
BRAAAKK..
Pintu terlepas dari kosennya, karena tendangan dari seorang pria.
" Siapa Kau" Teriak Paman Jo
Ha..ha..ha..
Terdengar suara tawa yang menggelegar.
"Bagaimana keadaan mu Dea? Aku kira kau sudah mati, ternyata Ilmu Naga itu menyelamatkan nyawamu" Ujar Pria yang mendobrak pintu tersebut.
"Kau"
" Yaaa, Aku Daus. Orang yang menginginkan nyawamu, dan juga ingin membuat mereka menderita" Ujar pria yang bernama Daus itu.
Rian menarik Mera berdiri di belakangnya, sedangkan Riko menarik Dea ke belakang tubuhnya.
" CK..CK..ck.. tapi aku rasa pertandingan ini tidak akan seru, karena kau sudah kehilangan kekuatanmu. Lagi pula itu adalah hal yang menguntungkan bukan untuk ku." Ujar Daus.
" Kalo kau berani menyentuh Dea, aku akan membuat mu membusuk di penjara." Teriak Riko.
" Oww, benarkah? Ha..Ha..Ha.."
" Seharusnya kau berfikir dulu sebelum berbicara, kalian tidak akan bisa mngelahkanku. Dan Kau, yang akan aku buat membusuk di dalam tanah." Ujar Daus.
"Tapi tenang saaja, kekasih mu tidak akan sendirian, karena aku akan membuatnya menderita dengan hidup bersamamu, dan kau juga" Tunjuk Daus ke arah Rian. " Kekasih mu itu juga akan menjadi pela**r di tempat ku. Ha..Ha..Ha.."
Rian dan Riko sudah mengepalkan tanganya, saat mereka ingin melawan, paman Jo sudah menghalangi mereka.
" Langkahi dulu mayat ku, "
" Ha..ha..ha.., dasar tua Bangka, ternyata kau sangat pintar dalam bersembunyi. Tapi bagus lah aku juga bertemu dengan mu di sini. Dan kalian semua, akan mati di tangan ku. Hiyaaaa"
Perkelahian pun terjadi, paman Jo melawan Daus dengan seluruh kemampuannya. Dea memperhatikan gerakan Daus.
" Tidak, kita semua akan mati. Dia terlalu kuat. Seharusnya aku tidak digigit oleh ular" Gumam Dea
Mera memeluk Dea dengan erat.
AKHHHRRGG....
Paman Jo tersungkur dan sudah banyak mengeluarkan darah dari mulutnya. Boy dan Rian melawan secara bersamaan, tapi mereka juga terpental di buat oleh Daus. Riko mulai melawan, dan Dea melihat gerakan Riko yang berbeda dari awal mereka bertemu.
Rian kembali berdiri dan membantu Riko. Tapi memang Daus sangat kuat dan hebat. Bahkan Daus belum menerima satu pukulan pun dari mereka bertiga.
" Fokus" Teriak Dea.
Rian dan Riko mencoba untuk fokus, begitu Boy menyerang, kesempatan bagi Rian untuk melawan dari arah lain, dan Riko juga melawan dari arah yang lain.
BUUGG.. BRUUKK..
Daus terkena pukulan dan tersungkur.
Daus memusatkan mata dan fikirannya. Saat Boy maju menyerang, Daus menendang perutnya membuat boy terlempar dan tersungkur, bahkan Boy sudah memuntahkan banyak darah.
__ADS_1
Rian yang melihat itu langsung mencoba mencari kesempatan bersama Riko. Tali sayang, Daus mematahkan Tangan Rian, Hingga membuat tukangnya merobek daging dan keluar. Darah pun mulai mengalir deras.
" TIDAAAAKKKK" teriak Mera dan berlari ke arah Rian.
Dea yang melihat itu segera membuka blazer yang di kenakannya, Dea manarim tangan Rian untuk memasukan Kembali tulang tersebut .
KRAAAAAKK
" AAAAAAA" Teriakan Rian membahana bagaikan singa.
Dengan cepat Dea mengikat tangan Rian.
Dea seperti kehilangan akal sehatnya, Dea berlari dan ikut melawan Daus.
" Kak Dea " Teriak Mera.
Riko yang melihat itu, Langsung melindungi Dea dari pukulan Daus.
BUGG..
AAHH
Punggung Riko terkena pukulan Daus, dan Riko memuntahkan darah segar.
Dea meraba punggung Riko, untungnya tidak ada retak ataupun tulang yang patah.
Dea memeluk Riko hingga mereka terduduk.
" Kau harus kuat, kau harus bangun. Dengar aku.." Ujar Dea di Isak tangisnya.
Riko sudah melemah, pandangannya pun sudah mulai kabur.
" Tutup mata mu, dan dengarkan aku. Kau bisa mengalahkannya. Kau hanya perlu melawan dia sepeti melawan seorang wanita. Buat dia frustasi karena tidak dapat memukul mu. Ingat kau harus fokus dan pusatkan fikiranmu di setiap gerakan nya. Saat yang tepat kau dapat melumpuhkan dia" Ujar Dea.
" Sekarang buka mata mu"
Riko masih memejamkan matanya.
" Buka mata mu atau aku tidak akan menikah dengan mu" Teriak Dea.
Seperti mendapatkan tenaga, Riko membuka matanya. " Kau janji akan menikah dengan ku?" Tanya Riko lemah. Dea menganggukkan kepalanya.
" Kita akan menikah besok" Ujar Riko yang diangguki oleh Dea.
" Janji?"
" Iya aku janji" Uhar Dea.
Dan seperti mendapatkan kekuatannya, Riko kembali berdiri dengan tegak secara perlahan dan menahan rasa sakitnya.
Daus yang saat itu sedang tertawa bahagia melihat musuhnya KO dalam beberapa menit, menjadi kesal.
Riko maju dan memberikan satu pukulan pancingan agar Daus menyerang. Dan benar saja, Daus menyerang, Riko melawan Daus dengan mengelak setiap pukulannya.
Daus sudah mulai terlihat frustasi, Dia sudah berteriang dan mengerang marah. Dan.
__ADS_1
BUUUGG, BAAAGGGHH BUUUGG
pukulan dan tendangan mendarat ke atas Daus. Dia pun terpengkal dan terlempar. Hingga tubuhnya membentur tembok. Darah segar pun sudah di mutahkannya, Dia kembali berlari ke arah Riko, dan sekali tendangan Riko berikan, Daus kembali terpental dan mengenai Kaki kursi.
BRAAKK..
Rian menarik tengkuk Mera agar Mera tidak melihat keadaan Daus.
Daus terpental mengenai kaki kursi dari besi, dan kaki kursi itu menembus dari bagian punggung ke bagian perut Daus. Daus kembali memuntahkan Darah segar dan terlihat dia sedikit kejang. Lalu kepalanya jatuh terkulai, Daus mati mengenaskan dalam keadaan duduk dan tertusuk.
Riko membalik ke arah Dea, dan mantap Dea penuh cinta. Riko merentangkan kedua tangannya, dan Dea berlari memeluk Riko.
" Aku mencintai mu Dea" Lirih Riko.
Belum sempat Dea menajwab, terdengar suara teriak dari seorang wanita.
" DEAAA"
Dea melepaskan pelukannya dan melihat kearah sumber suara.
DOORR
Satu tembakan terdengar. Peluru yang keluar dari mulut pistol pun melesat cepat.
Beesstt...
"Argh"
Tubuh Dea sedikiy terguncang, dan Dea langsung merasakan kebas dibagian dada dadanya sebelah kiri. Dea menyentuh dadanya dan melihat darah yang berada di tangannya.
Riko langsung menyambut tubuh Dea yang hampir terjatuh. Napas Dea mulai tersenggal.
Boy langsung melepas sepatu kearah tangan Priya yang memegang pistol. Pistol pun terjatuh. Dengan cepat dan menahan rasa sakitnya, Boy mengejar Priya.
Yaa, wanita yang menembak Dea adalah Priya.
Beberapa Orang yang mendengar suara tembakan, langsung masuk kedalam gedung. Dan melihay keadaan gedung yang sudah kacau balau. Untungnya mobil ambulance yang memang selalu stand by saat pertandingan pun belum beranjak dari sana.
Dea, Rian, Paman Jo, di larikan ke rumah sakit. Mera membawa mobil sendiri dengan Boy sebagai penumpangnya. Mera mengikuti ambulance dengan kecepatan penuh. Membuat Boy berdoa dalam hati agar tidak mati sia-sia.
Ketika sampai di rumah sakit, Mera berteriak untuk membawa Boy juga ke dalam UGD. Mera menghubungi Papinya. Tuan Yoga.
Tuan Yoga pun langsung bergegas menuju ke rumah sakit saat mendapatkan kabar dari Mera.
Sedangkan Priya, Dia sudah di amankan oleh polisi.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hai, Mohon dukungannya yaa..
Like dan votenya terima kasih..