
jam sudah menunjukkan pukul 4, Dea bersiap ingin pulang, tetapi Rian mengajaknya untuk makan bakso dulu sebelum pulang. dan Disni lah mereka, sedang memakan bakso dengan nikmatnya, tanpa ada perbincangan sedikitpun.
FLASHBACK ON
drrrttt drrrttt drrrtt
'tolong tahan Dea untuk tidak pulang dulu, kalo bisa habis magrib saja kalian pulangnya', pesan dari paman Jo kepada Rian.
'tumben papa SMS suruh jangan pulang, pasti ada yang tidak beres dengan masalah kemarin. hmm... apa ini semua ada sangkut pautnya dengan kak Dea??', batin Rian sambil memandang Dea yang sedang tertawa bersama Lula dan Kevin.
Flashback Off
"emm, kak ", ucap Rian untung menghilangkan keheningan di antara mereka.
"hmm ", jawab Dea sambil menyrusup kuah bakso nya.
"habis ini kita ke mesjid yaa, aku tadi ujian, trus ada nazar kalo ujian ujiannya berhasil, aku mau solat sunah di situ", ucap Rian mencari alasan agar mereka bisa pulang sehabis magrib.
Dea menghentikan makannya , dan memandang wajah Rian dengan intens.
"tumben !!, biasanya kalo nazar puasa dulu trus baru solat sunah ke mesjid", tanya Dea yang agak sedikit curiga dengan ajakan rian.
"eehhh, emmm..it..itu.. tadi ujiannya dadakan kak, makanya gak sempat puasa", ucap Rian masih mencari alasan agar kebohongannya tidak diketahui Dea.
"hmm.. baiklah.. skalian aja kita solat magrib di sana", ucap Dea santai sambil memakan kembali baksonya yang tinggal sedikit lagi.
d waktu yang sama, di tempat yang berbeda.
"ada apa lagi kalian datang ke sini ??", ucap paman Jo yang sekarang berada di ruang tamu bersama tuan yoga dan Oma meta.
pagi tadi paman Jo sengaja menyuruh salah satu anak didiknya untuk mengikuti Dea, dan jika ada orang yang mencurigai atau ada orang yang berpakaian bagus, layaknya orang kaya, harus di tahan untuk tidak mendekati Dea. karena paman Jo yakin, mereka pasti ingin menemui Dea, dan paman Jo tidak ingin terjadi apa-apa kepada Dea.
benar saja filling paman Jo, mereka ingin menemui Dea di toko buku, sayangnya rencana mereka untuk bertemu dengan Dea di gagalkan oleh anak didik paman Jo.
"hmm.. kami memang salah, tapi setidaknya biarkan kami menebus semua kesalahan kami kepada keluarga bang Joko.." Diam sejenak, "dan juga Dea", ucap tuan yoga kepada paman Jo , yang saat ini menatap mereka dengan menahan emosi.
__ADS_1
"sudahlah, tidak ada lagi yang perlu kalian tebus, semua sudah jelas. kesetiaan kami dulu tidak pernah kalian anggap". ucap paman Jo sambil membuang pandangan ke arah luar.
"setidaknya beri kami kesempatan. kami ingin menebus semua kesalahan kami.. ibuk mohon jo .. hiikks hikks.. ", ucap Oma meta yang sudah duduk di samping paman Jo dan memegang tangan paman Jo yang tergenggam erat di atas lututnya.
tak ada respon apa pun dari paman Jo. hening ... dan hanya terdengar suara Isak tangis dari Oma meta.
tak lama paman Jo mengambil nafas dalam, dan menghembuskannya pelan.
"baiklah, beri saya waktu untuk menjelaskan semua ini kepada dea", ucap paman Jo.
______
seminggu sudah berlalu kejadian Oma meta memohon kepada paman Jo. tapi paman Jo belum menjelaskan apapun kepada Dea sampai saat ini.
paman Jo masih butuh waktu, atau paman Jo tidak tau harus memulai semuanya dari mana.
paman Jo memandang kearah halaman depan, yang dipenuhi dengan mawar kesukaan Dea, saat ini paman Jo sedang menatap punggung Dea dan istrinya Tante Rahma, yang sedang asik berkebun.
tak selang berapa lama masuk lah mobil mewah hitam ke halaman rumah mereka. paman Jo langsung berdiri dan menyuruh istrinya untuk masuk kedalam bersama Dea.
turun lah seorang laki-laki yang mengenakan jas hitam, yang usianya kira kira hampir sama dengan paman Jo. laki-laki tersebut berjalan dan mendekati paman Jo.
paman Jo masih terdiam dan memandang terkejut pria yang berdiri di depannya saat ini.
"Jo ", suara pria itu kembali menyadarkan paman Jo.
"aahh yaa", ucap paman Jo sambil menerima jabatan tangan pria tersebut.
mereka duduk di ruang tamu, dan berbincang ringan untuk menghilangkan kegugupan diantara keduanya.
"kau masih terlihat sama Jo" ucap pria itu sambil meminum tehnya yang tadi di suguhkn oleh Tante Rahma.
"aku masih menjaga pola makan dan kesehatan ku, jadi tentu saja aku masih terlihat muda", ucap paman Jo sambil tertawa ringan. "kau sendiri bagaimana Udin?? kau sudah berubah sekali, sudah seperti orang-orang kaya!!" ucap paman Jo di sela tawanya tadi.
yaa.. Udin, pria yang datang menjumpai paman Jo adalah Udin. sahabat paman Jo dulu saat mereka bekerja dengan Oma meta.
__ADS_1
"aku tau tujuanmu kesini, jika kau ingin membujuk ku, sudahlah lupakan saja, aku tidak ingin membenci sahabt ku" ucap paman Jo sambil meletakkan cangkir teh yang tadi sempat diminumnya sedikit.
"aq kesini bukan untuk membujukmu, tapi jika apa yang aq katakan kepada mu, dan menurut mu adalah sebuah bujukan, maafkan aku. aku hanya ingin menyampaikan kabar, bahwa ibuk meta saat ini berada di rumah sakit". ucap Udin kepada paman Jo.
"assalamualaikum ", ucap Dea dan Rian bersamaan.
paman Jo yang sedang termenung tidak menyadari kehadiran Dea dan Rian. sampai Rian melambai lambaikan tangannya di depan wajah paman Jo.
"pa.. pa.. kok melamun sih". ucap Rian sambil mencium punggung tangan paman Jo .
"eh, eng.. enggak kok, sudah pulang? dari mana sampai jam segini baru pulang?" tanya paman Jo untuk mengalihkan pertanyaan Rian tadi
"kami tadi ke mesjid, Rian kepingin solat sunah di sana tadi katanya, yaa udah sekalian aja kami solat magrib di sana". ucap Dea sambil mencium punggung paman Jo .
"kalo gitu ganti baju kalian dulu, trus kita makan malam yaa..", ucap paman Jo kepada Rian dan Dea
"iya paman"
"iya pa"
ucap Dea dan Rian bersamaan
di meja makan mereka makan dengan tenang, sebelum suara paman memecahkan keheningan mereka.
"Dea, besok kamu ikut paman ya.. izin sehari gak usah masuk kerja dengan lula, bisa kn??" tanya paman Jo kepada Dea.
"iya paman, nanti Dea kabari Lula", jawab Dea
mereka pun melanjutkan makannya...
keesokan paginya, Dea dan paman Jo berangkat ke suatu tempat. dimana paman Jo harus menceritakan semuanya kepada Dea.
"Dea, kamu sudah besar, sebenarnya paman tidak ingin menyembunyikan apapun dari kamu nak", ucap paman Jo sambil mengelus rambut Dea, dan menatap pandangan luas di depan matanya..
yaa, mereka saat ini berada di sebuah bukit. bukit dimana paman Jo selalu menyendiri di saat paman Jo mengingat kejadian di masa lampau.
__ADS_1
"paman tidak ingin ....
ingin minta like dan votenya yaa readers sayang...