 menit, maka pria itu akan jatuh hati kepada Dea. ' gak gak, gue gak mungkin suka dengan dia. gue cuma penasaran sama kata kata Rian, makanya gue seperti tertantang dengan kata kata Rian' batin Riko.


" aaammmp" Dea menjerit dan memeluk lengan Riko. ternyata film yang mereka tonton ada adegan horornya. Riko terkejut dan tersenyum tipis melihat Dea yang ketakutan. kebohongan yang di tangkainya ternyata nyata.


Dea terus memegang lengan Riko, walaupun sudah tidak ada lagi adegan horornya. Riko tanpa sadar tersenyum melihat tangan Dea yang masih memegang lengannya.


film berakhir dan Dea baru menyadari jika dia masih memegang lengan Riko.


" eh, sorry " ucap Dea dengan wajah yang bersemu merah. untung lampu di ruangan itu belum sepenuhnya terang.


Riko masih kepikiran dengan dirinya yang selalu ingin dekat dengan Dea, dan mengingat kata kata Rian. ' gue harus buktiin kalo gue cuma merasa tertantang. tapi gimana ya??' batin Riko


mobil Riko membelah jalan kota yang mulai tidak terlalu ramai. Riko mengajak Dea makan di sate di pinggir jalan. " emm, kalo kita makan di situ dulu gak pa pa kn?" tanya Riko hati hati.


" gak pa pa sih,!! kamu masih belum kenyang ya?? tadi kan di mall kita udah makan??" ucap Dea


" emm, cuma kepingin sate aja. lagian di situ terkenal enak satenya, walaupun hanya di pinggir jalan. kamu gak pa pa kn makan di pinggir jalan??


" hah?? gak pa pa dong, aku udah biasa kali makan di pinggir jalan. yang aku heran, emangnya kamu mau makan di pinggir jalan?? tanya Dea penasaran


Riko hanya tersenyum menanggapi ucapan Dea.


" eh, den Riko. udah lama gak mampir ke sini" ucap penjual sate

__ADS_1


" iya pak, lagi banyak kerjaan " ucap Riko ramah


" kayak biasa kn den. ini non cantik mau juga satenya??" ucap penjual sate.


__ADS_2