
FLASHBACK ON
" De, Bisa kita bicara sebentar?" Ucap Riko saat melihat Dea keluar dari ruangan Pooja.
Riko dan Priya telah selesai berbicara dengan dokter. Dokter Herman menceritakan tentang Pria yang ingin mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Seorang Pria yang memegang sepetak Karton putih bertuliskan siap menjual ginjalnya berdiri di parkiran, dan Dokter Herman menghampiri pria tersebut. Ternyata pria tersebut membutuhkan uang untuk biaya kehidupan sehari-harinya. Dan Hasil dari menjual ginjalnya untuk membuka usaha dan membeli kebutuhan pokok. Dokter Herman menawarkan hal lain, yaitu mendonorkan sumsum tulang belakang pria tersebut. Dan apabila sumsum tulang belakangnya cocok, maka Dokter Herman akan membicarakan hal ini kepada Riko. Dan syukurnya sumsum tulang belakang pria yang bernama Andi itu cocok dengan Pooja. Riko akan memberikan berapapun yang di minta oleh Andi, asalkan Pooja bisa diselamatkan.
Dea menoleh kearah suara yang memanggilnya. Dan kemudian dia mengangguk kan kepalanya.
Dea mengikuti Riko menuju kantin rumah sakit. Riko memberikan segelas jus jeruk kesukaan Dea, dan segelas kopi hitam untuk dirinya.
"De, aku minta maaf." Ucap Riko.
" Untuk apa?"
Riko menarik napasnya dan menghembuskannya secara kasar. " Aku dengan egois hanya memikirkan perasaan ku, dan meminta kepada mu kesempatan kedua. Tapi sekarang aku harus menyerah untuk mendapatkan kesempatan dari mu" Ucap Riko dengan sendu.
" Aku tidak ingin menikahi Priya. Tapi demi Pooja aku akan melakukan apapun. Aku ingin menebus kesalahanku kepada Pooja. Dan jika dengan menikah dengan Priya adalah jalan untuk menebus dosaku, aku akan melakukannya." Ucap Riko dengan menatap wajah Dea dengan dalam. Dan menyimpannya di dalam memorinya, seolah dia tidak akan pernah melupakan gadis mungil di depannya yang telah meluluh lantakkan hatinya.
Dea menghembuskan napasnya pelan. " Aku tau. Dan aku tidak keberatan. Aku berdoa agar kau dan Priya bisa bahagia. Semoga kalia___"
" Kebahagiaan ku hanya bersama mu. Hanya ini yang ingin aku bicarakan. Terima kasih telah menjenguk Pooja, dan mau mendonorkan darah mu untuknya" Ucap Riko dan kemudian dia berdiri dan meninggalkan Dea sendiri.
Rasa sesak didada seakan seperti terhantam benda keras.
FLASHBACK OFF
" Sayang "
Riko rasanya ingin menguburkan dirinya di lautan terdalam mendengar Priya memanggilnya dengan kata 'sayang'.
Riko tidak menoleh sama sekali kepada Priya.
Priya mendekat ke arah Riko dan memeluknya dari belakang. Riko menghempaskan tangan Priya.
" Jangan pernah mencoba untuk merayuku." Ucap Riko sinis dan pergi meninggalkan Priya sendiri.
" Kau akan kembali menjadi milik ku. Selamanya. Dan aku tidak akan membiarkan mu kembali ke gadis bodoh itu" Gumam Priya.
Dekorasi pernikahan sudah siap. Besok adalah hari di mana Riko akan menghancurkan hidupnya. Menikahi orang yang tidak di cintainya lagi. Bahkan Riko menbenci wanita tersebut. Rasa cinta yang pernah ada, hilang bagaikan uap air yang tak terlihat lagi.
__ADS_1
Riko menghampiri kamar Pooja. Yaa, Pooja di perbolehkan pulang karena menghadiri pernikahan Riko. Dan setelah Ijab Qabul terlaksana, Pooja harus kembali ke rumah sakit.
" Anak Papa belum tidur?" Riko menghampiri Pooja yang sedang menonton film kartun di Laptopnya.
" Papa, Bolehkan Pooja menanyakan sesuatu?" Tanya Pooja ragu.
" Apa itu sayang?"
" Apa benar kalo Papa tidak mencintai Mama? Dan Papa seharusnya menikah dengan Aunty Dea? " Tanya Pooja dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Riko tidak menjawab pertanyaan Pooja, melainkan Riko meraih laptop yang ada dipangkuan Pooja dan mematikannya.
" Pooja tau? Kita sebagai umat manusia, hanya bisa merencanakan, dan Tuhan lah yang menentukan semuanya. Karena Tuhan tau yang terbaik untuk Hamba-nya." Ucap Riko.
" Apa Tuhan Pooja dan Tuhan Papa sama?" Tanya Pooja.
Yaa, Agama Riko dan Priya masih berbeda. Priya masih menganut kepercayaannya. Dan karena Pooja dari lahir sudah bersama Priya, Maka secara otomatis Pooja mengikuti Agama Priya.
" Tuhan itu hanya 1, Tapi cara menyembahnya saja yang berbeda. Sesuai dengan kepercayaan masing-masing" Jelas Riko.
" Jika Pooja sembuh, Maukah Papa mengajarkan Pooja Agama Papa? Pooja suka mendengar nyanyian saat Papa, saat Pooja berada di rumah sakit." Ucap Pooja
Riko tersenyum, Perihalnya yang dikatakan nyanyian oleh Pooja sebenarnya adalah Riko sedang mengaji.
" Pooja suka mendengarnya, Papa mau kan mengajari Pooja?" Pinta Pooja.
" Tentu saja. Papa akan mengajari Pooja tentang Agama Islam." Ucap Riko sambil memeluk Pooja.
Hari yang di nantikan Priya telah datang. Saat ini dia mengenakan kebaya putih. Dengan rambut yang di sanggul. Sungguh cantik sekali penampilan Priya. Tante Dizah tersenyum melihat kecantikan Dizah, mau hati nya menolak dan memberontak sekali pun untuk menolak Priya sebagai menantunya, tapi semua ini sudah menjadi keputusan putranya.Mau tak mau Tante Dizah harus menerima dengan lapang dada. Berbeda dengan Oma Meta dan Tuan Yoga.
Berharap ada keajaiban yang membatalkan pernikahan Riko dan Priya.
Dea datang bersama Rian, Ferdi, dan Boy. Oma Meta yang menyadari kehadiran Dea langsung memeluk Dea.
" Seharusnya kau yang berada di sana" Bisik Oma meta.
Dea hanya tersenyum dan mengelus punggung Oma Meta.
Dea melihat Tante Dizah yang sedang membawa kue, Dea pun berinisiatif untuk membantu.
__ADS_1
" Tante, Ada yang bisa Dea bantu?" Tanya Dea.
Tante Dizah sangat bahagia melihat kehadiran Dea. Kejadian yang menimpa dirinya dan Riko, masih membuat Dea berbesar hati untuk datang acara nikah Riko dan Priya, padahal itu akan menjadikan hatinya lebih sakit.
Saat Dea di dapur, Riko menghampiri Dea.
" Kau datang?" Ucap Riko yang mebuat Dea terkejut.
Di dapur kebetulan sedang tidak ada orang, karena para Maid sedang sibuk di depan. Menyambut tamu yang hadir. Walaupun hanya keluarga besar Artamaja. Tetap saja di hidangkan makanan mewah.
" Hmm "
Dea melewati Riko dengan membawa piring yang berisi kue, namun langkah Dea terhenti karena Riko memeluknya dari belakang. Untungnya piring yang di pegang Dea tidak jatuh.
" Apa yang kau lakukan" Ucap Dea dengan perasaan yang brgemuruh.
" Biarkan seperti ini. Aku ingin menghirup wangi tubuh mu, dan menyimpannya di memori ku." Ucap Riko.
Dea membiarkan Riko memeluknya, tanpa mereka sadari jika ada sepasang mata yang melihat mereka.
" Aku mencintai mu De, " Ucap Riko lirih.
" Aku tau "
Riko mengecup bahu Dea. Dea sedari tadi menahan air matanya, namun tetap saja air mata itu lolos tanpa izin.
Dea kembali menuju tempat di mana akan berlangsungnya pernikahan Riko dan Priya.
Ferdi menyadari jika wajah Dea sudah memerah menahan air matanya. Saat Riko menjabat tangan penghulu, Air mata Dea sudah tidak tahan, tanpa di sadari oleh orang lain, Dea pergi meninggalkan tempat berlangsungnya pernikahan Riko dan Priya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Mohon dukungannya yaa..
dengan cara LIKE + VOTE + RATE + KOMENNYA YAA...