
Riko dengan cepat langsung membenarkan posisinya dan meminta Udin untuk bertukar posisi dengan nya.
Entah bagaimana, ada terbesit senyum tipis di bibir Oma meta. melihat kejadian tadi.
Riko memaki dirinya sendiri. ' Dasar Bodoh, kenapa bisa sampai jatuh sih. Apa yang Akan di fikirkan anak kecil itu, sungguh menjengkelkan' sungut Riko dalam hati.
sesampainya di bandara, mereka sudah di sambut oleh Tante dizah yang sudah menunggu kedatangan Mereka.
" apa kabar mi " tanya Tante dizah kepada Oma meta
" baik sayang "
mata Tante dizah langsung menangkap seorang gadis imut yang berdiri di samping Oma meta.
" Dea ??" tanya Tante meta kepada Dea.
" i..iya tante, saya Dea "
Tante Dea langsung memeluk Dea hangat. entah apa yang Dea fikirkan. tapi yang dirasakannya dia merasakan kelembutan dan kehangatan secara bersamaan.
" saya Tante khadizah, panggil saja Tante dizah yaa!" ucap Tante dizah sembari memperkenalkan dirinya.
"eheem"
Tante dizah dan Dea langsung menoleh ke arah suara tersebut.
" loh, kok kamu bisa bareng sama papa?? bukan nya kamu lagi di Malaysia??"
Riko hanya mencium pipi mama nya dan mengedipkan mata sebelah.
Mobil yang di tumpangi Dea berhenti di depan pagar besi yang menjulang tinggi. didalamnya terdapat rumah megah yang besar bak istana.
Dea turun dari mobil sembari melihat rumah yang sangat besar. bahkan di sinetron - sinetron tv yang sering di tontonnya pun tidak sebesar rumah yang di lihatnya sekarang. tanpa di sadari nya mulutnya terbuka menganga melihat keindahan di depan matanya.
" gak usah besar - besar buka mulutnya, ntar pesawat bisa kesedot ke dalam mulut lo " bisik Riko saat melewati Dea.
"dasar norak"
Dea pun langsung menutup mulutnya rapat dan mendengus kesal kepada Riko.
" Dea sayang, mulai sekarang rumah ini juga rumah kamu. jadi kamu jangan segan - segan yaa.. oh yaa, kalau kamu perlu apa - apa, kamu tinggal minta tolong aja dengan maid ya." ucap Oma meta
"iya Oma"
" hai "
Dea pun menoleh kearah sumber suara yang sepertinya sedang menyapa dirinya.
" hai "
" Mera " sambil mengulurkan tangannya kepada Dea untuk berjabatan.
Dea pun menyambut tangan Mera dengan senyuman.
" Dea "
" so, jadi sekarang aku udah punya kakak dong" ucap Mera sambil memeluk lengan Dea.
Dea tersenyum kikuk Karena masih cangung dengan suasana barunya
__ADS_1
" ini Mera, adiknya Riko. " ucap Tante dizah
" oooo "
" ayoo, aku antar ke kamar kak Dea "
Mera pun menarik tangan Dea untuk mengikutinya menuju kamarnya.
" naahh , ini kamar kak Dea, yang sebelah di sana itu kamar aku kak"
Dea pun kembali menganggukkan kepalanya .
" ayok masuk kak " ajak Mera
Dea kembali terpesona dengan suasana kamarnya. warna pink muda yang lembut menghiasi tempat tidurnya yang berukuran besar.
" selamat datang dan semoga kak Dea betah ya tinggal di sini " ucap Mera
" terima kasih "
" kalo gitu, kak Dea istirahat dulu. oke "
Mera pun meninggalkan Dea di kamarnya.
'waahh.. ni kamar bagus banget..ada kamar mandinya di dalam.. waahhh kamar mandinya sebesar kamar gue di kampung.. buseet dah.. kaya bener ni keluarga Artmaja. hmmmm ' batin Dea yang melihat seisi kamarnya.
Dea merebahkan dirinya di kasur. ' lembut banget, beda banget ma kasur gue yang dulu. bisa - bisa sering telat bangun gue kalo tidur di sini. kamar ber AC, kasur empuknya minta ampun.. ya Allah, kuatkan iman hamba'
tok tok tok..
" kak Dea"
dilihatnya Dea yang tertidur pulas di sofa. Mera hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
" kak Dea, bangun yuukk.. kita makan malam dulu"
" malam??, sudah malam?? " Dea terkejut dan langsung terduduk.
" iya kak, sudah jam 7 malam "
' ****** gue, lewat deh ashar ma magrib' batin Dea
" emm iyaa, Mera duluan aja, kakak mau ganti baju dulu "
" oke "
Dea turun menuju ruang makan. di sana sudah ada Om yoga, Oma meta, Tante dizah, Riko, Mera, dan seorang pria tampan yang sedang tersenyum kearah nya.
'eh, kok gue jadi deg degan ya liat senyum tu cowok' batin Dea.
" mari dudu Dea " titah om yoga
Dea pun menarik kursi di sebelah Mera. yang berhadapan dengan Riko.
" hai " sapa pria tampan yang di samping Riko.
Dea pun hanya melempar senyumnya menanggapi sapaan pria tampan itu.
' ya ampun, ganteng banget sih. beda banget ma tiang listrik di depan gue, gak ada ramah ramahnya' batin Dea
__ADS_1
" Dea, itu nama nya ferdi. dia sepupu Riko. brarti dia juga sepupu mu" ucap Om yoga
Dea pun tersenyum menanggapi perkataan om yoga.
' bener - bener tampan tu orang dengan senyumnya ' batin Dea sambil melirik ke arah Ferdi
mereka pun makan dengan hikmat. hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu.
selesai makan Dea berencana mau mencari udara segar ke halaman belakang rumah mereka, yang terdapat kolam renangnya.
' waahh... bagus banget ni kolam, bisa sering - sering gue berendam di sini' batin Dea sambil tersenyum dan berencana ingin merendamkan kakinya ke dalam kolam
" awas kelelep pendek "
tiba tiba suara bariton di belakang Dea mengejutkan dan membuyarkan lamunan Dea.
Dea hanya meliriknya dan tidak berencana menanggapi ucapannya.
' muncul dari mana sih ni orang' batin Dea
Riko perlahan mendekati Dea dan merendahkan kepalanya kedekat telinga Dea.
" hati - hati di dekat kolam ini kalo malam2, sering ada hantunya " bisik Riko lagi saat ingin meninggalkan Dea .
Dea membelalakkan matanya dan buru - buru membalikkan badannya. tapi naas saat Dea membalikkan badannya dia menabrak tubuh Riko yang masih ada di sampingnya dan ..
huupp...
manik mata mereka bertemu, tangan Riko memegang pinggang Dea, dan tangan Dea meremas baju kaos riko.
yaa, Dea menabrak tubuh Riko dan hampir terjatuh kedalam kolam.
" Lo bisa berenang??" tanya Riko
Dea mengganggu klan kepalanya , dan..
Byuuurrr...
aahhmmphmm....
Ha HAH AHAHHA HAHHAHA
tawa Riko menggelegar memenuhi sekeliling kolam renang hingga masuk ke dalam ruang tengah yang berdekatan dengan kolam renang.
sontak semua orang yang berada di dalam keluar untuk melihat apa yang terjadi dengan Riko.
" DEAA " teriak Tante dizah..
Dea yang sudah berenang ke tepi langsung di sambut oleh Ferdi yang ikut keluar karena terkejut mendengar suara Riko.
Mera langsung memberikan handuk kepada Dea untuk menutupi tubuhnya yang habis kebasahan. Dea menatap sinis Riko. rasanya ingin sekali dia menghajar habis - habisan pria yang menjulang tinggi itu.
" kamu gak papa kan Dea " tanya Tante dizah khawatir.
" gak pa pa Tante " ucap de bergetar karena dingin.
" ulah kamu ini Riko??" tanya Tante dizah
Riko hanya mengendikkan bahunya dan berlalu pergi dengan mengulum bibirnya yang menahan tawa.
__ADS_1