Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 16 ' Tolong Jelaskan '


__ADS_3

" mas.. mas,.. tempat bakso terdekat dan terenak di sini mana ya?? " tanya Dea sambil menepuk bahu tukang ojek


" di depan belok kiri ada yang terkenal mbak, "


" saya turun di situ aja yaa, mas nya lanjutin aja ikut map-nya, nanti saya bayar full. " titah Dea.


tukang ojek pun mengikuti permintaan Dea.


Dea memesan bakso spesial, dan menuangkan cabai rawit yang banyak. saat ini hatinya dan jiwanya penuh dengan amarah dan emosi. jadi Dea meluapkannya dengan memakan bakso yang extra pedas.


sedangkan di kediaman Artmaja, Riko sudah di hadapkan dengan papanya dengan wajah yang serius. dan siap menerkam Riko.


" mana Dea " tanya Tuan Yoga


" Riko gak tau pa, tadi saat Riko keluar ruangan Dea sudah tidak ada lagi di mejanya " jawab Riko malas.


" trus maksud kamu mengatakan Dea calon istri apa? "


" APPAAA?? CALON ISTRI?? " teriak Oma histerik sambil berlari mendekatkan dirinya dengan tuan yoga dan Riko


" Riko gak sengaja Oma , papa, tadi si Viona datang dan seperti biasa. dia selalu mebuat keributan. jadi karena Riko sudah lelah dengan ulahnya dan kebetulan Dea berada di dekat Riko, yaa Riko bilang aja dia calon istri Riko. tapi itu hanya untuk mengusir dia, bukan untuk benar benar Riko jadikan istri " jelas Riko


" yaa ampun Riko.. bisa bisanya kamu yaa!! sekarang mana Dea?? " tanya Oma sewot


" gak tau Oma... Riko gak tau di mana dea. tadi Dino bilang dia buru buru pergi dan menghiraukan panggilan Dino. dan saat Riko tanya sama satpam kantor, Dea pergi dengan tukang ojek" jelas Riko lagi


" pokoknya Oma tidak mau tau, kamu harus cari Dea. bisa bisanya kamu membuat Dea terkejut seperti itu. kalo kamu mau menikah dengan Dea, seharusnya kamu bilang dulu sama Oma, papa, dan mama mu. jadi kami bisa menyiapkan semuanya. "


sontak Riko membelalakkan matanya mendengar perkataan Oma.


" oke, jika kamu memang menginginkan Dea menjadi istri mu, papa akan menghubungi paman Joko. dan meminta restu padanya. "


Riko langsung berlari kearah papanya dan memohon kepada papanya. bahwa semua ini salah paham. dan tidak ada niatnya untuk menikah dengan Dea.


tiga puluh menit sudah berlalu. tapi Riko masih merayu kepada papa dan Omanya untuk tidak menikahkan dirinya dengan Dea, sampai sebuah suara menghentikannya.


" assalamualaikum "


" walaikumsalam, Dea kamu sudah pulang nak ??" tanya Tante dizah yang berjalan menghampiri nya


" Dea, kemari nak " panggil tuan yoga


Dea yang melihat Oma meta dan tuan yoga yang sedang duduk di sofa, dan Riko yang duduk di lantai sambil memegang lutut tuan yoga.


" duduk nak " titah tuan yoga.

__ADS_1


Dea menuruti perintah tuan yoga dan mendudukkan dirinya di sofa yang berhadapan dengan mereka.


" apa kau bersedia menikah dengan Riko ??" tanya Oma tanpa basa basi


"Apaa??" Dea membelalakkan matanya dan menatap tajam Riko. dan kembali menatap Oma dengan mata yang sendu dan penuh kebingungan.


" Oma, Riko mohon.. "


" diamlah Riko, Oma tidak berbicara dengan mu " potong Oma


" Dea, jawab sayang !!" tanya Oma meta


Dea menghirup oksigen sebanyak mungkin dan menghembuskannya perlahan.


" maaf Oma, om, Dea tidak mencintai Riko. dan Dea tidak bisa menikah dengan orang yang tidak Dea cintai. Dea memaklumi perlakuan Riko tadi saat di kantor, dan Dea mengerti tujuan Riko berkata seperti itu. tapi Dea mohon jangan menganggap serius perkataan Riko " jawab Dea tenang


Riko langsung menghembuskan nafas lega. karena tidak hanya dia yang menolak, tapi Dea juga menolak untuk di nikahkan.


" hmm... baiklah Dea, tapi apa bisa kalian menjelaskan tentang ini?? " tuan yoga memberikan sebuah foto. di mana Riko sedang memeluk Dea di depan kantornya.


Dea dan Riko membelalakkan matanya melihat foto itu.


" papa it..itu itu tidak seperti yang terlihat, itu itu...."


" maaf om, foto itu mungkin tidak terlihat seperti kenyataannya. saya saat itu sedang memakai high heels, dan ketika saya menaikin anak tangga, saya hampir kehilangan keseimbangan badan saya. dan untngnya ada Riko di belakang saya, dan dia menangkap saya. hanya itu yang bisa saya jelaskan " ucap Dea dengan tenang walaupun matanya menatap tajam riko.


" baiklah, jika memang begitu kenyataannya. papa percaya dengan kalian. tapi ingat, mulai sekarang jika kalian tidak ingin di nikahkan maka kalian harus berhati hati dalam bertindak." kemudian tuan yoga menatap Riko " kamu mengerti maksud papa kan riko " ucap tuan yoga penuh dengan tekanan.


Riko menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


" oh ya Dea, dari mana saja kamu nak, kenapa baru pulang jam segini??"


" ooohh, itu.. itu.. " Dea berfikir sambil mencari alasan yang tepat. " itu Dea sengaja pulang duluan agar tidak menambah gosip jika Dea pulang bareng dengan Riko. dan pada saat di jalan Dea mampir untuk makan bakso. " jelas Dea dengan gugup.


" hmm, sekarang ganti baju mu, dan kita makan malam bersama yaa " titah Oma meta


" eemm itu Oma, Dea sepertinya masih kenyang. jadi Dea mau langsung istirahat saja Oma." jelas Dea


" baiklah "


Dea pun berdiri setelah permisi kepada tuan yoga dan Oma meta untuk kembali ke kamarnya.


sesampainya di kamar Dea langsung membersihkan dirinya di bawah shower untuk menenangkan emosinya yang kembali bergejolak ketika melihat Riko.


selesai mandi, Dea langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur. dan tak lama Dea pun terlelap.

__ADS_1


" apa kau siap menikah dengan ku??" tanya Riko..


" pergi lah dari hadapan ku " ucap Dea mengusir Riko


" ayoo lah, jangan malu malu, " sambil memonyongkan bibirnya untuk mencium Dea


" pergi ku bilang ... PERGIIIII "


tok tok tok


" kak Dea, apa kau baik baik saja??" teriak Mera dari balik pintu kamar


' syukuurr lah, ternyata hanya mimpi.. ' batin Dea sambil mengatur napasnya yang seperti orang baru siap berlari


" iiyy iyyaa Mera, aku baik baik saja "


" cepat lah turun, semua sudah menunggu "


" baik lah, sebentar lagi aku akan turun "


Dea langsung bergegas ke kamar mandi dan menyelesaikan mandi kilatnya.


" kau baik baik saja sayang? "tanya Oma meta


" iyaa Oma "


" lalu kenapa kau berteriak?? "


" eemmm, itu Oma.. aku bermimpi gundoruwo.. badannya besar dan tinggi, iihh seram Oma " ucap Dea sambil melirik ke arah Riko.


" besar tinggi?? kenapa mirip dengan ciri ciri seseorang yaa kak ?? " celetus Mera sambil melihat ke arah Dea dan Riko.


Dea hanya mengendikkan bahunya. seolah olah tidak tahu apa yang di maksud oleh Mera. Riko yang mengerti akan maksud Mera melirik ke arah Mera dan Dea untuk mengetahui interaksi mereka.


" om, Dea duluan yaa..."


" loh, gak pergi sama Riko aja?? kalian kan sekantor " tanya tuan yoga


" gak usah om, biar jangan makin parah gosipnya. "


" hmm , kalau begitu kamu di antar dengan supir oma saja. "


" gak usah oma, Dea naik ojek online aja"


" tidak ada penolakan. ini perintah " titah tuan yoga.

__ADS_1


" baiklah " jawab Dea lesu sambil menundukkan wajahnya.


__ADS_2