Gadis Mini Milik Ceo

Gadis Mini Milik Ceo
Bab 11 ' Jalan - Jalan '


__ADS_3

" ulah kamu ini Riko??" tanya Tante dizah


Riko hanya mengendikkan bahunya dan berlalu pergi dengan mengulum bibirnya yang menahan tawa.


* RIKO *


" mama mana p


" itu di taman, ada Ferdi juga baru datang"


aku pun melangkahkan kaki menuju teras depan. kulihat Ferdi sedang tertawa dengan mama ku.


" Mama cari Riko? "


" hai bro " sapa Riko kepada Ferdi yang menuju kearahnya dan bersalaman ala cowok


" iya, mama mau minta tolong ke kamu "


" minta tolong apa ma?? "


" besok kamu temenin Oma ya cek up. mama harus ke butik, besok anak perdana Mentri mau fitting baju."


" oke "


" Dea juga ikut nanti temenin Oma "


" WHAT ?? "


" iyaa, jadi besok kamu bisa sekalian bawa dia jalan2 keliling kota Jakarta "


" suruh Mera aja ma ajak dia "


" Mera kuliah "


" tu tu tu ada si ferdi, suruh ma Ferdi aja "


" Ferdi besok mau ke Korea, pokoknya besok kamu harus bawa dea titik ".


kami menunggu Dea yang belum bergabung di meja makan. meta turun dan bilang kalo Dea baru bangun tidur.


' dasar kerbo ' batin ku


tak lama dia pun turun, dan kulihat Ferdi tersenyum lebar melihat Dea. setelah dia menyapa Dea, dia berbisik kepada ku dan berkata " imut " .


' imut apanya?? norak iyaa !!' batin ku.


aku melangkahkan kaki ku ke gazebo dekat kolam renang. aku sedang melakukan panggilan dengan rekan bisnisku yang dari Malaysia. saat panggilan berakhir, aku melihat Dea keluar kearah kolam renang.


' mau ngapain tu anak senyum senyum sendiri'


' ngapain juga dia berdiri ke dekat kolam, kalo nyemplung gimana?? ni kolam dalamnya kan 2 meter. kalo nyemplung bisa langsung kelelep tu orang, secara badannya kecil gitu. ' batin Riko


aku pun melangkahkan kaki untuk mendekat ke arahnya.


" awas kelelep pendek "

__ADS_1


terlihat Dea terkejut mendengar suara ku tanpa menoleh ke arah ku.


aku pun perlahan mendekati Dea dan merendahkan kepala ku kedekat telinganya.


" hati - hati di dekat kolam ini kalo malam2, sering ada hantunya " bisik ku dan melihat reaksi dia sebelum aku meninggalkan dia di tepi kolam.


tapi tiba - tiba saja dia membalikkan badannya dan menabrak dada ku.


huupp...


aku dengan refleks menangkap badannya, manik mata kami bertemu, sat ini tangan ku memegang pinggang Dea, dan tangan Dea meremas baju kaos yang ku kenakan.


ntah kenapa aku merasa detak jantungku berdetak lebih kencang. sehingga aku merasa kekurangan oksigen si sekitarku.


" Lo bisa berenang??" tanya ku


dan Dea menganggukkan kepalanya, ku lepaskan tangan ku dari pinggangnya, dan...


Byuuurrr...


aahhmmphmm....


Ha HAH AHAHHA HAHHAHA


sontak aku tertawa melihat aksinya kelelep, tapi gerakannya untuk berenang memang bagus, dia langsung bisa menguasai tubuhnya yang kecebur ke dalam kolam. dia pun berenang ke arah tepi.


ku lihat mama, Mera, dan ferdi keluar sambil berlari. dan ku yakin tawa ku pasti sampai ketelinga mereka.


" DEAA " teriak mama


Mera langsung memberikan handuk kepada Dea untuk menutupi tubuhnya yang habis kebasahan. kulihat Dea menatap sinis kepadaku. tatapannya seakan ingin membunuh ku. ha ha ha ha lucu sekali wajahnya


apa?? lucu?? tidak tidak tidak . dia terlihat lucu karena seperti bebek yang kebasahan. ha ha aha


" kamu gak papa kan Dea " tanya mama khawatir.


" gak pa pa Tante " ucap dea bergetar karena dingin.


" ulah kamu ini Riko??" tanya mama kepadaku


aku hanya mengendikkan bahu dan berlalu pergi dengan mengulum senyum di bibirku yang menahan tawa.


Di dalam kamar, entah kenapa bayangan Dea yang berada dalam pelukanku tadi selalu menghampiri ingatan ku. dan setiap mengingat itu, jantungku berasa berdebar cepat.


'Ini mungkin karena aku tidak pernah sedekat ini dengan seorang wanita.' batin ku


* AUTHOR *


Dea bangun subuh seperti biasa, mandi dan mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat subuh.


Dea membuka jendela kamarnya dan dia melihat Udin dan beberapa bodyguard berlari mengitari halaman belakang rumah.


" hmm, kalo ikut olah raga bareng paman Udin kayaknya seru juga" gumam Dea


" Dea !! mw k mana kamu sayang ??" sapa Tante dizah saat melihat Dea turun.

__ADS_1


" pagi Tante, Dea mau menghirup udara segar aja di luar. eemm Tante masak apa?? mau Dea bantuin???" tanya Dea


" boleh kalo kamu gak keberatan "


Makanan sudah terhidang di atas meja makan.


" siapa mi yang masak?? " tanya tuan yoga


" tadinya Dea cuma bantuin mami masak, eh gak taunya mami yang bantuin Dea masak "


" waahh Dea, ternyata kamu pintar masak yaa" puji tuan yoga


" sering bantuin Tante Rahma juga om sewaktu di kampung, jadi bisa dikit2 lah " jawab Dea sembari tersenyum manis.


semua keluarga sudah berkumpul di meja makan, dan mereka makan sambil memuji masakan Dea. terutama Oma yang sangat bersemangat sekali mengatakan kalo Dea adalah menantu idaman.


" Dea, nanti kamu pergi temeni Oma check up ya.." titah Tante dizah


" iya Tante "


" nanti kamu perginya di temeni dengan Riko "


uhuukk uuhuukk


Mera yang berada di samping Dea langsung memberikan air putih kepada Dea.


" pelan2 saja makannya Dea " titah om yoga


Di dalam mobil Oma meta selalu bercerita tentang Nita, mamanya Dea. secara tidak langsung emosional Dea bermain dan tanpa di sadari Dea meneteskan air matanya.


" sayang, maafin Oma yaa, udah buat kamu sedih.. Oma tidak bermaksud..."


" iya Oma, gak pa2 kok, lagian Dea seneng kok dengar cerita tentang mama, jadi Dea tau sosok mama Dea seperti apa" potong Dea


Dokter mengatakan kalo hasil check up Oma meta baik baik saja. hanya pola makan saja yang harus di jaga.


Oma meta menyuruh Riko membawa Dea jalan - jalan, awalnya Dea dan Riko menolak. tapi karena Oma meta sudah bersikeras mau gak mau Riko membawa Dea jalan2.


Di dalam mobil Dea dan Riko tidak ada yang berbicara. hanya alunan musik dari audio mobil saja yang terdengar.


Dea hanya memandang keluar jendela, melihat betapa megahnya bangunan bangunan bertingkat pencakar langit. padatnya arus lalu lintas.


Dan disinilah mereka sekarang, di Tugu Monas. tak ada percakapan di antara mereka. hanya berjalan beriringan dan melihat pemandangan sekitar.


" apa kau lapar?? tanya Riko kepada Dea tanpa melihat ke arah Dea.


" tidak, bisakah beristirahat sebentar. kaki ku pegel !!"


mereka duduk di bangku taman. sambil menikmati eskrim yang di beli oleh Riko tadi.


' ni orang sebenarnya baik, cuma kaku banget sih jadi orang' batin Dea


COOPEET ...COOPOEEET ...TOLONGGG...


Riko melihat ke arah sumber suara, dan kebetulan Riko sangat dekat dengan si pencopet tersebut. Riko menghadang pencopet itu dan..

__ADS_1


SREETT...


__ADS_2