
Riko mengakhiri panggilan. dan berfikir sejenak. mungkinkah ada pengkhianat di rumah ini?? tapi siapa?? Dia harus mencari tahu.
selamat ulang tahun...
selamat ulang tahun...
selamat ulang tahun Mera..
semoga pangjang umur...
Tante dizah keluar dengan membawa kue yang dibuatnya bersama Dea. Mera sangan bahagia dengan kejutan yang di buat. Walaupun tidak ada pesta, tapi Mera masih bersyukur masih di beri kesempatan untuk berkumpul bersama keluarganya.
Mera meniup lilin, dan memotong kue.
" potongan pertama untuk orang yang spesial di hati aku." ucap Mera.
semua orang terkejut mendengar ucapan Mera, karena selama ini Mera tidak memiliki hubungan dengan siapapun.
Mera mendekatkan diri kepada Dea, yang di sebelah Dea telah berdiri Rian.
"Aaaaa" ucap Mera kepada Dea.
Dea pun membuka mulutnya karena potongan kue sudah berada di depan mulutnya.
" jadi orang spesial itu adalah kak Dea. karena kak Dea telah menjadi bagian dari keluarga kita. dan kehadiran kak Dea telah memenuhi keinginan Mera untuk memiliki seorang kakak." ucap Mera yang membuat Tante dizah meneteskan air matanya.
Rian merasa ada yang lain dari tatapn Mera kepadanya. seharian Mera tidak memandang Rian, dan jika mereka bertemu. Mera tidak seperti biasanya yang selalu menatap langsung mata Rian.
Dea masuk kedalam kamarnya setelah mengantar Rian kedepan rumah. Dea mengambil laptopnya dan melihat hasil rekaman yang tersimpan di dalam flashdisk yang Rian berikan kepadanya tadi.
Dea menatap dua pengawal yang memang dia sendiri juga mencurigainya. dan Dea harus lebih ekstra untuk berhati hati.
tok tok tok..
Tidak ada jawaban dari kamar Dea, dan pintunya juga tidak terkunci. Pria itu masuk dan melihat Dea yang tidak berada dalam kamarnya. ketika dia membalikkan badannya untuk keluar, dia melihat laptop yang masih terbuka di atas tempat tidur. Dan pria itu mendekatkan dirinya untuk melihat apa yang di tonton oleh Dea. Betapa terkejutnya pria itu melihat rekaman CCTV rumahnya ada di laptop Dea.
Cekleek..
"Riko??" pekik Dea.
__ADS_1
Riko yang mendengar suara pintu terbuka langsung menjauh dari tempat tidur dengan langkah mundur. agar si pemilik kamar tidak mencurigai dia kalau sudah melihat video di laptopnya. Riko sengaja membuat kesan seakan akan dia baru masuk ke dalam kamar Dea.
"Sorry De, tadi saya sudah ketuk pintu tapi gak ada jawaban. karena pintunya gak terkunci jadi saya dengan lancang masuk ke kamar kamu." jelas Riko.
Dea melirik ke arah laptonya dan kembali menatap Riko.
" ada apa??" tanya Dea
" kamu di panggil Oma " ucap Riko yang memang di suruh Oma untuk memanggilnya.
" baiklah, aku akan turun sebentar lagi."
Dea pun bergegas mematikan laptopnya setelah Riko keluar dari kamarnya. Dea langsung menyembunyikan flashdisk yang diberikan Rian tadi.
" ikuti dia, dan cari tau semuanya tentang dia sampai ke akarnya" ucap Riko pada orang yang berada diseberang panggilan.
Dea keluar dari kamarnya dan bergegas menuju kamar Oma.
tok tok tok
" masuk saja" ucap Oma
Dea pun masuk kedalam kamar. " Oma panggil Dea??"
Dea pun mendekat kearah Oma.
" Oma mau undang ustadz buat pengajian di rumah kita. Agar keluarga kita selalu di lindungi. Dan sekalian kita berdoa untuk Ibu mu dan Ayah mu. Gimana menurut mu??"
"Dea ngikut aja Oma "
" Oma mau kamu tidur di kamar Oma malam ini, kamu mau kan temani Oma tidur??" pinta Oma, Dea hanya terdiam dan menatap wajah sendu Oma.
" Oma rindu dengan ibu mu. Wajah mu mirip dengannya" Oma pun meneteskan air matanya, dan Dea memeluk Oma dan menenangkan Oma yang menangis tersedu di pelukan Dea.
'dea juga rindu dengan ibu dan ayah' batin Dea
Riko mondar mandir di dalam kamarnya, sudah 2 jam dia menunggu kabar dari orang kepercayaannya..
drrtt drrtt
__ADS_1
"halo" ucap Riko tegas
"....."
"culik dia besok, dan bawa ketempat biasa" ucap Riko.
Riko melempar hpnya kesembarang arah. dan dia berteriak frustasi sambil mengacak acak kamarnya.
Dea bangun seperti biasa, dan dia membangunkan Oma untuk solat subuh. Mereka melaksanakan solat subuh berjamaah berdua. Selesai solat Dea bertadarus bersama Oma.
tok tok tok
" masuk" ucap Oma
Om Yoga masuk dan melihat Oma yang masih mengenakan mukena, dan sedang berhadapan dengan Dea yang di tengah tengah mereka ada Al Qur'an. Om Yoga mendekat kearah Oma, dan bersujud bersimpuh ke kaki Oma Meta.
" mi, maafin Yoga udah lalai dalam melaksanakan kewajiban yoga sebagai muslim. Yoga terlalu sibuk dengan urusan dunia. " ucap tuan Yoga yang menangis di pangkuan Oma.
Oma pun memeluk tuan Yoga dan menyuruhnya solat. Tuan Yoga pun melaksanakan solat subuh walaupun matahari sudah mulai menampakkan dirinya.
Lebih baik terlambat dari pada tidak melaksanakannya sama sekali.
" Mi , Yoga berjanji, mulai sekarang Yoga akan solat lima waktu dan belajar mengaji. Serta semua orang yang berada di rumah ini harus ikut solat dan mengaji. Yoga akan memanggil guru ngaji untuk mengajar semua orang yang ada di rumah ini." ucap tuan Yoga setelah selesai melaksanakan solat subuh.
Oma dan Dea mengucap rasa syukur kepada Allah SWT, smoga dengan mereka lebih mendekatkan diri kepada Allah, maka keluarga mereka dijauhkan dari mara bahaya, dan selalu dalam lindungan Allah.
Tuan Yoga menyuruh Udin untuk membangun musallah di sebelah rumahnya. Dan membersihkan ruangan kosong yang ada di bagian belakang rumah. Serta menyuruh membeli baju Koko untuk setiap pengawal dan pekerja pria yang berada di dalam rumah. dan memanggil guru ngaji untuk mengajarkan seluruh pengawal dan pekerja yang berada di rumah keluarga Artmaja. serta guru ngaji untuk keluarga Artmaja.
Udin langsung melaksanakan tugasnya. Dan ada rasa hangat yang bercampur sedih. karena semua perkataan tuannya mengingatkannya kepada dosa yang telah diperbuatnya selama ini.
Riko menatap Dea dengan dingin. Dan memakan makanannya tanpa mengalihkan pandangannya dari Dea. Tatapan hangat yang biasa dia berikan kepada Dea berubah menjadi dingin dan seakan ingin menghabisi Dea saat itu juga.
Tuan Yoga menyadari tatapan Riko yang dingin. Dan Tuan yoga merasa ada yang tidak beres dengan tatapan Riko terhadapnya.
Riko memaksa Dea untuk pergi bekerja bersamanya. Dengan alasan ada klien yang ingin bertemu. dengan terpaksa Dea mengikuti Riko.
Dea merasa aneh melihat jalanan yang sepi, dan bisa dibilang mereka masuk kedalam desa yang di penuhi perpohonan yang mirip seperti hutan. Dea melihat ada sebuah bangunan tua di tengah hutan ini.
" mau ngapain kita ke sini??" tanya Dea
__ADS_1
Riko hanya menarik ujung bibirnya yang terbentuk senyum devil menakutkan. dengan susah payah Dea menelan salivanya. Dea di tarik paksa masuk oleh Riko kedalam bangunan itu.
" lepasin " teriak Dea.